NovelToon NovelToon
LOVE STORY FROM ROAD

LOVE STORY FROM ROAD

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Obsesi / Fantasi Wanita
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: sjulerjn29

Raisa terlahir sebagai anak yang ceria selayaknya anak pada umumnya. Namun, setelah kejadian hilangnya sang adik semua kehangatan dan kebahagiaan yang dulu ia dapatkan di rumah sirna seketika. Hingga akhirnya ia menemukan sesuatu yang hilang berada di jalanan, melepas semua beban dan merasakan kebebasan yang telah lama terkurung dalam sangkar. Karena trauma masa lalu yang berbekas di hatinya, memaksanya terlihat kuat di hadapan semua orang. walau sebenarnya hatinya sangat rapuh, sampai dia tak tahu artinya pelukan hangat, pujian yang membanggakan dan kasih sayang yang tulus. Akankah Raisa menemukan jati dirinya lagi yang selama ini ia kubur dalam-dalam dan menemukan seseorang yang mampu melelehkan hatinya yang telah membeku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sjulerjn29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. DARK PAST

‎"Bayangan ini lagi, membuatku sakit saja...sial!!" kilasan masa lalu mulai menyeruak memenuhi isi kepalanya.

‎KILAS BALIK

‎Sekuat- sekuatnya raisa di luar sana, dia tetap rapuh di hadapan Ayahnya. Selama ini, Ia bertahan sendiri dijauhi teman- temannya, sejak hilangnya sosok yang dulu jadi penghangat kehidupan keluarganya. Sikapnya berubah 180 derajat setelah kejadian yang merenggut semua kehangatan dan kebahagiaan yang dulu ia dapatkan di rumah, kini ia merasa sendiri memikul semua bebannya, menangis di setiap keheningan malam dan berusaha tegar di hadapan semua orang.

Dulu ia adalah gadis yang ceria, lembut, dan penurut seperti halnya anak perempuan lainnya. Namun kini ia berubah dingin seakan hatinya telah terkunci rapat dan tak ada cinta yang dapat melelehkan hati yang telah membeku. Ini membuktikan saat beberapa lelaki yang berusaha mendekatinya tak mampu membuat Raisa percaya akan cinta.

Kejadian malam ini seperti Dejavu untuknya, membuat dia mengulang masa lalu yang menyakitkan. Rasa sesak di dadanya tak mampu membendung semua air mata  yang semakin menyayat hati. Dia tahu bahwa Ayahnya sangat menyayangi dirinya, namun rasa yang diberikan terlalu berlebihan sehingga kebebasan diatur dan dibatasi karena trauma masa lalu.

Ia dipaksa untuk menjadi diri orang lain, melupakan jati dirinya sendiri. Ia seperti kehilangan identitas aslinya, mengubah dirinya seperti bayangan yang diciptakan oleh orangtuanya sendiri. Tak ada kata atau pilihan untuk membantah ataupun kabur. Karena saat itu ia masih kecil dan masih membutuhkan sosok yang menjadi pelindung sekaligus panutannya.

‎Dulu setiap kali ia berteman dengan seseorang atau dekat dengan seseorang, Ayahnya akan selalu mengawasi bahkan hingga teman-temannya takut dan menjauhi dirinya karena sering diawasi bahkan diancam.

‎Raisa sejak masih duduk di bangku sekolah dasar selalu diejek teman sekelasnya dan ia tak pernah melawan mereka, ia hanya bisa menangis dan menerima perlakuan kasar teman-temannya.

‎"Anak cengeng...anak jelek...jauhi dia! Jangan mau temenan sama anak cengeng dan pembawa sial...Ayo kita masuk!"

‎"Iya..tubuhku gatel setiap kali ketemu sama dia...lo pindah aja deh!"

‎"Rasain nih...!!" guyuran air bekas pel membasahi sekujur tubuh Raisa yang masih terduduk di lantai, isak tangis tak berarti bagi teman-teman sekelas yang menyaksikan kejadian itu, mereka hanya tertawa dan tak ada seorangpun yang membantunya untuk bangkit.

‎Kejadian seperti itu telah ia terima berulang kali dan Raisa tetap sama, ia tetap tak berani membalas perlakuan mereka. Hingga sosok ibu yang seharusnya melindungi bahkan merangkulnya, ia malah menambah luka di hati Raisa.

‎"Cukup Raisa..ibu denger dari guru kamu! Sudah berapa kali ibu bilang sama kamu, jangan mau di injak-injak sama orang lain, KAMU NGERTI GAK? KAMU TULI ATAU GIMANA SIH! DASAR ANAK CENGENG BISANYA BIKIN MALU..!!"

‎PLAK!!

‎Tamparan keras bersarang di wajah Raisa, tubuhnya basah kuyup karena perlakuan teman-temannya. Ia tak berkata apa-apa hanya memegang pipinya yang mulai memerah, air matanya tertahan karena takut.

‎"IBU MUAK LIAT KAMU NANGIS! Pergi ganti baju dan latihan bersama ayahmu!"

‎Sejak kecil ia harus latihan taekwondo bersama Ayahnya dan belajar akademik bersama ibunya. Tak ada kata untuk merasa lelah. Dimulai dari pagi hari ia bersekolah setelah itu latihan taekwondo dan malam hari belajar dengan setumpuk buku yang selalu disiapkan ibunya. Hingga saat sakit pun ia tetap harus belajar tanpa henti, namun Raisa tak bisa membantah mereka. Tak ada kata lelah ataupun salah, jika itu terjadi maka tamparan bahkan pukulan akan ia dapatkan. Hingga sosok Ayah yang seharusnya jadi pelindung dan pembela hanya bisa terdiam membisu seolah membenarkan perlakuan seorang ibu terhadap anaknya.

‎"Yah...Bu...aku cape, aku lelah...sakit, aku bukan anak eksperimen kalian yang seenaknya diatur dalam program yang kalian ciptakan, aku manusia...aku punya perasaan.." Buku-buku yang semula tersimpan rapi di atas meja, kini berserakan di lantai karena luapan emosi Raisa yang tak mampu ia simpan lagi.

‎PLAK!!

‎"TUTUP MULUTMU! BERANINYA KAMU BICARA SEPERTI ITU PADA AYAH DAN IBUMU!! Teriakan itu mampu membungkam mulut Raisa hingga sekujur tubuhnya gemetar.

‎"Pergi ke kamar dan renungkan semua yang kamu ucapkan tadi!! Jangan harap kamu bisa makan malam ini!"

‎Ibu Raisa melempar tubuhnya ke sofa, punggungnya bersandar sambil mengelus kepala yang hampir pecah karena kejadian barusan. Ayah Raisa duduk disampingnya, merangkulnya dengan hangat.

‎"Apa kita terlalu keras padanya, sayang? Haruskah kita berhenti saja?"

‎"Mas, kita harus tetap pada rencana kita sejak awal! Kamu gak mau kan kehilangan lagi?" Ia memeluk suaminya dengan erat.

"Tapi, Sayang aku khawatir dengan mental putri kita," Ayah Raisa mengusap lembut rambut istrinya. Namun tangan kekar itu ditepis seketika seakan ada hal yang membuat dia terkejut.

"Tapi hanya satu cara lagi agar rencana ini berhasil.."

‎"Apa maksudmu? Cara apa? Kamu belum puas liat anakmu seperti tadi apa?" Ayah Raisa terkejut sambil mengerutkan keningnya dan memegang pundak istrinya agar berbalik menghadapnya.

"Tenang saja..aku yakin kali ini pasti berhasil kamu tetap pada peranmu dan aku pun begitu, ingat itu mas!" senyuman itu penuh arti dan membuat perasaan suaminya tak karuan dan penuh curiga.

"Kamu gak akan ninggalin dia kan?" Ayah Raisa asal menebak dan dibalas dengan senyuman yang menandakan tebakannya benar.

"Kamu bercanda kan sayang? Itu keterlaluan! Kamu tega liat dia hidup tanpa kamu? Dia hanya lelah makanya bersikap seperti itu, kita kasih dia kesempatan lagi, kumohon.." Ayah Raisa berusaha membujuk istrinya dengan cara memeluknya dengan hangat namun cara itu tak berhasil, istrinya tetap pada pendiriannya.

"Mas, kamu juga gak mau kan kehilangan lagi? Itu jauh lebih sakit mas...gak ada cara lain seperti yang kita lakuin sekarang! Kamu harus percaya sama aku mas, aku mohon kamu harus dukung keputusan ku!" Air mata mulai membasahi pipinya dan jurus itu mampu meluluhkan hati pria yang dia cintai sehingga terpaksa menyetujui keputusan itu.

"Aku juga janji akan selalu awasi dan pantau dia dari jauh, jadi kamu gak usah khawatir mas." Akhirnya mereka pun sepakat walau rencana itu mungkin akan menjadi siksa batin untuk Raisa.

‎Rasa takut, cemas sang Ayah dan perlakuan seorang ibu membuat Raisa tak memiliki teman, hingga ia bertemu dengan Bobby, yang hingga saat ini tetap setia dan menerima Raisa apa adanya. Itulah alasan mengapa Raisa menutupi rahasia tentang gengnya dan menganggap bahwa di luar sana dia bisa mendapatkan kehangatan dan tak merasa sendiri.

Di jalanan, dia bisa melepas semua beban di pundaknya, merasakan kebebasan yang sejak dulu terkurung dalam sangkar. Mulutnya terbungkam karena tak bisa mengutarakan pendapat, sayapnya patah hingga tak bisa terbang jauh untuk menggapai cita-cita, kakinya terikat tak mampu melangkah maju untuk melihat dunia luar, tangannya terborgol tak mampu meraih apa yang dia inginkan, kepalanya berat untuk mendongak ke atas hanya untuk membantah sesuatu yang dia rasa tak mampu ia lakukan, tubuhnya dingin karena tak merasakan lagi kehangatan yang membuatnya nyaman.

Dan hanya Bobby sahabat setianya yang mengetahui semua rasa sakit yang ia rasakan, semua beban yang dia pikul sendiri, rahasia yang hingga saat ini tertutup rapat dan hilangnya kasih sayang seorang ibu. Namun hanya satu yang Bobby tak mengetahuinya yaitu tragedi masa lalu yang mengubah hidup Raisa sampai seperti ini.

Bersambung...

Apa yang direncanakan ibunya kali ini? Dan kenapa mereka harus melakukan itu pada Raisa?

Apa Raisa mampu menghadapi rencana ibunya kali ini?

Penasaran gak sih kenapa mereka setakut itu kehilangan, Apa yang terjadi yah? Apa kalian bisa menebaknya?

Kawal terus kelanjutannya ya jangan lupa kasih suport seperti vote, like, komen, dan subscribe agar tidak ketinggalan ceritanya. Terimakasih yang sudah setia dan semoga aku bisa tetap semangat melanjutkan kisah Raisa.

1
checangel_
Jurus pelarian berujung penantian 🤭
checangel_
Kekuatan do'a😇
checangel_
Dari baja yang dibekukan dalam suhu cukup sekian dan tidak butuh keluhan, walaupun terkadang banyak alasan 🤭
checangel_
🤭/Scowl/
checangel_
Aset mahal/Facepalm/
sjulerjn29: aset dia cuma muka🤭
total 1 replies
checangel_
/Facepalm/
checangel_
Calm down😊
checangel_
/Good/
checangel_
Aku setia menunggu Bobby ini🤭
sjulerjn29: tunggu aksi heroik dia ya🤭
total 1 replies
💃💃 H💃💃💃
bagus
checangel_
Harus dong, kan sudah makan es doger 🤭
sjulerjn29: iya Kenny pun gabung soalnya udah terkuras habis tenaganya 🤭
total 3 replies
checangel_
Bisa-bisanya lagi berada di tengah konflik, es doger lewat🤣🤭
sjulerjn29: di real life juga suka gitu kan🤭
total 1 replies
checangel_
🤣🤣 Sabar ya Bobby /Facepalm/
sjulerjn29: Bobby belum siap🤣
total 1 replies
checangel_
Merdeka bergema /Smile/
sjulerjn29: harus nya sambil bawa bambu runcing bukan helm🤭
total 1 replies
Xlyzy
eh kalian ga cemburu apa lihat Raisa di pepet terus gitu kalian kapan bertindak nya
Xlyzy
dia yang senyum dia yang ga sadar 🤣😭
@dadan_kusuma89
Rio, kamu mau nyamar jadi gembel apa gimana nanti? buat mengerjakan misi dari bosmu...
@dadan_kusuma89
Udah, Marco! Istirahat dulu, ngopi dulu... ntar bisa dicoba lagi
-Thiea-
siapa lagi ini. mau ngomong apa dia? suruhan siapa? apa musuhnya? atau ibunya? Atau pria yang diam-diam naksir Raisa. 🫣
-Thiea-: hahaha... biar bingung jawabnya. 😅😅
total 2 replies
-Thiea-
gak usah dipikirin ibumu, dia aja gak peduli sama kamu. dan g pernah ada saat kamu butuh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!