Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asisten Adhisty?
..."Dalam setiap kebahagiaan pasti terselip ujian disana, tujuan nya bukan untuk memperlemah atau menghancurkan namun memperkuat ikatan sebuah cinta antar pasangan"...
...♡♡♡...
Kini kami tengah duduk di ruang keluarga mononton televisi, Arsa juga sudah mulai bekerja kembali, sehari istirahat mungkin bisa membuatnya sehat seperti semula.
Hari ini Arsa bilang bahwa akan memperkenalkan Salwa dengan asisten pribadi nya, yang sudah dipilihkan oleh sekretaris Rey beberapa hari yang lalu dengan seleksi yang ketat pastinya
"Hubby, aku ga apa apa ko kalau ga pake asisten pribadi" Masih mencoba membujuk suaminya agar tidak memberinya asisten pribadi.
"Aku bilang ini perintah honey" Kata Arsa sembari berkali kali mengecup pipi pulus istri nya
"Okey, tapi aku punya syarat" Kata Salwa
"Apa syaratnya hmm?" Tanya Arsa sambil tersenyum miring
Belum sempat Salwa menjawabnya, tiba tiba Arsa ******* bibir Salwa dengan gemasnya membuat sang pemilik tersenggal kehabisan nafas, momen tersebut tak lepas dari pandangan sekretaris Rey dan wanita muda disampingnya
Salwa memukul dada bidang Arsa dengan kerasnya "Ih kebiasaan aku belum selesai bicara By" Mencubit pinggang Arsa membuat nya mengaduh kesakitan "Syaratnya aku sendiri yang memilih orang nya okey honey?" Tanya Salwa kemudian entah inisiatif dari mana ia membalas Arsa dengan perbuatan yang sama yaitu ******* bibir lelaki itu dengan hebatnya
Setelah sama sama puas mereka menghentikan aksi tersebut "Oh sekarang bidadari manis aku udah mulai agresif yah" Ujar Arsa membuat pipi Salwa memerah seperti kepiting rebus "Gausah mengalihkan pembicaraan By kamu setuju ga sama syaratnya?" Lagi lagi Salwa bertanya
Arsa terlihat menggerakan tangan nya memberi perintah agar sekretaris Rey mendekat, dengan cepat dituriti oleh nya "Selamat pagi tuan dan nona muda" Membukakan kepala hormat
"Selamat pagi sekretaris Rey" Jawab Salwa dengan menunjukan senyum lebar riangnya, tatapan Salwa beralih kepada wanita cantik dengan rambut di kepang kanan dengan sendal jepit menghiasi kaki jenjangnya
Seakan mengerti tatapan nona muda nya Rey mulai angkat bicara "Asisten pribadi anda akan datang sebentar lagi nona" Ujar Rey memberitahu
"Lalu dia siapa?" Tanya Salwa membuat sekretaris Rey menyuruh wanita tersebut memperkenalkan dirinya "Saya Isty non anak pelayan disini" Menunduk hormat sembari memeperkenalkan diri
"Panggil dia dengan sebutan yang benar 'Nona muda' jangan disingkat singkat mengerti?" Ujar Rey memberitahukan dengan tatapan yang tajam kepada wanita itu.
"Maaf tuan"
"Jadi Isty ada perlu apa kamu kesini?" Setahu Salwa orang yang tak berkeperluan penting dilarang masuk dan ayolah jangan kan masuk disekitaran rumah pun tidak diperbolehkan
"Emm... saya akan menggantikan ibu saya menjadi pelayan di rumah ini nona, kalau diperbolehkan karna kondisi nya sudah tidak memungkinkan untuk bekerja" Jelas Isty yang masih menunduk
"Ohh... " "Yaudah kalau gitu kamu diterima menjadi asisten pribadi saya gimana mau ga?"
Tawar Salwa langsung ditatap tajam oleh Arsa bagaimana mungkin dia bisa sembarangan memilih orang.
"Tentu saja saya mau nona" Mengangguk berulang ulang hatinya tentu saja senang
"Ayolah By, tadi kamu udah janji kalau aku bisa memilih siapa pun orang nya kan?" Kata Arsa masih kekeh memilih Isty
"Tapi tidak boleh sembarangan memilih orang Sya"
"Tapi Isty orang baik baik Hubby lagi pula ibunya juga sudah lama menjadi bagian dari keluarga Maharsya bukan?" Kata Salwa
"Hmm yaudah seterah kamu, intinya jangan pernah terlalu percaya sama orang yah aku mau ke atas dulu" Pamit Arsa begitu pun sekretaris Rey menuju ruang kerja di rumah ini. Meninggalkan Salwa dan Isty disana
♡♡♡
Salwa POV
Sudah tiga hari Adhisty Maharani atau lebih dikenal dengan nama Isty itu menjalankan tugasnya sebagai asisten pribadiku ia mengerjakan semua pekerjaannya dengan sangat baik, dia juga humble saat diajak berbicara namun entah mengapa firasatku seakan tak bagus tentangnya
Namun aku selalu berusaha untuk berfikir positif akan hal itu. Hari ini kami berencana untuk berkunjung ke salah satu mall yang berada di kota ini belanja segala keperluan rumah tangga yang sebenarnya itu adalah tugas para pelayan disini namun aku tetap kekeh untuk berbelanja sendiri merasakan menjadi ibu rumah tangga yang sebenarnya.
"Nona apakah saya bisa ikut ke mall dengan anda, saya ingin berbelanja sesuatu" Ucap Isty yang berlari ke arah ku dan Arsa yang hendak menaiki mobil
"Biar aku yang belikan saja Isty, sebutkan saja apa barang yang ingin kamu beli" Tawarku ramah kepada Isty
"Ah sebenarnya banyak barang yang ingin saya beli nona... Emm bisakah saya ikut bersama kalian" Pinta nya lagi
Kulihat ke arah Arsa mencari persetujuan namun dia hanya diam tak bergeming sedikitpun "Baiklah silahkan" Ujarku dibalas senyuman lebar yang tak dapat diartikan olehku
Arsa masuk ke dalam mobil begitupun denganku yang sudah memegang pintu mobil tepat di sebelah suamiku, namun tiba tiba wanita dengan kuncir dua itu menorobos masuk mengambil alih posisi ku dan duduk tepat di samping lelaki ku
"Hey kau kenapa duduk ditempat istriku!" Ucap Arsa dengan nada yang sangat dingin dan jangan lupakan tatapan tajamnya yang menusuk itu.
"Emm maaf lancang tapi saya ingin duduk disini" Aku mengerutkan kening maksud dia itu apa, bukan kah itu terlalu lancang dan tidak sopan?
"Ah tidak apa apa" Akhirnya mengalah dan duduk di kursi belakang
"Tapi Sya..." Belum selesai Arsa bicara "Tidak apa Hubby untuk sekali saja" Ujar Salwa lembut
Arsa yang geram dengan sikap asisten pribadi istrinya itu dengan terpaksa menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi
"Honey aku akan ke singapur untuk beberapa hari kedepan jadi jaga dirimu dengan baik yah" Ujar Arsa lembut
"Okey jangan lama lama yah By" Kemudian mengobrol tanpa memperdulikan seseorang yang menahan kesal disana
"Jangan rindu" Ucap Arsa
"Kenapa?" Tanyaku bingung
"Kata dilan rindu itu berat kamu ga akan kuat" Goda Arsa menaik turunkan alisnya
"Gak apa apa asal rindunya sama kamu" Niatnya menggoda Salwa malah dirinya sendiri yang salah tingkah sekarang, Namun tiba tiba...
Byur
Botol berisi air minum ditangan asisten Disty itu sengaja ditumpahkan ke tubuh Arsa berhasil membuat obrolan manis itu terhenti seketika
"Eh maaf tuan biar saya bersihkan" Mengambil tisu dan mengelapnya ditubuh Arsa namun bukan hanya itu dia sengaja menepelkan salah satu lengannya ke dada Arsa dan mengusapnya dengan perlahan.
"Hentikan aku bisa sendiri" Ucap Arsa kemudian mengelap baju nya sendiri
Aku yang melihat kejadian itu dengan sangat jelas tentu saja kesal bagaimana mungkin wanita itu dengan seenaknya menyentuh tubuh suamiku.
Setelah dua puluh menit perjalanan akhirnya sampai di salah satu mall yang lagi lagi baru aku tahu milik suami tampanku, kami berjalan saling manautkan tangan bersenda garau dan terkekeh disana
Namun ada seseorang orang dengan kilatan amarah di matanya mengepalkan tangannya karna geram melihat keromantisan pasangan tersebut, entah dirinya sendiri tengah membatin dalam hari yang penuh gejolak emosi
"Kami akan ke toko itu (Menunjuk salah satu toko) apakah kamu mau ikut bersama kami Isty?" Tanya ku pada Isty yang terlihat melamun sendiri
"Ah tidak nona saya akan ke kafe sebelah sana saja" Berjalan meninggalkan sepasang suami istri tersebut
"Tadi kata mu ingin membeli sesuatu" Ujarku menghentikan langkah wanita itu
"Tidak jadi" Jawabnya singkat lalu beranjak pergi meninggalkan aku dan Arsa
Setelah itu aku dan Arsa masuk ke toko tersebut membeli perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan untuk perjalanan bisnis Arsa beberapa hari kedepan di singapura
"Hubby aku bakal kesepian kalau kamu pergi" mengeratkan gandengan kami
"Ikut sama aku ajah yah mau ga hmm?" Jawabnya lembut sambil mengusap pipiku
Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum "Ga mau" Ucapku manja "Yaudah biar kamu ga kesepian ke rumah mamah ajah disana kan ada Ayana yang cerewet itu jadi aku jamin kamu ga bakal kesepian" Saran Arsa
"Heem iyah sih yaudah deh aku pikir pikir dulu" Setelah itu kembali fokus berbelanja
♡♡♡
Aku mau minta maaf karena nge update nya sering telat karna tugas sekolah emang lagi numpuk numpuknya banget kalian yang pelajar pasti tau gimana saat sekolah online tapi tugas nya malah lebih numpuk dari pada sekolah biasa, maka dari itu berpengaruh sama jadwal update menulis jadi harap maklum yah insaalllah sebisa mungkin diusahakan update seperti biasa:)
Assalamu'alaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan kalian sangat berarti untuk author dan membuat author semangat up😘
ceritanya bagus kok😊