NovelToon NovelToon
Real Dreams

Real Dreams

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Banda Wijaya

Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.

"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.

Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.

Apakah yang ia temukan di dunia itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Bara

Di pagi hari tim penyergapan dan warga desa sedang merayakan keberhasilan mereka. Diadakan makan bersama di depan rumah Ki Candra. Warga duduk rapi di depan hidangan yang beralaskan daun pisang.

"Selamat Pagi semuanya ... Kepada saudara-saudara ku warga desa Ganjur yang saya cintai. Pada pagi hari ini, kita akan merayakan ... keberhasilan. Tim penyergapan yang di pimpin oleh ..." Ki Candra bingung kemudian bertanya.

"Dipimpin siapa?" Bisik Ki Candra.

Dharma, Jaka, dan Brata pun menunjuk ke arah Alvin.

"Ooh iya, dipimpin oleh Nak Alvin. Selaku utusan dari sang penyelamat ... tepuk tangan semuanya." Warga desa bertepuk tangan.

"Maka dari itu, hari ini kita melaksanakan syukuran. Tanpa basa-basi lagi, yaudah di makan aja yaa" kata Ki Candra.

"Ki Candra tau aja aku udah laper," kata Alvin sambil mengambil ayam bakar.

"Ambilin aku satu," pinta Dharma.

"Oke siap."

Mereka makan bersama, warga desa bersuka cita. Wajah mereka berseri-seri. Dengan lahap nya mereka menyantap hidangan tersebut.

"Eh, ini kira-kira Bara akan kesini tidak ya?"

"Mungkin, sebenarnya sudah ku bilang pada bapak untuk mengadakan acara di rumah masing-masing saja. Eh malah bikin acara begini"

"Ya gapapa sekali-sekali."

"Bukan begitu, maksudnya nanti takut nya ada serangan dari Bara dan prajurit-prajurit nya. Kita kan gak ada persiapan. Gimana hayo?"

"Iya juga sih, ah tapi jangan berfikiran buruk dulu. Nih di tambah, biar kenyang" Alvin mengambilkan paha ayam untuk Dharma.

"Vin," kata Jaka.

"Gimana ka?" tanya Alvin.

"Itu paha ayam ... Punya ku."

"Ooo maaf ... Yaudah aku balikin lagi." Merebut dari Dharma.

"Maap yakk," kata Alvin.

Brata pun tertawa melihatnya, Ki Candra datang menghampiri mereka.

"Dharma."

"Iya pak."

"Tarjo mana?" tanya Ki Candra.

"Kurang tau pak, tapi kayak nya lagi jaga di depan. Soal nya semalem saya suruh jaga malem sama Tono." jawab Dharma.

"Ealahh, panggil sini. Suruh makan dulu, warga pada kumpul makan kok, malah di depan."

Saat Dharma ingin menghampiri Tarjo dan Tono ke kedepan. Bara datang bersama pasukan nya.

"Bara," kata Dharma.

"Ooo itu yang nama nya Bara," kata Alvin masih belepotan.

Seketika warga desa menunduk, Dharma pun menghadapi mereka.

"Ada apa ini? Syukuran?" Kata Bara.

"Kenapa? Masalah?" Bentak Dharma.

"Oalah, sudah berani ternyata," kata Bara.

"Kemana pasukan kami yang kemarin?" lanjut Bara.

"Mana gue tau," timpal Alvin.

"Siapa kau?" tanya Bara.

"Seperti kau bukan warga sini," kata Bara.

"Dia memang bukan warga sini, kalian mau apa? Kemarin hasil panen sudah di ambil."

"Ahh masa, prajurit ku belum ada yang pulang."

"Ya kami tidak tahu."

"Bohong kalian!!" Bentak Bara.

"Pengawal," panggil Bara.

Prajurit nya membawakan jasad Tarjo dan Tono, kemudian melempar nya ke warga desa.

"Kalian mau bernasib sama seperti mereka?"

Ki Candra tidak terima, ia langsung menghampiri Bara.

"Anak durhaka!! tidak tau di untung kamu. Dari kecil kau ku rawat, jadi ini balasan mu. Sekian lama diam, kali ini aku tidak terima."

"Pak, salah siapa coba? Semua nya tidak akan jadi seperti ini kalo bapak beri kepercayaan padaku."

"Bagaimana bapak bisa percaya jika kelakuan mu saja seperti ini."

"Kali ini kesabaran ku habis, cepat beri tau. Dimana bapak simpan pusaka itu?"

"Cepat!!!" Bentak Bara.

"Bara!! Jangan kurang ajar kamu!" Dharma marah.

"Diam kau anak kecil. Eh kau, jangan berharap bisa menjadi pewaris pusaka Ganjur. Bapak tidak percaya pada kita."

"Dengar! aku bukan kecil, harus nya kau sebagai kakak lebih dewasa!!"

"Ya benar itu," sahut Alvin.

Semuanya melihat ke arah Alvin.

"Ini siapa sih?" Menunjuk ke arah Alvin.

"Mau mati kau?!!" Bentak Bara, Alvin pun terdiam.

Bara menghampiri Ki Candra.

"Aku tanya sekali lagi pak, dimana bapak menyimpan pusaka itu."

"Sampai mati aku tak akan memberikan nya pada mu," jawab Ki Candra mantap.

"Kalo begitu, kau mati saja." Bara menusuk pedang nya tepat pada jantung nya.

Semua warga panik dan lari.

"BAJINGAAN KAU!!!" Emosi Dharma memuncak.

Dharma menyerang Bara, mereka bertarung dengan sengit. Jaka dan Brata melawan para prajurit sedang Alvin berlari menuju hutan.

"Bodoh kau! Bapak tidak mempercayai mu juga kan."

"Hentikan bicara mu ... binatang!!" Bentak Dharma, kemudian menendang nya.

Bara kembali bangkit, mengambil pedang nya.

"Bagaimana orang bisa menyebutmu laki-laki jika kau masih menggunakan senjata," hina Dharma.

Bara pun membuang pedang nya, kemudian memasang kuda-kuda.

"Tanpa senjata pun, aku bisa membunuhmu."

"Banyak omong kau!"

Mereka kembali bertarung, Bara memukul wajah Dharma berkali-kali kemudian menendang perut nya. Saat Dharma mencoba berdiri sambil memegang perutnya, Bara berlari lalu memukul nya dengan sekuat tenaga.

Dharma terkapar tak berdaya. Jaka dan Brata ingin membantu nya, namun para prajurit menghalangi nya. Jaka pun mengeluarkan pedang pusaka nya. Dengan kelincahan dan tajam nya pedang pusaka, satu persatu prajurit tewas terpotong-potong bagian tubuhnya.

Brata mengeluarkan Gada besi nya, yang merupakan pusaka milik Gardapati.

"Sialan, pusaka Gardapati," umpat Bara.

Brata dengan mudah nya menghabisi prajurit Bara yang melawan nya. Brata pun mengeluarkan ajian pusaka nya. Ia pun memukulkan gada besi nya ke tanah sehingga bumi bergetar.

Bara terjatuh, pasukan nya pun telah habis di bantai dua pendekar. Dharma kembali bangkit. Dari kejauhan Alvin berlari membawa sebuah tombak.

"Dari mana dia?" tanya Brata.

Alvin pun berteriak.

"Akan ku habiskan kalian!!!" Kemudian ia menghentikan langkahnya.

"Weh, dah pada mati?" Kata Alvin.

Bara kembali berdiri kemudian melihat tombak yang di bawa Alvin.

"Bukan nya itu ...." Kata Bara.

"Pusaka ksatria Ganjur," potong Dharma.

"Lihat kelakuan bapak yang bodoh itu!! Untuk apa dia memberikan kepada orang asing," kata Bara kesal.

"Jangan sok tau kau!!" teriak Alvin.

"Dharma tangkap!" Alvin melempar tombak nya. Dharma pun berlari kemudian menangkap nya.

"Kurang aja!!!"

"Pengawal!!!" panggil Bara.

"Pengawal yang mana?" tanya Brata.

Bara melihat sekeliling, prajurit nya telah habis di bantai. Ia pun mencoba melarikan diri. Dharma menutup mata nya, ia membaca mantra-mantra ajian pusaka Ganjur.

Saat ia membuka matanya, kemudian berkata.

"Ini untuk bapak!!" Ia melemparkan tombak nya. Tombak itu melesat dengan cepat, sehingga mengenai tepat pada jantung nya.

"Pus—sa—kaa ... Ku." Bara pun tewas di tempat.

Dharma menghampiri nya, mencabut tombak nya.

"Sekarang itu milik mu," kata Alvin.

"Alvin bagaimana bisa ...."

"Tenang, tenang. Nanti aku ceritakan," Alvin menepuk-nepuk pundak nya.

Dharma berlari menghampiri Ki Candra.

"Maafkan Dharma pak." Dharma menangis. Alvin pun datang menghampiri Dharma. Ia juga merasa kehilangan.

Jaka melihat sekeliling sambil berjalan menghampiri mereka.

"Dharma ... yang sabar ya."

"Seperti nya, kita harus membersihkan semua nya," lanjut Jaka.

Dharma dan Alvin melihat sekeliling, banyak mayat bergeletakan. Darah berceceran dimana-mana.

Tim penyergapan dengan bantuan warga desa membersihkan halaman rumah Ki Candra. Mayat-mayat prajurit pun di bakar.

"Dharma," panggil Jaka.

"Bagaimana dengan Ki Candra?"

"Ooh, iya. Bapak pernah berpesan, kalau di meninggal mayat nya di kubur saja."

Mereka memakamkan Ki Candra, warga desa banyak yang menangis. Karena kehilangan sesosok pemimpin desa yang baik hati. Hari mulai malam, mereka kembali ke rumah.

"Terimakasih teman-teman, sudah banyak membantu ku"

"Sama-sama," bersamaan.

"Jadi bagaimana ceritanya Vin?" tanya Dharma.

"Sebentar yaa, aku ambilkan teh dulu," kata Alvin.

Alvin membuat kan teh hangat untuk tim penyergapan. Setelah semua nya mendapatkan segelas teh.

"Nah ... Jadi gini ceritanya ...."

***

1
Reaz
semangat .../Ok//Good/

jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Loli bunting
lh kok nggantung....
El Olivia
semangatt up thorr
El Olivia
salam semangatt Kakak
World_Simulator🍁
Aku sarankan, untuk memakai tanda spasi untuk dialog percakapan.

Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.

...dan next up date 👍👍👍
Darah Biru (Bangsawan)
Hidangan beralas daun pisang memang mantap 👍🏻
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
sarie
Hadir lagi kak,like buat kakak♥️♥️👍👍,salam hangat dari kusentuh cinta dalam diam dan Alzheimer
Je si bod👀
Fighting
Jeon Ji-Yeong
yuhu sesuai permintaa aku mampir ni udah aku like juga
Ace Blue Charlotte
Hadir.....

Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Ucy (ig. ucynovel)
Mana kelanjutannya thor...

Semangat 💪💪up lagi thor

Aku mendukungmu 👍👍
Marya Juliani Jawak
Lanjut Thor... Soalnya nanggung ni...

Lagi seru"nya.
Marya Juliani Jawak
Kejam....
Marya Juliani Jawak
Ayo Bagas... Smangat....
Marya Juliani Jawak
Jangan" ula siapa yg Ratu jahat tu. Lupa aq namanya....

Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
Dhina ♑
hah, Doni siluman buaya??
Marya Juliani Jawak
Aku yg degdegan Thor...
Siti sa'adah😊
33 bomlike mendarat untuk mu thor

terus ikuti karya aku ya thor

makasih😊
Siti sa'adah😊
like😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!