NovelToon NovelToon
Azura And The Lost King

Azura And The Lost King

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Misteri / Fantasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: HikmahToo

Di hari pertama penobatannya sebagai Raja Lunaventia, Leonard Anvincet Hills menghilang tanpa jejak.

Saat membuka mata, ia tidak lagi berada di istana, melainkan di kamar seorang gadis bernama Azura.

Bagi Leonard, dunia ini benar-benar gila.

Kereta berjalan tanpa kuda.
Air mengalir dari dinding.
Orang-orang berpakaian aneh.
Dan yang paling keterlaluan, semua orang menganggapnya gila saat ia mengaku sebagai seorang raja.

Sementara Leonard mati-matian mencari jalan pulang ke kerajaannya, Azura justru harus menghadapi pemuda keras kepala yang selalu berbicara dengan bahasa bangsawan dan menganggap semua teknologi modern sebagai sihir.

Hari demi hari, pertengkaran mereka berubah menjadi kedekatan yang tidak pernah mereka duga.

Namun di balik hilangnya Leonard, tersimpan rahasia besar yang dapat mengubah dua dunia sekaligus.

Ketika kesempatan untuk kembali akhirnya muncul, apa yang akan dipilih seorang raja?

Takhtanya...

Atau gadis yang berhasil mencuri hatinya?

up rutin. 06:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HikmahToo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perlahan dekat.

Di tempat lain. Steve beserta teman-temannya tengah berkumpul disalah satu rumah kosong milik keluarga Aditama yang merupakan keluarga Jaya yang mereka jadikan markas.

Steve di dapur, dia tengah membuat beberapa kopi untuk mereka minum.

Jaya, Eko, Arkan, dan Hardi.

Mereka tengah bermain gaple dengan heboh diatas karpet.

"Yang bener Lo Hardi! Masa lewat terus?" Omel Eko karna Hardi lagi-lagi tidak memberikan kartu.

"Itu kartu Lo kosong semua apa gimana sih? Heran!" Dengus Arkan.

"Ya emang gak ada goblok! Masa gue harus kasih yang gak sesuai!" Sinis Hardi tak senang.

Steve membawa nampan dengan empat gelas kopi, satu gelas teh, dan satu gelas susu untuk dirinya sendiri.

Dia menyimpannya di atas meja, dan duduk di sebelah Gilang yang tengah asik sendiri dengan ponselnya.

"Liatin apaan sih Lo? Asik bener" tanya Steve sambil mencomot kacang yang berada di dalam toples.

Gilang memperlihatkan ponselnya pada Steve, yang langsung diambil pemuda itu dengan dahi menyengrit.

"Apa nih?"

"Itu Lo kan? Kok bisa di posting Azura? Lo Deket sama dia?

Tubuh Steve membeku. Jemarinya yang memegang ponsel perlahan Gilang mengencang.

Mata biru itu...

Bahkan cara dia menatap kamera...

'Kenapa... semirip itu?'

Steve menggigit bibir bawahnya pelan.

'jadi bener dia sodara kandung gue...?'

Batinnya, masih belum percaya jika dia mempunyai sodara, dan mereka plek-ketiplek sama

"Ini kalo ketauan sama Sisil, Lo abis sama dia tev"

Steve mengerjap pelan. "Mungkin dia salah satu fans gue kali. Lo-lo kan tau fans gue banyak, secara gue ganteng" katanya dengan kekehan kaku.

Mata Gilang memincing, menatap Steve yang menggerakkan matanya liar.

Steve meraup wajah Gilang, dan mendorongnya pelan. "Apasih natap gue gitu?"

"Ya gak mungkin aja ngefans sama Lo!"

"Ya emang Napa? Gue kan ganteng!" Kata Steve sedikit nyolot, menyembunyikan rasa gugup.

Hanya melihat fotonya saja, membuat tubuhnya sedikit bergetar dengan mata memanas, apalagi kalo dia liat langsung, apa gak langsung nangis?

Namun Gilang masih belum percaya, dia menatap lama foto itu. "Tapi ini gak ada tahi lalat ya di pipi."

"Di kamera, jangankan tahi lalat yang sekecil butiran pasir. Jerawat Segede bakso aja gak keliatan!" Dengusnya, Steve, pria itu beranjak dari kursi, berjalan pelan ke arah luar.

Gilang hanya mengangguk pelan.

Steve berhenti di ambang pintu keluar, menghela nafas pelan, menatap lurus pada gerbang yang hanya berjarak beberapa meter dari pintu. Steve membuka ponselnya, dan melihat notifikasi yang berada di atas layar.

Azura_01. Mulai mengikuti anda.

Steve menyengrit samar.

'dia di rumah Lo ternyata'

Batinnya pelan, menatapi foto-foto Azura yang berada di akun gadis tersebut.

Pukul 17:31.

Sebuah motor matic melaju angkuh di tengah jalan raya.

Azura. Gadis itu melakukan motornya dengan kecepatan penuh, di karenakan jalanan lumayan lenggang sore itu.

Leon di belakangnya memegangi baju Azura dengan kencang, kepalanya merunduk dengan mata terpejam erat.

Rambut Azura yang tertiup angin terus menampar wajahnya.

Angin malam begitu menusuk sampai ke tulang, padahal Leon sudah mengenakan jaket kulit tebal milik Jody.

"Azura... Apa kau tidak bisa mengendari nya dengan pelan, aku rasanya akan terbang" teriak Leon dari belakang.

Azura yang mendengarnya tertawa keras, melihat Leon yang merunduk lewat kaca spion.

"Pegangan aja yang kenceng! Gue gak mau lama-lama di jalan, takut keburu malem!" Jawabnya tak kalah kencang.

Leon akhirnya menyerah.

Perlahan kedua tangannya melingkar di pinggang Azura.

Azura langsung membelalakkan mata.

Motor sempat oleng sedikit.

"WOI!"

"Lo ngagetin gue!"

Namun Leon malah semakin erat memeluknya.

"Tapi aku takut nyawaku akan ikut terbang, jika kau tidak menurunkan kecepatannya!"

Azura menggigit bibir.

'*Kenapa malah gue yang deg-degan*...?'

Dia merunduk sejenak untuk melihat tangan besar Leon yang berpegangan erat di perutnya. Matanya sedikit melebar, menatap jalanan dengan tidak fokus.

'*kalo kayak gini nyawa dia bisa beneran melayang*!' batinya, lalu melirik kembali tangan itu yang masih memeluknya.

Dan entah kenapa, jantungnya berdetak cepat. '*ini jantung gue kenapa lagi? Apa mau terbang juga*?' senyum yang tidak Azura harapkan mendadak muncul di bibirnya.

Gadis itu tersenyum kecil, mulai memelankan kecepatan motornya.

"Udah gue pelannin, jangan takut lagi kalo nyawa Lo bakal terbang!" Teriaknya di sertai tawa.

Setelah mendengar itu, Baru Leon berani mengangkat kepala untuk menikmati keindahan kota ketika tengah malam.

Dan mulutnya berdecak pelan, menatapi gedung-gedung menjulang dengan lampu-lampu yang menyala di sepanjang jalan.

"Di kerajaanku tidak ada pemandangan yang Seperi ini" gumamnya pelan.

"Apa nama kota ini? Apakah kota matahari?" Katanya pelan.

Azura membelokan motornya kesebuah mall besar bertingkat lima.

Setalah memarkirkannya, mereka berdua turun dari motor.

Azura mengambil sisir kecil dari saku, memperbaiki sedikit rambutnya, dengan berkaca pada spion.

Dia berbalik menatap Leon yang juga menatapnya.

Mata Azura melebar, dia segera menutup mulutnya dan tertawa.

" Ha ha ha ha."

Leon yang menyaksikan itu menarik diri bingung, menatap ngeri pada Azura yang masih tertawa, bahkan kini mereka sudah jadi pusat perhatian, karna suara Azura yang keras seperti toa.

Leon menatap semua orang di sekitar parkiran yang juga seperti tengah menahan tawa ketika melihatnya.

Leon kemudian menatap Azura yang masih berusaha menghentikan tawanya.

"Ada apa Azura? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Leon cemas sekaligus bingung.

Azura menyugar rambutnya kebelakang, masih di sertai tawa yang hampir mereda.

"Itu rambut Lo kayak abis kesetrum Leon. Ngembang banget kayak adonan donat! Hahaha"

Leon menyentuh rambutnya yang sudah beberapa minggu ini tidak pernah di potong, sehingga menjadi agak panjang.

Dia merasakan rambutnya memang sedikit berantakan, dia sedikit menggeser tubuh Azura supaya dia bisa berkaca di spion.

Dan matanya membola samar melihat rambutnya yang memang berantakan seperti singa.

Dia memegangi kepalanya dengan kedua tangan, menatap panik pada Azura.

"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin berjalan dengan rambut berantakan seperti ini" katanya cepat, dan kembali menatap cermin sembari menyisir rambutnya menggunakan tangan.

"Sini gue benerin, gue bawa sisir" Leon berbalik menatap Azura yang sudah mengacungkan sisir kecil.

"Kau harus memperbaikinya seperti semula. Ini juga karna mu" omelnya agak sedikit menunduk.

"Apa? Kok gue?" Sewotnya tak terima.

"Karna kau melajukannya terlalu kencang, jadi rambutku terbawa angin hingga mekar seperti ini!"

Azura mencebik kesal, sedikit berjinjit untuk bisa menggapai kepala Leon walaupun pemuda itu sudah menunduk.

"bisa lebih nunduk lagi gak sih? gak nyampe" rengek Azura berjinjit jinjit.

Leon terkekeh pelan. menyentil kening Azura gemas. "Tapi tubuhmu sangat pendek"

"Awh-"

Azura melotot tajam pada Leon seraya memegangi keningnya. "Bukan gue yang pendek! Lo nya aja yang ketinggian!"

Leon terkekeh, di sedikit berjongkok di depan Azura.

Dan itu membuat Azura refleks mundur karna kaget.

"Lo ngapain?" Pekiknya tertahan.

" Bukankah kau bilang aku tinggi? Jadi aku berjongkok supaya kau bisa memperbaiki rambutku." Jawabnya santai.

Azura berdecak sebal, menarik ujung jaket Leon dan menariknya untuk berdiri.

"Berdiri gak! Gak usah malu-maluin! Gue nyampe kok, cuman Lo harus lebih nunduk lagi"

Leon kembali berdiri, bernafas pelan.

Lalu dia agak merunduk dalam.

Ujung jemarinya menyisir rambut Leon perlahan.

Sesekali poni Leon jatuh lagi.

"Ih...Bandel banget rambut lo."

Leon hanya diam.

Tatapannya justru terpaku ke wajah Azura yang begitu dekat.

Dia bisa mencium aroma strawberry dari rambut gadis itu.

"Pinggangku pegal" Leon kembali berdiri, namun Azura melotot seram seraya berdecak pinggang.

"Nunduk lagi gak?! Itu rambut Lo masih berantakan."

Leon kembali merunduk.

Namun kali ini terlalu dekat.

Ujung hidung mereka saling bersentuhan.

Azura langsung membeku.

Tangannya yang masih memegang sisir ikut berhenti bergerak.

Napas mereka saling beradu.

Leon bahkan bisa melihat jelas pantulan wajahnya di mata coklat Azura.

Sedangkan Azura...

Jantungnya seperti hendak meloncat keluar, atau bahkan turun ke lambung saking berdetak kencang nya.

'*Ya Tuhan*...'

'*DEKET BANGET*!'

Tak satu pun dari mereka bergerak.

Seolah waktu ikut berhenti.

**Bersambung**...

1
lin sya
leon aj tkut ngadepin kebar bar an azura, gmna sm steve, mnunggu detik2 azura pertemuin leon dan steve, biar identitas mereka kebongkar klo prlu tes dna🤭
lin sya
azura lo bar2 bnget, selain mulutnya yg pedes, dan kelakuannya yg bar2, lo bsa beladiri gk🤭
HikmahToo: gak bisa🤣 dia cuma bisa adu Jambak sama asu mulut
total 1 replies
woiielah
terus berkarya teman, jangan dengar orang lain yang tidak mendukungmu. karna kita para pembaca yang suka akan selalu mendukungmu. strong never
HikmahToo: aaahhhh, makasih🥹 komentarmu membuat aku semangat lagi buat nerusin nulis.
total 1 replies
woiielah
Azura sok kalem banget kalo ada Rafael🤣
HikmahToo: namanya juga kecintaan
total 1 replies
woiielah
gak heran Excel cerewet, Monica sama
HikmahToo: iya, turunan wkwk🤣
total 1 replies
woiielah
dari awal karakternya gak berubah tiba-tiba, tetep galak gak sama siapa aja👍🤣
HikmahToo: iya, kan aku suka cewek galak. wkwkkw
total 1 replies
lin sya
hrsnya tdi azura rekam atau foto mukanya steven biar bsa bedain ada 2 atau hnya 1🤭 , ini sftnya bar2 skli, lain kali klo ada keberuntungan ktmu steve ajak aj kerumah ktmu leon sklian ktmuin sm maknya😄
HikmahToo: yang pasti, jangan lupa like nya✨
total 4 replies
MayAyunda
lanjut kak
MayAyunda: siap kak
total 2 replies
lin sya
gw rasa azura cuma tertarik sm rafael bkn perasaan cinta, coba leon dan azura saling menyadari perasaan masing2, bisa jdi ya mereka bneran pacaran🤭
Libra95
mampìr guys.
main2 ke krya lu juga ya kalen🙏
HikmahToo: kebetulan aku lagi baca kisah razira 🤭 makasih udah mampir
total 1 replies
lin sya
siapa rhiana thor?
klo nnti smpai rmh joddy mnta ajarin pke hp buat komunikasi, ajarin google map juga sama belajar mengenal dunia modern biar cpt adaptasi , untung leon bsa beladiri
HikmahToo: sip👍 aku bakal perkembangin karakter dia
total 3 replies
lin sya
azura klo sm rafael kyk kucing jinak, paling nnti ribut lgi klo leon ditinggalin, hrsnya ajarin pke hp biar nnti klo kesasar bsa nlpon om jordi, kan dimall mna tau arah jlnan🤭
HikmahToo: Rafael mah kesayangan nya katanya kak🤣
total 1 replies
lin sya
klo misalnya ya leon bsa pulang kedunianya trus bsa balik kezaman modern lgi, ajak azura biar tau kehidupannya yg blm canggih jd gk dibilang norak mulu klo skp leon aneh atau serba gk tau💪
HikmahToo: kesel nih kyknya sama Azura 🤣
total 1 replies
lin sya
klo leon kembaran steve, shafira ibu kandung mereka dong didunia kuno sm moderm, klo iya smga bsa berkumpul,dan zura sm leon siapa tau brjodoh, smga
HikmahToo: semoga aj yak kak, ikutin terus. makasih udah mampir👍
total 1 replies
gendiz
semangat lanjutkan menulisnya 💪 kalau sempat mampir baca karyaku juga ya
HikmahToo: iya kak✨ makasih udah mampir
total 1 replies
MayAyunda
mampir tor
HikmahToo: makasih kak🙏😍
total 1 replies
HikmahToo
guys jangan lupa kasih bintang nya ya, maacih
MayAyunda
lanjut kak
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
semangat buat penulis 💚
HikmahToo: makasih ka✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!