NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

• Porrima

Minami di bawa ke rumah sakit untuk mendapat penangan lebih lanjut.

Daniel dan Kedua orang tua Minami pergi menemani Minami, Mereka semua sangat khawatir dengan Minami yang tiba-tiba saja tak sadarkan diri.

di ruang tunggu, Daniel tak bisa tenang, ia khawatir dengan kondisi Minami apalagi orang yang terakhir bersama Minami adalah dirinya.

Latifa ikut menyusul ke rumah sakit karena ia diberi kabar oleh Daniel beberapa saat setelah Minami masuk ke UGD.

"Minami, Kenapa kamu ini..." Daniel mondar mandir tak karuan, ia sangat khawatir orang yang ia cintai itu kenapa-kenapa. ia berhak disalahkan atas kejadian ini secara dia yang berada disamping Minami terakhir kali.

Selang beberapa menit, Latifa datang dengan muka yang panik, ia segera menanyakan kondisi Minami yang saat ini pun Daniel tak mengetahuinya.

"Daniel, Bagaimana kondisi Minami?" Latifa ikut gelisah.

"Aku juga gak tau, Latifa! dia terakhir kali bersamaku, dan dia tak sadarkan diri tepat dihadapan ku, aku berkah disalahkan!" Daniel tak bisa menenangkan dirinya.

"Terakhir kali, aku dan Minami berdebat, ia kekeh ingin belajar, padahal sudah aku larang!" Lanjut Daniel.

"Sudah, Daniel. Ini bukan salahmu, Minaminya saja yang mungkin tak ingin mengecewakanmu" Latifa berusaha menenangkan Daniel walaupun Latifa sendiri tidak bisa tenang.

Beberapa saat kemudian, Dokter keluar dari UGD dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Belakangan Minami kurang tidur dan jarang makan, Ia terkena darah rendah yang membuat tubuhnya lemas, Untungnya Minami segera dibawa ke rumah sakit, jika tidak pembulu darahnya akan pecah dan itu bisa berakibat fatal.

Mendengar penjelasan dari dokter Daniel lega, nun dia yakin kalau ini adalah salahnya, Seharusnya dia tak menyuruh Minami untuk menjawab soal-soal tak penting itu.

"Aku yakin, Ini semua salahku!" Ucap Daniel.

"Bukan, Daniel. Kau menyelamatkannya, Jika saja kau tak bertindak tadi, mungkin kejadian ini akan menjadi semakin parah, kamu justru pahlawan, Daniel" Latifa berusaha terus membujuk Daniel bahwa dia tidak bersalah. Latifa mengelus kepalan Daniel yang masih saja terlihat gelisah. Latifa menyuruh Daniel untuk berbaring. Latifa akan melakukan sesuatu agar Daniel bisa lebih tenang.

"Daniel, Kumohon! ke sini, dengarkan aku!" Ucap Latifa.

"Apa yang harus aku dengarkan, Aku yang membuatnya seperti ini" Daniel masih tak bisa tenang.

Latifa menarik paksa Daniel dan membaringkannya di samping Latifa. Latifa perlahan bercerita tentang hal yang belum pernah didengar oleh Daniel sang Jenius.

"Tau gak, Daniel? setiap tiupan yang ku tiupkan ke Flute, itu menghasilkan suara yang indah dan senada, meski aku asal menekan lobangnya tapi suaranya akan selalu indah." Ucap Latifa sembari mengelus kepala Daniel.

"Memang bukan artian yang indah bagimu, karna kamu gak begitu mengerti soal musik, namun musik adalah jiwa bagi yang percaya!" Lanjut Latifa.

"Yang ingin aku sampaikan adalah, Apapun yang terjadi hidup itu seperti flute, Meski asal memilih namun pasti ada jalan yang indah. meski kau memgambil nada yang salah, tapi kau tak tau jika suatu saat nanti nada itu akan menjadi nada yang diimpikan semua orang" Latifa terdiam sejenak.

suasana hening sebentar, lalu Latifa melanjutkan.

"Masa depan itu seperti Nada yang sudah kau pilih, awalnya memang kamu tak menginginkannya, tapi lama kelamaan kamu akan menerimanya" Lanjut Latifa

"Meski saat ini kau merasa yang paling bersalah, Aku yakin, Ini adalah Nada yang dipilih Minami. dan kau adalah Flute-nya." Ucap Latifa yang membuat Daniel sedikit lebih tenang.

Daniel terdiam, ia tadi hanya panik sesaat, seharusnya yang paling harus kuat adalah dirinya, bukan menunjukan sisi dirinya yang terjatuh.

"Baiklah, aku percaya, ini adalah jalan yang dipilih Minami. aku yakin, dia juga berpikir seperti itu" Ucap Daniel sembari tersenyum.

latifa ikut tersenyum. kemudian Latifa menyuruh Daniel untuk segera bangun, karna Latifa malu dilihat oleh orang tuanya Minami. ternyata sedari tadi Drama yang dibuat Daniel itu, diperhatikan oleh kedua orang tua Minami.

Daniel segera berdiri dan bertidak seolah tidak terjadi apa-apa. Kedua orang tua Minami juga ikut bertindak seperti tak terjadi apa-apa...

sorenya karna kondisi Minami yang sudah membaik, Ia dipindahian ke kamar lain untuk dirawat inap selama beberapa hari. Daniel akan membantu merawat Minami. Sedangkan Latifa akan sering berkunjung ke sana.

...

Keesokan harinya Daniel masih harus bersekolah, seperti biasa karna pak Mil belum pulang dari luar negeri, Daniel langsung berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.

sesampainya di sekolah, Daniel duduk di kursinya. Tak lama Chiru datang menghampirinya. Chiru datang dengan wajah penuh amarah. Daniel tak mengerti apa yang terjadi. Tiba-tiba saja Chiru menghantam Daniel hingga Daniel tersungkur. Hidung Daniel berdarah, Seisi kelas Histeris. pemandangan semengerikan ini disaksikan oleh banyak orang dan dilakukan pada pagi hari. Chiru tak memberi Daniel ampun, Ia menarik kerah baju Daniel dan kembali menghujaninya dengan tamparan keras.

Murid lain mencoba menahan Chiru bak dirasuki setan. namun semuanya tak ada artinya. Power Chiru lebih besar dari orang yang menahannya, al hasil Dipanggil guru untuk menghalau kemarahan Chiru.

Daniel terlanjur babak belur. Dari luar Latifa melihat keributan, ia bergegas masuk ke dalam kelas Daniel meski kelas Latifa sebentar lagi dimulai.

Latifa terkejut melihat Daniel yang babak belur. Saat Latifa melihat sekitar dan mencerna apa yang sebenarnya terjadi, ternyata Chiru lah yang membuat Daniel babak belur seperti ini. Latifa hanya memandangi Chiru tanpa mengatakan sepatah katapun. Latifa dan bebrapa murid kelas 10 lainnya menggotong Daniel pergi ke UKS untuk diobati.

...

Setelah diobati, Latifa meminta izin untuk merawat Daniel di UKS.

"Duh, Daniel. Kenapa bisa sampai begini, sih" Ucap Latifa sembari mengompress luka Daniel

"Aku sendiri gak tau, aku baru saja sampai dan duduk, tiba-tiba saja wajahku di hantam olehnya" ucap Daniel

"Kalian sebenarnya ada masalah apa, sih? Minami bilang kemaren karna masalah sederhana" Tanya Latifa.

"Minami gak bilang yang sebenarnya, ya?" Ucap Daniel.

"Tidak" Jawab Latifa singkat.

"Chiru, nama dia Chiru, dia keponakan Pak Mil, Dan dia bersikap begitu karna dia menyukaimu" Jelas Daniel.

"Menyukai ku? aku sih ogah sama orang kasar kayak gitu, mending sama kau, Daniel" Latifa masih bercanda di kondisi seperti ini. itu membuat daniel tertawa.

"Harusnya aku yang ngurus Minami, Eh malah aku yang diurus oleh mu, aneh bin ajaib" Ucap Daniel.

"Yah begitulah, Soal Minami, aku akan urus dia hari ini, kamu habis ini pulang sama aku, aku sudah menghubungi ayahku untuk membawa mobil ke sekolah, kita akan pulang bareng! dan aku akan izin!" Ucap Latifa.

"Maaf merepotkanmu" Ucap Daniel.

Daniel dan Latifa dijemput oleh ayah Latifa. di ruang BK, Chiru melihat Daniel yang dituntun dengan Latifa ke dalam mobil, Chiru sangat marah, sampai ocehan sang guru saja dia tak peduli.

"Kau sudah kelewatan, Daniel!"

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!