20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertanda apa ini?
Yunia keluar dari musola pukul 10.00 wib. Cukup lama juga ternyata dia berada di mushola. Namun yang membuat Yunia heran entah kenapa dari dia masuk ke mushola ini sampai jam 10.00 wib sekarang, tidak ada seorangpun yang datang ke mushola. Biasanya ada 2 atau 3 orang yang datang untuk sholat duha di sini.
Yunia pergi ke toilet dulu untuk merapikan penampilan nya. Walopun tidak memakai make-up setidaknya penampilan nya harus rapi dan enak di pandang mata. Ketika bercermin yunia melihat wajahnya, memang secara fisik dia tidak mirip ke keluarga nya. kulitnya kuning Langsat, sedang kan bapak, ibu dan mba intan kulitnya sawo matang. tapi ya sudahlah saat ini Yunia enggan untuk mencari tahu kebenarannya.
Yunia pun menuju meja kerjanya, ketika dia menarik laci keyboard nya ternyata ada note dari pak Adam : kalo udah berasa laper wa ya, nanti saya ajak kamu makan di tempat yang enak.
Yunia pun jadi bingung dibuatnya ini pak Adam beneran baik menganggapnya adik atau beneran baik karena ada perasaan sama aku ya, ujar yunia di hatinya.
Gimana ini ya, di tolak atau di iyain ya. Tapi saat ini Yunia bingung mau bertanya ke siapa, apa liat dulu aja ya alurnya. Yunia pun ga mau ambil pusing. Iya segera login ke aplikasi purchase order nya. Ternyata belum ada orderan pekerjaan dari divisi lainnya. Ini tumben amat ya dalam hati Yunia, biasanya 2 atau tiga orderan pekerjaan sudah menanti. Ya sudahlah kalo begitu Yunia pun bergegas membereskan dokumen yang ada di mejanya. Berkas-berkas purchase order di masukkan ke dalam odner nya masing-masing. Setelah selesai Yunia pun ke pantry. Dia menyeduh coklat panasnya. sambil menikmati setiap teguknya. Menghangatkan perut. Yunia masih merenungi kejadian pagi tadi. kenapa orang tuanya sampai nekat ke kantor untuk mengambil gajinya bulan ini. Yang bahkan dia sendiri pun belum sempat mengecek di mobile bankingnya apakah sudah masuk gajinya atau belum. Tergelitik Yunia ingin menelpon Nova.
Tut...Tut.... Dering ke tiga di angkat.
Nova : halo assalamualaikum ya Yun?
Yunia : walaikumsalam va, gimana kabarmu?
Nova : wes ga usah basa basi neng. Kamu gimana sudah kuat Nerima kenyataan belum?
Yunia : maksudnya apa va? aku belum mudeng ini? Kemarin wa kamu tu aneh, makanya aku telpon sekarang.
Nova : mmm aku ragu buat bilang ke kamu Yun. Cuma gimana ya,...
Yunia : jangan bikin aku mati penasaran, buruan cerita kalo masih anggep aku temen kamu.
Nova: ya Allah yun jangan ngomong gitu atuh. Kamu nelpon aku ini bawa kabar apa dari Cilegon?
Yunia : bapak, ibu sama mba intan tadi pagi Dateng ke kantor ku Va. Maksa minta gaji aku bulan ini mau di ambil cash, tapi yang nemuin bukan aku, atasan aku yang nemuin mereka
Nova : astaghfirullah Yun benar-benar ya keluarga kamu tu udah pada ga waras kayaknya.
Yunia: hiks....hiks... Aku malu tau va sama bosku di sini, dia jadi tau masalah keluarga ku. Padahal di sini ga ada yang tau satupun. Abis kejadian ini pasti orang-orang kantor pada ngomongin aku
Nova: cup...cup.... Jangan nangis Yun. sudah terjadi kamu lagi-lagi cuma bisa Nerima ini semua. Aku ga tega sebenarnya bilang ini Yun cuma gimana ya
Yunia : ngomong apa va, tolong va kasih tau aku. tolong va cuma kamu yang aku punya hu...hu....
Nova : jangan nangis Yun, aku tu cuma mau jaga hati dan fikiran kamu biar baik-baik saja, di sana kamu sendirian, aku ga tega bayangin kamu nangis sendirian kayak gini.
Yunia : trus gimana va ini udah terjadi kayak gini. Seandainya kamu kasih tau aku lebih awal aku bakal lebih siap mental va, ini aku benar-benar lelah sama situasi ini.
Nova : Yun aku ga tau ini mau mulai dari mana, cuma yang pasti mba intan kemarin ke warung mau ambil lauk di warung. Ga dikasih lagi karena yang lama belum di bayar, tiba-tiba bapakmu Dateng mau ambil rokok, tambah ga di kasih sama Bu yum. Bapakmu ngegas marah-marah, Bu yum ga terima, dan bilang kalo sudah bayar baru bisa ambil barang lagi. Bapakmu bilang gajian bulan ini dibayar sama yunia. eh ga lama tiba-tiba ada 2 orang laki-laki nyamperin bapakmu di warung. Ternyata debt kolektor mau nagih. Udah 3 bulan ga bayar cicilan mba mu. Bapakmu malah marah-marah ke Debt colector itu dan bilang hari ini mau bayar karena kamu gajian hari ini.
Yunia: astaghfirullah ya Allah itu hutang kenapa aku lagi yang bayar.
Nova : ya itu Yun makanya aku nyesek dibuat nya. Aku kebetulan lagi beli Chiki di warung Bu yum makanya tau. Dan yang bikin muak mba intan bilang, ini gara-gara yunia telat kirim jadinya begini. Pengen rasanya aku siram pake air panas itu mukanya yang menor itu. Dia kerja ada uang lah kok ya ikutan ngutang pake nama kamu di warung.
yunia : aku dah ga tau lagi va mau ngapain. Di kantor aku udah malu. Tapi kalo berenti kerja. Mau kerja di mana.
Nova : husst ngawur kamu. kenapa kamu berenti kerja, selesaikan kuliahmu Yun, supaya bisa naik jabatan dan mapan hidupmu. Udah sekarang kamu ganti nomor biar hidupmu ga di ganggu keluarga mu lagi. Udah cukup kamu dari SMP bantu keluarga mu sambil jualan. Sekarang kamu nikmatin hidup kamu ya. Jangan salah jalan.
Yunia : iya va, kamu ini aku mau jalan ke mana sih pake acara pesannya jangan salah jalan.
Nova : hehehe.. Iya-iya. Ati-ati ya Yun.
Yunia : iya va ok deh makasih ya udah dengerin aku. Aku agak lega sekarang va.
Nova : iya ... Ok lah ok deh wasalam ualaikum.
Yunia: walaikumsalam
"Udah ngobrolnya?", pak Adam.
Kaget yunia ternyata pak Adam ada dibelakangnya.
"Suuudah pak," jawab yunia.
"hayuk kita makan saya sudah laper, kamu enak udah minum manis, lah saya sepet gegara ga liat yang manis," jawab pak Adam .
"Hah apa pak?" tanya yunia
pak Adam ga menjawab yunia, dia berlalu pergi keluar pantry.
Yunia berkata di dalam hati , ini aku ga salah dengerkan?