NovelToon NovelToon
Jebakan Cinta Dokter Anggi

Jebakan Cinta Dokter Anggi

Status: tamat
Genre:CEO / Dokter / Tamat
Popularitas:769.5k
Nilai: 4.3
Nama Author: Ratu jagad 02

11

Anggi Putri Nugroho, wanita cantik yang baru menyelesaikan pendidikan kedokterannya di usia 23 tahun. Memiliki kepercayaan diri tingkat tinggi membuat Dokter Anggi tanpa segan menerima tantangan dari kedua sahabatnya untuk menakhlukan seorang laki-laki asing yang mereka temui di club. Hingga akhirnya kisah rumit percintaannya 'pun dimulai.

Ig : Ratu_Jagad_02

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu jagad 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Setelah Sean dan Zoe menjemput Naina, Morgan 'pun ikut meminta izin pulang. Setelah semua orang pergi, Anggi langsung menutup pintu utama. Setelah itu ia berjalan menuju halaman belakang. Dari ambang pintu, ia melihat ayahnya tengah duduk seorang diri di gazebo belakang.

"Ayah," sapa Anggi sembari ikut duduk dan memeluk tubuh ayahnya dari samping.

"Tamunya sudah pulang?" tanya Ayah Ardan.

"Hm, sudah."

"Lalu kenapa kau belum tidur?"

"Ayah sendiri kenapa belum tidur?" tanya Anggi balik.

Ayah Ardan tersenyum, ia mengusap helaian rambur putrinya dan mengecup pucuk kepala sang putri, membuat Anggi memejamkan mata menikmati sentuhan lembut di keningnya.

"Ayah tidak menyangka, 23 tahun ternyata secepat ini, putri ayah sudah besar sekarang."

"Ayah, jangan bicara seperti itu." Anggi tiba-tiba mewek saat ayahnya berkata demikian.

"Kenapa menangis? Ayah hanya tidak menyangka saja kalau putri bungsu Ayah sudah besar sekarang dan sebentar lagi mungkin juga akan menjadi milik orang lain, seperti Kak Zoe."

"Ayah." rengek Anggi. Ahh, Anggi benar-benar cengeng malam ini hanya karena Ayahnya yang terlihat cukup berbeda.

"Tidak apa-apa, Nak. Ayah akan ikut bahagia kalau kau bahagia. Tapi satu pesan Ayah, tinggalkan seseorang yang tidak memiliki tujuan akhir dalam hubungan yang ia jalani. Kau sudah berusia 23 tahun, tidak terbilang terlalu muda jika ternyata kau memutuskan untuk menikah. Tapi, pesan Ayah, carilah laki-laki yang memang memiliki tujuan yang sejalan dengan tujuanmu, bukan dia yang bahkan tidak memiliki tujuan akhir dalam menjalin sebuah hubungan."

"Maksud Ayah, Morgan?" tebak Anggi.

Huh! Ayah Ardan menghela napas kasar diiringi oleh anggukan. "Yang Ayah lihat, dia masih menikmati masa muda, dan dia bukan target yang pas untuk menjalin hubungan baik."

"Itu artinya Ayah tidak menyukainya?"

"Tidak untuk sekarang, tidak tahu nanti. Kalau dia berubah dan berani berkomitmen, mungkin Ayah masih bisa mempertimbangkan."

*

"Malam Ma, Pa." sapa Morgan saat ia memasuki rumah keluarganya dan mendapati kedua orang tuanya tengah duduk di ruang santai.

"Malam, Sayang. Kau dari mana? Jalan-jalan dengan Anggi, hm?" tanya Mama Vani.

"Iya Ma."

Morgan ikut mendudukan diri bersama kedua orang tuanya. Menyadari sepatunya yang belum dilepas, ia lekas melepasnya. Hingga perkataan sang papa berhasil membuat pergerakannya terhenti.

"Kau sudah 27 tahun, boy. Apa masih belum ada niat untuk menikah?" tanya Papa Bas.

"Aku belum memikirkannya Pa."

"Belum memikirkan atau tidak terpikirkan?"

"Pa, sudahlah. Anak kita baru pulang, jangan ditanya-tanya begitu." ucap Mama Vani. "Mor, kau langsung istirahat saja ya."

"Iya, Ma. Thanks."

"Sama-sama Sayang, selamat istirahat."

Morgan membuka pintu kamar yang sangat jarang ia tempati ini. Ya, Morgan sangat jarang pulang ke rumah, ia lebih betah berada di apartemen karena bisa bebas melakukan apapun tanpa ada pengawasan. Morgan memasuki kamarnya, ia membuka seluruh pakaiannya hingga hanya menyisakan boxer saja. Setelah itu, ia langsung menuju balkon dan duduk di sana sembari menyedot batang nikotin yang mengeluarkan asap mengepul itu.

"Lalu akan dibawa ke mana hubungan kalian?"

"Kau sudah 27 tahun, boy. Apa masih belum ada niat untuk menikah?"

Morgan melemar asal puntung rokoknya saat ucapan ayah Ardan dan Papa Bas menghantui pikirannya. "Kenapa malam ini aku justru terjebak dalam pertanyaan yang sama. Apa pernikahan memang sepenting itu?" monolog Morgan.

Tidak jauh berbeda dengan Morgan, di sisi lain ada Anggi yang juga tengah menikmati angin malam di balkon kamarnya. Ia menatap langit malam yang ditaburi ribuan bintang itu dengan pandangan tak terbaca.

"Menikah? Haruskah?"

Tanpa sadar, Morgan dan Anggi mengatakan satu kalimat yang sama di tempat yang berbeda. Keduanya lantas menyentuh dada masing-masing dan tersenyum setelahnya. Entahlah, tidak ada yang tahu apa yang mereka pikirkan, karena hanya mereka berdua 'lah yang mengetahuinya.

1
kalea rizuky
uda anggi banyak cwok baik setia perjaka yg penyebar penyakit kelamin meski g kaya tp km. gk was was
kalea rizuky
anggi lu dokter resiko penyakit hiv atau hepatitis g takut kah
kalea rizuky
novel menjijikkan tau knp harus Morgan kayak g ada lainnya aja bekas jalang kena hiv yg ada
kalea rizuky
jijik
Widha Risman
🤣🤣 kasian selaki kau morgan baru aja sudah puasa lagi
Mila Monoarfa
🤣🤣🤣
Kusmiatun Puji Astuti
hati.. hati anggie
ayu cantik
suka karakter Anggi
Elara: Terima kasih/Heart/
total 1 replies
Yune Z
sean jg bkn laki2 yg bik sprtnya mentang2 naina ibu nya udh mninggal
Mommy Dza
waduh author 😱
kena prank deh saya
Mommy Dza
Happy ending 👏🤗
Mommy Dza
lega deh ...😁🤣
emosinya udah lenyap
Mommy Dza
emosi aku 🤣😁🙏
Rizka Susanto
harusnya anggi drama aja dlu gk usah jujur biar seru 😅
nena Amrinam
D
ayu cantik
suka banget
Elara: Lanjut baca karya terbaru aku yuk Kak, judulnya Reveal The Facts.
total 1 replies
Inonk_ordinary
anggi kluarganya agamis ya???
Elara: Ngga Kak, keluarganya keturunan dokter, bukan paham agama gitu.
total 1 replies
Inonk_ordinary
jgn dia lahh nggi.HIV ntar
Inonk_ordinary
kasian amggi , dpt player second tangan keberapa auk
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
MORGAN ANGI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!