NovelToon NovelToon
Pesona Abang Kuli

Pesona Abang Kuli

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Pengantin Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romansa
Popularitas:81.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wardha

Terpesona sama Abang Kuli bangunan?

Queen Zenitha Aureliand, putri semata wayang pengusaha besar di kota Chend. Bagaimana mungkin terpesona kepada pria biasa, yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan?

Awal pertemuan, disaat Sein Nanendra bekerja untuk membangun gedung yang dimiliki keluarga Liand. Pesonanya mampu memikat sang Queen dari keluarga Liand.

Apakah akan ada cinta, di balik perbedaan kasta mereka?

cover sumber Bing

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

akhirnya sah

Suasana tegang, hampir sejam mereka menunggu sampai akhirnya mereka melihat sosok Shein yang melangkah bersama Liand. Mereka duduk berhadapan kali ini.

Liand menuliskan nama Zenitha yang dia tidak ketahui. Penghulu mencoba untuk melatih Shein dalam pengucapan ijab Qobul-nya.

Mereka yang belum mengenal Shein bertanya-tanya, siapa dan dari keturunan mana. Sedangkan yang sudah mengetahui hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat kepada Demi. Mereka juga tidak menyangka jika Demi merahasiakan soal pernikahan putra angkatnya itu.

Jika tamu wanita terpesona dengan Shein. Lain pula dengan Zenitha yang kebingungan setengah hidup di pelaminan. Lama menunggu calon pengantinnya, malah membuatnya merasa kaget.

Bukannya Veltian, malah Shein yang ijab Qobul untuk menjadi suaminya. Sangat membuat Zenitha kaget dan ingin pingsan saat itu juga. Apakah sebuah mimpi atau khayalannya karena terlalu memendam perasaan?

"Shein Nanendra, benar?" Tanya penghulu yang mengganti nama Shein di lembaran yang dia pegang

"Iya, pak." Sahutnya

"Baik. Sholawatan dulu biar gak tegang ya." Ucap penghulu yang membuat para tamu tertawa

Jelas penghulu itu mengetahui apa yang terjadi. Jelas-jelas dia sendiri yang mengubah data yang sudah dia tulis sendiri. Sedikit merasa canggung, tapi ikut terpesona dengan pengantin pria di hadapannya.

"Bismillahirrahmanirrahim ...."

Shein mengucapkan ijab Qobul-nya di hadapan para tamu. Membuat semuanya berucap syukur, atas keberhasilan dalam sekali ucapan.

"Sah."

Kata sah membuat Shein seketika bergetar, apakah dia bermimpi menjadi seorang pengantin pria pengganti hari ini? Seorang wanita yang mampu membuatnya merasa geli karena sikap manja dan juga kekanak-kanakan itu. Kini, malah menjadi istrinya. Tanpa memilih dan menseleksi terlebih dulu. Apakah ini doa orang tuanya, karena selalu mendesak Shein untuk menikah.

"Selamat ya, Cantik." Ucap Aisyah yang mendekati Zenitha

"Aku bingung banget." Sahutnya yang masih terheran-heran itu

"Nanti bakal tahu, sekarang happy dulu oke." Ucap Aisyah 

Aisyah menuntun Zenitha untuk mendekati Shein. Mungkin, Aisyah sendiri yang memilihkan jodoh untuk abangnya. Lebih tepatnya, memaksa.

Shein terlihat begitu canggung berhadapan dengan Zenitha. Pasalnya, ini terlalu cepat dan mendadak. Hati dan mentalnya masih belum siap untuk ini semua.

"Malah bengong yaelah!" Aisyah menarik tangan Zenitha dan abangnya memaksa mereka untuk bersalaman

"Abang, di salim istrinya." Ucap Aisyah yang terlihat lebih bawel itu 

Dengan tangan gemetar Shein menyambut uluran tangan Zenitha. Berulang kali, tapi tetap sulit. Aisyah cukup frustasi melihat pemandangan itu. Apa susahnya salaman dengan istri sendiri pikirnya.

"Kenapa malu-malu begitu. Sudah halal, boleh di sentuh."

Shein menggaruk tengkuknya, menggosok tangannya terlebih dulu. Sampai bisa menerima uluran Zenitha. Zenitha mau terkekeh melihat tingkah aneh Shein. Apakah sesulit itu menyentuh seorang wanita?

"Di kecup dong istrinya, di doain. Gimana sih profesor satu ini." Tegas Aisyah yang sudah bosan melihat tingkah abangnya sendiri

Shein merasa aneh dengan kondisinya saat ini. Mencoba untuk tenang, menyentuh kepala Zenitha dan membacakan doa. Setelahnya memberanikan diri untuk mengecup dahinya

"Nah, pinter." Ucap Aisyah terkekeh

Dan akhirnya, semua masalah selesai untuk saat ini. Tidak ada yang curiga dengan semua masalah. Kecuali sang penghulu sendiri yang mengetahui selain keluarga mereka.

Di sudut ruangan, Veltian memandang sinis suasana haru itu. Harusnya dia yang berada di posisi itu, namun di kalahkan oleh pemuda miskin seperti Shein.

"Jangan memikirkan apa pun karena masalah-mu. Dia putra saya, jangan sekali pun, kamu, berniat untuk merusak kebahagiaannya."

Veltian berbalik arah, memandang Demi yang sudah menatapnya dengan sinis. Veltian sendiri masih di kalangan menengah di bandingkan dengan Demi dan keluarga Liand. Hanya saja, Veltian cukup berprestasi dalam bidang usaha. Membuatnya bisa sukses di usia muda saat ini.

”Putra angkat.” batinnya

Veltian menahan rasa marahnya, menyadari posisinya saat ini. Mencoba tenang dan menerima semua itu. Walau pun impiannya sudah musnah hari ini juga.

Demi menepuk pelan bahu Veltian, membiarkannya kembali dalam kesendirian di sudut ruangan itu. Merasa kasihan karena gagal menikah, tapi merasa geram karena tingkah pemuda itu.

"Masih muda sudah pintar bermain api. Jika sudah tua, bagaimana istrinya nanti?" 

Demi memikirkan masa lalunya yang suram. Mencintai setulus hati dengan seorang wanita. Namun di khianati, walau pun dirinya berkorban sepenuhnya. Begitu pun, demi belum mendapatkan kebahagiaan. Lantas, bagaimana dengan anak muda yang menghancurkan masa depannya demi kesenangan di masa muda?

Di pelaminan megah yang begitu indah. Sepasang pengantin itu duduk berdampingan, tetapi dalam keadaan diam. Mungkin masih sama syok karena insiden dadakan itu.

Zenitha memerhatikan tingkah Shein yang merasa tidak nyaman. Berulang kali melepas kancing jasnya, dan selalu di pasang kembali ketika sesi foto. 

"Abang, kenapa?" Zenitha mencoba bertanya dalam kebingungannya sejak dari tadi

"Begah." Sahutnya yang merasa nyaman ketika kancingnya bisa dilepas

"Kekenyangan ya?"

Shein mengerutkan dahi memandang Zenitha. "Jas ini terlalu kecil, bahkan saya belum makan sejak pagi. Kalau saya makan, sudah pasti tidak terkait." Ucapnya dengan suara pelan

Zenitha menutup mulutnya, menahan tawanya yang membuat Shein memerhatikan wajahnya. "Sorry. Lagian itu ukuran Veltian, udah jelas badannya lebih kecil dari, Abang." 

"Apa saya akan memakai ini terus?" Shein mencoba mengobrol kali ini

"Ada gantinya, bang. Tapi, sepertinya sama aja. Atau bahkan lebih kecil, bisa bandingin gak postur Veltian sama, Abang." 

"Lupakan." Shein menghentikan obrolan mereka. Rasanya cukup membuat sesak menggunakan yang itu. Bagaimana jika yang lainnya lebih kecil? Sangat tidak dibayangkan olehnya

Zenitha terus menutup wajahnya dengan bunga yang dia pegang. Rasanya ingin tertawa terbahak-bahak melihat kegelisahan Shein. Tapi, dia juga menghargai segala perjuangan Shein untuk menikahinya. Sampai rela menahan sesak di dadanya.

Sejam berlalu, giliran mereka untuk mengganti pakaiannya. Sesi dimana Shein mulai khawatir lagi. Bagiamana tidak, bahkan dia tidak bisa merasakan nyaman duduk di pelaminan itu.

Aisyah terkekeh melihat ekspresi abangnya. "Gimana, bang? Gak kempes kan perutnya?" Ucapnya terkekeh

"Ai!"

"Hihi ... Kasianya Abang aku." Ucapnya terkekeh

Aisyah mengambil jas yang sudah di ganti ukurannya itu. Mereka semua bergerak cepat atas perintah keluarga Liand. Tentu itu semua karena permintaan Aisyah. Mana tega Aisyah melihat abangnya sesak nafas sepanjang pernikahannya itu.

"Nih." Aisyah menyodorkan jas berwarna dasty itu

"Warna apaan ini?" Shein memandang heran jas yang dia pegang itu

"Yaelah, bang, komplain terus sih. Cakep itu mah buat pria setampan, Abang." Ucap Aisyah yang cuek dengan ekspresi abangnya. Walau pun dia ingin ngakak guling-guling

Zenitha tertawa kecil memerhatikan kedua insan Abang beradik itu. Mengganti gaun miliknya yang senada dengan jas milik Shein. 

Shein sendiri meletakkan asal jasnya, memilih untuk duduk termenung. Merenungi nasibnya yang entah bagaimana ini. Terlalu cepat dan masih membuat jantungnya berdetak tidak normal.

Ting!

Shein memandang handphone miliknya. Sebuah pesan dari temannya di kampus.

“Astaga, diam-diam nikah sama putri keluarga Liand. Luar biasa pemuda satu ini!”

Shein mengabaikan pesan itu, menurutnya itu sangatlah tidak penting. Karena dia pun merasa dirinya mulai tidak penting juga. Terlalu syok barangkali

"Abang, kok bengong. Buruan ganti!" Ucap Aisyah

Shein hanya menurut dan meraih jas yang sudah sesuai dengan ukuran tubuhnya. Dan Aisyah malah melotot memerhatikan abangnya itu.

"Apa lagi?"

"Kaosnya di ganti dong, Abang. Itu kan udah ada kemejanya. Ya Allahu Robbi." Aisyah menepuk jidatnya

"Keluar dulu." Aisyah mengusir beberapa orang di dalam ruangan itu. Memaksa abangnya untuk membuka kaosnya itu

"Bawel banget, kamu, nih." Sahut Shein

"Buruan, bang!" Tegasnya

"Iya, bawel!"

Shein membuka kaosnya, melempar kaos itu di wajah Aisyah. Aisyah menggerutu melihat kejahilan abangnya itu. "Ih!" Teriaknya yang melempar balik kaos itu

Zenitha terkekeh melihat mereka, sampai Shein ikut melotot melihatnya. Zenitha langsung terdiam menutup mulutnya menahan tawa. Memerhatikan Shein yang meraih kemeja di sebelahnya. Bukan ... Bukan kemeja itu, tapi tubuhnya.

"Apaan sih." Shein langsung menghindar dari tatapan jahat Zenitha. Menyambar dengan cepat kemeja itu dan memakainya 

Zenitha sendiri hampir pingsan melihat Shein tanpa kaos. Mendadak menjadi lapar Zenitha karenanya 

"Pengen gigit perutnya." Ucap Zenitha lirih

Shein berbalik arah, mengerutkan dahi karena mendengar ucapan itu.

"Upsss." Keceplosan pikirnya 

Ada-ada aja mereka ini!

.

.

.

.

Visual FB. Wardha  ig@wardharye

1
Jumari Jepara
emang sudah gak ada lNjutanya?
ENDAH_SULIS
LBH enak nona muda...drpd langsung panggil nama queen...terasa gak sopan. walaupun queen artinya untuk panggilan kasta tinggi cuma kn dia sendiri namanya queen...LBH enak nona queen
ENDAH_SULIS
bagus ..
tp LBH enak..." nyonya meminta untuk makan bersama di meja makan Queen"
muhammad ihsan
lanjut dong thor
Jumari Jepara
wah kapan ni ditunggu lo dan tlng donk jangan cuma 1 bab tiap update
Lija Holijah
bagussss
D'blacksweet: terima kasih🥰🥰
total 1 replies
muhammad ihsan
udah aku cari fb kk ngak dapat apa profil kk di fb
muhammad ihsan: aku mencari fb kk ngak dapat
total 3 replies
muhammad ihsan
thor kok kemaren ngak up
D'blacksweet: hehe, maaf ya. ada kendala kemarin, huhuu
total 1 replies
Jumari Jepara
kok updatet nya cuma 1 bab
D'blacksweet: besok update banyak deh
total 1 replies
Yulia
novel mu sangat bagus aku suka sekali
D'blacksweet: terima kasih🔥🥰
total 1 replies
Yulia
alfa dsn alfi 1 sekolah
🌜💖Wanda💕🌛
Luar biasa
lindafuja
Aamiin YRA thor, cpt pulih y
lindafuja
cpt pulih y thor, mksh dah up
muhammad ihsan
kok udah lama ngak up thor
D'blacksweet: maaf, author belum bisa lanjut. author-nya sedang sakit. mohon maaf, semuanya. kalau sudah sehat full, author pasti lanjut kok. sudah 2 Minggu Hiatus, proses pemulihan. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
lindafuja
akhirny direstui jg mantap thor, juna alfi
lindafuja: gpp thor cpt sembuh y
total 3 replies
lindafuja
cpt sembuh thor semangat
lindafuja
slmt dong thor
lindafuja
ceritanya unik beda sm yg lain, seru
muhammad ihsan
double up dong thor
D'blacksweet: udah terjadwal, author lagi ada kendala sedikit. maaf, ya. sementara babnya dikit dulu🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!