"Aakkhh sakit sekali larass." Teriak rahmat kesakitan di atas ranjang
Laras terus menangis melihat penderitaan suami nya, Hampir satu minggu ini rahmat terus kesakitan pada tongkat nya.
Bahkan kemaluan rahmat tampak bengkak kemerahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bu rt dihantui
Pukul sudah menunjukan jam sembilan malam, Bu rt menunggu kepulangan suami nya yang ada rapat di kantor desa. Padahal tidak biasa nya sampai semalam ini, Sambil terus menghitung uang yang di dapat nya dari laras.
Tok, Tok.
Pintu rumah nya di ketuk dar luar, Bu rt mengira jika itu adalah suami nya. Langsung saja pintu di buka lebar, Namun hanya ada angin yang berhembus menerpa wajah nya.
"Siapa sih yang jahil? Kamu jangan sembunyi ya mas." Teriak bu rt keluar dari rumah.
Sampai kesamping rumah pun tidak ada sosok suami nya, Hanya ada pekat nya malam yang ada. Merinding juga tubuh mira karena suasana kampung sangat sepi sekarang, Tidak ada pemuda yang main hilir mudik untuk bermain.
"Cuma angin tadi mungkin." Gumam bu rt menutup pintu nya rapat.
Di lihat nya sang anak yang berusia sepuluh tahun sedang pulas tertidur, Bu rt kembali duduk di sofa depan televisi.
"Loh kemana uang ku tadi?" Kaget bu rt karena uang dari laras lenyap.
Padahal tadi bu rt ingat bahwa meletak kan nya di atas meja, Namun sekarang sudah tidak ada walau selembar pun. Di tatap nya kanan kiri, Tapi tidak ada siapa pun.
Klik.
Mendadak lampu di rumah nya padam, Bu rt kaget bukan main karena suasana yang sangat gelap. Sambil menggerayangi meja untuk mencari ponsel nya.
"Kayak nya tadi di sini, Kok ndak ada." Ujar bu rt terus mencari.
Pletuk.
Dengkul nya tidak sengaja ketabrak ujung meja sehingga ia pun mengaduh kesakitan, Bau amis darah juga mulai menusuk hidung nya. Bercampur dengan bau bangkai yang sangat memual kan perut.
"Umiii..Arya takut mi." Teriak arya keluar dari kamar.
"Tunggu nak, Umi kesitu." Bu rt bangkit menahan sakit nya.
"Oh umi di sini ternyata! Ayo masuk kamar ku mi." Ajak arya memeluk umi nya.
Bu rt melongo karena ia belum bertemu dengan arya, Sementara putra nya sudah bertemu dengan diri nya. Berarti ada orang lain di rumah ini.
"Aryaaaa. Itu bukan umi." Pekik bu rt ketakutan.
"Kelonin arya ya mi sampai lampu nya hidup, Tutup pintu nya mi." Ucap arya.
Jeder.
Pintu kamar anak nya di tutup dengan keras, Bu rt berteriak menggebrak pintu kamar agar di buka kan. Saat ini ia sangat ketakutan karena putra nya bersama orang lain, Dan orang tersebut juga tidak tau siapa.
"Aryaaa..Buka pintu nya ar." Teriak bu rt histeris.
"Heerrrkkk."
Jantung bu rt seakan mau lepas ketika di sebelah nya ada suara yang menggeram serak, Namun hanya gelap saja yang bisa di lihat nya.
Entah datang dari mana, Tiba tiba bu rt sudah mendapat kan ponsel nya. Secepat kilat ia mencari cahaya untuk mencari sumber suara yang berasal tidak jauh dari nya.
"Aaarrrkkhhh!"
Mahluk hitam bergigi runcing tengah menatap nya dengan mata merah menyala, Seperti bentuk kera. Namun yang ini memiliki lidah panjang dan basah oleh darah, Kemaluan nya juga sangat panjang.
"Menjauh kau setaaann." Pekik bu rt sampai menangis.
"Hah, Hah."
Nafas nya yang terengah engah semakin jelas masuk kedalam gendang telinga, Sementara itu bu rt tidak bisa lari karena kaki nya seperti di cekal oleh mahluk itu.
"Haapp."
Mulut bu rt yang biasa nya untuk mencela orang lain, Kini penuh di sumpal oleh kemaluan genderuwo hitam itu. Bahkan sampai masuk kedalam tenggorokan nya, Mata bu rt tinggal putih nya saja.
"Hek, Hek!"
Hanya suara seperti tercekik saja yang keluar dari mulut bu rt, Tangan nya terkepal kencang menahan sakit yang melanda tenggorokan nya.
Blaap.
Lampu menyala dengan terang nya kembali, Pak rt datang membuka pintu dengan kunci serep karena berulang kali mengetuk tidak di buka kan.
Tentu saja ia langsung kaget melihat kondisi istri nya yang masih menggelepar memegang tenggorokan nya, Takut jika terkena serangan jantung.
"Kamu kenapa mi?" Pak rt sangat panik dan menyadar kan istri nya.
"Aak...Haa..."
"Bernafas pelan pelan, Ayo minum dulu air nya sedikit." Pak rt memijat punggung istri nya sambil membaca alfatihah.
Perlahan lahan nafas bu rt kembali normal dan mulai bisa bicara, Satu gelas air putih tandas di minum nya.
"Ada hantu mas." Isak bu rt ketakutan.
"Hantu?!"
"Iya mas, Aku tidak bohong." Tangis bu rt semakin kencang.
"Apa kamu ada keluar rumah? Kan memang sedang santer hantu nya dina." Ucap pak rt.
"Bukan mas! Ini bukan hantu nya dina." Sanggah bu rt.
"Maksud apa mi?" Bingung pak rt.
"Ini hantu nya pria! Bukan yang barusan datang ini." Ujar bu rt.
Pak rt menatap sekeliling rumah nya yang tampak biasa, Tidak ada keanehan seperti yang bu rt ceritakan. Bahkan kamar arya di buka juga, Namun anak mereka tidur pulas.
"Tadi pas mati lamu dia bicara seolah itu adalah aku mas, Tapi aku sama sekali tidak berada di dekat nya." Bu rt menjelas kan.
"Apa lagi yang mengganggu keluarga kita? Besok aku akan minta pagar sama rukayah." Sahut pak rt.
"Minta yang paten mas, Jangan cuma pagar biasa." Ujar bu rt.
Mendengar ucapan istri nya yang sangat ketakutan ini, Pak rt mengangguk dan mengajak nya masuk kedalam kamar dan beristirahat.
"Aku mau mandi dulu, Kamu tidur lah." Suruh pak rt.
Bu rt hanya diam mengangguk kan kepala, Pak rt tidak jadi masuk kedalam kamar mandi karena tas nya masih tergantung di motor.
Walau agak merinding juga keluar rumah jam segini, Namun terpaksa keluar karena takut jika tas dan motor nya hilang di ambil orang.
Selaras angin menerpa punggung nya yang sudah tidak pakai baju, Pak rt tetap cuek dan memasukan motor kedalam rumah.
Braaakk, Braaakk.
Pintu rumah nya terbuka dan tertutup karena angin itu, Pak rt sampai loncat dari motor sangking kaget nya.
"Ya allah bikin kaget saja." Lirih pak rt mengusap dada.
Ketika akan menutup pintu rumah, Di bawah pohon jambu air. Mata nya menangkap sosok dengan pakaian berwarna putih, Putih yang sudah bercampur dengan tanah.
"Pergi lah dari sini dina! Kenapa kau mengganggu kami." Sentak pak rt tau siapa sosok itu.
"Ihihihihi..."
Sosok dina malah tertawa mengikik dan terbang keatas pohon, Sadis nya lagi. Darah bagai kan air bah keluar dari tubuh bagian bawah dina.
"Pergi lah kealam mu dina, Kau tidak boleh berada di sini lagi." Ucap pak rt dengan berani nya kepada hantu dina.