🏆Juara l Event Pembuat Topik (Perjalanan Balas Dendamku)🏆
Kealeksa seorang gadis pendiam dan lugu, sejak kematian kedua orang tuanya ia terpaksa tinggal di rumah pamannya.
Ia sering di siksa oleh bibi dan kedua sepupunya, pamannya juga pura-pura baik karena ingin mengicar perusahaan milik Papanya.
Mereka yang membully Kealeksa akibat mereka mendapatkan tekanan dari rumah, lalu melampiaskannya di sekolah, karena Kealeksa tampak lemah, ia menjadi sasaran empuk bagi mereka.
Pada akhirnya, ia di bully di sekolah secara fisik dan mentalnya dan sampai di rumah ia di siksa lagi oleh bibi dan kedua sepupunya dan hingga ia sampai di titik terendahnya.
Tiba-tiba saja sistem muncul di ponselnya dan muncul tulisan.
"Apa Nona ingin balas dendam?"
Ya atau tidak.
Dengan tekad yang bulat Kealeksa menekan tulisan Ya.
Dan mulai saat itulah, ia di beri misi untuk membalaskan dendam kepada orang yang menyakitinya dan merebut kembali perusahaan Papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Datang yang satu lagi ingin memukul Kealeksa dengan batu bata. Kealeksa menendang batu itu hingga pecah.
Kealeksa melayangkan tendangannya dan menghantam kepala pria tersebut.
Pria itu pun langsung pingsan.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan motor listrik]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan hadiah 10.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan 100 poin]
[Saldo 10.700.000]
[Penampilan:12]
[Pesona:12]
[Kekuatan:12]
[Kecepatan:12]
[Kelincahan:12]
[Pertahanan:12]
[Kecerdasan:12]
[Keberanian:12]
[Poin:170]
[Status pembalasan: 000300/100000]
"Wah, aku dapat motor listrik nih. Mulai sekarang nggk perlu lagi nih jalan kaki," ucap Kealeksa.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Kealeksa mengklik gambar motor tersebut.
"Eh iya, kan ada anak kecil di sini, nanti dia terkejut pula," ucap Kealeksa pelan sambil melihat anak perempuan itu masih terduduk di pojokan.
Kealeksa berjongkok. "Oh ya, rumah kamu di mana, biar kakak antar," ucap Kealeksa.
"Nggak jauh dari sini," jawab anak itu.
"Baguslah kalau gitu, ayo berdiri. Kakak antar kamu pulang," ucap Kealeksa.
Anak itu mengangguk sambil menyeka air matanya. Kealeksa pun mengantarkan anak tersebut.
"Kak kita sudah sampai, di sini rumahku," ucap anak tersebut.
"Oh sudah sampai ya, lain kamu hati-hati ya, kalau kau kemana minta di temani orang besar ya," pesan Kealeksa.
"Baik kak." angguk anak itu.
"Ya udah kakak pergi dulu ya," ucap Kealeksa.
Kealeksa pun meninggalkan anak tersebut dan ia bersembunyi di samping rumah anak tersebut.
Kealeksa mengklik gambar yang ada gambar motor tersebut, dan keluarlah motor itu menjadi nyata.
"Wah, beneran bagus banget motornya, sesuai dengan di gambar," ucap Kealeksa.
Kealeksa pun mencari menaiki motor tersebut.
☘️☘️☘️☘️☘️
Tak lama kemudian, Alqazio pun sampai di rumahnya. Ia langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Tadinya aku ingin mencarinya sendiri dan datang ke rumahnya, seperti aku sudah di tipu oleh gadis itu. Tapi apa alasan dia? Kan aku tidak merugikan dia juga, justru bagus donk kalau kenal sama aku. Dia malah menghindar," ucap Alqazio pun mengambil laptopnya.
Ia mencari gambar Kealeksa yang sempat terekam di CCTV saat Kealeksa masuk ke dalam rumahnya.
Alqazio pun mengambil gambar wajah Kealeksa dengan jelas lalu mengirimkan foto itu kepada seluruh pengawalnya.
"Selidiki gadis ini, infomasi segera kirim kepadaku."
"Baik Tuan."
"Aku akan menemukan kamu gadis kecil, dan meminta alasan kamu membohongi ku," ucap Alqazio.
Ia meletakan tangan di dagunya sambil tersenyum. Membayangkan saja membuat ia tertawa.
Sebelum sampai ia di rumah, Kealeksa menyimpan kembali motornya ke dalam sistem.
Kealeksa pun masuk ke dalam rumah. Saat itu Om dan Tantenya duduk di sofa.
Kealeksa melihat sekilas ke arah Karin yang saat itu ia sedang mengkompres pipinya di tampar Kealeksa.
Kealeksa tidak mempedulikannya dan terus melangkah pergi menuju kamarnya.
"Kealeksa!" panggil Surya membuat Kealeksa memberhentikan langkahnya sambil memutar bola matanya.
Dengan malas, Kealeksa membalikan badannya.
"Ada apa Om?" tanya Kealeksa.
Ia mencoba untuk tersenyum meski ia tidak ingin. Pria yang munafik itu sungguh jijik ia melihatnya.
"Kamu yang sudah menampar Tante Karin? Kenapa kau lakukan itu?" tanya Surya.
"Papa! Kalo mau marah, marah aja! Ngapain pake acara nanya!" ujar Karin kesal.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
cuma beda 1 huruf
mending minta saran sekalian
3 karya namanya mcnya Hampir sama semua
ini system pelit
gua aja ngebaca jadi kleak kleak gitu...
jadiin kea aja Napa??