NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

​Cahaya matahari pagi menyelinap dari celah jendela kamar kayu, membangunkan Adit dari tidur lelapnya.

Aroma embun pagi dan tanah basah sisa keajaiban sistem semalam masih terasa sangat menyegarkan.

​Adit meregangkan tubuhnya, mengingat kembali rentetan kejadian luar biasa kemarin.

Dari penghancuran gudang Pak Kumis, penanaman bibit buah ajaib, hingga makan malam romantis bersama Riana yang berujung pada misi baru.

​"Sistem, tampilkan panel Misi Aktif," batin Adit sambil mencuci muka di kamar mandi.

​[Misi Ekspansi : Raja Pangan Sukamaju.]

[Tugas: Buka Fitur Peternakan dan besarkan 100 ekor Ayam Kampung Super dalam waktu 7 hari.]

[Batas Waktu: 6 Hari 23 Jam.]

​"Hasilkan 100 ekor dalam tujuh hari... Kalau pakai cara normal, mustahil anak ayam bisa tumbuh besar secepat itu.

Tapi dengan sistem, aturan alam bisa sedikit dibengkokkan," gumam Adit tersenyum.

​Ia membuka Toko Sistem dan mencari bagian peternakan.

​[Bibit Anak Ayam DOC Kampung Super - Harga: 2 Poin/ekor. Waktu panen normal: 60 hari.]

​"Beli 100 ekor," perintah Adit.

​[Pembelian berhasil. 200 Poin dipotong. Sisa Poin: 1700.]

[100 ekor Anak Ayam Kampung Super telah diletakkan di dalam kotak kayu di depan teras rumah.]

​Adit segera bergegas keluar.

Benar saja, di teras rumah panggungnya sudah ada dua kotak kayu besar berlubang yang mengeluarkan suara ciutan riuh.

​"Kiyik! Kiyik! Kiyik!"

​Bang Jarwo dan Bang Sopo yang sedang menikmati singkong rebus di lincah teras langsung melompat kaget melihat keberadaan kotak tersebut.

​"Buset! Dari mana datangnya ayam-ayam ini, Dit? Perasaan tadi Abang nyapu teras belum ada barang ini," seru Bang Sopo sambil mengintip ke dalam lubang kotak.

​"Oh, ini pesanan bibit ayam saya, Bang.

Tadi subuh ada kurir dari kota yang mengantar ke depan rumah pas Abang masih tidur," Adit mengarang alasan dengan lancar.

"Mulai hari ini, kita perluas bisnis kita ke peternakan."

​"Wah, mantap betul otak bisnismu, Dit! Tapi kita belum punya kandang. Mau ditaruh di mana mereka?" tanya Bang Jarwo.

​"Itu tugas Abang berdua hari ini.

Tolong buatkan kandang bambu sederhana di area sudut lahan belakang.

Cukup untuk 100 ekor saja dulu. Biar saya yang urus pakannya."

​Kedua paman Adit itu mengangguk semangat.

Gaji harian yang Adit berikan jauh lebih besar dari kerja kasar di sawah orang, membuat mereka rela melakukan apa saja.

​Sementara kedua pamannya menebang bambu dan menyusun kandang, Adit pergi ke dapur.

Ia mengeluarkan [Resep Pakan Ternak Super] yang ia dapatkan dari hadiah misi sebelumnya.

​[Bahan Pakan Super: 1 kg Dedak Padi, 1 kg Jagung Giling, 1 Liter Air Murni, dan 10 Poin Pengalaman.]

[Khasiat: Meningkatkan laju pertumbuhan ternak hingga 10 kali lipat, menguatkan tulang, dan membuat daging menjadi sangat padat.]

​Adit segera mencampur dedak dan jagung giling di dalam ember besar.

Ia menuangkan air sumur, lalu secara diam-diam mentransfer 10 Poin Pengalamannya ke dalam campuran tersebut.

​Seketika, campuran pakan itu memancarkan pendar cahaya keemasan tipis yang hanya bisa dilihat oleh Adit, sebelum akhirnya memudar.

Aroma pakan yang biasanya amis kini berubah menjadi wangi manis seperti roti gandum panggang.

​"Saatnya makan, anak-anak," ucap Adit sambil menaburkan pakan itu ke dalam kotak kayu.

​Ratusan anak ayam berbulu kuning itu langsung mematuk pakan dengan sangat ganas.

Hanya dalam hitungan menit, pakan di tampan habis tak tersisa. Hal yang mengejutkan, setelah makan, bulu-bulu halus mereka terlihat lebih cerah, dan ukuran tubuh mereka seolah membesar sedikit hanya dalam hitungan jam.

​Menjelang siang, kandang bambu sederhana sudah berdiri kokoh.

Bang Sopo sedang mengelap keringat di lehernya saat tiba-tiba ia menyadari sesuatu yang aneh dari arah lahan buah.

​"Wo... Jarwo... kau merasa hawanya tiba-tiba dingin tidak?" tanya Bang Sopo sambil merapatkan baju kerjanya.

​"Iya, Po. Padahal matahari lagi terik-teriknya, tapi kok anginnya sedingin es teh manis begini," balas Bang Jarwo kebingungan.

​Keduanya menoleh ke arah ladang tempat Adit menanam bibit ajaib kemarin.

Mata mereka terbelalak maksimal.

​"DIT! ADIT! Gawat, Dit! Kebunmu kesurupan jin kutub!" teriak Bang Sopo histeris memecah keheningan desa.

​Adit yang sedang mencuci tangan di keran segera berlari menghampiri pamannya. "Ada apa lagi, Bang?"

​Adit menatap ke arah lahan dan seketika ikut menahan nafas, meski karena alasan yang berbeda.

​Semangka Salju Kutub yang baru ditanam satu hari lalu kini sulurnya sudah merambat belasan meter bagaikan ular hijau yang agresif.

Tidak hanya itu, daun-daun lebarnya tertutup oleh lapisan es tipis yang mengkilap di bawah sinar matahari.

​Di sela-sela daun besar itu, puluhan buah semangka yang sudah sebesar buah kelapa tampak tergeletak di atas tanah, memancarkan kabut putih dingin yang menyejukkan suhu udara di sekitarnya hingga beberapa derajat.

​"Ini... ini mustahil! Kemarin baru ditanam, sekarang buahnya sudah segede helm tentara! Terus kenapa ada esnya?!" Bang Jarwo memegangi kepalanya, merasa kewarasannya sedang diuji keras.

​Sebelum Adit sempat merangkai alasan, sebuah kepala menyembul dari balik pagar bambu yang membatasi lahan Adit dengan jalan setapak desa.

Itu Bu Tejo, tetangga paling cerewet di Sukamaju yang sedang lewat membawa keranjang belanjaan.

​"Lho, lho, lho... Adit!

Hawanya kok dingin banget dari tanahmu? Ya ampun, itu semangka kok berembun es begitu siang bolong?!" seru Bu Tejo dengan mata melotot penasaran.

​Adit langsung memasang senyum profesionalnya, otaknya berputar cepat mencari alibi.

​"Eh, Bu Tejo.

Iya nih, Bu.

Ini bibit varietas baru impor dari pegunungan Swiss.

Namanya Semangka Es Tundra," jawab Adit asal sebut.

"Makanya pertumbuhannya cepat dan memang ngeluarin hawa dingin alami.

Teknologi pertanian modern, Bu."

​"Ya ampun... Swiss? Jauh banget! Pantas saja tanah bapakmu sekarang dijaga ketat," Bu Tejo manggut-manggut takjub, tidak menyadari kalau dia baru saja dibohongi mentah-mentah.

"Nanti kalau panen, ibu dikasih icip sedikit ya, Dit!"

​"Beres, Bu Tejo.

Nanti saya antar ke rumah," balas Adit santai.

​Setelah Bu Tejo pergi untuk menyebarkan gosip terbaru ke penjuru desa, Bang Jarwo dan Bang Sopo menatap Adit dengan tatapan curiga.

​"Bibit dari Swiss mata kau, Dit.

Abang tahu kau belum pernah naik pesawat terbang," selidik Bang Sopo.

​Adit tertawa pelan dan menepuk bahu kedua pamannya.

"Sudahlah, Bang.

Jangan terlalu banyak mikir.

Yang penting, dua hari lagi semangka-semangka ini siap panen, dan harganya pasti bikin kita semua mandi uang."

​Di saat yang sama, notifikasi sistem kembali berbunyi di kepala Adit.

​[Peringatan: Pertumbuhan Semangka Salju Kutub menarik perhatian. Nilai gizi dan khasiat medisnya akan menarik minat pihak-pihak kelas atas di ibu kota. Bersiaplah untuk negosiasi besar.]

​Adit menyeringai tipis.

Bibit ayamnya sedang tumbuh pesat berkat pakan super, dan buah langkanya sudah menunjukkan tanda-tanda keajaiban.

Roda bisnis kerajaannya berputar semakin cepat.

Tidak ada satupun tengkulak atau pesaing yang bisa menghentikannya sekarang.

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!