Dalam imajinasiku, wajah Henri yang bagian kiri sangatlah buruk, jadi dia memakai topeng.
Rania POV
Aku tulus mencintaimu Tuanmuda, walaupun orang menganggap mu hanya seorang monster.
Cintaku tanpa syarat, itulah yang aku rasakan dengan suamiku.Disaat orang - orang menatapnya dengan tatapan takut.
Tapi aku justru,selalu ingin dekat dengannya.Karena aku sangat mencintainya, walaupun ia selalu meragukan perasaanku padanya.
Karena ia mengira perasaan cintaku, hanya rasa kasian ku padanya, akibat wajahnya yang buruk rupa.
Henri pov.
Apakah dia betul-betul mencintaiku, atau rasa kasian,karena kami menikah atas dasar paksaan dariku, sebab orang tuanya mempunyai banyak hutang padaku.
Tapi aku tidak pernah berharap dia mencintaiku, karena aku menyadari kekuranganku,dengan wajahku yang bak monsther, tidak mungkin ada wanita yang mau mencintaiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.21.Penangkapan Erik.
🏚️ Kediaman Wilson🏚️
Udara yang begitu dingin, tak menyulutkan dua insan yang sedang memaduh kasih di atas ranjang, Henri terus menggempur istrinya hingga membuat Rania, kewalahan melayani Suaminya.
" Tuan, bisakah kita menghentikan ini, aku lelah." Pinta Rania, dengan tatapan memohon, dengan tubuh masih berada dibawah Suaminya.
Menatap heran istrinya, dengan posisi masih menindih istrinya
"Bagaimana kau bisa lelah, bukan kah dari tadi aku yang bekerja, dan kau hanya tidur saja. Dengan suara yang terdengar kesal, dan tatapan matanya menatap tidak suka.
" Tapi Tuan, aku sudah ngantuk, bukankah ini sudah jam tiga subuh." Serunya , dengan nada penuh harap.
Betapa terkejutnya pria tampan itu, saat mendengar perkataan istrinya, walaupun belum selesai, dengan permainan mereka, ia memutuskan untuk mengakhiri.
Dan saat tatapan matanya, menatap kerah jam dinding, yang tertancap didinding kamar, dia sangat terkejut saat mendapati jam telah menunjuk angka tiga pagi.
Ada rasa malu dalam dirinya, karena mengingat betapa bersemangat dia, saat mereka bercinta.Tapi Henri, tetapi Henri tetap menunjukan sikap dinginya, tanpa rasa bersalah sedikitpun.
" Tidurlah."
" Baik Tuan, apakah anda tidak akan beristirahat Tuan?"
" Tentu saja aku akan beristirahat Rania, kau pikir, kau sendiri yang lelah, aku juga sangat lelah." Serunya dengan nada kesal, agar menutupi kesalahannya.
Hanya tersenyum, saat dengan perkataan Suaminya, dan sudah menjadi makanannya sehari - hari, dengan sikap Henri yang begitu kasar, dan dingin terhadapnya.
" Kalau begitu tidurlah Tuan." Pintanya, sembari tangannya memeluk erat tubuh Suaminya,dan menjadikan dada bidang Henri sebagai sandaran kepalanya.
Kau tidak masalah kan Tuan, kalau aku tidur dengan memelukmu seperti ini." Mendongakkan kepala, jikalau Henri akan merasa tidak nyaman.
Senyuman yang tadi membingkai diwajahnya, langsung berpura - pura kesal.
"Sebenarnya aku ingin marah, tapi aku tidak tegah padamu.Jadi tidurlah." Dengan menampilkan tatapan kesalnya, agar menutupi kalau hatinya begitu bahagia saat ini.
" Tidak apa - apa Tuan, kalau kau tidak nyaman aku akan menaruh kepalaku di bantal saja." Ucapnya, dengan ingin memindahkan kepalanya di bantal, tapi seketika langsung di tahan oleh Henri.
Mendongakkan kepala, menatap Suaminya dengan tatapan heran.
"Kenapa Tuan, bukankah kau tidak nyaman dengan posisi seperti ini?"
"Kau sangat cerewet Rania, jangan buat aku menghukummu.Tidurlah cepat." Titahnya, dengan volume suara mulai meninggi.
" Baik Tuan." Sembari memejamkan mata, karena rasa kantuk yang sudah tak dapat ditahan lagi.
Iapun ikut memejamkan mata, sembari memeluk erat tubuh istrinya.Rasa ego dalam dirinya begitu tinggi, hingga membuatnya tidak bisa menyadari, kalau dirinya sudah jatuh cinta pada istrinya.
🌃 jalanan🌃
Udara kota London begitu dingin, gelappun belum sepenuhnya menghilang, walaupun sedikit demi sedikit cahaya sang Surya mulai terlihat.
Sosok paruhbaya menapaki kakinya, diwaktu subuh, disaat orang - orang masih membalutkan dirinya dengan selimut tebal, dan belum terjaga dalam mimpi indah, mantan Office Boy Wilson Group itu, sudah harus bangun pagi.
Disaat dia menapaki kakinya, kesadarannya tiba - tiba menghilang, saat seseorang membekap mulutnya dengan obat bius hingga membuat pria paruh baya itu, tidak sadarkan diri.
" Ayo bawa dia, kegudang sekarang." Titah Mark, pada kedua anak buahnya.
" Baik Tuan." Jawab kedua bodyguard tersebut, secara bersamaan.
*********
Setelah menempuh perjalanan selama hampiri tigapuluh menit, tibalah mereka di sebuah gudang kosong, disebuah pinggiran kota. Kedua bodyguard itu disebuah kursi, dalam keadaan tidak sadar
" Jaga dia, jangan sampai dia lolos. Dia adalah kunci jawaban, siapa di balik kecelakaan, yang menimpahTuan muda Henri." Titah Roi, pada kedua anakbuahnya.
" Baik Tuan." Jawab kedua bersamaan.
Segera meraih phonsel dalam saku celana, dan menghubungi seseorang disana.
📲 Percakapan lewat telepon📱
Mark: Selamat pagi sekretaris Jhon, maaf aku menggangu .
Jhon:" Ada apa Mark?"
Mark:" Target sekarang ada bersama kami, sesuai dengan perintah anda, saya sudah membawanya kegudang kosong.
Jhon:" Kerja bagus Mark, aku akan kesana sekarang, sambil menutup teleponnya.
Tibalah sekretaris tampan itu, disebuah gudang tua dipinggiran kota.
Setelah memarkirkan kendaraannya, laki - laki tampan itu, menapaki kakinya memasuki gudang tua itu.
" Selamat pagi Tuan." Sapa Mark pada Jhon, saat laki - laki tampan itu sudah berada didekatnya.
" Dimana dia?" Tanya Jhon, dengan kemarahan sudah terlihat jelas diwajah tampannya.
" Disana Tuan, ayo." Ajak Mark, sembari berjalan menghampiri Erik, yang belum sadarkan diri, dari pingsannya akibat obat bius.
Jhon langsung mengepal erat tangannya, saat melihat mantan karyawan Wilson Group itu yang masih belum sadarkan diri, dengan posisi terikat di sebuah kursi.
Kemarahan sudah tak dapat dibendung lagi, tanpa pikir panjang pria bertubuh tegap itu, langsung mengambil ember yang berisi air dan menyiramkan ke pria paruhbaya itu
" Byuurr..."
sayang kan kalau cerita bagus, tapi bahasa ga enak dibaca, bikin males.