Raina Ashalina, gadis trouble maker, bad girl, pecicilan, banyak tingkah dan merupakan gadis terbodoh di Global High School, tiba-tiba dijodohkan dengan Ketua OSIS-nya yang terkenal dingin dan begitu pintar.
Usianya yang sama-sama muda membuat mereka memiliki ego yang begitu tinggi. Lalu bagaimana caranya mempertahankan hubungan ini? Apakah perceraian adalah jalan terbaik?
"Gue benci semua kemunafikan didunia ini, termasuk lo! Kata sayang itu cuma omong kosong!"
-Raina Ashalina-
"Kenapa lo nggak mau ngertiin gue? Gue juga sayang sama lo, tapi saat itu gue nggak bisa apa-apa."
-Surya Pradipta-
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kematian
Para Raina pun keluar untuk membeli beberapa makanan. Setelah membawakan banyak makanan, ia pulang ke rumah dan memberikan makanannya pada Mama Raina.
"Ma... Ini makanannya," ucap Papa Raina sambil memberikan makanan
"Iya makasih papa..." jawab Mama Raina
"Papa mau pergi dulu ya," ucap Papa Raina
"Mau ke mana lagi sih pa? Kan baru pulang," tanya Mama Raina
"Mau beli hadiah buat Raina Ma... Papa janji bakal kasih hadiah ke Raina kalau nilainya bagus," jelas Papa Raina
"Oh gitu? Ya udah jangan lama-lama ya pa!" pinta Mama Raina
"Iya ma, papa berangkat dulu! Jangan kasih tau Raina ya," ujar Papa Raina
"Siap pa!"
Papa Raina pun pergi lagi untuk membeli hadiah Raina. Sementara baru saja Papa Raina keluar melewati pintu, Raina baru turun dari atas.
"Ma... Papa mana? Tadi kayaknya ada suara papa deh," ujar Raina
"Kasih tau nggak yaa...." gurau Mama Raina
"Mama!" kesal Raina
"Nanti kamu juga tau," jawab Mama Raina
"Ih mama ngeselin!" kesal Raina
.
.
.
Hari semakin sore, Kenan pun yang masih SMP juga sudah pulang dari sekolah. Namun Papa Raina belum juga kunjung menampakkan batang hidungnya.
"Papa mana sih ma kok lama banget?" tanya Kenan
"Iya, lama banget sih!" kesal Raina
"Tunggu bentar lagi!" ucap Mama Raina
Tak lama telfon rumah berbunyi, ART Keluarga Raina pun mengangkatnya.
"Siapa bi?" tanya Mama Raina
"Ehm itu nyonya... Nyonya angkat dulu coba,"
"Siapa sih?" tanya Mama Raina
Mama Raina pun nampak sedikit panik, ia langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya.
"Bi saya titip anak-anak dulu! Tolong berita tadi jangan di kasih tau anak-anak dulu ya!" pesan Mama Raina
"Iya nyonya,"
"Ma... Mama mau ke mana?" tanya Kenan
"Iya, kok buru-buru?" tanya Raina
"Restoran lagi ada masalah dikit, mama pergi dulu ya. Pasti cepet balik! Kalian baik-baik di rumah!" pinta Mama Raina
"Ok ma," jawab Raina
"Kenan... Adiknya di jaga!" pesan Mama Raina
"Siap ma!" jawab Kenan
.
.
.
***
Di Rumah Sakit
Mama Raina kini sudah berada di rumah sakit kota. Ayah Raina menjadi korban kecelakaan di zebra cross lampu lalu lintas.
"Sus... Saya keluarga Pak Aditya!" ucap Mama Raina
"Oh ibu siapanya?"
"Saya istrinya!"
"Baiklah, Pak Aditya masih ada di ruang ICU ibu. Tolong segera selesai admistrasinya ya agar lebih mudah di tangani,"
"Baik sus! Tapi apa yang sebenarnya terjadi sus?"
"Saya dengar-dengar tadi Pak Aditya di tabrak oleh pengemudi mobil yang mengantuk saat sedang menyebrang,"
"Ya Allah... Cobaan apa ini!"
"Yang saya tau hanya itu bu,"
"Ya sudah sus makasih!"
Mama Raina pun pergi ke ruang ICU untuk melihat keadaan suami tercintanya itu. Di sana Papa Raina sedang terbaring tidak sadar dengan kepala yang di perban, wajah yang banyak goresan, kaki yang di pasangi gip dan tangannya yang luka-luka.
Kebetulan dokter yang baru memeriksanya baru keluar dari ruangan Papa Raina. Mama Raina pun langsung menyambut dokter dengan pertanyaan.
"Dok bagaimana suami saya dok?" tanya Mama Raina
"Saat ini suami ibu masih kondisi kritis, kepalanya mengalami benturan keras, kaki sebelah kiri patah dan ada kemungkinan untuk pendarahan atau gegar otak,"
"Astagfirullah..."
"Ibu sebaiknya bersabar dan selalu berdoa pada yang Kuasa agar di beri keajaiban ya,"
"Kuatkan aku Tuhan.."
"Saya permisi dulu ibu,"
Mama Raina bingung harus berkata apa nantinya pada Raina dan Kenan. Padahal hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Raina.
.
.
.
Malam Hari
Kenan dan Raina masih setia menunggu di meja makan sampai jam dinding menunjukkan pukul 08.00.
"Mama papa mana ya? Kok lama banget?" tanya Kenan
"Iya nih, aku udah laper!" keluh Raina
"Ya udah makan dulu yuk!" ajak Kenan
"Nanti syukurannya gimana dong?" tanya Raina
"Gampang, yang penting sekarang makan dulu! Kamu kan punya maag. Jangan makan telat!" tegas Kenan
"Ya udah,"
Raina dan Kenan pun akhirnya makan, mereka tertidur di ruang tamu sambil menunggu Papa dan Mama Raina. Sementara Bi Iyem tidak bisa apa-apa karena sifat mereka yang keras kepala.
***
Pagi Hari
Kenan membangunkan Raina dan segera mengajaknya pergi pagi-pagi.
"Mau ke mana sih kak? Masih pagi juga! Kakak nggak absen ke sekolah?" tanya Raina
"Udah ayo jangan banyak tanya!" kesal Kenan
Raina dan Kenan pun pergi ke rumah sakit dengan taxi setelah Kenan mendapat telfon dari mamanya kalau papanya kecelakaan.
.
.
.
Di Rumah Sakit
Papa Raina sudah melewati masa kritis, namun masih belum juga sadar. Ia sudah di pindahkan ke ruang perawatan biasa. Kenan dan Raina langsung pergi ke ruang perawatan papanya.
"Ma... Papa mana?" tanya Kenan panik
"Papa kenapa ma?" tanya Raina
"Papa baik-baik aja, dia masih tidur! Jangan berisik," bisik Mama Raina
Besoknya papa Raina baru sadar, ia melihat istri dan kedua anaknya yang tertidur di sampingnya. Mama pun terbangun karena merasa ada yang bergerak.
"Papa... Pa.. Papa udah sadar?" kaget Mama Raina
"Mama..." ucap Papa lemah
Mama segera memanggil dokter dan hasil menunjukkan kalau kesehatan Papa Raina masih belum stabil dan bisa mendadak down. Setelah cukup kuat berbicara, papa Raina berbicara pada Raina dan Kenan.
"Kenan... Walau nanti kamu udah gede dan bahkan udah punya istri, tolong adiknya di jaga. Gak boleh berantem sama saudara sendiri," pesan Papa
"Pasti pa!" jawab Kenan
"Raina... Raina harus jadi anak baik dan gak boleh bandel ya! Jangan susahin mama," ujar Papa
"Siap papa! Raina anak yang baik," jawab Raina
1 hari setelah pembicaraan itu, Papa Raina menyuruh seseorang untuk menuliskan semua wasiat-wasiatnya. Ia sudah merasa kalau hidupnya tak lama lagi. Sampai akhirnya ia di nyatakan meninggal karena pendarahan di otak.
Saat papa meninggal, Raina hanya diam, diam dan diam. Tidak menangis ataupun mengeluarkan sepatah kata. Bahkan sampai selama 3 hari ia hanya minum susu dan akhirnya masuk rumah sakit karena penyakit maag dan kelaparan.
Flashback off...
akhirnya.. Raina's come back.. 🔥🔥