NovelToon NovelToon
Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kristina dinata

Akhir dari sebuah hubungan tentu nya akan lebih baik jika pasangan mengakhiri nya dengan pernikahan. Tapi bagaimana dengan Bella...? Rian yang sudah melamar nya malah membatalkan pernikahan nya dan memilih perempuan lain. Oleh sebab itu Bella menjadi sakit hati ia berniat membalas semua sakit hati nya itu dengan cara mencari pacar sewaan yang bernama Dewa. Mereka berhasil membuat Rian panas hati sehingga menimbulkan konflik selama melakukan misi jadi pacar bohongan tanpa mereka sadari benih- benih cinta antara Dewa dan Bella mulai tumbuh. Bagaimana kelanjutan kisah nya mari ikuti cerita nya.
Disini👉 Kekasih bayaran
Semoga suka🤗. Don't bom like!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham

Saat itu Bella telah kembali berlari dari mobil nya ke ruangan nya dengan napas yang tengah-engah karna buru-buru mengejar waktu yang diberikan Om nya hanya bersisa 1 menit. Tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seseorang.

Bub... tubuh Bella bertabrakan dengan seorang pria yang sedang berjalan dengan santainya.

"Duh sakit...!" jerit Bella. "heh jalan tu pelan amat sih aku buru-buru tau. Maaf sudah menabrak mu karna aku gak lihat tadi, sekali lagi maaf nya...," ucap Bella buru-buru.

"Heh tunggu! enak banget kamu sudah salah nyolot pula," cetus pria itu.

"Kamu siapa? aku baru liat. Apa kamu karyawan baru nya? asal kamu tau ya, ini senior kamu sebaiknya kamu kalau bicara yang sopan nya dengan senior," Bella memperingatkan.

"Oh ya, takut...!" pria itu meledek.

"Jika kamu tau siapa aku aku yakin hidup mu akan menyesal seumur hidup," ancam pria itu.

"Dasar pria aneh emang nya kamu siapa berani nya menggertak aku," batin Bella.

"Maaf aku buru-buru," Bella melanjutkan langkah nya langsung pergi keruangan nya. Pria itu juga berlalu.

Bella melihat Pak Sanjaya sudah siap membawa berkat seperti meeting akan di mulai.

"Om apa meeting nya akan di mulai?" tanya Bella.

"Iya cepatan kemas kan berkas yang kamu kerjakan itu!" perintah Pak Sanjaya.

"Apa ini semua akan di bawa?" tanya nya.

"Tidak perlu!" sahut Pak Sanjaya.

"Terus, kenapa suruh kerjain cepat-cepat tadi Om...?" protes Bella.

"Itu hanya sebagai hukuman kamu saja, karna sudah lalai. Oya itu berkas harus selesai hari ini juga. Bila perlu kamu lembur hari ini, jangan banyak bicara segra persiapkan dirimu, habis meeting kamu lanjutkan pekerjaan itu," ucap Pak Sanjaya menggertak.

"Paman yang sadis, bikin gregetan aja!" gerutu Bella memanyunkan mulut nya sambil mengemasi semua berkas. Setelah selesai Bella mempersiapkan dirinya untuk meeting menyusul Pak Sanjaya ke ruangan khusus.

Bella sudah sampai di ruangan khusus tanpa di sadari ia mata nya tertuju pada seseorang yang tidak asing bagi nya.

"Bukan nya pria itu adalah pria aneh tadi pagi. Astaga kenapa dia ada di sini? siapa dia?" ucap Bella penuh tanya.

Pak Sanjaya tampak menghormati pria itu ia tampak akrab. Setelah Bella duduk semua mata tertuju pada nya. Hal itu membuat nya bingung terlebih lagi pria aneh yang di katakan Bella tadi ia tampak memperhatikan Bella dari ujung rambut sampai ujung kaki. Bella jadi bingung kenapa orang-orang begitu aneh hari itu. Untuk menghilangkan tekanan Bella mengucap salam pada semua orang di situ.

Semua orang menjawab nya dengan datar.

Beberapa menit setelah semua nya siap Pak Sanjaya pun membuka meeting itu dengan penuh semangat dan tutur kata yang lembut dan sopan.

"Ada apa dengan Om Sanjaya saat di depan Kelayan sikap nya hangat dan manis banget, tapi di saat berhadapan dengan aku kok seperti serigala yang siap menerkam. Bawaan nya emosi dan tidak ada kata-kata manis selain hujatan dan makian. Geram juga jadi nya ini tidak adil bagi ku, emang orang ini siapa sih sehingga Om Sanjaya sopan dan baik pada mereka giliran sama aku marah melulu," gerutu Bella dalam hatinya.

"Bella, panggil orang tua di sebelah pria aneh tadi yang ternyata ia Kelayan setia di perusahaan Om Sanjaya. Tapi kali itu dia bawa anak nya duduk di samping nya yang dikatakan Bella pria aneh itu.

"Ternyata dia anak orang tua itu," desah Bella asyik dengan pikiran nya. Ia tidak mendengar panggilan ayah dari pria aneh itu.

"Ini benar-benar malapetaka dari awal aku udah eneg dengan pria itu sifat yang sombong membuat ku semakin eneg cakep juga tidak masih cakepan Dewa," ucap Bella membatin.

"Bella apa kamu sudah siap memulai meeting nya?" ucap laki-laki tua itu yang bernama Pak Jerikho.

"Hem... " Pak Sanjaya berdehem menyadarkan Bella yang tengah asyik melamun ia mencalarkan mata ke arah Bella.

"Iy-iya Om, ada apa?" tanya Bella menatap Pak Sanjaya penuh tanya.

Pak Sanjaya memberi kode agar Bella konsentrasi mengikuti meeting dan memulai membaca buku agenda.

"Maaf saya kurang sehat hari ini," ucap Bella pada semua orang.

"Hem alasan saja dia," batin Pak Sanjaya.

"Silah kan Bella boleh di mulai meeting nya," Pak Sanjaya geram memberi peringatan pada Bella untuk segera mulai dan lebih pokus pada pokok bahasan. Bella pun memulai nya.

Setelah selesai mengikuti meeting itu Bella memandang sinis ke arah pria aneh yang dikatakan nya itu. Pria itu hanya memandang datar ke arah Bella tanpa banyak basa-basi lagi ia beranjak dari ruangan itu. Ayah nya mengejar si pria aneh itu.

"Rasya tunggu!" ucap Pak Jerikho memanggil anak nya.

"Iya Yah, ada apa?" jawab pria aneh itu menoleh kebelakang mendengarkan pembicaraan Pak Jerikho.

Bella yang mendengar pembicaraan mereka menjadi terbelalak. "Hah, jadi dia Rasya anak Pak Jerikho itu?" mata Bella melotot "mampus deh aku kali ini. Jangan-jangan dia yang Papa jodohkan dengan ku waktu itu, duh ini gawat benar-benar gawat jadi itu yang nama nya Rasya?" ucap Bella yang baru sadar.

"Papa pasti marah besar padaku, karena aku sudah berbuat tidak sopan pada mereka apalagi anak itu pasti dia ngadu ke papa nya kalau aku sudah bertindak tidak sopan pada nya pagi tadi. Gimana ini?" ucap Bella menggigit bibir nya ia jadi bingung dan merasa panik.

"Hah... tapi masa bodoh aja deh, tenang Bella gak ada yang perlu di kuatir kan. Pokok ini yang terakhir kali nya kamu bertemu dengan orang yang bernama Rasya itu," cetus Bella bicara dengan dirinya sendiri.

Bella beranjak dari ruang meeting. Tapi di cegah oleh Pak Sanjaya. "Tunggu Bella!"

"Iya ada apa Om," sahut Bella menghentikan langkah nya.

"Kamu kenapa bertindak seperti tadi Bella, kamu sudah membuat saya malu. Kinerja kamu makin turun saja kamu tidak bisa pokus, ada apa sebenarnya? apa kamu ada masalah?" tanya Pak Sanjaya.

"Maaf Om aku tidak tau kalau itu Pak Jerikho dan anak nya!" sahut Bella mengalihkan.

"Astaga Bella bukan nya Om sudah kasi tau kamu dulu dia adalah kelayan penting kita, tanpa mereka perusahaan kita tidak akan berjalan dengan lancar. Kamu tau sebagian aset nya ada di perusahaan kita di pemasok terbesar kita. Tindakan kamu tadi sangat merugikan perusahaan kita. Bagaimana kalau mereka membatalkan kerja sama lagi dengan perusahaan kita?" ucap Pak Sanjaya kuatir.

"Om terlalu naif jadi orang, banyak kan kelayan yang lain yang lebih dari mereka?" sahut Bella.

"Bella jaga bicara mu! kamu tidak tau apa-apa tentang ini jadi jangan ceramahin om..." cetusnya.

"Maaf Om Bella cepek, mau istirahat dulu haus pengen minum." pamit Bella meninggal kan Pak Sanjaya yang masih mau mengomel.

"Habis istirahat kamu temui Om di ruang kerja!" seru Pak Sanjaya memberi perintah.

"Baik Om," jawab Bella dari kejauhan.

"Hah, kapan sih hidup aku tenang aku benci pekerjaan ini aku benci...!". teriak Bella hingga karyawan yang lain semua melihat ke arah Bella dengan heran.

"Apa kalian lihat? mau di beri!" cetus Bella pada sebagian karyawan yang menatap Bella dengan heran. Semua orang yang melihat nya di gertak membuat mereka diam tidak berkutik.

Bella pergi ke ruangan nya. Ia tidak jadi ke kantin napsu makan nya jadi hilang haus nya pun ikut hilang yang ada hanya pikiran dongkol membuat raut wajah nya seperti kain yang belum di setrika kusut dan sangat kusut. Hari itu adalah hari paling di benci Bella. Berkali-kali ia memaki-maki dirinya sendiri karna selalu mengalami kesialan.

1
Rini Antika
aku udah baca karya barunya yang tidak kalah seru, semangat terus dalam berkarya 💪💪
Rini Antika
akhirnya Dewa nikah juga sama Bella, selamat ya, aku kasih vote untuk ceritanya yang seru 🥰🥰
Rini Antika
dasar lelaki buaya darat gak tau malu
Rini Antika
semangat terus Mak, Vote mendarat
Rini Antika
ayo timpuk sama batu, 🤣🤣
Rini Antika
semangat Juan, ayo gagalkan pernikahan Bella dan Rian 🤭
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
Rian sama Laura cocok tuh
Rini Antika
nah lho, author nya sendiri marah, 🤣🤣
Rini Antika
dasar s Rian buaya Darat. semangat terus Mak, vote mendarat
Rini Antika
aku jg sangat mencintaimu Dewa, 🤭
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
Smg pernikahannya gagal 🤭
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
smh dewa bisa kabur dr Laura
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
aduh, wkwkwkwk
Rini Antika
semangat terus Dewa, vote mendarat
Rini Antika
harusnya km pikir" lagi Bella, Rian bukan lelaki baik
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!