Warning cerita ini bukan untuk bocil 🔥
Bagaimana rasanya jika tiba-tiba dipaksa menikah dengan puteri dari rivalnya sendiri dari semasa ia remaja. Karena tanpa sengaja sudah menghabiskan malam bersama dengan putri rivalnya itu karena ia sedang mabuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Setelah Rio pulang Alyra merasa kesepian ia ingin pergi ke kantornya Agam, tapi ia agak malas karena karena pasti ia akan bertemu dengan anak beruang yang sok cantik itu. Bukan apa-apa tapi Alyra selalu gemas jika melihat anak beruang itu sampai-sampai kalian ingin mencubit ginjalnya saking gemasnya. Jika itu sampai terjadi maka Alyra pasti akan habis dikunyah oleh Agam karena sudah berani mengganngu anak beruangnya.
"Ahhh aku bosan sekali, tahu begini aku tidak cuti dulu. Alana juga sekarang pasti sedang kuliah...." gumam Alyra, kini ia sedang tiduran di rumahnya sambil berguling ke sana kemari. Tapi sejenak Alyra berpikir lagi jika ia seharusnya pergi ka Kantor Agam dan mengajaknya makan siang dan tentunya tanpa Marsha. Alyra tidak mau jika Marsha ikut bersama mereka. Alyra mulai berpikir lagi jika seharusnya ia menjaga Agam dari godaan anak beruang yang menyesatkan.
"Aihh....ini tidak bisa dibiarkan aku harus menjaga suamiku dari godaan anak beruang..." ucapnya dan kemudian ia bersiap untuk pergi menemui Agam.
*
*
*
"Sempurna.... Ya ampun kenapa aku cantik sekali ya " ucap Alyra sambil melihat tampilan wajahnya di cermin.
"Tapi kenapa Kak Agam tidak menyukaiku, apa karena aku kurang seksehhh....." ucapnya lagi sambil melihat ke arah buah kelapa gantungnya eh tidak maksudnya buah lemonnya. Pantas saja Agam tidak tertarik pikir Alyra.
"Apa aku harus berdandan seperti anak beruang itu, yang selalu dengan sengaja memperlihatkan buah mangganya agar bisa mengintip kesana kemari. Ahhhh tidak-tidak, aku tidak segenit itu " ucap Alyra bergidik jika buah lemonnya terlihat orang lain.
"Isshhh.... berarti waktu itu Kak Agam minum susu karena membayangkan buah mangga anak beruang. Astaga....ini tidak bisa dibiarkan, aku harus memberitahu Kak Agam jika susu murni lebih enak daripada susu beruang" gumam Alyra, ia pun segera pergi menuju kantor Agam.
"Baiklah....Kak Agam tunggu aku, aku akan menyelalmatkanmu. Awas kau jangan sampai minum susu sembarangan atau nanti kau akan keracunan" ucap ya sambil berlari menuju keluar rumah dan naik kendaraan yang sudah ia pesan tadi.
*
*
*
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, Alyra pun sampai di kantor Agam. Ia bergegas masuk ke dalam kantornya, namun sayang karena ternyata Agam sedang tidak berada di kantornya. Katanya Agam sedang meeting di luar. Salah Alyra karena tidak menghubunginya dulu.
"Ya ampun jadi suamiku sedang meeting dengan anak beruang itu....ini tidak bisa dibiarkan" gumam Alyra, Alyra pun langsung menelepon Agam .
*
*
*
Siang itu Agam memang ada pertemuan penting dengan rekan kerjanya, dan pertemuan itu dilaksanakan di sebuah restoran agar bisa langsung makan siang bersama di sana.
Saat meeting selesai Agam berpamitan untuk pergi ke toilet, dan saat ia sedang berada di toilet ponsel Agam terlihat berbunyi. Dan kebetulan Agam memang menyimpan ponselnya di tas kerja Agam. Mendengar suara ponsel Agam berbunyi . Marsha langsung membuka tas Agam dan melihat ponselnya yang menyala dan terlihat ada panggilan dari Alyra.
Marsha yang melihatnya berdecak sebal karena memang sedari dulu, ia tidak menyukai Alyra yang selalu mengintil kepada Agam.
"Hallo.... Ada apa ?" Tanya Marsha dengan nada tidak suka pada Alyra. Mendengar suara anak beruang yang mengangkat teleponnya membuat rasa cemburu menyeruak dalam dada Alyra.
"Hei anak beruang, kenapa ponsel suamiku ada padamu ?" Tanya Alyra dengan kesal
"Suami....suami siapa ?" Tanya Marsha
"Tentu saja suamiku....Kak Agam adalah suamiku kau mengerti....!!!"
Deg.....
"Jadi istri Agam adalah Alyra...." gumam Marsha, Marsha langsung tersenyum jahat. Jadi istri Agam adalah gadis kecil dan manja , Marsha berpikir jika ia tidak perlu khawatir akan kehilangan perhatian Agam. Karena perasaan Agam padanya tak lebih dari seorang adik bagi Agam dan Marsha tahu itu.
"Hei anak beruang....kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku, apa telingamu berpindah tempat ?!!" kesal Alyra karena Marsha hanya diam saja.
"Agam sedang di toilet, dan ia mempercayakan ponselnya padaku. Karena kami baru saja selesai meeting, dan selama meeting ponsel Agam aku yang memegangnya karena ia tidak ingin diganggu saat bekerja" jawab Marsha berbohong.
"Ishhh....dasar pembohong " jawab Alyra tidak percaya.
"Terserah......" jawab Marsha langsung menutup panggilan dari Alyra dan menghapus riwayat panggilan itu.
"Ahh dasar anak beruang durjana, ia menutup panggilanku. Benar-benar tidak sopan, lihat saja akan aku jadikan kau beruang goreng. Dia bahkan tidak memberitahu tahuku jika mereka berdua sedang berada dimana" ucap Alyra dengan kesal. Namun anak teh celup itu tidak kehilangan akal. Jika Marsha dengan sengaja menutup aksesnya pada Agam, maka Alyra punya cara lain yang ekstrim untuk mengetahui dimana Agam berada.
Ia langsung membuka kembali ponselnya dan membuka aplikasi berwarna hijau dan melihat satu nama kontak akan membantu mencarinya dimana Agam.
"Hallo Kak Daniel......"
*
*
*
Kalo like nya nambah nanti aku up lagi 😚😚😚💃💃💃
Bunga-bunga nya kasih mimin dong, atau kalo ada Mimin minta kopi ☕ Mimin haus abis nulis 😆🤭
Yukkk baca kedua novel ku yang berjudul " My Love My Teacher " 👉 Novel ke 1 & yg berjudul " Cinta Yang Tulus Setelah Perjodohan" 👉 Novel ke 2.