NovelToon NovelToon
Di Ujung Jalan

Di Ujung Jalan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:110.4k
Nilai: 5
Nama Author: 🌹Ossy😘

Nama gue Arin.Umur dua puluh tahun. Gue hanya gadis miskin .Keinginan gue hanya satu yaitu menaikkan derajat hidup keluarga gue agar tidak dihina dan direndahkan.Gue bekerja sebagai buruh pabrik di siang hari ,sore harinya gue kuliah. Jalan hidup gue penuh dengan liku-liku dan jalan terjal. Banyak cobaan cacian dan makian . Tapi gue tidak akan patah semangat walaupun gue terjatuh berkali-kali gue akan terus bangkit. Ini hidup gue ,dan gue akan terus bangkit dan berjalan menuju cita-cita dan cinta gue. Yuk ikuti dan lihat perjalanan hidup gue untuk memperjuangkan cita-cita dan cinta gue. Karena disitu akan penuh dengan canda tawa dan air mata juga tentang persahabatan yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Kembalilah Arin

Hari telah pagi . Matahari sudah menampakkan sinarnya. Pagi yang indah untuk memulai melakukan segala aktivitas. Termasuk dirumah Arin. Bunda sudah selesai memasak dari pagi .Karena bunda mau ke rumah sakit menjenguk Arin dan juga karena semalam tidak bisa tidur . Selalu kepikiran Arin yang belum ada kabar. Bara belum memberi kabar apapun. Bunda merasa khawatir dengan keadaan Arin.

" Nia, sebelum berangkat kerja anterin bunda ke rumah sakit dulu ya . bunda mau melihat keadaan Arin. Apakah sudah ada kabar dari Dokter Bara."

"Belum bund, bunda ga usah khawatir. Arin akan baik-baik saja , dia akan segera sadar bunda. Iya ... nanti pasti Nia anterin. Ayah berangkat kerja kan hari ini?"

Dari tadi ayah hanya mendengarkan percakapan mereka. Ayah sedang melamun. Dia kaget dengan pertanyaan Nia." Iya ,Ayah mau bekerja. Mumpung ada kerjaan, buat bayar biaya rumah sakit Arin.. pasti mahal sekali. Apakah ada kabar tentang orang yang merampok Arin ?" Ayah menjawab pertanyaan Nia dengan pelan. Dia penasaran siapa orang yang telah sekejam itu kepada anaknya. Dan Ayah merasa memang harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa membayar biaya rumah sakit Arin .

" Ayo bunda, kita berangkat,Rama mau sekolah ga si .Tapi sudah terlambat juga . Ini sudah jam tujuh." Nia sudah rapi , siap untuk berangkat kerja.

"Biarin untuk hari ini adikmu tidak sekolah. Pasti dia capek dan mengantuk. Ayah.... bunda berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum ."

"Wa'alaikumsalam... hati-hati Nia bawa motornya. Pelan-pelan saja.. ga usah ngebut .." pesan Ayah kepada Nia.

" Iya Yah, Nia berangkat ya.. Assalamu'alaikum."

Tapi sebelum mereka berangkat tiba-tiba datang dua orang polisi memasuki halaman rumah mereka.

"Assalamu'alaikum, Bapak ,ibu maaf mengganggu waktunya sebentar ."

"Ada apa ya pak, silahkan masuk dulu ,kita bicara di dalam saja." Ayah dan bunda terkejut ada dua orang polisi berkunjung ,mereka tidak jadi pergi dan masuk lagi ke dalam rumah . Mereka melihat ke kanan dan kiri takut ada tetangga yang melihat karena pasti akan menjadi berita lagi di kampung .

"Silahkan duduk pak, ada apa ya bapak berdua berkunjung ke rumah kami ,apa ada kesalahan yang telah kami lakukan?" bunda panik dengan kedatangan dua orang polisi tersebut.

"Begini Bapak dan Ibu sekalian, kedatangan kami kemari mau memberitahukan, kalau dalang perampokan nona Arin sudah kami tangkap." Pak polisi menjelaskan tujuan kedatangan mereka.

" Jadi Arin bener-bener mau dirampok pak, Siapa yang mau merampok orang miskin seperti kami ?" Nia ikut bertanya. Dia juga ingin tahu.Ada orang miskin di rampok . Yang mau diambil apanya.

" Yang merampok dua orang, Maul dan Asep atas suruhan saudara Omed. apakah kalian mengenal mereka..?"

"Maul dan Asep , saya pernah mendengar nama itu ,kalo ga salah anak muda yang suka nongkrong di pertigaan sana, tapi ga tau rumahnya dimana. Cuma pernah mendengar saja orang menyebut namanya. Kalau Omed , kalau ga salah dia teman Arin anak kami yang jadi korban. Apa mungkin.. Apa dia tega..dan setau kami dia anak orang kaya .Tidak kekurangan sama sekali. Untuk apa merampok kami yang miskin ini. " Bunda tidak percaya mendengar penjelasan Pak Polisi . Karena bunda tau bagaimana keadaan keluarga Omed. Dia tergolong keluarga terpandang. Selain itu Omed dan Arin bersahabat dekat . Apa mungkin hal itu bisa terjadi. Apa motif nya coba.

" Tapi kok aneh ya pak ,apa yang mau dia ambil dari Arin. Bahkan kita tidak punya apa-apa ." Ayah masih tidak percaya dengan penjelasan pak polisi.

" Apakah mereka bertiga sudah ditangkap pak?" Tanya Nia .

" Sudah , sekarang sudah ditahan di kantor polisi Kapan Bapak dan Ibu mau membuat berita acara surat penuntutan kepada ketiga tersangka?"

" Kami tidak bisa melakukan apa-apa mengenai hal itu .Menunggu Arin sadar dulu . Karena dia yang menjadi korban.Tapi apakah Saya bisa menemui tersangka dulu ,buat bahan pertimbangan kami untuk mengambil keputusan.." Jawab ayah yang dari tadi hanya mendengarkan . Ayah masih tidak percaya , Karena setau ayah Omed anak orang kaya apa mungkin bisa melakukan hal seperti itu. Untuk apa coba, hartanya saja berlimpah.

"Itu saja yang mau kami jelaskan ditunggu kedatangannya besok pagi jam sembilan ya Bapak dan Ibu kami permisi ... oh ya Bapak bisa menyiapkan pengacara untuk membantu membuat tuntutan. Atau pengacara bisa disiapkan dari kepolisian. Terserah bapak mau memilih yang mana." Tambah pak polisi menjelaskan.

" Baik pak nanti kami pikirkan." saut Nia.

Keluarga Arin tidak percaya Omed setega itu sama Arin, karena setau mereka ,Arin dan Omed bersahabat baik sejak kecil. Mana mungkin seorang sahabat bisa melakukan hal jahat kepada sahabatnya sendiri.

Akhirnya kedua polisi itu pergi dari rumah Arin. Bunda dan Nia berangkat ke rumah sakit. sedangkan Ayah berangkat kerja karena dia harus memikirkan biaya rumah sakit Arin yang pasti sangat besar buat mereka. Urusan dengan kepolisian biar besok saja . Pikir ayah .Rumah sudah sepi. Semua pergi melakukan aktivitas masing-masing kembali seperti biasanya.

🌸🌸🌸

Bram dan Bima meninggalkan rumah sakit pukul enam . Mereka harus bekerja. Sedangkan Bara pulang ke rumah pukul lima dan akan kembali lagi . Karena mulai hari ini dia sudah mulai bekerja di rumah sakit ini. Arin belum juga sadar . Entah kenapa dia belum mau bangun. Rama menemani kakaknya dengan setia. dia pandangi wajah kakaknya itu dengan seksama. Sering terlihat wajah Arin menunjukkan ekspresi wajah yang begitu sedih kadang juga tersenyum.

"Kenapa kakak belum bangun. Ini sudah pagi kak. Biasanya kita berebut sarapan buatan bunda. Jangan lama- lama tidurnya. Rama ingin becanda lagi sama kakak. Ayo mancing lagi kita kak. " Rama berbicara sendiri. Dia sangat sedih melihat keadaan kakaknya itu yang selalu mendapat cobaan .

" Assalamu'alaikum.." terdengar suara bunda mengucapkan salam. Bunda telah sampai di rumah sakit. "Rama bagaimana keadaan kakakmu . Apakah belum sadar juga. "

"Belum bund ,Rama juga heran . Tapi kata dokter yang barusan memeriksa, mungkin sebentar lagi. " Rama memberi penjelasan kepada bunda.

"Ini kamu makan dulu. Pasti lapar kan. Capek juga . Sehabis makan langsung pulang aja ,kamu istirahat,gantian bunda yang menunggu. Oh ya kamu udah ijin belum ke sekolah kalo hari ini tidak berangkat. "

" Sudah bund, Ya udah Rama makan dulu, lapar. Sebenarnya semalem sudah makan, Dokter Bara membelikan nasi goreng. Tapi sekarang sudah lapar lagi.hehehe.." Ucap Rama. Dia makan nasi yang dibawa bunda. Dia merasa lapar dan juga mengantuk tentunya.

"Rama, Dokter Bara tidak bilang apa- apa lagi kah tentang kondisi kakakmu . Kok sudah selama ini belum bangun juga. Padahal lukanya tidak parah, seharusnya sudah bangun. "

"Tidak bund, cuma bilang suruh nunggu mungkin sebentar lagi." Rama tidak bilang yang sebenarnya takut bunda malah jadi kepikiran. "Rama sudah kenyang, Rama pulang ya bund, tidak apa-apa kan kalau bunda sendirian disini. Kalau ada apa-apa pencet tombol saklar yang ini aja bund."

" Iya nak bunda tahu. Ya sudah sono kamu pulang. Istirahat,nanti kamu malah ikutan sakit. "

" Iya, bund.. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam.. hati-hati Ram "

Rama meninggalkan bunda sendirian di rumah sakit . Dia merasa sangat mengantuk. Sebenarnya kasian kalo bunda yang harus menunggu.Tapi Rama memang harus pulang . Semalam tidak sengaja mendengar percakapan Bara , Bram dan Bima tentang siapa yang mencelakai kakaknya. Dia ingin ke kantor polisi dulu untuk memastikan yang sebenarnya. Apakah benar Omed yang menyuruh mencelakai kakaknya ,karena setau dia Omed menyukai Arin.

Rama bergegas keluar dari ruangan . Dia harus pulang dan membersihkan badan dulu baru ke kantor polisi . Banyak hal yang mengganggu pikirannya.

🌸🌸🌸

"Pa..Ayo kita ke kantor polisi ,kita tengok Omed pa. Mama ga tega melihat Omed pa. Kasian dia .. biasanya tidur di kasur empuk. Sekarang harus tidur diatas tikar." Mama merengek mengajak papa uuntuk menengok Omed. Seberapa besar seorang anak melakukan kesalahan, tetap saja seorang Ibu tidak akan tega jika melihat anaknya sengsara.

" Iya Ma, Papa sudah menghubungi pengacara kita . Hari ini papa janji ketemu di kantor polisi jam sembilan. Ya udah mama siap-siap kita berangkat. "

"Iya pa, Mama sudah ga sabar pengen ketemu Omed. Mama sudah masakin makanan kesukaan omed. Bentar mama siapin dulu."

"Papa tunggu di depan ya Ma... jangan lama-lama, kasian pak pengacaranya nanti kelamaan menunggu kita."

"Iya pa.. sebentar aja kok." Mama mengambil rantang dan memasukkan makanan yang tadi telah disiapkan khusus buat Omed.

"Udah ni Pa, sebentar kan ..ayo kita berangkat." Mama masuk mobil duduk disebelah papa. Mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor polisi. Apalagi hari ini hari senin pasti perjalanan akan tersendat. Sudah menjadi tradisi jalanan ibukota akan selalu tersendat. Macet tidak bisa dihindarkan. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh selama tiga puluh menit ,kalo macet memakan waktu satu jam. Makanya kalo ada janji sebaiknya berangkat lebih awal.

Setelah satu jam perjalanan mereka sampai juga di kantor polisi. Papa dan mama masuk ke delam , dilihat nya pengacara keluarga mereka sudah menunggu di ruang tunggu kantor polisi.

"Maaf pak, kami sedikit terlambat. Maklum Jakarta selalu macet . Padahal tadi sudah berangkat lebih awal."

" Tidak apa-apa Pak, kami paham dan memaklumi." Kata pak pengacara. Dia menunggu baru sepuluh menit. Belum begitu lama juga.

"Mari pak kita masuk ke dalam. Semalem saya sudah memberitahukan inti masalah. Kalau secara detail nya mari kita tanyakan pada pak polisi." Papa mengajak sang pengacara untuk menemui pak polisi.

Mereka bertiga menemui petugas polisi dan menyampaikan tujuan mereka .

"Maaf pak,bisa kan saya bertemu omed , kasian anak kita pak , Pasti bapak salah tangkap. Ga mungkin anak saya melakukan hal tersebut. Dia tidak kekurangan apapun." Mama omed udah tidak sabar ,dia memberondong pak polisi dengan berbagai pertanyaan.

" Sabar Ma. Sabar sedikit dong ,pasti kita bisa bertemu anak kita." Papa menenangkan mama.

"Iya Ibu , pasti kami panggilkan . Silahkan duduk dulu." Pak polisi beranjak ke dalam dia memanggil omed dan kawan- kawan keluar. Omed datang dengan Maul dan Asep mereka diborgol tangannya.

"Omed....hiks..hiks..Omed anak mama." Mama langsung memeluk Omed sambil menangis seperti tidak bertemu beberapa tahun saja.

"Iya Ma..maafin Omed Ma..maafin." Omed bersimpuh di kaki mama. Dia menangis juga. Penyesalannya sangat dalam.

" Papa akan mengeluarkanmu dari sini dengan jaminan. Kamu tenang saja. sabar sebentar pengacara kita sedang mengurusnya." ucap Papa ,dia tepuk-tepuk bahu Omed.

"Tidak usah Pa . Biarkan Omed menjalani hukumannya. Ini hukuman yang pantas untukku ,Pa.. Karena memang Omed bersalah." Omed memaksa papanya tidak mengeluarkan dia . Karena dia ingin menjalani hukuman sebagaimana yang seharusnya dia dapatkan.

"Omed .. jangan keras kepala. Bagaimanapun juga kamu anak Papa. Mana tega papa melihat keadaan kamu begini. Siapa korbannya biar papa dan mama minta maaf padanya." Papa juga ngotot memaksa omed untuk mau menerima perintahnya. "Katakan siapa dia. Katakan Omed. Nanti papa dan mama ke rumahnya ."

"Arin Pa. Anaknya pak Yanto yang tinggal di Kampung sebelah. " Akhirnya Omed mengaku.

"Astaghfirullah..Omed itu teman Papa. Kenapa setega itu kamu hah.." Papa tidak menyangka jika korbannya adalah anak teman baiknya sendiri. Kepalanya sangat pusing. Dia merasa malu sekali. "Haduuhh Omed.. memalukan sekali kamu. Dia cuma orang biasa hah. Apa yang mau kami ambil darinya hah..?" Papa semakin murka.

"Sudah Pa..sudah . Nanti kita ke rumahnya. Mama kenal mereka . Mereka keluarga yang sangat baik. Pasti mereka memaafkan anak kita." Mama sekarang gantian yang menenangkan Papa. Papa sangat shock mendengar keterangan Omed.

"Tidak segampang itu urusannya Ma..haduhh Omed kenapa . Papa masih tidak mengerti. Alasannya apa ..?"

Omed tidak mengaku alasan dia melakukan itu semua . Dia merasa sangat malu. Tingkahnya memang sangat memalukan . Tak bisa dimaafkan. Sama orang yang disayang tega melakukan hal sekejam itu. Omed hanya menunduk. Di dalam hatinya dia begitu teramat sangat menyesal. Seandainya waktu bisa diulang. Seandainya dia tidak terobsesi ingin memiliki Arin. Semua ini tak akan terjadi.Dan beribu seandainya bercokol di otaknya. Tapi akhirnya hanya kalimat ya sudahlah semua sudah terjadi. Saat ini tinggal menjalani hukuman atas perbuatannya. Menyesal memang adanya di belakang. Sudah tidak bisa di kembalikan lagi .

"Omed yang sabar ya kamu nak, kita pasti mengusahakan yang terbaik buat kamu. Bagaimana pun kamu adalah anak Papa . Papa akan melakukan yang terbaik buatmu. " Papa memeluk Omed dengan erat. Air mata keluar dari kedua orang ayah dan anak.

"Maafin saya Om, karena saya Omed masuk penjara, seandainya saya tidak memberikan ide konyol ,tak kan mungkin ini semua terjadi." Asep ikut berbicara . Memang sebenarnya dialah yang mempunyai ide tersebut. Dan Omed menyetujuinya.

"Ini juga salah saya Om, seandainya saya tidak membawa pisau ,dan saya tidak panik." Maul juga ikut menjelaskan semua kejadian nya.

"Sudahlah, Semua sudah terjadi. Kedepannya harus hati-hati kalau mau bertindak, harus berpikir dulu." Papa menenangkan mereka yang saling menyalahkan diri sendiri.

"Jadi kalian semua yang telah berbuat jahat .. kalian yang telah melukai Arin.."

Bug..bug..bug. "Kalian jahaaaat.."

Siapa yang datang ..

1
endang purwanti
Arin n Fian kembar kah
𝐀⃝🥀Ossy: bukan..
total 1 replies
Eko Nur Yanto
Udah Beberapa Bab kok Ceritanya itu2 aja ya membosankan Cari topik lain Biar pembaca ngak Bosen
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih atas sarannya,🙏🏾
total 1 replies
𝙮𝙤 ʳᵃᵐᵃ꫞
awal yg menarik
ˢ⍣⃟ₛ αηтιє
di ujung jalan ini....
aku menanti mu....
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Saran Thor.. Penulisan "mamaMaria" dikasih spasi ya, tetap semangat Thor 💪💪
𝐀⃝🥀Ossy: mungkin kemarin karena buru2
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Awal bab ceritanya sudah bagus : dari perkenalan karakter pemeran tokoh utama dan yang lainnya, percakapan dan paragraf. 👍👍
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih sudah mampir
total 1 replies
𝓐𝔂⃝❥ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ KANG SALMANᴳᴿ🐅
akhirnya......
kenapa seperti ini....
🤔🤔🤔🤔
𝓐𝔂⃝❥ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ KANG SALMANᴳᴿ🐅: ehm ehm
total 10 replies
🗣🇮🇩Joe Handoyo🦅
Horeee... tamat, motor butut nya dikemanain tuh 🤣
𝐀⃝🥀Ossy: mana ya. coba aku timbang dulu
total 9 replies
IG : Chocollacious
astagaa sad ending, pagi pagi baca mengandung bawang amat😭😭 tapi gapapa makasih kak sdh bikin cerita yg selalu campur aduk perasaanku🤭
𝐀⃝🥀Ossy: sama2 maaf ya.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Duh Airin kamu kenapa. . ...
semua masalah ada penyelesaiannya
jangan berbuat konyol ..dan merugikan diri sendiri
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Oh Dokter Bara iya kan kemauan Airin dg berjalan waktu dan kebersamaan pasti cinta Airin ke kamu tumbuh subur
karna kau siram dengan kasih sayang mu 😘😘😘😘😘
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
kenapa gak dapa hidayah itu mama
ngak ngaca apa yg menimpa diri nya 😡😡😡 masih untung selamat dari maut kecelakaan kok gak Sada mulut masih lemes aja
dasar Mak Mak komplek 😡😡😡😡
ᬊ❣️💕༄ ꋬꊰ꒐ꆰꋬ ꋬ꒒ ꋬꌦ꒤ꃳ꒐💞❣️ᬊ
nah kan bener komentar saya di bab sebelumnya,,,

pada akhirnya penderitaan Arin berakhir seiring dengan hembusan nafas nya juga ikut berakhir....

tega banget kamu thor,,,,

gak kasih kesempatan Arin buat ngerasain kebahagiaan.... 😭😭
𝐀⃝🥀Ossy: maaf ya🥺🥺🥺
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Ahkir takdir Airin memilukan
𝐀⃝🥀Ossy: itulah takdir kita tidak tau apa yang akan terjadi
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
😭😭😭😭😭 maaf kan Aku Author baca nya loncat penasaran dg Airin
kenapa harus meninggalkan
kisah Airin sangat nyenyak didada. rasa rasa nya. jarang ke bahagian menghampiri nya
takdir Airin memilukan.
terus kapan pertemuan di ujung jalan nya 🤗🙏🥰 apa bertemu dokter bara di jembatan siritolmustakim 😭😭😭😭
𝐀⃝🥀Ossy: jgn bikin sedih deh.. aku nulis aja sambil nangis 🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
trimakasih Ossy atas novel di ujung jalan ini, di tunggu karya selanjutnya yg lebih seru lagi semangat terus onel 🍅🥰🥰😘
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐: Sama-sama Ossy, sukses terus ya, jan lama2 novel terbarunya
total 2 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
bener2 tamat ini Ossy, dan Arin pergi untuk menghadap pada sang pemilik hidupnya. ya Allah Ossy endingnya sedih banget dan gk nyangka Arin yg akan meninggal
𝐀⃝🥀Ossy: masih ada extra chapter nya ditunggu ya
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Pada akhirnya, Hanya Kehendak Tuhan yang jadi 👍👍👍
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Ok, De ❤🤗😘 ... 🥳🥳🥳
total 6 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
kenapa arin banyak mengalami musibah
𝐀⃝🥀Ossy: itulah kehidupan kita tidak tahu apa yg terjadi di depan kita
total 1 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
jangan bilang jika Arin nantinya lumpuh,, oh tidak ossy jangan sekejam itu pada arin
𝐀⃝🥀Ossy: yups Betul 🥺🥺
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!