Tahap Revisi 🙏
Jihan Shafira (22tahun)adalah seorang wanita yang Keras kepala,tangguh dan mandiri.Dia sudah bekerja di perusahaan Royal Garden selama 5th.Proyek yang dikerjakan nya tidak pernah gagal.
Namun,kesialan itu muncul ketika perusahaan milik tempat Jihan bekerja di ganti dengan CEO baru,yang super higenis,dan juga dingin.
Apakah Jihan akan bertahan di Royal? perusahaan yang telah membuat nama nya menjadi di kenal banyak orang,atau memilih mundur ketika di hadap 'kan dengan seorang CEO yang menurut nya super aneh.
Ikuti cerita Jihan ini sampai end!
Alur nya London-Inggris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBM-Masa Lalu
Jihan membereskan semua berkas yang berserakan diatas meja kerja nya.Lalu memasukan ponsel ke dalam tas,Jihan segera berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu.
"Ji.."Panggil Agnes.Namun,Jihan tidak menggubris nya,ia segera berlalu dari ruangan tersebut.
Dengan langkah yang besar,Jihan pergi meninggalkan royal.Dia terlihat begitu terburu-buru.
Jihan pergi menuju kafe Al,disana terlihat sedang banyak pengunjung,dan hari ini Al sudah menerima pelayan baru untuk di pekerjakan.
"Jihan "Sapa Al.Jihan tersenyum,lalu duduk di meja dekat dengan kasir.
"Kak Al sibuk?"Tanya Jihan,saat Pria itu menghampiri nya.
"Eeeem"Al mengangguk nya.
"Ada apa?Kamu terlihat begitu gelisah?"Sambung Al lagi,
"Terimakasih !"Ucap Jihan,saat Al memberikan segelas jus jeruk kepada nya.
"Ada apa ?katakan pada Ku,mungkin Aku bisa membantu mu?"
Jihan terlihat ragu,untuk bercerita dan bertanya kepada Al,saat melihat Pria itu terus memandang nya.
"Apa ini tentang Arnav ?"
Jihan mengangguk nya.
"Berkaitan dengan proyek yang baru saja ia terima?"
Jihan kembali mengangguk kepala nya.
"Berhenti mengangguk,ceritakan padaku!"Ujar Al,yang sudah siap mendengar keluh kesah Jihan.Terlihat Jihan yang sedang menarik nafas nya dalam-dalam,lalu menghembus pelan,membuat Al tertawa kecil.
"He..He..He..Heeem,jadi,Apa masalah mu?"Tanya Al lagi,saat melihat Jihan tak kunjung bercerita.Wanita ini masih juga diam menatap Al dengan lekat.
"Kalau Kamu tidak mau bercerita,bagaimana Aku bisa membantu mu?"Al menganggukkan kepala nya,untuk menyakinkan Jihan.
"Kenapa Kamu terlihat begitu gelisah,apa proyek baru itu menganggu pikiran mu?"
Jihan menggelengkan kepalanya.
"Tidak,hanya saja Aku merasa ada yang aneh dengan konsep yang di berikan klien kepada Pak Arnav!"
"Kak Al,Aku baru ingat,waktu pertama kali Pak Arnav tinggal di Apartemen royal,tanpa sengaja Aku melihat bekas luka di tubuh nya,apa Kak Al tau soal itu?"Kini Jihan menatap Al dengan lekat,mengharap 'kan sebuah jawaban yang memuaskan.
"Eeeemm,seingat Ku waktu di kampus dulu,dia belum mendapatkan bekas luka itu,karena Kami satu grup saat berenang,jadi Aku bisa melihat jika di tubuh Arnav tidak ada bekas luka!"Imbuh Al,yang kini menompang kepala nya dengan satu tangan.
"Tapi Ji.Setelah Kami lulus,Aku mendapat kabar,kalau Arnav mengalami kecelakaan mobil"
"Kecelakaan mobil?apa separah itu sehingga masih meninggalkan bekas luka?"
"Eeem,seperti nya begitu.Dan waktu itu sangat kebetulan sekali,dengan kejadian dimana ia di tinggalkan oleh seorang wanita!"
"Di tinggalkan?"
Al mengangguk nya.
"Akhir -akhir ini,Aku perhatikan Kamu terlalu peduli kepada nya.Kamu sering kali mencari informasi mengenai masalah pribadi Arnav ?"Tanya Al,sembari tersenyum kepada Jihan.Wanita ini baru tersadar,lalu mengambil minuman dan meneguk nya.
"Bukan begitu,Aku hanya penasaran saja.Aku takut nanti melakukan kesalahan"
"Apa karena Kamu menolak menerima proyek baru itu?dan memaksa Arnav sendiri yang mengerjakan nya?"Al melihat raut wajah Jihan yang terlihat begitu tidak bersemangat.
"Pada waktu itu,saat Kami tiba di apartemen,Aku berdebat dengan nya begitu keras,Aku takut jika Aku terlalu galak dan melukai perasaan nya!"Ungkap Jihan.
"Kamu melakukan kesalahan !"Timpal Al segera,Jihan membulatkan matanya.
"Akhir-akhir ini,Aku melihat dia dalam suasana hati yang buruk.Kalian juga pasti merasakan itu,dan dapat melihatnya sendiri saat dia di kantor!"
Jihan menatap Al dengan wajah nya yang lesu.Merasa bersalah telah berdebat dengan Arnav,pada malam itu.
"Menurut informasi yang Ku ketahui,Dia hanya memiliki satu hubungan saat di kampus,dan setelah itu Kami lama tidak bertemu"Jihan mencerna ucapan Al barusan.Kembali raut wajah nya berubah tambah lesu.
"Tapi,setelah itu Aku mendapat kabar tentang nya.Bahwa dia mengalami kecelakaan mobil,setelah dia di tinggalkan oleh pacarnya itu!"
"Berarti kecelakaan itu,ada hubungan nya dengan dia ditinggalkan oleh pacarnya?"
"Iya!"Al mengangguk nya.
"Saat kemarin Aku melihat ia datang kemari dengan klien baru kalian,Aku merasa jika dia sudah banyak berubah.Pasti ada hubungan nya dengan kecelakaan itu!"
"Kak Al,Aku juga merasa kalau peraturan konyol itu ada hubungan nya dengan masa lalu Pak Arnav !"Cetus Jihan,yang sudah mulai kesal lagi.
"Kalian berdua tinggal satu atap,jika Kamu terlalu penasaran kenapa tidak langsung bertanya kepada nya?"Al menaikan satu alis nya,Jihan segera memalingkan wajah nya,dan meneguk minuman yang ada di tangan.Membuat Al tersenyum geli.
"Kak Al,jangan beritahu siapapun kalau Aku bertanya tentang Pak Arnav kepada mu!"
Al mengangguk sembari tersenyum.
"Aku serius!"Ketus Jihan,dengan tatapan tajam nya.
"Iya-ya!"Al mengangguk nya lagi.
"Aku hanya tidak berharap,jika dia lebih rapuh dari yang sudah pernah terjadi!"Lirih Jihan,Al tersenyum manis kepada Jihan,saat melihat raut wajah Jihan yang terlihat begitu peduli kepada Arnav.
"Aku pulang dulu,Kak Al terimakasih untuk hari ini!"Jihan segera berdiri dari tempat duduk nya,mengambil tas lalu segera pergi meninggalkan kafe Al.
Al hanya bisa tersenyum saat melihat Jihan yang sudah berlalu dari hadapan nya,bahkan bayangan Jihan pun sudah hilang dari pandangan netra Al.
Apartemen Royal. . .
Arnav lebih dulu tiba di apartemen,ia merasa seluruh tubuh nya nampak gatal,entah apa yang salah dengan makanan nya hari ini,Arnav merasakan sesuatu yang salah dengan nya.
Ceklek !
Arnav mendengar suara pintu terbuka,ia segera berlari ke arah sofa,dan duduk dengan tenang disana,menyembunyikan rasa gatal nya di hadapan Jihan.
"Eeem,Aku pulang !"Jihan melangkah masuk ke dalam saat melihat Arnav di ruang tamu,ia menghampiri nya.Jihan melihat ada yang aneh dengan Arnav,saat duduk ia merasa tidak bisa diam begitu tenang.
"Ada apa Pak?"Tanya Jihan.Satu tangan Arnav bergerak untuk menggaruk bagian punggung nya.Jihan dapat melihat itu.
"Apa yang Bapak makan hari ini?"Tanya Jihan lagi,yang mencoba untuk memeriksa nya.
"Aku baik-baik saja!"Sahut Arnav dengan dingin.
"Aku sudah bertanya dua kali,harusnya itu menjadi jawaban dari pertanyaan Aku sebelumnya !"Ujar Jihan,yang kesal.
"Aku tidak tau,Aku tidak mendengar nya!"Bantah Arnav.
"Itu bukan alasan nya!"
Arnav berdiri,dan hendak pergi.
"Hei"Jihan segera menarik tangan Arnav,sehingga membuat pria itu terjatuh ke dalam pelukannya.
Ke dua nya terasa begitu dekat,bahkan Jihan salah merasakan hembusan nafas dari rongga hidung Arnav yang saat ini berada begitu dekat dengan wajah nya.
"Kenapa Bapak melarikan diri?"Tanya Jihan.Namun,Arnav hanya diam saja.Apalagi saat ini tangan Jihan mulai bergerak ke punggung Arnav,membantu Pria itu untuk menggaruk punggung nya.
"Apa Bapak tidak tahu cara nya berterimakasih kepada orang lain?"Cibir Jihan,
"Eeem!"
"Eeemm?"Jihan menaikan alis nya.
"Hanya eemmm?"Tanya Jihan lagi,
"Aku bisa melakukan nya sendiri!"Arnav segera membalikan tubuh nya,dan hendak pergi.
"Tunggu,Bapak duduk disini!"Titah Jihan ,dengan memegang ke dua bahu Arnav,menuntun Pria itu agar duduk di sofa.Akhirnya Arnav terpaksa menurut saat melihat raut wajah Jihan yang terlihat hendak marah.
Setelan Arnav kembali duduk,Jihan duduk disebelah Arnav,dan membantu pria itu untuk menggaruk punggung nya lagi.
"Aku sudah menggantikan semua makanan yang tidak bisa bapak makan,Aku sudah membersihkan kulkas,satu hari yang lalu!"Ungkap Jihan,masih fokus menggaruk punggung Arnav.
"Dan kenapa Kau bisa mengalami reaksi alergi begini?apa Kau makan makan di luar dan tidak memperhatikan nya?"
"Aku tidak tau,seperti nya ada yang Ku lupakan,saat makan tadi.Maaf Aku merepotkan mu,Alien seperti Ku memang sulit beradaptasi dengan orang normal seperti Kamu!"
Jihan melihat ke arah Arnav,dengan tatapan kesal nya,saat mendengar jawaban Pria itu.
singgah sini.👍
Permulaan yang baik
trimakasih thor 🤗
siap" patah hati nii