BUKAN KAWASAN ANAK DI BAWAH UMUR!
Di sebuah pesta, untuk pertama kalinya David bertemu Amelia, seorang pelayan yang datang ke pesta dengan undangan yang ditemukannya di jalan.
David jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Amelia sehingga membawa perempuan itu ke dalam apartemennya dan menghabiskan malam bersama.
Enam tahun kemudian, David bertemu dengan seorang perempuan yang berwajah mirip dengan Amelia. David yakin kedua perempuan itu adalah orang yang sama, tetapi perempuan itu malah mengelak.
Siapakah perempuan itu? Apa yang sebenarnya telah terjadi pada enam tahun yang lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Gtw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Hubungan Baru 1
Baru saja David menyelesaikan mandinya sepulang bekerja. Dia bekerja sangat keras dalam satu hari ini. Dia bahkan tidak pulang tepat waktu. Dia pulang lebih lambat dari biasanya. Kesibukan akan membuatnya lupa pada perkataan Amelia yang membuatnya kesal, tetapi juga menyesal.
David berjalan ke arah pintu karena seseorang membunyikan belnya. Awalnya dia keheranan karena tidak pernah mendapatkan tamu di apartemennya, apalagi semalam ini. Biasanya tamu-tamunya akan menemuinya di hotel.
Rupanya Alex yang datang. David bisa menebak kalau laki-laki itu akan mulai ikut campur dalam urusannya.
Karena menjadi anak ketiga di keluarganya, Alex tidak memiliki beban yang berat dari keluarganya. Keluarganya bahkan membebaskan laki-laki itu untuk membuka restoran sendiri. Tentu saja Alex tidak memiliki banyak urusannya sendiri. Karena itu dia selalu mencoba ikut campur dalam urusan teman-temannya.
Meski enggan menemui Alex, David tetap membukakan pintunya. Alex adalah bos di tempat Amelia bekerja dan satu-satunya teman David yang mengenal Amelia. Tentu saja David akan banyak membutuhkan bantuannya.
“Kenapa kau ke sini?” tanya David setelah membukakan pintu untuk Alex.
Alex tidak langsung menjawab. Dia malah sibuk menelusuri setiap sudut dalam apartemen David. Kemudian dia duduk di atas sofa tanpa menunggu persilakan dari David.
“Wah, tempat tinggalmu tak sehebat yang kukira ternyata,” kata Alex menilai.
David hanya melirik. Dia sibuk menyiapkan minuman.
Karena tak ada jawaban, Alex pun menoleh ke belakang. “Kau memiliki hotel mewah, tapi kenapa kau tidak menempatinya?” tanya Alex
“Itu bukan urusanmu, kau tahu,” sahut David sembari menyuguhkan minumannya kepada Alex.
“Kalau kau tidak suka tinggal di hotelmu itu, maka setidaknya belilah sebuah rumah. Itu akan menjaga peringkat kekayaan keluargamu.”
“Terima kasih atas sarannya.”
“Bagaimana kau tahu kalau itu saran?”
David diam. Dia tidak mau menanggapi omong kosong itu lagi. Akhirnya suasana pun menjadi hening.
“Lia bilang kau bukan pacarnya,” kata Alex tiba-tiba.
Kata itulah yang akhirnya berhasil menarik perhatian David. Laki-laki itu menoleh. “Dia sendiri yang mengatakannya?” tanya David.
“Jadi kau benar-benar ditolak?” tanya Alex.
Tanpa menunggu jawaban David, Alex sudah tertawa terpingkal-pingkal. Dia sudah tahu jawabannya.
“Apa dia juga mengatakan itu?” tanya David. David menjadi putus asa.
“Aku hanya menebaknya.”
Seketika David merasa lebih lega.
“Wah, David, David.” Alex bertepuk tangan. “Untuk pertama kali kau mencintai perempuan, tapi kau sudah ditolak,” ejeknya.
“Berhentilah. Aku bukan dalam suasana yang baik untuk diejek.”
“Jadi apa rencanamu selanjutnya?”
“Dia tidak mau bertemu denganku lagi. Lalu apa yang harus kurencanakan? Kisahku dan dia sudah selesai.”
“Jadi kau akan menyerah semudah itu?”
“Aku tidak menyerah semudah yang kau pikirkan. Aku sudah berusaha.”
“Kalau kau berhenti sekarang, itu berarti kau membuktikan apa yang dia pikirkan tentangmu. Kau harusnya berusaha untuk mengubahnya.”
“Kenapa aku harus berusaha mengubah diriku? Memangnya apa yang salah denganku? Aku tidak pernah salah. Dialah yang selalu menyalahkan aku.”
“Benarkah?”
Itu tidak benar. Jika David yakin kalau dirinyalah yang benar, dia tidak akan diam di dalam mobil, menunggu Amelia pulang di depan restoran, seperti esoknya.
***
Tenang akhirnya mendatangi Amelia setelah sekian lama. Dia bisa kembali bekerja dengan tenang, seperti hari-hari sebelum bertemu David. David tidak datang ke restoran lagi dan Alex tidak akan memecatnya. Sayangnya garis kejam antara dia dan David masih terhubung. Karena itulah ketenangan Amelia hanya bertahan dalam satu hari. Malam hari keesokannya, mobil hitam David ditemukan tengah terparkir di depan restoran tempat Amelia bekerja.