NovelToon NovelToon
Kepingan Jingga

Kepingan Jingga

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Nikahmuda / TimeTravel / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

Apa jadinya jika seorang berandal paling dibenci di sekolah tiba-tiba mengaku suami sah-nya?
TEROR, begitulah Rengganis Kamania si gadis berusia 18 tahun dan masih duduk di bangku SMA tahun ajaran akhir menyebut hal itu.
Sikap Nata Prawira, pemuda satu angkatan dengannya yang seperti ingin menelan Ganis hidup-hidup, mengikuti kemanapun Ganis pergi membuat gadis ini takut juga membenci salah satu berandal yang masuk daftar hitam sekolah ini.
Dan berhasilkah Wira meyakinkan Ganis? Mengumpulkan kepingan-kepingan jingga kisah keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GARANGNYA RENGGANIS

"Lu bisa mundur nggak?!" bentak Wira pada Suci. Sejak tadi ia sudah beberapa kali menjauh namun perempuan ini seperti tak ada takut-takutnya. Apakah harus Wira menggunakan kekerasan agar ia mengerti, mengingat Suci perempuan dan ia tidak sepecundang itu melukai perempuan.

"Lu di diemin malah ngelunjak!" sentaknya lagi penuh amarah.

"Za, urus nih! Cewek lu!" ujar Wira lama-lama kesal juga. Mengerti dengan maksud Wira, Reza menengahi Suci.

"Kamu kenapa si Ra, gara-gara diliatin Ganis? Emang kenapa sama dia? Biasanya juga anteng-anteng aja kalo aku duduk di sebelah kamu," Ganis mengerutkan dahinya, ia seperti sedang menonton drama pelakor tapi bedanya bukan diserang sama bini tua melainkan oleh si suami itu sendiri. Awalnya Ganis ingin pergi dari sana, tapi berhubung melihat drama marimar di depannya, sayang jika dilewatkan. Kali aja si marimar dijambak sama ferguso iye kan?! Lah, ferguso kan guguk?! Nah itu si Reza ngintilin Wira terus jadi bodyguardnya apa namanya ibaratin aja si ferguso.

"Aku awasin kamu ya,"

Tatapan Ganis menyiratkan peringatan dan ancaman untuk Wira.

"Lagian jadi cewek glenyean banget! Kalo gatel tuh garuk di pohon!" Ganis mulai berani buka suara.

"Pfffftt, kaya kucing oyen Nis!" tawa Rindu disetujui Damar dan Raja yang ikut tertawa renyah.

Suci, dan Yola terpancing tak percaya mendengar Ganis berani begitu, tak taukah ia, Yola dan Suci cs itu bagaikan geng nero, wani neko-neko langsung keroyok. (macam-macam)

"Njirr, lu yang kegatelan. Ngapain juga kesini, tumben amat! Kenapa, mau gabung?!" tembak Suci sengak mulai berdiri dari duduknya.

Ganis tertawa mencibir, "dih, ikutan nempelin laki kaya gitu?! Engga tertarik makasih deh, Ganis punya kegiatan yang lebih berfaedah daripada cuma ngintilin laki-laki yang ngga respect, meng-sedih!" Ganis mengejek, Wira ikut bangkit saat melihat situasi mulai panas antara Suci dan Ganis. Sementara cs Wira malah menonton seru, rupanya Ganis memiliki nyawa banyak, berani pada Suci cs. Baru kali ini ada yang berani seperti Ganis selain anak sekolah lain tentunya yang memiliki kekuatan circle pertemanan khusus.

"Nis," Rindu memegang tangan Ganis.

"Nggak usah Ndu. Nih ya aku cuma mau ngasih tau. Semua yang sekolah disini tuh bayar, punya hak yang sama, dan ga ada yang diistimewakan. Kalo lu mau jadi ratu dan so berkuasa disini bayarin tuh uang spp siswa lain! Baru kita hormat-hormatin lu deh, kaya hormatin bendera!" sengit Ganis.

"Si*@lan nih cewek!" tunjuk Yola, Reza, Malik, dan Raja ikut bereaksi dengan bersiap menahan kedua gadis ini. Mereka tau jika Suci dan kawan-kawan memang gerombolan gadis bar-bar, dengan tindakan kriminal yang bikin geleng-geleng kepala para emaknya di rumah, takutnya mereka menyerang Ganis atau Rindu. Rindu adalah crush Damar, sementara Ganis, mereka taunya Ganis sudah di target Wira, agar tak ada yang berani mengganggu Ganis, bisa mereka tebak Wira menyukai Ganis.

"Yola, jaga mulut lu!!" bentak Wira menakutkan, seketika Yola diam.

Wira menahan Ganis dengan meraih bahu kecil Ganis, "diem! Kamu ga usah ikut campur! Ini urusan perempuan," pelotot Ganis, gadis ini menggidikkan bahu dengan tujuan meminta Wira melepas bahunya tapi rupanya tak ada niatan Wira untuk melepasnya.

"Kamunya diem juga," ujar Wira menegur Ganis.

"Mereka yang duluan, gatel mulut aku-nya. 2 bulan liatin tingkah eneg mereka suka seenaknya sama yang lain, kalaupun ga ada kamu aku masih berani sama mereka!" sungut Ganis kesal. Wira memilih diam, melawan perempuan yang sedang tersulut amarah dan cemburu mungkin? Akan selalu salah. Mendadak hatinya berflower. Apakah Ganis sedang cemburu?

Melihat Wira yang langsung diam diomeli Ganis, membuat mereka jadi ikut melongo tak percaya, saking melongonya mungkin satu sepatu boots masuk tuh ke mulut.

"OMG, ga caya gue. Wira diem dong sama Ganis," bisik Aneu.

"Gua udah bilang Ganis ceweknya Wira, pada ga percaya sih!" ujar Damar berbisik tegas, hanya mengatakan jika Ganis adalah kekasih Wira, jika mengatakan istri Damar takut ini akan jadi masalah untuk keduanya dengan pihak sekolah.

"Gua kira Ganis cuma cem-ceman doang yang jadi target Wira," balas Raja berbisik-bisik tetangga dengan Damar.

"Jangan dipikir karena aku anak baru, terus ga berani sama kamu! Ga usah jadi jagoan karena disini bukan sekolah buat jadi superhero," jika dalam berkata-kata Ganis memang jagonya, lebih tepatnya bukan hanya ia tapi manis manja grup. Mungkin sikap berani Ganis ini naluriah, yang sempat ditularkan Wira juga.

Yola dan Suci sudah mengepalkan tangannya, ingin rasanya kedua gadis ini mencakar dan menyerang Ganis seperti seekor kucing.

"Lu!" Tangan Suci ingin meraih Ganis.

"E--e--eh..." tahan Reza dan Malik.

"Lu semua, ngapain belain dia?!" sungut Yola.

"Wira, kamu ada hubungan sama nih cewek?" tanya Suci menunjuk Ganis tak percaya.

"Udah gua bilang kan, Ganis bini gua!" Ganis memejam, sudah kepalang tanggung Wira mengumumkan hubungan keduanya.

"Gua pikir boongan Ra, kapan jadian nih mesti peje peje atuh!" tawa Raja dan ketiga lainnya menepuk-nepuk pundak Wira. Lain halnya dengan Suci yang sudah mencebik kesal, meraih tas berbulu miliknya sambil mendengus dan menghentak. Dalam pikiran mereka bini yang dimaksud Wira adalah pacar, kekasih. Padahal Wira memang mengatakan yang sebenarnya. Ia sampai menggelengkan kepalanya, memang otak teman-temannya ini sudah teracuni minuman dan obat-obatan sampai tenggelam di dalamnya, jadinya ucapan apapun mikirnya lama.

"Ngibrit sana lu!"

"Bilang sammmpphhh!" Wira membekap mulut Ganis, jika tidak begini maka mulut mercon Ganis akan terus mencerca dengan sumpah serapahnya.

"Aku belum selese!!" seru Ganis, melepaskan tangan Wira, ia mendongak menatap tajam, tak ada takut-takutnya.

"Udah! Ngapain kamu cape-cape marahin sama berantem gitu, toh mereka udah pergi,"

Merasa amarahnya belum keluar semua, Ganis memukul lengan Wira keras, "ini mah da kamu yang salahnya! Cewek kaya gitu dibiarin lama deket-deket jadinya ngelunjak, tau ngga!" omelnya.

"Ga suka kamu lah! Ganis ga mau sama kamu, sana pergi!" kembali ia mengomel. Bukannya Wira yang pergi tapi malah Ganis yang sudah melangkahkan kakinya, jadi yang ga waras disini siapa? Kalo lagi marah, mulut dan otak emang suka 'ga sinkron, setelah lelah marah-marah dengan nafas yang masih memburu, dada yang naik turun Ganis membalikkan badan mulai bingung, maksud hati ke arah kelas tapi karena otaknya jadi ikutan ambyar gara-gara masalah kamvrett ini ia jadi salah langkah.

"Nis, mau kemana oy?!" pekik Damar, dikekehi Rindu dan Raja.

"Berisik pa!"

"Kelas kan arahnya kesana, mau bareng ngga, kalo lupa kelas kita searah loh?!" seketika wajah Ganis memerah malu, kan boneng banget, udah marah-marah salah lagi!

"Tau ah!! Gua mau jalan sini! Biar muter-muter kaya otak gua sekarang!"

"Malu banget Nis, maluuuu!" gerutunya mengetuk-ngetuk jidatnya sendiri.

"Pfftt, ha-ha-ha. Si Ganis! Nis tungguin, bareng deh siapa tau ikut pusing muterin sekolah, ga usah minum ciu!" pekik Rindu berlari menyusul.

"Wah, selamat mamen. Gua kira lu ngga serius Ra suka sama Ganis?" ujar Reza.

"Peje kristal boleh lah atau jack daniel!" seru Malik. Wira mengulas senyuman tipis, "oke! di warung teh Irma, baliknya."

"Kuy lah!"

"Ati-ati Ra, Suci nekat!" decak Raja memberi peringatan untuk Wira.

"Hm," balas Wira setuju, tapi ia yakin Ganis akan baik-baik saja, lagipula Suci akan melupakannya, mengingat gadis itu berhubungan dengan pemuda mana saja.

"Suci masih penasaran sama pisang lu bray!" tawa Reza mengehkeh, Wira menggelengkan kepalanya.

"Iya udah ngerasain minta dikawin deh, kebagian si alnya!" dengus Malik tertawa miring.

"Yoi, bekasan banyak jalu!" (lelaki)

"Akhirnya seorang Wira punya cewek juga! Boga kabogoh euy!" (punya pacar uyy)

"Ganis emang geulis, bray!" mereka berjalan bersama namun berpisah saat akan memasuki koridor kelas masing-masing.

"Awas naksir! Pacarnya serem!" tawa mereka.

.

.

.

Ko males banget sih scenenya selalu ada pelakor, hampir di setiap kisah cinta pasti ada lalat ijo pake rok atau ulet bulu di blush-on'in, karena kalo kita narik kesimpulan secara fakta di lapangan setiap laki-laki atau perempuan yang ganteng dan cantik sudah pasti banyak yang suka, apalagi kalo penjabaran gambaran visual si mc-nya ganteng/cantik pake kebangetan, udah pasti lawan jenis suka, pake nguber-nguber kaya maling rokok. Kalo ga ada orang lain yang suka, gantengnya berhak di pertanyakan tuh! 3 cobaan dalam hidup seorang laki-laki, yaitu harta, tahta, wanita. Tinggal gimana si penulis menyajikan konflik dan penyelesaiannya aja, okay😉

1
Erni Fitriana
alhamdulillah..next baca karya auro keren selanjutnya
Erni Fitriana
kak sinnnn...pantes sih ini dibikinin masterpis....great lah kak sin👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Erni Fitriana
welcome sengklek familly nat😃😃😄😄
Erni Fitriana
meuni humble perseduluran tehhhh
Erni Fitriana
nahhhh belum tau nihh sepupu" ganis...cusss ach thor....
Erni Fitriana
paati ganis ijin dengan diri sendiri tapu mengatas namakan bang nat nat
Erni Fitriana
ich..😭😭😭😭kan aku
Erni Fitriana
siap kita pantau ketua👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Erni Fitriana
ucetttttt..sailormoon klo udah murka😱😱😱😱😱😱😱
Erni Fitriana
kata" gadis melebihi kedahsyatan keris mpu gandring👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾the best ay
Erni Fitriana
😍😍😍😍😍😍😍...yh cemburu...minggir
Erni Fitriana
nissss salam ka ceu eungkar nyakkkkk🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣. .Allahuakbar ganissssss🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erni Fitriana
bando kelinci membawa keberuntungan🤣🤣🤣🤣
Erni Fitriana
wiraaaaq bini lu top markotop🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣yakin aku mah ganis caper
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣adaaa ajaaaa yg jadi pikiran ganis
Pascal Lea
Tenang Nis,tahtamu paling tertinggi dihati bang Nat.Menanra sutet aja kalah tingginya 😹
Erni Fitriana
ya Allah gNiis🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erni Fitriana
indi+ganis couple goals🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Pascal Lea
"Dia yg tak boleh disebut"kok otakku mikirnya Lord Voldemort ya😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!