NovelToon NovelToon
Pria Bayaran dan Gadis Mafia

Pria Bayaran dan Gadis Mafia

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Sensen_se.

Jourrel Alvaro, pembunuh bayaran yang selalu melakukan pekerjaannya dengan sangat bersih tanpa kendala berarti. Banyak para pejabat atau pengusaha yang menyewanya untuk menghabisi musuh-musuh mereka.

Cheryl Anastasia, gadis 24 tahun yang berbakat menjadi seorang arsitek. Darah seni mengalir dari ibunya, sedang jiwa kepemimpinan merupakan turunan dari sang ayah.

Suatu hari, Jourrel dibayar untuk menghabisi nyawa Cheryl. Namun seolah memiliki nyawa seribu, gadis cantik itu selalu lolos dari kematian.

Hingga akhirnya, kekaguman Jourrel meluluhkan hatinya. Ia kalah dan justru jatuh cinta dengan Cheryl karena gadis itu ternyata bukan gadis lemah. Memiliki banyak talenta luar biasa.

Akankah Cheryl membalas cintanya? Lalu bagaimana jika ayah Cheryl yang seorang ketua mafia dapat mengendus pria bayaran itu mengincar putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 : CHERYL YANG BAR-BAR

"Jourrel Alvaro? Medan? Kenapa bisa berhubungan sama orang Medan?" gumam Cheryl bertanya-tanya. "Ck! Aneh! Horas!" ucapnya mengepalkan satu tangan ke udara.

Lalu meraih satu butir apel yang selalu tersedia di meja kerjanya. Menggigit pelan tanpa mengalihkan perhatian dari benda pipih itu.

Masih penasaran, ia menggulir layarnya hingga ke bawah. Akan tetapi hanya menemukan keterangan lengkap kepemilikan motor, jenis, nomor dan identitas pemiliknya.

Cheryl mendudukkan tubuhnya di ranjang. Ia masih mengamati nama itu dengan baik. Mengingat-ingat, jika kemungkinan pernah punya masalah dengan orang tersebut.

"Perasaan, aku nggak pernah bersinggungan sama dia. Perusahaan pun sejauh ini belum pernah ada kerja sama dengan orang-orang Medan. Papa ...." Cheryl mengernyitkan keningnya dalam, memutar bola matanya. Kemudian menggeleng pelan. "Nggak mungkin, soalnya relasi kerja papa kebanyakan dari luar negeri," lanjutnya merasa pusing sendiri.

"Haaahh!" Cheryl mendesah panjang, merebahkan tubuhnya di ranjang.

Ia melihat nomor Luna masih online. Sehingga memutuskan untuk menelepon sepupunya itu. Tak berapa lama, telepon terhubung, Luna langsung mengangkat panggilan itu.

"Lun, serius ini hasilnya?" tanya Cheryl ketika sambungan telepon tersambung.

"Iya, Kak. Udah konfirmasi sama Paman Gerry. Tapi, masalahnya aku nggak bisa cari fotonya sedikitpun, Kak. Nggak tahu identitas ini fake atau asli. Masih berusaha, Kak. Tapi sementara itu yang aku temukan. Paman lagi dinas sama Daddy," papar Luna di balik telepon.

"Ah, baiklah. By the way, kapan main ke sini? Kangen tahu!" tanya Cheryl basa basi. Meski sebenarnya ia ingin belajar banyak hal dari gadis anggun dan lembut itu.

Luna mewarisi hampir keseluruhan kemampuan ibunya, bisa mengobati penyakit tertentu secara tradisional. Dan kemampuan retas meretasnya, ia belajar dari saudara kembarnya, Xavier. Kemampuan yang diturunkan oleh sang ayah, Leon Sebastian. Dan keduanya, sudah dibekali ilmu bela diri sejak dini.

"Belum tahu, Kak. Kalau saat ini belum bisa. Daddy lagi dinas ke luar negeri, Kak. Mommy pasti nggak ngijinin," elak Luna pelan.

"Iissh! Kenapa sih orang tua pada sibuk! Yaudah, istirahat sana! Udah malem nih, nanti dipecat jadi anak, kalau ketahuan sama aunty mama!" celetuk Cheryl tertawa.

"Kakak bisa aja," ucapnya pelan. "Yaudah, aku tutup ya, Kak. Kak Cheryl juga jangan kebanyakan begadang. Nanti aku laporin sama Mama Ji," sambungnya.

"Eh! Anak kecil ngancem-ngancem segala. Tapi, makasih banyak ya, Luna. Udah bantuin sejauh ini. Bye, Lun!" ucap Cheryl mematikan sambungan teleponnya.

Cheryl memutuskan untuk mematikan laptop dan membereskan pekerjaannya. Lelah dan kantuk perlahan menggelayuti tubuhnya.

Ia segera mematikan lampu utama, berganti dengan lampu tidur yang remang-remang. Kemudian memejamkan mata mengistirahatkan otak, hati, pikiran dan tubuhnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan paginya, Cheryl bangun sedikit malas. Jika saja tidak ingin mengambil mobilnya, ia tentu akan melanjutkan tidurnya. Karena weekend adalah waktunya tidur panjang bagi Cheryl.

Cheryl segera mandi dan bersiap. Hotpants sepaha dipadukan dengan kemeja panjang kedodoran yang diikat ujungnya, membuat Cheryl tampak berbeda di hari biasanya. Rambut ikalnya yang panjang diikat seluruhnya.

Saat melalui kamar Axel, ia berhenti sejenak. Mengetuk pintu kamar remaja lelaki itu dengan kuat. "Axel!" teriaknya menempelkan telinga di pintu.

"Axel bangun! Kakak mau keluar!" pekiknya lagi sembari menggedor pintu.

Cheryl mendengkus, ia berkacak pinggang lalu mendobrak pintu bercat putih itu dengan kakinya yang terbalut sepatu kets.

"BRAK!"

Engsel rusak karena dobrakan kasar dari perempuan itu. Cheryl melenggang dengan langkah jenjangnya, membuka selimut yang membungkus seluruh tubuh Axel.

"Apasih, Kak. Berisik banget!" ucapnya malas masih memejamkan mata.

"Heh! Sejak kapan pintu dikunci. Semalem abis ngapain kamu? Begadang ya? Sudah dibilangin masih aja bandel!" cecar Cheryl memarahi adik lelakinya itu.

"Kakak cerewetnya ngelebihin mama! Ah sudah sana pergi. Aku mau tidur lagi!" elak Axel mengeratkan pelukan pada guling.

Cheryl menjewer telinga Axel hingga lelaki itu mau tak mau harus beranjak dari tidurnya. "Jangan mentang-mentang nggak ada mama kamu seenaknya sendiri. Sekalipun dokter menyatakan kamu sudah sembuh, kamu harus tetep jaga pola hidup sehat, Axel. Ayo bangun!"

"Aduh, Kak!" keluh Axel.

"Lari kecil sana di treadmill, keluarin keringat. Katanya pengen latihan sama Luna. Mana mau dia ngelatih orang pemalas seperti kamu!" sindir Cheryl berbalik badan. Ia yakin kali ini pasti ampuh membuat adiknya cepat-cepat bangun.

Dan sesuai dugaan, Axel langsung berlari ke kamar mandi. Cheryl terkekeh, "Sarapan udah siap di meja! Jangan lupa!" teriak gadis itu sembari keluar kamar.

"Ya!" sahut Axel dari kamar mandi.

Kali ini Cheryl diantar sopir pribadi keluarga Sebastian. Ia malas ribet harus diinterogasi oleh beberapa pengawal rumah ketika memesan taksi. Keselamatan Cheryl bahkan melebihi nyawa mereka saat ini.

"Paman, ke bengkelnya Tristan ya. Nanti Paman bisa langsung pulang aja. Aku bawa mobil," ucap Cheryl pada sang sopir.

"Baik, Nona!" sahut pria paruh baya berseragam navy sama seperti pengawal lainnya. Ya, karena setiap pekerja di keluarga itu, harus memiliki ilmu bela diri yang mumpuni. Kecuali para asisten rumah tangga.

Tiba di traffict light sebuah persimpangan, semua kendaraan harus berhenti karena lampu merah menyala. Sedangkan lampu untuk penyeberang, berubah hijau. Cheryl asyik mengedarkan pandangan keluar jendela.

Tiba-tiba pandangannya fokus pada seorang wanita paruh baya yang tengah kesusahan membawa belanjaannya. Wanita itu terbatuk-batuk sampai semua belanjaan terjatuh dan berhamburan di jalan. Dengan tangan gemetar, wanita tua itu memunguti satu per satu belanjaannya.

Cheryl tak bergerak, namun matanya beralih pada detik lampu merah yang sebentar lagi habis. Beralih lagi pada wanita tua yang tampak kesusahan dengan belanjaannya. Hatinya terketuk untuk membantu.

"Paman, nanti kalau sudah hijau menepi saja di tempat bebas parkir. Aku mau keluar sebentar!" Cheryl langsung membuka pintu mobil tanpa mendengar balasan dari sopir pribadinya.

Cheryl berlari dengan kaki jenjangnya. Lampu sudah berganti hijau, satu persatu kendaraan mulai berjalan. Klakson pun bersahutan dengan nyaring. Bahkan tepat di telinga wanita tua itu sampai terjengkang kaget.

"Woy! Buta lo ya!" teriak Cheryl memukul kap mobil dengan keras. "Nggak lihat apa ada orang kesusahan? Sekali lagi pencet klakson, gua ancurin mobil butut lo!" ancamnya menatap tajam sopir mercedes-benz berwarna kuning. Ia segera berjongkok membantu memunguti belanjaan wanita tua itu.

Bersambung~

Njirrr mercedes-benz dibilang butut 😭😭 mau heran tapi Cheryl 😭🤣

like dan komennya makasih banyak ya dears... love youu, 🥰🥰😘

1
Joice Tumewu
sedih,, samp sakit dada ini, airmata meleleh,
Adyta Leogirl
Luar biasa
" sarmila"
sumpah nyesek bnjir air mata😭😭😭😭😭
" sarmila"
pulngkn lh ke rmh ibu walau pin hnya nyawa sja😭😭😭😭😭😭😭
Erna Masliana
waduh
Erna Masliana
memang y seorang ayah gitu.. jadi keinget bapak waktu aku nikah bapak mewek terus sampe sering digeplak tangannya sama Mama sambil bilang "malu.. jangan nangis terus malu sama tamu.."
Erna Masliana
kayak cacing y 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ih malu🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 harus banyak latihan kedepannya Jou.. siapa tau kalo suatu saat nanti Cheryl larinya ke genteng lagi
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣meweknya digenteng... agak laen emang
Erna Masliana
iyain ajalah 🤣🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kompak menolak tua
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 timpuk uncle
Erna Masliana
lucu kisah Tristan Gita 🤣🤣🤣
Erna Masliana
Jourel sangat beruntung.. lihat Cheryl tidak jaim.. tinggal kamu yang berjuang
Erna Masliana
yess 😂😂😂
Erna Masliana
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭sedih ih nyesek
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 coba cari takut keburu di gondol kucing
Erna Masliana
kasian uncle Ric.. jadi korban 😂
Erna Masliana
Tristan emang pria baik baru patah hati cinta bertepuk sebelah tangan eh sekarang dilamar dokter 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!