Hidupku penuh liku-liku
berawal dari jatuh cinta semasa sekolah menengah atas yang berakhir tanpa jelas, lalu aku jatuh cinta kembali namun aku kehilangan calon suamiku sehari menjelang pernikahan kami.
calon suamiku meninggal dunia karena kecelakaan.
Sampai suatu ketika aku bertemu dengan seesorang yang mengubah duniaku bagai di neraka, hidup bergelimang harta, namun aku tak pernah bahagia
Kamar ini menjadi saksi betapa tersiksanya aku menjalani hidup dengan nya.
Bukan cuma sekali ini suamiku berselingkuh,tapi sepanjang pernikahan kami.
Udara di kamar ini seakan membuatku sesak, hanya suara detak jam yg menemani hatiku yang hancur.
"cerai" hanya kata-kata itu
saja yang ada dalam pikiranku.
"Ya Robb, selama ini aku bertahan karena aku tahu bercerai adalah perbuatan yang kau tidak suka, tapi batin ku sakit untuk kesekian kali. Sabar ku sudah habis...., ampuni hambamu ini...."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata
Saat keluar dari ruangan pak Agus, aku berpapasan dengan pak Gede
"pagi Sofie, tumben pagi-pagi udah di ruangan si bos" sapa nya
" iya pak, ada pekerjaan yang kami bahas tadi kilah ku
" sofie ... bisa minta waktu hmmm 10mnt aj , boleh ? tanya pak Gede
" ok pak"
aku mengikuti pak hede yang memberi kode mengikuti nya ke ruangan kerja nya
hening sebentar lalu pak Gede mulai berbicara
" mau minum apa Sof? teh apa kopi? tawar pak Gede
" air putih aja pak. makasih"
setelah memberikan aku segelas air putih pak Gede lalu duduk di sofa depan ku
ku lihat dia memutar-mutar soft drink di tangan nya
aku menunggu sambil berfikir keras apa yang akan di bicarakan nya
" sofie... apa kamu suka pak agus? tanya pak Gede tiba
hah kenapa hari ini bos gue pada bikin jantungan sama pertanya-pertanyaannya.
Jantung yang kuat ya batin ku menggenggam gelasku erat
" maaf ya gue tanya gitu... kamu tau gak kalo Agus suka kamu ? tanya nya lagi
belom ku jawab dia ngomong lagi
hatiku loncat-loncatan kesana kemari ngebahas pak Agus
tanpa sadar mukaku merona merah karena membayang kan ciuman kami tadi.
oh shit semoga pak gede gak lihat
doa ku dalam hati, tapi terlambat pak Gede memperhatikan perubahan raut wajah ku
dan tersenyum....
"Sof kamu tau gak?? kalo iseng nya Agus suruh kamu keruangan nya atau sekedar telepon nanya kamu lagi apa, atau dia marah-marah karena kamu telat kerjakan tugasmu karena dia kangen kamu dan mau kamu selalu dekat sama dia"
deg deg deg
jantung gw makin kenceng
jadi selama ini pak Agus???
omg pantes bawelnya di luar kebiasaan manusia umpat ku dalam hati
aku masih menyimak penjelasan pak Gede tentang kelakuan teman nya ini. Walau mereka atasan dan bawahan.
di luar pekerjaan mereka adalah sohib kental.
wajar saja jika pak Gede tau dengan detail tentang pak Agus
" gw jamin dia cwo baik Sof, bukan karena gue temennya , tapi memang dia orang yang hangat. kamu gak akan kecewa sama dia" ucapnya meyakinkan.
setelah kami bercakap-cakap panjang dan ku sampai kan jika aku akan memikir kan nya...
aku pamit kembali ke meja kerja ku
ku lihat mba Lena menghampiri ku
" Sofie lu dari mana aja, noh si bos dah nelpon molo. cape gue angkat telepon luh cuma nanya lu kemana" cerocos mba Lena kesel
" mamacih mbak ku yang cantik, Sofie dari tempat pak Gede laporan bulanan tadi. kilah ku
lalu aku duduk di meja kerja ku
mau apa dia telepon aku.. barujuga setengah jam lalu ketemu.
hufh bos yang bawelnya super, di luar nalar gerutu ku
tiba-tiba telepon di meja ku berdering
kriiing..... kriiing...
" ya hallo... jawabku
belom selesai ku dengar seseorang berceloteh panjang lebar di ujung telepon
kujauh kan gagang telepon ku tarik nafas panjang
ampun nh cwo bawel nya... pengen gw lakban aja mulut nya pake bibir gue eh salah pake lakban kerdus.
otak mesum, gila kenapa bisa kepikiran kesana. lalu aku tertawa memikirkan kekonyolan ku
ku dengar pak agus memanggil nama ku
" sofi hallo kamu masih disana?kenapa kamu ketawa aku lagi nanya kamu" ucap pak Agus sewot
"maaf pak. td itu ada yang lucu lewat jadi saya ketawa. tadi bapak ngomong apa ? tanya ku
"sudah lah... aku mau bilang kamu dari mana habis dari ruangan saya?
" di panggil pak Gede" saut ku singkat
"oh" hanya itu yang keluar dari mulut pak Agus
lalu terdiam lama... ku pikir pak Agus menutup teleponya. ku letak gagang telepon. tak lama berdering kembali.
" sayang... kenapa kamu tutup telepon aku?" tanya pak Agus kesel
ups ngapain dia syang-sayangan, bahaya orang denger...
" maaf aku kira bapak sudah selesai bicara" ucap ku
" nanti makan siang di luar... "ucapnya, lalu
klek... tut tut tut
"sial bos gilaaaa arghhhh, main perintah aja belim dijawab main matiin aja.
ku tutup telepon agak keras
ku lihat mba Lena menatap ku dan tersenyum
"kena marah lagi ya Sof, sabar si bos emang gitu maklum doi jomblo permanen. dari gue kerja di sini, gak pernah liat dia bawa cewe. apa lagi ada cewe kesini cari dia" ucap mba Lena
aku hanya tersenyum kecut,
"tuh bos bukan marah tapi dia mau nyulik gue mak lena..." ucap ku dalam hati