(MASIH DALAM PERBAIKAN, JADI JANGAN di BACA!)
Arcane seorang jenius revolusioner di bidang teknologi, di tahun 8101 ia adalah pencipta dan pencetus teknologi.
setiap karyanya telah menyebar di berbagai bidang baik di bidang pertanian, transportasi, ekonomi, bahkan militer.
namun karena kejeniusannya itu ia menjadi incaran berbagai pihak apalagi ia tidak memihak siapapun dan bekerja sendiri, hingga mereka yang menentang atau musuhnya menyatukan kekuatan dan menghapus keberadaannya.
namun takdir berkata lain.
keajaiban menuntunnya untuk bereinkarnasi, sebuah peristiwa yang menentang dengan apa yang di fikir kannya selama ini, dan ia bereinkarnasi ke dunia lain kedalam seorang pangeran.
ia kini hanya berkeinginan untuk menikmati hidup dan merubah jalan pikiran nya, namun apakah takdir akan berkata lain?
nb: maaf jika ada kesalahan penulisan dan kurang jelasnya novel ini dan kesamaan nama dan kejadian di dunia nyata hanya kebetulan dan bahan inspirasi semata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugerah Sayekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 21 ---
Arcane terbang menuju kota di antara gelapnya malam, ia sedang menikmati luapan energi yang ada di dalam dirinya.
sebuah perasaan yang tidak pernah ia rasakan di kehidupan sebelumnya.
"ternyata begini Ya perasaan lebih dekat dengan alam... Terimakasih teman di kehidupan ku sebelumnya... berkatmu sepertinya aku mendapatkan sesuatu yang seru"
Arcane mendarat di sebuah pojokan daerah terpencil, begitu mendarat ia mendapati bau busuk yang sangat menyengat.
Arcane melihat sekitar dan mendapati kalau wilayah itu seperti tidak terurus, dinilai dengan bangunan dan kondisi penduduknya yang memprihatinkan membuatnya yakin kalau itu adalah daerah kumuh.
ia berjalan berkeliling melihat tenda-tenda sederhana dari kain lusuh dan orang-orang yang berlindung di reruntuhan bangunan dengan rasa iba.
beberapa orang bahkan memiliki rantai di leher, kedua tangan, dan kakinya. ia menduga pasti mereka adalah Para Budak yang telah di buang oleh pemiliknya.
beberapa orang sesekali menghampirinya untuk meminta sedikit uang atau makanan, untungnya Arcane masih memakai pakaian yang biasa ia buat untuk berburu sehingga ia tidak terlalu banyak menarik perhatian.
Arcane saat ini hanya bisa menahan keinginannya untuk memberi mereka uang meskipun sebenarnya ia memiliki sedikit uang dan sebuah aksesoris perhiasan yang ia pinjam (sebenarnya di curi) dari ibunya.
alasan ia mengurung diri di pulau buatan pada kehidupan sebelumnya salah satunya karena hal ini, ia tidak ingin mengingat kenangan masa kecilnya dulu dan tidak ingin membuat masalah baru untuk mereka.
Arcane hanya bisa menutup mata sesaat dan berjalan lebih cepat, sesekali ia menoleh dan berpaling menuju daerah yang lebih terang.
setelah sampai ternyata yang ia temukan bukanlah keramaian pasar ataupun lalu lalang kesibukan orang, namun ternyata keramaian yang ia dapatkan adalah orang-orang mabuk dan kupu-kupu malam di sana sini.
Arcane mengambil sebuah jubah lusuh dari sebuah jemuran dan memakainya, ia dengan tenang melihat kondisi wilayah kota tersebut.
"hmm.... apakah ini kota malam yang prajurit katakan? "
bukan mustahil di minimnya hiburan pada zaman ini mereka menghilangkan stress dengan alkohol dan perempuan.
bisa ia lihat pada kanan kiri banyak berjejer hotel dan bar yang di buka untuk memenuhi nafsu prajurit, penduduk dan bahkan preman.
Arcane terus menggunakan jalan utama karena ia bisa menyadari di balik gang gelap di wilayah itu tersembunyi banyak orang-orang miskin dan beberapa orang yang bertampang seram sedang berkumpul dan ada yang mengintai.
bukan karena itu saja terbukti kalau setelah ia berjalan di jalan utama ini ada beberapa orang yang mengikutinya.
Arcane tidak panik dan terus berjalan tidak menunjukkan kepanikan dan tindakan mencurigakan, dan ia juga menyusun rencana untuk membereskan mereka.
Arcane menuju jalanan sepi yang sepertinya ia memasuki pusat pertokoan, dan mulai mencari tempat sedikit terbuka.
setelah ia mencapai sebuah taman tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya menghadang di depannya, Arcane masih mempertahankan ketenangannya dan dengan santai berbicara.
"maaf tuan... sepertinya anda menghalangi jalan saya"
orang itu tidak ragu untuk menunjukkan jati dirinya.
"huh bocah... aku tidak menghalangi... jalan ini adalah wilayah ku jadi kau harus membayar komisi untukku jika ingin lewat"
"jalan ini? ini kan wilayah kerajaan? "
"prfff.... hahahahahaha"
semua orang yang di sana tertawa kecuali Arcane yang memperhatikan kalau ada 3 orang yang kini sedang mengepungnya.
"hahahaha.... nak sepertinya kau baru keluar dari kandang Ya"
"hahaha.... anak domba baru keluar kandang"
"hahahahahaha.... huft... nak setelah malam ini sepertinya kau harus kembali ke pangkuan ibumu, Ya jika kau bisa selamat sih"
Arcane hanya diam bahkan ketika salah satu dari mereka melingkarkan tangannya ke pundaknya.
"nak mungkin di atas itu milik kerajaan, namun di dunia bawah adalah milik kami"
Arcane mengangguk dan kini menjawab.
"oh... jadi maksud kalian semacam organisasi bawah tanah? atau mafia? pasti sebutan kalian tidak jauh dari kata dunia bawah tanah atau bayangan"
"oh sepertinya kau cukup pintar"
"yah ibuku pernah bilang kalau mereka adalah orang jahat"
mendengar jawaban polos Arcane ketiga orang itu kembali ketawa.
"hahaha... baik karena kau tidak tau Jadi tidak perlu menjelaskan lebih jauh...
sekarang berikan uangmu"
Arcane meraba badannya seperti mencari sesuatu dan kemudian mengangkat bahunya.
"maaf sepertinya aku tidak memiliki uang"
"hoh....."
salah satu orang yang di depannya kini mendekat dan menghempaskan jubah Arcane
"kalau begitu berarti kau harus ikut kami...
sepertinya kau cukup laku di pasar budak"
Arcane menunjukkan kepalanya mendengar hal itu, melihat itu para penjahat pun tersenyum semakin lebar dan menduga kalau Arcane menyerah.
namun apa yang tidak mereka ketahui adalah Arcane mulai menatap tajam khususnya kepada orang di depannya.
"maaf sepertinya kalian salah orang, mungkin lain kali cari tahu dulu dengan mangsa yang ingin kalian incar"
"huh?.... apa katamu! "
dalam sekejap Arcane mengangkat tangan kanannya dan langsung mengeluarkan api merah yang menyala sangat panas.
ketiga orang itu langsung mundur namun sayangnya kedua orang yang sebelumnya telah menyentuh Arcane tiba-tiba saja terbakar dengan hebatnya.
tinggal 1 orang yang kini terjatuh kebelakang karena terkejut, ia menatap ngeri anak yang ada di depannya.
"huh... di jaman manapun orang seperti kalian memang akan terus muncul.
semakin maju kebiasaan semakin beraneka macam pula kejahatan yang bisa di lakukan oleh manusia."
"ti... tidak!!!... jangan!! "
Arcane berjalan santai dengan tangan yang menyala, namun orang itu tidak menyerah ia langsung mengeluarkan sebuah kertas dan mengalihkan mana.
sesaat setelah di aliri mana kertas itu langsung menyala dan memunculkan bola api yang langsung meluncur ke arah Arcane.
namun dengan mudah ia menghindari serangan itu ke samping.
"oh... kertas sihir? sepertinya kalian lebih kaya dari yang terlihat.... "
"tidak!!! kau tidak bisa membunuhku!!! "
"oh kenapa tidak? "
"hahaha.... jika kau membunuhku maka anggota mahkota hitam/ black crown akan memburu dan akan membunuhmu ha-ha-ha"
"lalu? "
"ap... apa? apanya yang lalu? "
"yah itu jika anggota lain tau kan? "
"KAU!!!.... APAKAH KAU TAU SIAPA ORANG DI BALIK ORGANI-....!? "
tanpa menunggu orang itu selesai bicara Arcane dengan cepat menyerang orang itu di perutnya, orang itu melihat ke arah bawah dan mendapati kalau keseluruhan tangan Arcane terbakar dan menembus perutnya.
darah dimuntahkan dari mulutnya dan ketika akan ambruk ia sempat mengatakan Kata-kata terakhir.
"awas kau... kau tidak akan hidup tenang setelah ini"
"huh coba saja"
"si... al... "
orang itu ambruk begitu saja, Arcane kemudian melihat tangannya yang masih terbakar api merah yang ia ciptakan dari sihirnya.
"hmm... aku baru tau kalau sihir bisa di perlakuan seperti ini... aku harus lebih banyak belajar lagi... "
Arcane mematikan api yang menyala kemudian melihat mayat di depannya, ia kemudian tersenyum dan tertawa kecil.
"hihi... saatnya looting"
setelah mengambil beberapa barang berharga seperti beberapa keping uang, 3 belati dan 2 kertas sihir bola api dan sebuah tanda pengenal yang bergambar mahkota berwarna hitam.
Arcane merasa sedikit getir karena terlalu cepat membakar kedua orang lainnya dan hanya menyisakan abu dan belati gosong tanpa gagang, uang mereka pun sepertinya tidak lagi berguna.
Arcane hanya menghela nafas menyesali keputusannya yang terburu-buru, dan akhirnya ia pun membakar mayat yang ada di depannya.
namun ia menyadari kalau ada cahaya terang di belakangnya ia pun menoleh dan mendapati sebuah toko terbakar.
bukannya panik atau mencoba memadamkan api itu Arcane malah tersenyum dan menahan tawanya.
"prfft.... karma memang terjadi meskipun terlambat"
Arcane melemparkan tanda pengenal berlogo mahkota hitam itu di dekat sana dan langsung pergi sebelum para warga kota dan prajurit mendatangi dirinya.
dan sekedar informasi kalau toko itu memiliki nama yang sama dengan toko yang sebelumnya mengambil uang Arcane, entah itu hanyalah toko cabang atau apapun namun Arcane cukup bahagia dengan terbakarnya toko itu
tiba" langsung sekarat mau matii
pusing lahh
kok malah jadi aneh gini
Thor tolong dong dilengkapi 🤔😱