Di kehidupan sebelumnya dia hidup di alam semesta yang penuh dengan peperangan, dia adalah seorang dewa perang yang melakukan teleportasi menjadi seorang gadis yang memiliki nama yang sama dengannya. Keluarga dari pemilik tubuh yang asli ini sangat kacau, dia adalah seorang anak angkat yang bekerja di industri hiburan, tetapi reputasinya sangat buruk.
Akankah Indira berhasil merubah kehidupan Sang Artis??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Pagi itu, Indira merasakan tubuhnya begitu kaku. Maklum saja, Indi yang terbiasa bertempur di Medan kini ia hanya menghabiskan waktunya tanpa melakukan apapun yang membutuhkan banyak kekuatan.
Untuk mengembalikan kondisi tubuhnya, pagi itu Indi sengaja memilih melakukan workout untuk melenturkan otot-ototnya yang kaku.
Ia mengikat rambutnya yang panjang sebelum melakukan peregangan, Indi sengaja memilih joging agar bisa menikmati udara segar di pagi hari.
Lagipula Ia sudah lama tidak pernah melihat pemandangan seindah itu di tempat asalnya.
Wah indahnya pemandangan di Bumi,
Saat ia sedang mengelilingi kampung ia bertemu dengan Bridav tanpa sengaja. Lelaki itu langsung menyapanya dan menghampirinya.
"Hai?" sapa Bridav malu-malu
"Halo," jawab Indi melambaikan tangannya
Keduanya kemudian berlari beriringan meskipun tak saling menyapa. Bridav yang dingin terlihat canggung untuk memulai obrolan dengan gadis itu. Begitupun dengan Indi, ia terlihat cuek dan terus berlari tanpa menoleh kearah Bridav yang sekali mencuri pandang terhadapnya.
Saat Bridav menawarkan untuk berlari bersama Indi justru menolaknya, gadis itu justru meninggalkan pemuda itu. Ia semakin mempercepat larinya hingga membuat lelaki itu langsung mengejarnya.
Meskipun Indi sudah menolaknya Bridav tetap berlari dibelakang gadis itu. Ia sengaja terus mengikutinya dari belakang karena penasaran dengan sosok Indira yang begitu misterius.
Meskipun ia kadang terlihat konyol, namun sesekali ia menunjukkan sisi seorang gadis pemberani yang membuatnya semakin kagum kepada gadis itu.
Saat melihat Indi mulai berhenti dan menikmati pemandangan kebun Teh, Bridav pun ikut berhenti.
Ia menawarkan sebotol minuman dingin kepadanya, karena tahu Indi tidak mwmbawa botol minum.
Tanpa basa-basi Indi menerimanya dengan senang hati.
Bridav begitu senang dengan sikap apa adanya Indira. Gadis itu tidak pernah jaga image kepada siapapun termasuk dirinya.
"Thanks," jawabnya singkat
Indi segera meneguk air mineral itu dan mengembalikannya kepada Lelaki itu.
"Apa kamu suka olahraga??" tanya Indi ketika melihat tubuh atletis Bridav
"Hanya sesekali saja," jawab lelaki itu kemudian meneguk minumannya
"Bukankah semua artis pasti rajin berolahraga untuk menjaga penampilannya??" tanya Indi sinis
"Benar, tapi tidak semuanya, penampilan memang sangat menunjang karier keartisan namun kemampuan berakting jauh lebih penting," jawab Bridav
"Tentu saja itu hanya berlaku bagi artis top seperti dirimu, tapi bagi kami artis receh, penampilan itu nomor satu!" bisik Indira membuat Bridav langsung tertawa
"Jadi maksudnya kamu melakukan jogging ini untuk menjaga penampilan mu?" tanya Bridav menyipitkan matanya
"Tentu saja tidak, aku berolahraga karena itu adalah kebutuhan," sahut Indira
"Kebutuhan apa??" tanya Bridav lagi
"Kebutuhan wajib sama seperti makan, jadi wajib untuk menjaga tubuh kita agar tidak gampang sakit, kalau dengan olahraga akan membuat body ku semakin menarik itu aku anggap sebagai bonus, seperti beli satu gratis satu gitu." terang Indi
Bridav menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Indira.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan sejenak sebelum kembali ke Vila?"
Bridav mengajak Indi untuk jalan-jalan di kebun teh sambil melakukan pendinginan, namun gadis itu kembali menolaknya.
"Sepertinya sudah siang, sebaiknya kita segera kembali ke Villa sebelum sutradara mencari kita," ucap gadis itu kemudian berlari kembali ke Villa
Bridav hanya menghela nafas panjang saat Indi kembali menolaknya.
Ia kemudian berlari menyusul gadis itu.
Para Netizen yang menyaksikan keduanya dari layar kaca merasa jika mereka sangat cocok. Apalagi mengingat karakter Bridav yang mulai mencair saat berhadapan dengan Indi, membuat mereka merasa jika hanya Indira yang mampu menaklukkan hati dingin sang Raja Film.
Setibanya di Villa Indi langsung mengambil kamera di kamarnya dan menjalankan misi rahasia dari sang Sutradara.
Ia kemudian mengendap-endap masuk ke kamar semua talent pria. Kamar pertama yang ia tuju adalah kamar Rico, ia sengaja memilih kamar Rico karena letaknya yang berada paling dekat dengannya.
Ia sengaja melepas alas kakinya agar langkahnya tak terdengar oleh Rico.
Setibanya di depan pintu kamar Rico gadis itu langsung membuka perlahan pintu ruangan itu.
Beruntung Rico sedang berada di kamar mandi sehingga Indi bisa langsung masuk ke ruangan itu tanpa hambatan.
Ia segera mengambil ponsel Rico yang tergeletak di atas kasur dan mencoba menyalakannya.
Gadis itu terkekeh saat mendengar suara Retno menyanyikan lagu anak-anak pada challenge pertama.
"Wah romantis sekali, dia bahkan merekam suara Retno dan menjadikannya sebagai alarm untuk membangunkannya tidur, benar-benar sweat banget Rico," Puji Indira
Gadis itu segera bersembunyi dikolong tempat tidur saat mendengar suara Rico membuka pintu kamar mandinya.
Gadis itu merasa panas dingin saat melihat handuk Rico keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.
Ia juga langsung menutup matanya saat melihat pemuda itu menanggalkan handuknya.
Ya Tuhan, apa ini sebuah ujian atau keberuntungan,
Rico menyipitkan matanya saat melihat sebuah sapu tangan tergeletak di atas ranjangnya.
"Sapu tangan siapa ini, apa ada seseorang yang menyelinap masuk??"
Lelaki itu kemudian memeriksa seluruh ruangannya untuk memastikan apakah ada orang menyelinap masuk atau tidak.
Keringat dingin membasahi wajah Indi saat melihat Rico membungkukkan badannya untuk memeriksa kolong tempat tidurnya.
Beruntung Retno datang ke kamar itu dan mengajak Rico untuk jalan-jalan pagi.
"Syukurlah aku selamat," ucap Indi lega
Gadis itu segera keluar dan kemudian segera menuju kamar Mario yang berada disebelahnya.
Tidak ada halangan saat ia memasuki kamar Mario karena pemuda itu sedang pergi menemui Sutradara, dan meninggalkan ponselnya di kamarnya.
Ia segera mengambil kameranya dan merekam bunyi alarm dari ponsel Mario.
Meskipun ia tidak suka dengan Susan, tetap saja ia menggunakan suara si centil itu untuk membangunkan tidurnya. Meskipun itu suara Omelan Susan tetap saja Mario adalah cowok setia.
Indi kemudian melanjutkan misi rahasianya dengan memasuki kamar Bridav yang ada disamping kamar Arkan.
Gadis itu segera masuk kedalam kamar itu setelah memastikan Bridav tak ada didalamnya.
Namun ia harus kecewa saat tak menemukan ponsel Bridav di kamarnya.
"Sepertinya misi ku gagal disini," keluhnya dengan ekspresi wajah sedih
Melihat seorang wanita berada di kamarnya membuat Bridav yang baru kembali ke kamarnya terkejut dan segera menepuk pundak gadis itu.
Merasa kaget, Reflek Indi langsung menarik lengan Bridav dan membanting tubuh pemuda itu.
Pemuda itu langsung mengerang kesakitan membuat Indira buru-buru kabur dari kamar itu.
Akan tetapi Bridav langsung menyilangkan kakinya untuk menghentikan gadis itu. Seketika Indira jatuh dan Pemuda itu langsung menarik Gadis itu kedalam pelukannya.
"Indi??!"
Bridav benar-benar terkejut saat mengetahui Indi yang menyelinap masuk ke kamarnya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya penasaran
"Bukan urusanmu," jawab Indi kemudian mendorong Pemuda itu
Indi segera mengambil ponsel Bridav saat melihat benda itu jatuh dari saku celananya.
Indira segera berlari meninggalkan tempat itu dan bersembunyi di balkon.
Gadis itu mengusap dadanya setelah berhasil melarikan diri dari kejaran Bridav. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera membuka ponsel pemuda itu dan merekam alarm yang membangunkan tidur sang Raja Film.
Indi tak terkejut saat mendengar suara Nayla bernyanyi dijadikan sebagai suara alarm Bridav. Gadis itu mengambil kesimpulan jika Sang Sutradara sengaja menyuruh para talent pria untuk menggunakan suara pasangannya sebagai bunyi alarm yang membangunkan tidur mereka.
"Jika semua alarm kontestan cowok adalah suara para talent wanita yang menjadi pasangannya, lalu untuk apa aku harus melakukan misi rahasia ini. Benar-benar menyebalkan!" gerutu Indi kemudian mematikan ponsel Bridav
"Lalu apa aku harus mengubah suaramu agar kau tidak kesal padaku?" ucap Bridav membuat Indi begitu tercengang saat melihat sosok lelaki itu berdiri didepannya
Melihat wajah khawatir Indi membuat Bridav langsung mencondongkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu padanya.
"Jangan khawatir, aku tidak akan memberitahukan sutradara jika aku berhasil memergoki mu di kamarku," bisik Bridav
Indi segera menoleh kearah pemuda itu dan saat itu juga pemuda itu melakukan hal yang sama hingga keduanya saling beradu pandang dalam jarak yang begitu dekat.
Entah kenapa Indi merasakan jantungnya berdetak kencang saat melihat wajah tampan pemuda itu dari dekat.
Gadis itu segera mendorong Bridav dan berlari meninggalkannya.
Dengan nafas yang masih terengah-engah, gadis itu segera memasuki kamar Arkan.
Indi tak habis pikir saat melihat Arkan masih mendengkur disaat para talent lainnya sudah bersiap-siap untuk menghadapi challenge selanjutnya.
"Dasar kebo, sepertinya aku harus berbuat sesuatu untuk memberinya pelajaran," ucap Indi tersenyum jahat
Mampir n lanjut baca lg thor 👣👣