NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku

Aku Belum Mati, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Selingkuh / Tunangan Sejak Bayi / Mengubah Takdir / Balas Dendam / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Weny Hida

Amanda, wanita yang menderita penyakit jantung bawaan, harus menerima kenyataan pahit saat dia baru saja sadar dari koma setelah melahirkan anak pertamanya, secara tidak sengaja melihat perselingkuhan Abimana, suaminya. Di samping ranjang rumah sakit tempat dia dirawat, suaminya melakukan perzinahan dengan kekasih gelapnya. Bahkan Abimana juga menukar bayi yang dilahirkan Amanda dengan bayi hasil perselingkuhannya agar warisan Amanda jatuh ke tangan anak tersebut.

Setelah menyadari jika Amanda telah sadar dari komanya, Abimana lalu berusaha membunuh Amanda melalui sebuah kecelakaan yang disengaja, namun tanpa Abimana tahu, Amanda berhasil selamat dan diselamatkan oleh Rayhan, pengacara yang menjaga Amanda.

Enam bulan kemudian setelah kecelakaan tersebut, Amanda pun kembali hadir menjadi sosok yang berbeda.

"Aku belum mati, suamiku," ucap Amanda saat berjumpa kembali dengan Abimana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Genggaman Tangan

Abimana menatap tajam pada beberapa orang pelayat yang ada di pojok rumahnya.

'Yanuar, Firman, Dewanto, dan satu orang lagi itu pasti pengacara yang akan mendampingi Amanda selama dia koma. Mereka saat ini sedang bergerombol pasti untuk merencanakan sesuatu, ternyata setelah aku berhasil membunuh papa itu bukanlah sebuah jaminan jika aku bisa bebas menjalankan semua rencanaku.' gumam Abimana sambil menatap mereka dengan tatapan begitu tajam, apalagi saat ini dia melihat Rayhan yang balik menatapnya dengan tatapan tajam saat berbincang-bincang dengan Yanuar.

'DASAR BRENGSEKKKKK!!! Laki-laki yang saat ini sedang menatapku itu pasti pengacara Amanda yang sudah dipersiapkan oleh papa, belum apa-apa dia sudah menatapku dengan tatapan seperti itu, aku harus berhati-hati dengannya karena sepertinya dia bukan orang yang penakut.'

Abimana lalu melihat Rayhan yang kini sedang berbincang-bincang dengan Firman.

'Sepertinya laki-laki itu sudah mengenal Firman, mereka sepertinya sudah akrab satu sama lain, aku harus lebih berhati-hati dalam menghadapi mereka karena langkahku kini benar-benar sudah dijegal, satu-satunya cara agar aku tetap bisa mendapatkan harta dari Amanda hanyalah melalui Sharen. Aku harus bisa memanfaatkan keberadaan Sharen sebaik mungkin, ya aku harus memanfaatkan keberadaan Sharen karena untuk saat ini hanya itu yang bisa kulakukan. Aku akan meminta waktu pada pengacara itu jika dalam tenggang waktu selama tiga bulan Amanda belum bangun dari koma nya, kepemilikan semua harta Amanda harus jatuh ke tangan Sharen. Ya untuk saat ini hanya itulah yang bisa kulakukan, dan aku cuma berharap Amanda akan tidur untuk selama-lamanya, hahahaha.'

🏡🏡🏡🏡🏡

"Rayhan apa kau menangis?" tanya sebuah suara yang mengagetkan lamunannya.

Rayhan lalu memandang ke arah samping dan melihat papanya yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Oh, Rayhan hanya mengantuk pa. Tadi malam Rayhan sedikit kurang tidur saat di dalam pesawat."

"Oh, kalau begitu lebih baik sekarang kau pulang dulu ke rumah, lebih baik kau beristirahat saja sebelum memulai pekerjaanmu besok."

"Iya pa, tapi sebelumnya aku ingin bertemu dulu dengan Amanda."

"Oh iya Rayhan, mungkin mau harus melihat keadaannya terlebih dulu."

"Iya pa, Rayhan pergi sekarang."

"Iya Ray."

Rayhan lalu mendekat pada Yanuar. "Pak Yanuar, saya permisi dulu, saya ingin menjenguk Amanda. Besok saya kabari lagi jika saya sudah melihat keadaan Amanda."

"Iya Rayhan, terimakasih banyak atas waktumu yang sudah menyempatkan diri datang ke sini padahal kau baru saja datang dari London."

"Iya Pak Yanuar, tidak apa-apa, lagipula saya memang ingin bertemu dengan Om Raka, saya akan sangat menyesal jika tidak datang ke sini."

"Iya Rayhan, sekali lagi terimakasih."

Rayhan kemudian tersenyum lalu berjalan keluar dari rumah itu, saat melangkahkan kakinya keluar dari pintu rumah tersebut tiba-tiba Rayhan berpapasan dengan Firman.

"Kau mau pulang Rayhan?"

"Ya, aku ingin menjenguk Amanda. Aku ingin melihat keadaannya terlebih dulu."

"Iya Rayhan, hati-hati di jalan."

"Iya Firman." jawab Rayhan kemudian mulai melangkahkan kakinya kembali keluar dari rumah itu, namun baru beberapa langkah tiba-tiba Firman memanggilnya.

"Rayhan."

Rayhan kemudian membalikkan tubuhnya. Firman lalu tersenyum.

"Terimakasih Rayhan."

"Untuk?"

"Terimakasih telah menjaga jodohku dengan begitu baik dan penuh kasih sayang selama tujuh tahun."

Mendengar perkataan Firman, Rayhan pun tersenyum.

"Aku juga berterima kasih padamu Firman."

"Untuk?"

"Karena kau juga sudah menjadi jodoh yang baik bagi Vallen, kalian sudah menikah kan? Tolong jaga dia sebaik mungkin."

"Iya Rayhan." jawab Firman sambil tersenyum.

Rayhan pun membalikkan tubuhnya kembali sementara Firman masih menatap kepergian Rayhan.

'Aku tahu kau masih belum bisa melupakan Vallen di hatimu, semua tampak tergambar jelas di matamu. Maafkan aku jika kita harus bertemu kembali dan kau merasa tersakiti akan keberadaan kami. Maafkan kami Rayhan, ini benar-benar tidak disengaja dan diluar dugaanku, ini pasti akan terasa begitu berat bagimu.' gumam Firman sambil menatap Rayhan yang berjalan meninggalkannya.

'Aku baik-baik saja.' gumam Rayhan sambil berjalan meninggalkan rumah Raka lalu masuk ke sebuah taksi online yang sudah menunggunya di luar. Dia kemudian masuk ke taksi tersebut lalu menyenderkan kepalanya sambil memejamkan matanya.

"Astaga, kenapa ini semua bisa terjadi? Ini pasti akan menjadi bagian terberat dalam hidupku. Aku harus bisa mengubur rasa cintaku dalam-dalam pada Vallen, jika aku belum bisa mencintai Inara, aku harus bisa mengalihkan perhatianku pada pekerjaanku, aku harus fokus pada pekerjaan ini. Aku yakin jika pikiranku tertuju pada pekerjaanku, aku pasti bisa melupakan rasa sakit yang kini kurasakan." kata Rayhan sambil menghembuskan nafas panjangnya.

Beberapa saat kemudian taksi yang ditumpangi Rayhan pun sampai di rumah sakit tempat Amanda dirawat. Rayhan lalu bergegas masuk ke rumah sakit kemudian menanyakan pada resepsionis letak kamar perawatan Amanda. Rayhan pun kemudian melangkahkan kakinya pada ruangan yang ditunjukkan oleh bagian resepsionis.

"Sepertinya ini kamarnya." kata Rayhan lalu membuka pintu kamar perawatan tersebut.

CEKLEK

Rayhan perlahan melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu, tampak sosok wanita tengah tidur di atas ranjang rumah sakit dengan beberapa selang yang menempel di tubuhnya. Jantung Rayhan pun berdegup semakin kencang saat mulai mendekat pada Amanda yang kini terlihat begitu lemah, wajahnya pun terlihat pucat dengan rambut yang sedikit kusut.

'Kasihan sekali.' gumam Rayhan saat sudah berdiri di sampingnya.

"Kau Amanda? Amanda Mahendrata? Perkenalkan aku Rayhan. Amanda, aku sebenarnya tidak tahu apa saja yang telah terjadi dalam hidupmu, yang kutahu papa angkatmu menyuruhku untuk membantumu mempertahankan apa yang menjadi milikmu saat ini, aku tidak tahu seberapa buruk hal yang pernah terjadi dalam hidupmu tapi aku berjanji mulai hari ini hidupmu, keselamatanmu, serta semua yang kau miliki akan menjadi tanggung jawabku, seperti yang Om Raka inginkan."

Melihat Amanda yang begitu lemah dan tidak berdaya, Rayhan pun semakin mendekatkan tubuhnya, lalu menggenggam tangannya.

"Amanda, aku berjanji, aku janji akan selau menjagamu, dan aku akan selalu melindungimu. Tapi maaf untuk hari ini aku tidak bisa berlama-lama disini, tapi kau tenang saja, besok aku akan mengunjungimu kembali. Aku pulang dulu Amanda." kata Rayhan, namun saat akan melangkahkan kakinya tiba-tiba tangan Amanda ikut menggenggam tangan Rayhan dengan kencang.

"Apa ini, apa kau sudah sadar Amanda?" tanya Rayhan sambil menarik tangannya yang masih ada dalam genggaman Amanda. Namun saat Rayhan menatap Amanda matanya tetap tertutup dan tidak ada respon di tubuh lainnya.

'Kenapa ini, kenapa dia bisa menggenggam tanganku padahal tidak ada respon di tubuh lainnya.' gumam Rayhan sambil menatap Amanda.

"Apa kau ingin aku menemanimu?" tanya Rayhan sambil tersenyum.

"Baik aku akan menemanimu disini." kata Rayhan kemudian duduk di samping Amanda. Rayhan pun duduk di samping Amanda lalu menatap wajah Amanda sambil tersenyum hingga sebuah suara yang tak asing pun mengagetkan dirinya.

"Selamat siang." sapa sebuah suara yang kini berdiri di belakang Rayhan.

'Oh tidak ' gumam Rayhan.

NOTE:

Yang kepo sama apa yang terjadi sebelumnya antara Rayhan, Firman dan Vallen dan belum pernah baca novel Salah Kamar, bisa mulai baca kisah mereka dari episode 223 😉

1
Rita Juwita
luar biasa...
Arye Ghad'iz BinAngun
kurang greget mas iya dimasa lalu membunuh ayahnya,anaknya gak mati
Ratna Ningsih
Thor ko ada seorang ayah kandung tega berbuat gitu ...lebih memilih anah di luar nikah padahal anak kandung laki"
Ani Sukmayati
Alhamdulillah 🤗🤗🤗
Ani Sukmayati
Alhamdulillah kebohonganmu inara 👍
Ani Sukmayati
akhirnya Reyhan terjawab sudah siapa inara 👍
Ani Sukmayati
geudeug gue ma inara
Ani Sukmayati
bolak balik aq bc ni cerita g bosenin mlh seneng aj ,,,, 👍👍👍
Sarida
aaaa gemes
Sarida
Luar biasa
Siti Masitah
authornya salah ngasi peran inara
Siti Masitah
rey pengacara tapi bisa di bodohi..kaciaan..hadeeh
Keynan Milky
hahahaha reyhan
Keynan Milky
😱😱😱 kejaaaam
Keynan Milky
wih seru
Dwi Fadilah
Luar biasa
Ratu Fadira
tokoh inara gak cocok deh, dia pakai hijab kan tp kok jahat ya
Mari Anah
ia bnr thor,terkadang hijab itu cmn d pakai sbg tameng atas perbuatan dy,hijab itu cmn sbg kedok semata,pdhl g semua yg berhijab itu kelakuan y sma kt inara,tpi gra2 kelakuan inara yg terlalu obsesi jdi jelek deh tetang hijab
Mari Anah
Luar biasa
Kartika
yuhuuuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!