NovelToon NovelToon
Gita Senja Geetruida

Gita Senja Geetruida

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Poligami / Romantis / Patahhati
Popularitas:50.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Laviestbelle

Ini bukan dongeng kekinian tentang seorang CEO tampan, melainkan kisah jadul seorang noni Belanda yang seandainya bisa memilih, ia ingin jadi seseorang yang tidak menarik saja.
Kecantikan telah membuat Geetruida sejak belia terbiasa mengabaikan kebahagiaannya sendiri dengan berbagi kehangatan kemudian berpindah peluk lelaki satu ke lelaki lainnya, sehingga ia harus mengubur impiannya sendiri.
Untuk segala sesuatu ada masa dan tempatnya sendiri, sementara waktu tidak selamanya menjadi obat yang ampuh untuk menyembuhkan luka, sebab itu Geetruida tergelitik membagikan sesuatu yang bisa dikatakan aib kedalam sebuah kisah yang mana tokoh utamanya adalah kamuflase dirinya sendiri demi melegakan rasa yang membuatnya sulit untuk bahagia.
Di usia yang tidak lagi muda, Geetruida menggapai harapan masa kecilnya satu per satu dan kemudian bertemu cinta pertamanya, akankah Geetruida bahagia atau justru ratap tangis yang akan mengiringi senjanya?

-Selamat membaca, jangan lupa dukungannya😘-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Laviestbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rubah Betina

Malam merangkak naik membuat gelap kian menyelimuti kota Semarang. Dokter Mangata masih asyik berkutat dengan bacaan yang diberikan oleh ibunya, Geetruida.

Kini tangannya membuka bab ke 18

"Sayang, hei ... bangun dong," Monic kembali mengguncang tubuh Isao, tapi lelaki itu masih bergeming, tidak bereaksi malah Isao menjawabnya dengan dengkuran halus.

Terbit senyum diwajah Monic, "Yes, aman," gumamnya. Monic mengambil jubah tidur yang hanya disampirkan di bahu tanpa berniat memfungsikannya sebagai cover daster saringan tahu miliknya.

"Selamat tidur, Isao. Semoga kamu mimpi indah, walaupun aku tidak di sampingmu," bisik Monic di telinga Isao. Lalu dengan gerak yang hati-hati, Monic turun dari tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Isao yang sudah pulas.

Memastikan situasi kondusif, Monic menggugah Isao sekali lagi, dan sesuai harapannya, Isao tetap tidak terpengaruh, sehingga Monic meninggalkan Isao dengan tentram. Monic melenggang santai menuju pintu, menarik anak kunci, membuka handle, melangkah keluar dari kamar mereka dan mengunci lelakinya dari luar.

Setengah mengendap Monic berjalan menuju kamar tamu. Mengetuk pintu itu dengan bunyi khusus dan bidang datar di depannya itu langsung dibukakan oleh seseorang yang berada dibaliknya.

"Hai. Aku sudah lama menunggumu, sayang," bisik suara bariton itu sambil mengunci pintu lalu membopong Monic menuju ranjang.

"Dia gak tidur-tidur, makanya sampai aku beri obat."

"Haha, gadis pintar!" Puji lelaki yang sudah tanpa busana itu pada Monic.

"Astaga Ryujo, kamu sudah siap rupanya. Itu pedangmu sudah berdiri tegak. Ayo cepat, aku sudah merindukan serangannya," desak Monic.

"Tentu sayang, aku akan memberikannya untukmu bahkan lebih dari yang kau inginkan."

"Buktikan, sayang," Monic langsung melepas daster dan meregangkan kedua kakinya, memamerkan celah surga dunia pada Ryujo.

"Wow, respon liangmu luar biasa, cintaku. Baru melihat juniorku tegak saja punyamu sudah sebasah ini."

"Kan udah aku bilang kita sudah terlalu lama tidak bercintaa lagi, kangennya jadi kebangetan, Ryujo."

"Ah, ini yang selalu bikin aku merindukanmu, sayang ... mmmmhhh, mmmhhh," Ryujo gegas menyambar sajian yang terhidang di hadapannya, dan langsung terhanyut menyesap madu istimewa dari sarang lebah Monic.

"Ryujo, please ... cukup. Berhenti di situ. Sini, langsung ke intinya saja, sayang. Aku sudah sangat merindukan hujamanmu."

Hanya bertukar tatap sejenak dengan tanpa menyahut, Ryujo bergeser naik dan 'blesss' membenamkan pedang tumpulnya dengan kekuatan penuh.

"Yah ... yah, terus seperti ituh, lebih cepat Ryujo."

"Sesuai keinginanmu, sayang."

"Mmhh ... lebih keras lagi. Ih, lebih dalam lagih, Ryujoku ... pahlawanku," rintih Monic yang disahut desaah Ryujo, memenuhi ruang kamar tamu diiringi bunyi 'klucek, klucek, klucek' dari penyatuan organ intim mereka.

Sementara diluar bilik asmara itu , Aya yang tadi sempat keluar untuk buang air di kamar mandi belakang, melihat nyonya Monic keluar dari kamar tidur utama, lalu mengendap ke kamar tamu. Kupingnya yang polos itu sayup mendengar suara-suara aneh yang entah menyiratkan apa, seandainya pun itu suatu tindak kejahatan, maka Aya tidak mau ikut campur.

"Ryujo, please ..." itu kata-kata yang paling jelas didengar Aya, membuatnya bertanya-tanya. Siapa Ryujo? Kenapa nyonya Monic masuk ke kamar tamu padahal biasanya tidur di kamar depan dengan tuan Isao?

Hiyyy, Aya bergidik ngeri. Pasti ada sesuatu yang tidak beres, dan sebelum menjadi kesalahpahaman lagi, Aya memilih kembali masuk ke kamar belakang dan tidur.

***

"Wow ... ternyata mami bisa juga bikin tulisan yang ... membuatku panas-dingin gini. Jadi pengen cepat kawin aja. Hei boy, itu cuma bumbu cerita, kenapa malah jadi pengen beneran,sih?" gerutu Mangata sambil menaruh naskah itu.

Jantung Mangata berpacu kencang, hingga membuatnya langsung menurunkan celana dan menyelesaikan urusan pribadi dengan tangannya sendiri dibantu baby oil sebagai pelancar gerakannya.

"Aaah ... kali ini kita tuntaskan dengan cara ini dulu ya boy, nanti ada saatnya kita selesaikan dengan sesuatu yang tentunya lebih nikmat lagi," gumam Mangata dengan mata terpejam.

Setelah lega, Mangta bangun dan menatal penunjuk waktu di dinding kamarnya. Hm ... ternyata belum jam 8 malam. Masih terlalu awal buat tidur, gumam Mangata sambil mengatur nafasnya yang sedikit tersengal usai kegiatan solo-nya barusan.

Pak dokter tampan itu ke belakang, membuat teh hijau. Sering disuguhkan Geetruida minuman itu membuat Mangata ikut-ikutan suka menyesapnya terlebih setelah ia tahu manfaatnya bagi kesehatan.

Ia mengambil sebuah jurnal ilmiah yang belum selesai dibacanya guna menambah pengetahuan di bidang kesehatan, tapi uh ... masih di halaman depan Mangata menghentikan aksinya. Gagal, Mangata menutup jurnal dan menaruhnya kembali bersama buku bermanfaat lainnya di rak. Permua saja jika memaksa untuk terus membaca, konsentrasinya terpecah saat bagian terakhir novel Arrabella yang dibaca tadi menari-nari di pikiran lelaki yang rindu sentuhan itu.

Tangannya kembali meraih naska novel Arrabella sambil menebak, 'Nyonya Monic pastilah seorang wanita yang cantik dan menarik." Wah parahnya, ibarat pepatah Tiongkok : rubah yang meminjam keperkasaan harimau, demikianlah Monic yang menggunakan kekuasaan, pengaruh Isao untuk menakuti atau menggertak bahkan menindas orang lain sesuka hatinya.

Sayangnya Isao tidak menyadari telah memelihara rubah betina yang licik di rumahnya sendiri. Licik? Iya, apa ada istilah yang lebih tepat untuk mewakili sifat wanita itu? Memikat Isao dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, memanfaatkan kuasa sebagai wanita milik lelaki itu demi kepentingan pribadi dan menariknya, wanita itu malah bermain cantik dengan Ryujo, pria yang disebut sebagai sahabat Isao di kediaman mereka sendiri.

Pasangan yang saling melengkapi itu ... saat wanita tidak tahu diri bertemu dengan pria pengecut yang mau menjalin hubungan terlarang dengan wanita milik pria lain yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.

Dalam pandangan Mangata, kedua orang itu sama-sama tidak punya akhlak, tapi demikianlah yang namanya pengkhianatan memang tidak pernah datang dari pihak musuh. Pasti orang dalamlah yang berpotensi untuk berkhianat karena berbagai motivasi yang dibuat-buat.

Secinta itukah Isao terhadap Monic, sampai tidak merasa ada yang tidak beres? Bagaimana kalau ternyata, wanita miliknya itu tidak hanya bermain-main dengan Ryujo sahabatnya tapi juga ada kerja sama pribadi dengan para pengawalnya, seperti Isao yang senang menggarap pembantu rumah tangga mereka.

Ya ampun, itu rumah tangga macam apa sih, ini? Apa di kehidupan yang sesungguhnya ada yang seperti itu? Saking cinta dan percayanya kita pada seseorang membuat kita yakin seseorang itu tidak akan bisa menyakiti kita, apalagi menusuk kita dari belakang.

Atas dasar apa Isao? Kelakuanmu aja gak bener gitu, lantas kamu mau mendapatkan ketulusan. Cih, nikmati saja indahnya kecurangan yang dibalas pengkhiatan.

Mangata berdialog dengan dirinya sendiri, tanpa menyadarai kalau ia telah meresapi lakon yang dibacanya

1
Putri Minwa
awal cerita yang menarik ya say
Putri Minwa
hai thor kk putri mampir ya
Ika Ika
Mudah banget buat aku jatuh hati novel nya.
meylani p
keren
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
nama MC nya bagus dan unik... sukses selalu kak naa
delete account
ayo Gita semangat jangan menyerah walau menyerah yah bagaimana ya?
delete account
nah gimana tuh ingatan siapa yang ingatan?
delete account
aksi ditawari itu
delete account
kenapa dia berbohong kepada nya kasihan
anonymous
Wahh keren ternyata ceritanya tentang kisah jadul Noni Belanda, sok atuh author lanjutkan bakat mu
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
asiik ketemu kenalan lama
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
ceritanya menarik semngat teruss thorr berkarya nya ditunggu kelanjutan ceritanya
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
mampir kak salken dri kalsel
ᴷᴮ⃝🍓𝓓ͥ𝓪ͫ𝓷ͦ𝓲ͤ𝓪ͭᵇᵃˢᵉՇͫɧͧeᷡeͤՐͤՏꙷ
Semangat nel ditunggu karya" terbaikmu
.
𝒍𝒖𝒂𝒓 𝒃𝒊𝒂𝒔𝒂
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣˢ⍣⃟『⃟𝐉༄⃞⃟⚡
alur cerita na udah menarik ini
mau next bab aja lah
semoga gettruida bahagia gak sedih
ending gak suka yg sedih" soal na
nanti bikin mewek 🙏🤭
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
menceritakan kisah hidup dimasa lalu sebenernya sangat sulit, karna disana ada suatu kejadian atopun peristiwa yg mungkin akan jadi beban... tp salut sama Geetruida dia dengan senang hati mencurahkan kisah hidupnya menjadi sebuah cerita...

semangat kk,, sukses selalu💪💪💪
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
ish Geetruida kenapa g jujur aja sih, biar jelas gitu.. kan kasihani mangata.
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
jadi penasaran sama kehidupan Geetruida sekarang..kenpa dia bisa nikah sama kk iparnya
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
kira kira kabar baik apa y.. jadi penasaran deh 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!