NovelToon NovelToon
Pendekar Sadis

Pendekar Sadis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: I Can

Perang besar antar tiga benua mengubah segalanya. Ribuan nyawa melayang, jutaan orang kehilangan tempat tinggal.
Penculikan dan penindasan hampir terjadi di setiap sudut, tidak ada kata aman lagi.

Di dunia yang kacau inilah seorang anak kecil yang memiliki tubuh surgawi lahir namun sayang Ia tidak bisa berkultivasi.
Sampai akhirnya Ia bisa berkultivasi dan mengubah takdirnya sendiri dengan caranya.

Dimulai dari membantu sesama sampai membangun sebuah desa yang aman bagi para pengungsi yang tidak memiliki tempat lagi dan tidak tahu harus kemana.
Desa Ye, begitulah nama yang diberikan para pengungsi, mengikuti namanya, Ye Chen.

Ye Chen tersenyum kecil.
"Gawat! cepat menghindar!" teriak salah satu tetua, namun terlambat.
Ye Chen telah bergerak, cepat sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengerikan.. Tuan Muda, Apakah Itu Anda?

Prakata

Hallo reader, salam hangat..

Ga terasa udah 20 bab aku nulis ini, jujur sih tulisan agak aku kebut dan 2000 kata itu ternyata banyak juga hehe

Bisa di bilang ini adalah novel pertamaku, jadi kalo ada kata berulang atau tidak sesuai dengan harapan mohon dimaklumi yah ^^

Novel ini udah aku ajuin untuk dikontrak, mohon dukungan dan doanya yah ^^

Salam Hangat

Author

...****************...

"Tuan muda... " Gumam mereka.

Ye Chen berjalan mendekat, selangkah demi selangka, pelan tidak terburu-buru. Pedang hitamnya Ia panggul di pundak. Pakaiannya berwarna merah, ini jelas warna darah bukan warna asli pakaiannya.

Anggota sekte yang mengepung berpencar memberi jalan masuk untuknya, entah dengan niat mengepungnya juga atau karena apa.

Begitu sampai di dekat Qin Gang dan yang lain, Ye Chen hanya tersenyum dan berkata.

"Kalian kelihatan susah, lihat, berdiri saja sudah tidak benar.

Pil kalian habis?" Ye Chen paham, tak mungkin mereka sangat payah begini kalo masih memiliki persediaan pil pemulih.

Ye Chen melambaikan tangan mengeluarkan pil dan memberikannya pada mereka.

"Gunakan sebaik mungkin, seraplah, aku akan mengalihkan perhatian mereka" Kata Ye Chen lalu berjalan berdiri di depan mereka.

Sebenarnya Ye Chen hendak menegur mereka karena tidak segera menggunakan token untuk pergi dari sini, tapi melihat semangat dan kemauan yang keras

"Akhirnya kau muncul, kukira kau tak akan muncul.. Dimana orang yang bermarga Song itu, kenapa tak kau ajak dia juga?" Kata patriark sekte. Kemudian Ia berbisik kesamping.

"Senior, orang inilah yang jadi pemimpin desa."

"Tingkat Bumi tengah, anak ini termasuk jenius.. patriark, dia harus disingkirkan secepatnya, kalau tidak, akan merepotkan dimasa depan."

Patriark menggangguk setuju mendengar ini.

"Lepaskan serigala..!"

Teriak patriark memberi perintah, Ia tentu saja tak akan membiarkan Ye Chen dan kelompoknya lebih jauh lagi.

Kelompoknya itu tak akan bisa melawan, mereka sedang berkonsentrasi memulihkan diri. Dan tentu saja harus di bunuh sebelum mereka pulih.

Kawanan serigala menghambur ke arah Y Chen dan kelompoknya.

"Pedang seribu jiwa.. "

Ye Chen melempar pedangnya ke udara, pedang hitam itu berubah menjadi sepuluh pedang yang langsung menyerang kawanan serigala.

"Tarian pedang.. formasi api"

Tehnik pedang seribu jiwa, sesuai namanya, tehnik ini dikontrol dengan kekuatan jiwa yang bergerak teratur menyerang kawanan serigala.

Sedangkan tehnik tarian pedang memecah pedang menjadi bagian kecil dan langsung menyerang target lalu hilang.

Formasi api, ini sebagai pengunci luka.

Pertama, pedang jiwa memberikan luka lalu tarian pedang menyerang langsung di titik luka, terakhir formasi api mengunci luka ini tetap terbuka dan membakarnya dari dalam.

Sebentar saja kawanan serigala tumbang semua

"Cih menyerangku dengan kucing-kucing liar tidak akan ada gunanya." Kata Ye Chen sembari memanggil pedang hitamnya kembali.

Ye Chen sengaja menunjukkan kekuatannya di depan semua musuhnya, tujuannya adalah memberikan efek kejut, dan ini berhasil. Sebagian besar dari mereka kehilangan separuh semangat tempurnya.

Jika saja patriark tidak disitu, pasti mereka sudah kabur sejak awal.

"Apa yang kalian tunggu!! Cepat serang mereka..!!" Teriak patriark kesal melihat anggotanya jerih.

Tidak ada yang bergerak, semua diam. Patriark yang melihat ini semakin bertambah kesal. Tapi Ia juga diam saja.

Sebenarnya bukan takut, Ia menunggu kultivator senior yang di sewa bergerak terlebih dahulu.

"Senior, kapan kita bergerak. Tak mungkin kan kita menunggu mereka memulihkan diri dulu?" Tanya patriark yang mulai tak sabar, menurutnya ini waktu terbaik, selagi mereka belum pulih dari lukanya.

"Aku memang menunggu mereka pulih, lihat bagaimana aku mempermainkan mereka hehe..." Senior ini berkata dengan begitu sombongnya.

Ye Chen juga diam, tapi tetap waspada. Ia dengan sabar menunggu Qin Gang dan yang lain selesai memulihkan diri.

"Tuan muda.. kami siap bertarung." Kata Qin Gang berdiri di ikuti rekan-rekannya.

"Langkah angin kedua.. "

Tanpa menunggu Qin Gang dan yang lain berdiri, Ye Chen melesat cepat menuju kelompok terdekat. Korban mulai berjatuhan di pihak sekte, sekali tebas dua nyawa melayang.

Ye Chen bertarung seperti binatang buas, tak perduli apa yang Ia tebas. Entah itu tangan, kaki, kepala, tidak ada target, semua ditebasnya.

Sebentar saja tiga puluh orang tersungkur di tanah, ada yang tewas dan ada yang masih mengerang kesakitan. Yang lain melompat menjauh.

Ye Chen hanya tersenyum tipis, berjalan pelan sambil menyeret pedang hitamnya di tanah.

Setiap kali Ye Chen melewati korbannya yang Ia lihat masih mengerang, pasti akan Ia potong menjadi dua, tidak ada kata ampun dalam kamusnya.

Rambutnya yang hitam berubah merah sebagian karena terciprat darah, Ia tak mau repot menghindarinya.

Ye Chen berdiri tegak setelah memastikan korbannya tewas semua.

Ia menoleh ke arah Qin Gang dan kelompoknya yang belum juga bergerak dari tempatnya.

Glukk...

Menelan ludahnya sendiri, Qin Gang merasa takut, tak pernah Ia menyangka tuan mudanya yang biasanya begitu baik ini bisa semenakutkan ini.

"Saudara Qin, benarkah itu tuan muda.. ?" Tanya rekannya yang lain.

Qin Gang hanya menggeleng.

Perasaan mereka semua sama, mengerikan. Untung tuan muda di pihak kita pikir mereka.

Dari jauh ketua Song juga melihat ini dengan jelas hanya bisa mendesah pelan.

Ia pergi mendahului kultivator desa yang harus membersihkan pemukiman perwakilan dagang.

Tatapan Ye Chen ini seolah memberi perintah supaya mereka mulai bergerak menyerang. Qin Gang mengangguk, lalu bersama rekannya mengaktifkan langkah angin dan melesat cepat.

Bersamaan dengan serangan Qin Gang, dari arah pemukiman nampak banyak bayangan melesat cepat, ikut menyerang anggota sekte. Pertempuran tidak seimbang kembali pecah.

"Patriark, saatnya menghabisi monster itu." Kata sang senior sambil melesat cepat ke arah Ye Chen di ikuti dua bayangan lain.

Boom..

Patriark yang sejak tadi sudah tak sabar, melesatkan pukulan penuh Qi ke dada Ye Chen. Namun luput karena Ye Chen sudah melompat jauh. Tanah berlubang akibat terkena pukulan patriark.

"hah sayang sekali, tadinya aku berniat membunuhmu dengan satu pukula." Ucap patriark yang tak mengira pukulan sekuat tenaganya luput dari sasaran.

Ye Chen hanya diam, tak ada gunanya berbicara sambil bertarung pikirnya.

Saat sang senior hendak bergerak, Ia di hadang ketua Song.

"Tuan muda yang dua ini bagianku.. oh ya ini pedang pak tua itu." Ketua Song melmpar pedang merah milik ketua perwakilan dagang Kerala Ye Chen.

Menimang pedang merah dan melihat sekelilingnya, Ye Chen kemudian melesat cepat menuju Qin Gang yang jaraknya paling dekat dengannya.

Tentunya Ia tak hanya mendekat begitu saja, anggota sekte yang mengepung Qin Gang menjadi santapan pedang merah.

Memang tak bisa membunuhnya, hanya tangan dan anggota badannya saja yang terpotong.

"Qin Gang ini untukmu.. "

Tanpa berkata apa-apa, Qin Gang meraih pedang merah dan menebas anggota sekte yang mengepungnya.

"Pedang bagus." Ucap Qin Gang lalu melesat menghadang musuh-musuhnya yang lain.

"Langkah Angin Kedua.. "

Ye Chen melesat kembali menuju patriark sekte dan langsung menyerang, tak ada peringatan atau kata apapun keluar dari mulutnya. Hanya pedangnya saja yang berbicara.

Patriark mendengus meladeni serangan-serangan Ye Chen yang cepat mengandalkan tehnik langkah angin.

Ia terus Mendesak patriark dengan jurus-jurus gabungan yang selama ini dilihatnya, tak ada jurus ataupun tehnik khusus.

Jika patriark meladeni Ye Chen dengan hanya menggunakan tehnik jurus-jurusnya, Ia pasti akan kalah. Pemahamannya tentang gerakan-gerakan jurus masih jauh di bawah Ye Chen.

Ye Chen bisa memprediksi arah gerakan dari jurus-jurus yang lawannya keluarkan, melihat kelemahannya dan memperbaikinya.

Jurus adalah gerakan menyerang maupun bertahan yang biasanya digunakan dalam pertarungan jarak dekat dan merupakan perkembangan dari tehnik beladiri. Sedangkan tehnik beladiri selain digunakan untuk jarak dekat, bisa digunakan juga untuk jarak jauh.

Misalnya tehnik Tapak Jiwa milik Ye Chen, tehnik ini bisa digunakan dalam pertarungan jarak dekat. Dalam tehnik ini gerakan utamanya adalah memukul dengan tapak dengan kekuatan jiwa yang menyerang langsung ke jiwa lawan, gerakan lainnya tentu bukan hanya serangan tapak saja. Ada juga gerakan seperti menangkis, menyikut ataupun menendang. Nah gerakan inilah yang disebut jurus.

Semakin lama patriark semakin terdesak, meski belum ada satupun serangan Ye Chen yang bisa menyentuhnya, namun cepat atau lambat Ia pasti akan terluka juga.

Ye Chen sendiri bukan tidak menderita, setiap kali lengan atau kakinya bertemu dengan serangan lawan, Ia pasti merasakan sakit. Tingkat Langit awal melawan tingkat Bumi tengah, bukanlah sesuatu yang bisa di anggap enteng.

Menyadari ini, patriark melompat ke belakang, menarik nafas dan mengeluarkan tehniknya memukul Ye Chen.

"Tehnik Pukulan Langit..!"

"Great..!" Ucap Ye Chen dalam hati, Ia segera melompat menjauh dan mengeluarkan tehnik tapaknya.

"Tehnik Tapak Jiwa.."

Boom...

Siluet pukulan dan tapak bertemu, suara dan getarannya sangat kuat. Ye Chen meski sudah cukup jauh tetap merasakan dampak dari pertemuan dua tehnik ini. Dadanya terasa sesak, terlihat darah mengalir dari sudut bibirnya.

Keadaan patriark tidak seburuk Ye Chen, Ia hanya merasakan sesak di dada saja.

Ye Chen menelan pil pemulih, menarik nafas pelan-pelan dan mengeratkan geggaman pedangnya.

"Langkah angin ketiga.. "

Dua kali lebih cepat dari gerakan sebelumnya, Ye Chen menyilangkan pedang di depan dada dan memukul ke depan dengan tapak tangan kirinya.

Patriark yang hanya bisa sekilas saja melihat gerakan Ye Chen ini dan tidak sempat lagi untuk membalas, Ia hanya bisa menahan dengan perisai tubuh saja.

Tapi Ye Chen bergerak lagi dengan cepat ke belakang patriark memukul lagi lalu bergerak lagi dari samping dan memukul lagi.

Bahkan tapak pertama saja belum sampai, tapak kedua dan ketiga sudah menyusul.

Tak bisa bereaksi dengan kecepatan Ye Chen, patriark hanya bisa bertahan menggunakan perisai tubuh miliknya.

Serangan tapak Ye Chen hanya bisa membuat perisai tubuhnya bergoyang.

"Hahaha.... ayo keluarkan semua yang kau punya. Lihat, aku hanya diam saja di sini,aku tak akan menyerangmu." Kata patriark dengan sombongnya. Wajar saja Ia sombong. Ia hanya menggunakan tujuh puluh persen kekuatannya, tapak-tapak yang menghantamnya hanya bisa menggelitiknya.

Ye Chen hanya tersenyum. Inilah ciri-ciri orang mati, selalu bersikap sombong memandang rendah orang lain pikirnya.

"Pedang Seribu Jiwa... "

Sepuluh pedang bergerak berputar menyerang patriark yang hanya bisa tersenyum meremehkan serangan ini.

"Formasi..!"

Tanpa patriark sadari, di sela-sela serangan yang Ye Chen lakukan, Ia bergerak menepuk tanah tempatnya berada mereka berada. Aray tipis transparan mengelilingi mereka berdua.

"Formasi api.."

Ye Chen mengaktifkan formasi di tapak jiwanya. Kini terdapat aray kecil setiap kali tapak Ye Chen menhantam perisai dari patriark yang terus saja terkekeh tidak sadar.

Sampai seluruh kekuatan yang Ia miliki Ia keluarkan untuk memperkuat formasi baru Ia sadar tapi sudah terlambat.

Perisai tubuh miliknya retak, salah satu pedang jiwa menyentuh kulitnya.

Ye Chen menelan pil pemulih lagi dan..

"Tehnik Tarian Pedang.. Formasi api.. "

Sembilan pedang terpecah menjadi banyak sekali pedang kecil menyerang luka sayatan kecil di tubuh patriark dan meninggalkan aray tipis.

Total sepuluh pil yang sudah Ye Chen telan untuk memulihkan kekuatan jiwanya.

"Ini yang terakhir.. " gumamnya menelan pil dan mengarahkan pecahan jiwa pedang ke seluruh tubuh patriark.

Aaaahh...

Teriakan keras dari mulut patriark tidak membuat Ye Chen mengendurkan serangannya.

Setiap pecahan pedang yang melukai tubuh patriark meninggalkan aray dan membakar lukanya.

Ye Chen berhenti, menelan pil lagi dan mengatur nafasnya yang memburu.

Dengan tenang Ia melihat hasil karyanya tumbang dengan tubuh penuh luka dan berbau gosong terbakar.

Ye Chen sekali lagi melempar pedangnya dan memenggal kepala patriark. Ia tak mau mendekat saat melakukan ini, tak mau mengambil resiko meskipun patriark susah tewas.

Orang licik ini bisa saja memiliki trik licik lainnya, bahkan jika Ia sudah tewas, pikirnya.

...

Pertarungan antara ketua Song dan kultivator sewaan yang dibantu oleh tetua sekte masih terus berlanjut.

Ketua Song yang sejak awal menargetkan tetua sekte yang paling lemah secara terus-menerus menyerangnya. Kalau saja si kultivator sewaan ini tidak membantu, pasti sudah sejak tadi Ia meregang nyawa.

"Senior..! tolong aku" Teriak tetua itu melihat siluet pedang pedang putih melesat cepat kearahnya, Ia masih bisa menahannya tapi Ia tak pernah menyangka jika ada sebatang pedang melesat di tengah-tengah siluet pedang bergerak cepat menembus dadanya.

Pengalaman dan tehnik ketua Song memang hebat. Ketika Ia menggunakan tehnik pedang anginnya dan siluet besar tercipta, Ia juga melempar pedangnya mengikuti siluet pedang.

Cara Ia membaca gerakan lawannya sangat baik, Ia tau tetua sekte itu bisa menahan siluet Qi dari tehninya dengan kekuatan penuh tapi tidak mungkin bisa menahan lesatan pedang putihnya.

Ketua Song mencabut pedangnya dan berbalik melihat kultivator sewaan.

"Sekarang giliranmu.. Oh ataukah harus kupanggil senior juga..?" Kata ketua Song.

"Tua bangka perwakilan dagang sialaan, kenapa Ia tak bilang di sini ada tingkat Langit tahap Tinggi. Kalau tau begini, tak mungkin aku mau kesini." Kata kultivator sewaan sambil melirik pertarungan antara patriark dan Ye Chen.

Saat itu, pertarungan Patriark dan Ye Chen sudah cukup lama.

"Bahkan tingkat Bumi bisa menghadapi tingkat Langit." Gumamnya terlihat sedikit frustasi.

Ketua Song terkekeh kecil melihat keraguan dari kultivator sewaan di depannya.

"Senior, tak usah mengkuatirkan mereka.. lebih baik kau mengkuatirkan dirimu sendiri, jaga baik-baik kepalamu itu." Kata ketua Song yang merasa heran ketika merasa kekuatannya sedikit menurun.

"hahahaha....! Apa kau sudah merasakannya pak tua? bagaimana, apakah kau merasa kekuatanmu menurun..? hahaha." Kata kultivator sewaan yang merasa rencananya berhasil dengan baik.

...

Di tempat lain, pertempuran Qin Gang dan rekannya juga masih berlangsung. Tubuh penuh luka tak membuat mereka lari dari pertempuran.

Berbeda dengan kelompok pertama yang menyerang pemukiman perwakilan dagang, satu persatu dari mereka memecahkan token teleportasi tak sanggup bertarung lagi.

Tubuh penuh luka, Qi menipis, stamina yang terkuras habis dan belum lagi persediaan pil yang sudah tidak ada lagi membuat mereka dengan sangat terpaksa harus pergi.

Meskipun semangat masih tinggi tapi tak ada yang bisa dilakukan dengan kondisi seperti ini.

Jangan Mati

1
Jemmy Jeck
sepertinya sdah hilang ditelan bumi
Robin Siu
/Grin//Sob//Sob//Shy//Sob/
@rt
hehehe...itu artinya peringatan maut
@rt
hahaha...belom tahu dia..😂😂
@rt
biasa makan xanax nih 😂😂
@rt
biar kapok 😂😂
Robin Siu
/Sneer//Sweat//Sweat//Sweat//Puke//Sneer/
@rt
ada yang tegak dan bukan tiang bendera 😂😂
@rt
wah...dia korupsi 🤭🤭
@rt
asep ? orang sunda atuh 🤭🤭
@rt
empuk...anget...😂😂
@rt
hahaha...tega bangets...😂😂
@rt
masih ada yang lain chen...tangkap
@rt
duren kalee di belah...wkwkwkwk 😂😂
@rt
hahaha...😂😂😂
@rt
nahhh kaan...mau jadi kaisar 🤭🤭
@rt
dasar perut kareeett...😂😂
Robin Siu
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
@rt
lagian mau2nya nyabut gigi, gak jijik apa, tinggal tonjok aja kalo mau ngerontokin gigi 😜😜
@rt
uaah..dia ke ge er an 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!