NovelToon NovelToon
Belenggu Mafia Lapuk

Belenggu Mafia Lapuk

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Mafia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Neti Jalia

Warning! 21+


Evellyn seorang gadis muda berusia 17 tahun terpaksa melarikan diri dari rumah. Gadis yang bahkan belum lulus sekolah itu terpaksa melepaskan diri dari jerat sang ibu tiri yang ingin menjual dirinya, karena terlilit hutang judi disebuah pusat perjudian kasino.

Namun kesialan terjadi saat dirinya dalam misi pelarian diri. Gadis itu terjebak dalam situasi yang tidak kalah rumit dan menegangkan. Evelly terjebak diantara orang-orang yang menguasai dunia bawah tanah.

Akankah Evelly berhasil lolos?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Maling

"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. udah kelar urusannya?" tanya Owen.

"Sudah. Kalian belum makan?" tanya Yansen..

"Belum. Mereka bilang ingin nungguin kamu. Sayang kita makan yuk? udah laper nih," rengek Ivanka dengan gaya manjanya.

"Ya sudah ayo kita makan," ujar Yansen.

Mereka pun makan dalam diam. Evellyn sesekali melirik ke arah Yansen yang makan sesekali disuapi oleh Ivanka.

"Bocil mau nambah?" tanya Zavier.

"Makasih kak sudah kenyang."

"Oh ya cil, kapan kamu mulai masuk sekolah lagi?" tanya Zavier.

"Rencananya besok kak. Aku sudah terlalu lama izin, pasti banyak sekali ketinggalan pelajaran. Takutnya sulit buat nyusul atau nyalin pelajarannya." Jawab Evellyn.

"Sekolah yang rajin, siapa tahu ada rejeki buat nyambung kuliah lagi," ujar Owen.

"Iya kak. Emm Eve sudah selesai, Eve duluan naik keatas ya kak? kangen kamar soalnya," ujar Evellyn.

"Ya. Selamat istirahat bocil," ujar Zavier.

"Emm." Evellyn mengangguk.

Evellyn menaiki anak tangga perlahan, sebenarnya dia sangat ingin bergabung lama dengan Yansen dan teman-temannya, tapi entah mengapa dia sangat tidak menyukai kehadiran Ivanka.

Waktu menunjukkan pukul 1 malam, saat Evellyn tidak sengaja melewati kamar Yansen yang terdengar berisik. Di dalam sana Yansen dan Ivanka memang tengah bergumul panas saling memberikan kehangatan. Evellyn yang semula ingin turun, terpaksa mengurungkan niatnya dan kembali memasuki kamarnya.

"Aku tidak mungkin menyukai tuan Yansen kan? entah mengapa perasaanku menjadi tidak senang, saat dia bersama Ivanka. Padahal mereka kan memang sudah berhubungan lama?" ujar Evellyn lirih.

Evellyn jadi teringat masa-masa kebersamaannya dengan Yansen saat dipulau terpencil. Begitu manis dan damai, Yansen juga sangat hangat kepadanya.

"Aku tidak boleh menyukai dia. Usianya pun sangat jauh denganku, mungkin ini hanya perasaan sesaat dan takut kehilangan perhatian," ucap Evellyn.

Evellyn mencoba memejamkan matanya, berharap bisa tidur dengan mudah. Namun suara-suara aneh yang dia dengar dari kamar itu seakan terngiang terus ditelinganya hingga membuat dirinya kesulitan untuk tidur.

Yansen menarik kepemilikkannya setelah dua kali bertempur dengan jeda waktu yang berbeda. Pria itu membuka balkon kamarnya dan menyalakan sebatang rokok, kemudian menyelipkan diantara jarinya.

Ivanka menyusul Yansen ke balkon dengan hanya mengenakan lingerie yang dia kenakan sebelum bertempur.

"Apa aku masih memuaskan seperti dulu?" tanya Ivanka sembari memeluk leher Yansen dari belakang.

"Emm." Yansen mengiyakan sembari menghisap rokoknya dalam-dalam, kemudian menghembuskannya ke udara bebas.

"Mau lagi? kita belum pernah mencobanya di balkon," bisik Ivanka.

"Sudah cukup, aku sangat lelah hari ini."

"Baiklah. Aku tidur duluan kalau gitu,' ujar Ivanka.

"Emm." Yansen mengangguk.

Ivanka kembali masuk kedalam kamar, sementara Yansen masih bergelut dengan pikirannya yang kacau.

"Kurasa aku sudah gila. Bagaimana mungkin aku bercinta dengan Ivanka, tapi gadis yang aku bayangkan malah si Evellyn," batin Yansen.

Yansen kembali menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan asapnya di udara bebas.

"Sial. Kenapa tiba-tiba aku ingin memeluk gadis kecil itu, sepertinya kejadian di pulau cukup mempengaruhi kewarasanku," gerutu Yansen.

Yansen menginjak sisa puntung rokoknya dilantai, kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk mendinginkan perasaannya dibawah guyuran air shower.

"Apa yang bocah itu pikirkan kalau seandainya dia tahu kalau aku memikirkan dia saat ini. Dia pasti mengira aku seorang ABG tua yang kepedean," ucap Yansen lirih.

Setelah merasa kedinginan, Yansen segera keluar dari kamar mandi dan berpakaian. Yansen mendengar Ivanka sudah mendengkur halus, Yansen kemudian menyelinap kedalam kamar Evellyn.

Ceklekkk

Yansen perlahan menekan handle pintu dan masuk kedalam dengan suara sepelan mungkin.

"Eh? siapa yang masuk? apa itu seorang pencuri? itu tidak mungkin tuan Yansen kan? tuan yansen kan lagi..." Evellyn merasa dongkol sendiri didalam selimut.

"Maling kurang ajar, hatiku sedang kacau begini berani-beraninya mau maling di kamarku. Apa dia tidak tahu, didalam sini tidak memiliki apapun. Lihat saja, aku akan menghajarmu sampai babak belur."

Yansen perlahan naik ketempat tidur, dan ikut masuk kedalam selimut. Perlahan tapi pasti Yansen melingkarkan tangannya ditubuh mungil Evellyn.

"Selain maling, ternyata seorang mesum juga. Lihat saja, aku akan mematahkan tanganmu ini,"

"1, 2, 3..."

"Malinnngggggggggggggg, malingggggg..."

Bagh

Bugh

Bagh

Bugh

"Eve..stop...eve stop ini aku Yansen, bukan maling."

"Bohong! Yansen sedang mesum di kamarnya," ujar Evellyn sembari memejamkan mata dan memukuli tubuh Yansen dengan membabi buta.

"Aku bilang stop!!!"

Brukkkkk

Yansen mengambil posisi diatas Evellyn, pandangan mata keduanya jadi bertemu dengan deru nafas yang tidak beraturan.

"Tu-Tuan?"

Yansen tidak bersuara, dia hanya menaikkan sebelah alisnya tanda bertanya.

"Ma-Maaf, Eve kira tuan..."

"Maling?"

"I-Iya. Lagipula kenapa tuan menyelinap masuk kamarku? tuan sudah persis seperti maling. Tuan tidak bisa menyalahkan kewaspadaanku kan?"

"Aku kesini ingin menghukummu." elak Yansen yang tidak tahu ingin mencari alasan apa.

"Menghukumku? memangnya apa salahku?"

"Apa salahmu? kamu masih bertanya apa salahmu?"

Ctakkk

Yansen menyentil cukup keras kening Evellyn, hingga gadis itu sedikit meringis kesakitan.

"Memangnya aku tidak tahu kalau kamu sedang mengintip aku dan Ivanka?"

"Mengintip? siapa yang mengintip? aku tidak sengaja mendengar saat lewat. Lagian suara kalian bisa tersengar sampai ke jembatan suramadu,"

Wajah Yansen jadi bersemu merah karena malu.

"Bohong! kamu pasti ngintipkan?"

"Ih...dibilangin kok ngeyel. Awas minggir!" Evellyn mendorong tubuh Yansen, hingga pria itu terbaring ditempat tidur.

"Awas saja kalau berani ngintip, kamu itu masih kecil, nggak pantas melihat atau mendengar hal begituan."

"Lagian kenapa tuan melakukan itu? kalian kan belum menikah, bukan muhrim. Tidak boleh melakukan hal seperti itu."

"Tidak usah mengajariku, aku ini dua kali lipat lebih tua darimu, aku tahu apa yang harus aku lakukan."

"Huu...tahu juga sudah tua. Tapi kelakuan kayak bocah," gerutu Evellyn yang masih bisa Yansen dengar.

"Sebaiknya tuan keluar dari sini! aku tidak mau Ivanka jadi salah faham. Lagian siapa tahu dia mau ngajakin tuan main teriak-teriakkan lagi,"

"Sialan ini bocah, beraninya mengusirku dari kamar yang kubuat dengan uangku sendiri," batin Yansen.

Yansen terpaksa keluar dari kamar itu. Pria itu tidak ingin niat awalnya terbaca oleh Evellyn. Evellyn menutup pintunya dengan lumayan keras, hingga Yansen sedikit terjengkit kaget.

"Kenapa aku persis seperti suami yang diusir istri dari kamar karena ketahuan selingkuh? bocah ini," ucap Yansen.

Yansen lalu kembali kekamarnya. Misinya yang ingin tidur sembari memeluk Evellyn harus gagal total karena kecerobohannya. Meski ada Ivanka disebelahnya, Yansen sama sekali tidak tertarik untuk memeluk gadis itu. Pria itu lebih suka menghabiskan malamnya bersama dengan sebuah bantal guling.

TO BE CONTINUE...🤗🙏

1
Febby fadila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Febby fadila
udah mulai malas bacax, mafia kok nggak ada yg jelas 1 heran deee, beda banget sama cerita yg disebelah, mafiax bekerja sangat rapi dan cepat
Febby fadila
orland lebih licik daripada Yansen,,,
Febby fadila
kalian berempat itu terlalu bodoh mafia kok nggak bisa bijak dlm berpikir siii heran deee
Febby fadila
klw dsni kayakx orland yg lbih cerdik dan licik dari Yansen deee, orang² orland yg duluan cepat daripada orang² yansen
Febby fadila
hmmm makin menarik, orland juga yg menyelamatkan Evelyn kayakx,, waaahh butuh perjuangan besar buat Yansen untuk menemukan eve dari musuh bubuyutannya
Febby fadila
knp nggak di masukin Ivanka kedalam karung baru buang dia,
Febby fadila
kok lambat sekali siii Nemu kebenaranx,
Febby fadila
Ivanka cari mati ditangan Yansen rupanx
Febby fadila
ooo Ivanka jual² nama Yansen biar eve membenci Yansen,,
Febby fadila
aku sumpahi kamu Yansen tidak punya anak seumur hidup, bila perlu jonimu mati suri seumur hidup,,, kamu pikir harta dan tahtamu bisa membuatmu bahagia
Febby fadila
pasti ulah ivanka
Febby fadila
kabur saja dari situ Evelyn biar Yansen menyesal
Febby fadila
mantap eve sandiwara yg sukses,, 🤣🤣🤣🤣 panas Yansen ❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Febby fadila
pasti eve bakalan hamil secara Yansen tidak pakai pengaman,,
Febby fadila
racun yang bikin ketagihan eve 😁😁😁😁
Febby fadila
awas aja kau Yansen jadikan eve seperti Ivanka,
klw Ivanka bukan perawan tua tp kek gadis rasa janda udah bolong semua
Febby fadila
iyalah wong Ivanka dia cuman bisa diranjang doang,,,
Febby fadila
bikin ngakak aku, Yansen seperti suami yg ketahuan selingkuh dari istrix 🤭🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
uuuuhhh Yansen baik banget siiii,,, menolang tanpa terlihat orang² di sekitarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!