NovelToon NovelToon
SCANDAL Part II: To Cacth A Star

SCANDAL Part II: To Cacth A Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

SCANDAL Part II: To Catch a Star

Sinopsis:

Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.

Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.

Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.

"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Udara sejuk khas kawasan pegunungan Bandung menyambut kedatangan mobil MPV mewah milik Gala saat memasuki area pelataran hotel resor bintang lima yang dijadikan sebagai tempat menginap sekaligus lokasi syuting beberapa adegan film terbarunya. Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi, dan suasana di sekitar lobi resor sudah tampak sangat ramai oleh kru film yang sibuk memindahkan alat-alat berat, kamera, serta properti syuting.

Sesuai instruksi Gala subuh tadi, Devan bergerak cepat. Hanya dalam waktu singkat, urusan kamar hotel VIP untuk Aira yang bersebelahan langsung dengan kamar utama Gala sudah beres tanpa menimbulkan kecurigaan. Di depan tim logistik dan asisten sutradara, Devan dengan lihai memasang alibi bahwa Airaya adalah keponakan

Siang harinya, Gala sudah harus turun ke set syuting yang bertempat di area taman terbuka hijau resor tersebut. Mau tidak mau, Aira ikut mengekor di belakang Devan, duduk di kursi VIP khusus tamu yang terletak tidak jauh dari monitor sutradara. Hari ini, Aira tampil modis namun tetap terlihat santai dengan paduan dres kaos tebal berwarna pastel yang sengaja diikat modifikasi menjadi dress di atas lutut, memperlihatkan kaki jenjangnya yang membuat beberapa kru pria sempat salah fokus sebelum akhirnya buru-buru membuang muka karena takut ditatap tajam oleh mata elang Gala.

"Yaya, kamu duduk di sini aja ya, jangan keluyuran. Om Devan mau ke tenda produksi bentar buat ngurus jadwal makan siang," pamit Devan sambil menyerahkan sebotol jus jeruk dingin ke tangan Aira.

"Siap, Om Devan tenang aja. Yaya bakal jadi ponakan yang baik dan penurut hari ini," jawab Aira dengan cengiran manis tanpa dosanya.

Begitu Devan melangkah pergi dan Gala sedang sibuk melakukan pengarahan adegan bersama sutradara di tengah lapangan, ketenangan Aira tidak bertahan lama. Kehadiran seorang gadis asing, sangat cantik, dengan proporsi tubuh spek model internasional yang duduk sendirian di tenda VIP VIP tentu saja langsung menjadi magnet bagi para artis wanita yang sedang mengantre jadwal take adegan.

Rombongan pertama yang datang menghampiri tentu saja dipimpin oleh Jesica, artis papan atas yang selama ini digosipkan media massa sedang terlibat cinta lokasi dengan Gala. Jesica melangkah anggun dengan gaun syutingnya yang glamor, didampingi oleh dua artis muda lainnya, Manda dan Sherly, yang merupakan pemeran pendukung di film tersebut.

"Eh, hai... Kamu ponakannya bang Gala ya? Kenalin, aku Jesica," sapa Jesica dengan senyuman manis yang dipaksakan, matanya dengan jeli menilai penampilan Aira dari atas sampai bawah. Sebagai wanita, insting Jesica mendadak waspada melihat betapa luar biasa cantiknya "ponakan" Gala yang satu ini.

"Oh, hai Tante Jesica. Aku Yaya," balas Aira sesopan mungkin, sengaja menekankan kata 'Tante' dengan intonasi yang sangat renyah di telinga, membuat senyuman di wajah Jesica langsung berkedut menahan kesal.

Manda dan Sherly langsung ikut duduk di kursi kosong sebelah Aira, mencoba ikut nimbrung demi mencari info. "Gila ya, bang Gala ternyata punya ponakan secantik ini. Kuliah di mana, Ya? Kok kita gak pernah liat foto kamu di media sosialnya bang Gala?" tanya Manda kepo.

"Iya nih, Bang Gala tuh tertutup banget kalau urusan keluarga. Makanya pas Devan bilang bang Gala bawa ponakan ke lokasi, kita semua langsung heboh," timpal Sherly sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan kipas angin portabel.

Jesica mengambil tempat duduk tepat di hadapan Aira, mencoba memamerkan kedekatannya dengan Gala. "Iya, Yaya... Bang Gala itu emang aslinya dingin banget dan gak suka privasinya diganggu. Tapi kalau sama aku, dia beda kok. Kemarin pas rapat kontrak di restoran Jakarta Pusat aja, dia perhatian banget sampai ngetawain hal-hal kecil yang aku omongin. Kamu pasti tahu kan gimana susahnya bikin seorang Galasky Ardayana ketawa?" ucap Jesica dengan nada bangga yang terselubung pamer.

Aira yang mendengar kalimat itu langsung teringat kejadian di saat dia menguntit Gala ke restoran mewah dalam mode detektif. Hatinya mendadak berdesir panas karena cemburu, namun sebagai anak dari Elang Adytama, urusan menahan ekspresi dan memasang strategi licik adalah keahlian alaminya.

"Ah... Masa sih, Tante?" Aira tersenyum miring, menatap Jesica dengan pandangan meremehkan yang sangat halus.

Namun, sebelum Jesica sempat menyusun kalimat buat jawab Aira, suasana di tenda VIP kembali memanas dengan kedatangan sesosok wanita lain dengan gaya yang tak kalah glamor dan sensual. Dia adalah Viona—pemeran antagonis utama di film ini sekaligus musuh bebuyutan Jesica di industri hiburan yang diam-diam sudah lama mengincar dan tergila-gila pada ketampanan Gala.

"Aduh, aduh... Ada yang lagi pamer kedekatan palsu nih ya," sindir Viona dengan tawa renyah yang sengaja dikeraskan, melangkah masuk ke dalam tenda tanpa memedulikan tatapan sinis dari Jesica.

Viona langsung mengabaikan Jesica total, memilih untuk duduk mepet di sebelah kursi Aira, lalu meraih tangan kecil Aira dan menggenggamnya dengan sok akrab. Di otak licik Viona, mendekati keponakan kesayangan Gala adalah jalur tol paling instan untuk menarik perhatian dan mendapatkan nilai plus di mata sang aktor terbaik.

"Hai, Yaya sayang... Kenalin, aku Viona. Jangan dengerin omongan ulet keket di sebelah kamu ini ya, dia emang hobi halusinasi ngerasa paling spesial di hidup bang Gala," ucap Viona blak-blakan menyindir Jesica, membuat Jesica langsung berdiri dari kursinya dengan napas memburu menahan amuk reog.

"Viona! Jaga mulut kamu ya!" bentak Jesica ketus.

"Loh, emang bener kan? Semua orang di set syuting juga tahu kalau bang Gala itu cuma profesional kerja sama kamu, gak lebih!" balas Viona tidak kalah sengit, lalu kembali menoleh ke arah Aira dengan wajah yang mendadak berubah manis dan penuh perhatian buatan. "Yaya, kamu pasti bosen ya nungguin bang Gala syuting dari tadi? Gimana kalau sore nanti habis break adegan, Kak Viona temenin kamu jalan-jalan keliling resor? Nanti Kak Viona beliin es krim atau skincare apa aja yang kamu mau, deh. Anggap aja hadiah perkenalan dari calon Tante baru kamu, gimana?" ucap Viona caper, sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar sampai ke arah Gala yang kebetulan baru saja selesai melakukan adegan dan berjalan menuju tenda VIP.

Aira baru saja hendak membuka mulut untuk menjawab viona, namun mata nya beralih saat sesosok pria tegap dengan kemeja kasual hitam yang sedikit basah karena keringat syuting melangkah masuk ke dalam tenda.

Gala sama sekali tidak melirik Jesica, Manda, Sherly, ataupun Viona yang saat itu sedang memasang pose secantik mungkin demi memikat pandangannya. Sepasang mata milik Gala langsung mengunci sosok Aira yang duduk di tengah-tengah kerumunan wanita itu dengan wajah cemberutnya

Gala berjalan tegap, memangkas jarak, lalu dia meletakkan telapak tangan besarnya yang hangat di atas puncak kepala Aira—mengusap rambut gadis itu dengan lembut di depan mata kepala semua orang.

"Sudah makan siangnya, Yaya?" tanya Gala. Suara baritonnya yang rendah dan tenang terdengar sangat lembut, 180 derajat berbeda dengan nada bicaranya yang biasanya dingin saat merespons para artis di lokasi syuting.

Viona yang melihat kesempatan emas langsung berdiri, mencoba memamerkan kebaikan buatannya di depan Gala. "bang Gala... Tadi aku lagi ngobrol seru loh sama Yaya. Malah aku udah rencana mau ajak Yaya jalan-jalan sore nanti biar dia gak bosen di set syuting. Boleh kan, bang?" tanya Viona dengan nada manis yang dibuat semenarik mungkin.

Gala menghentikan gerakan tangannya di kepala Aira, menoleh sekilas ke arah Viona

"Nggak perlu, Viona. Terima kasih atas tawarannya," jawab Gala. "Yaya gak akan ke mana-mana tanpa izin dari saya. Setelah ini, dia harus ikut saya ke dalam ruang istirahat pribadi untuk makan siang bersama."

1
Desy Bengkulu
wala mak posesifnyoooo
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
jhiee: wkwkwk iya dong🤣 tapi maklum aja si Aira emang segenit itu🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
wah si gala lebih serem dari elang ternyata yee gila🤣🤣🤣
jhiee: hahahah🤣🤣 salahin aja tuh om om yang lain, eh salahin aja si elang yang bilang dia gak ada nafsunya sama anak kecil🤣
total 3 replies
jhiee
ya bingung juga beb😭 masa gala jadi penjahat sih.. yang rubah licik kan si yaya🤧
Desy Bengkulu
aku komen satu rangkap aja ya beb
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
Desy Bengkulu
hihihihi kayk mbak kunti aku beb cekikikan sendiri seneng banget up cerita yang ini
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘
jhiee: love you to🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!