Leukemia atau kanker darah adalah salah satu penyakit mematikan yang paling di takuti banyak orang di dunia ini. Leukemia juga bukan sekedar penyakit sepele, karena jika seseorang terlambat mengatasinya bisa - bisa akan sulit untuk disembuhkan. Proses pengobatannya pun cukup menguras kantong karena harus rutin melakukan kemoterapi sampai waktu yang telah ditentukan oleh seorang dokter.
Laura Shalsabila adalah seorang siswi cantik dan berprestasi yang harus mengalami nasib malang ini. Laura di vonis mengidap penyakit leukemia ini sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namun disaat Laura di vonis mengidap penyakit leukemia secara bersamaan masalah besar datang menghampiri Laura, dimana Laura harus menyimpan perasaan sakit hatinya terhadap Chika sahabatnya sendiri berpacaran dengan seseorang yang ia sayangi.
Akankah Laura mampu melawati hari - hari tersulitnya ini?🤔
Author : Febi Ayeni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febi Ayeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Laura yang dari tadi mendengarkan percakapan antara Chika dan Randy merasa sakit yang ia rasa justru makin menjadi - jadi. Tetapi Laura selalu mencoba untuk tetap tegar di hadapan Chika karena ia tidak ingin Chika mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Di sisi lain Echa yang sedang membeli makanan di kantin rumah sakit sedang merenungkan nasib anaknya.
"Ya Allah, kenapa bukan aku saja yang menggantikan posisi Laura saat ini, perjalanan hidupnya masih panjang!" Ucap Echa dalam hati yang membuat hatinya begitu terpukul akan keadaan saat ini ditambah lagi kondisi ekonominya yang melemah sedangkan ia harus mencari uang lebih banyak lagi untuk kemoterapi anaknya Laura.
"Maaf buk ini pesanannya sudah jadi!" Ucap seorang ibu - ibu kantin yang memberikan 2 bungkus makanan dan minuman pesanannya. Echa yang terkejut akan kedatangan seorang ibu - ibu kantin di depannya pun segera menghapus air matanya.
"Berapa ya buk?" Tanya Echa.
"20 ribu aja buk!" Jawab ibu - ibu kantin tersebut. Echa mengeluarkan selembar uang 50 ribu dan memberikannya kepada ibu - ibu kantin tersebut.
"Ini buk, makasih ya buk!" Ucap Echa sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari kantin tersebut. Baru beberapa langkah Echa berjalan ibu Kantin itu memanggil Echa dan Echa membalikan badannya ke arah ibu kantin itu.
"Maaf buk, kembaliannya!" Ucap Ibu - ibu kantin itu.
"Udah ambil aja untuk ibuk!" Jawab Echa yang berusaha tersenyum.
"Makasih buk, makasih banyak, semoga Allah mudahkan semua urusan ibuk!" Ucap Ibu - ibu kantin tersebut.
"Aaamiiin, makasih juga doanya ya buk!" Jawab Echa yang kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruang rawat Laura.
Sesampainya Echa di ruang rawat Laura.....
"Laura, Chika ayo makan dulu!" Ucap Echa yang baru sampai di ruang rawat Laura.
"Ini buat Chika!" Lanjut Echa sambil memberikan makanan dan minuman ke Chika.
"Makasih tan!" Jawab Chika sambil mengambil makanan dan minuman yang di berikan Echa kepadanya.
Echa kini sedang menyuapi anaknya yang sangat lemah itu. Echa bingung harus bagaimana saat ini yang ada di pikirannya hanya bagaimana caranya agar Laura bisa sembuh.
3 hari kemudian Laura sudah bisa keluar dari rumah sakit, betapa senangnya Laura hari ini karena ia sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Lain halnya dengan Echa yang sudah tau keadaan Laura yang sesungguhnya.
Keesokan harinya Laura masuk sekolah dan harus mengikuti beberapa ujian susulan karena ketika dia sedang sakit sekolahnya sudah mengadakan ujian nasional. Ada rasa sedih yang Laura rasakan karena ia harus menghadapi ujian sendirian tanpa ada seorang teman pun di dekatnya.
Chika yang dari tadi menunggu Laura keluar dari ruang ujian pun akhirnya tak lama kemudian Laura keluar juga.
"Gimana Ra ujiannya?" Tanya Chika sambil berjalan mengiringi Laura.
"Yah gitu deh gampang - gampang susah!" Jawab Laura santai dan kemudian Laura merangkul tangan Chika.
"Oh ya Chik, gue boleh minta sesuatu ga sama lu?" Tanya Laura.
"Tumben amat lu mau minta sesuatu sama gue, biasanya aja gue kasih selalu lu tolak, kecuali yang doraemon sama Makan!" Jawab Chika sinis.
"Gue serius Chik!" Ucap Laura dengan wajah seriusnya.
"Yaudah yaudah iya, lu mau apa?" Tanya Chika sambil tersenyum.
"Gue mau lu panggil gue Salsha aja kalau ada orang lain!" Jawab Laura.
"Lho kenapa?" Tanya Chika terkejut dengan permintaan Laura yang tak biasanya.
"Gue takut ada yang mata matain gue Chik!" Jawab Laura sambil memegang kedua tangan Chika.
"Maksudnya?" Tanya Chika lagi.
"Mantan gue ternyata ada di sini Chik, jadi gue ga mau dia tau kalau gue juga di sini!" Jawab Laura merengek seperti anak kecil.
"Serius lho Ra?" Tanya Chika dengan ekspresi terkejutnya.
"Chika jangan kuat - kuat!" Jawab Laura dengan nada berbisik.
"Sorry - sorry, tapi lho serius kan Ra?" Tanya Chika dengan nada berbisik - bisik.
"Iya Chik gue serius!" Jawab Laura.
"Oke - oke kalau gitu lu tunggu di sini dulu ya, gue mau ambilin sesuatu untuk lu!" Ucap Chika yang kini telah melangkahkan kakinya meninggalkan Laura.
*Hayo tebak Chika mau ngasih Laura apa?
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊*