NovelToon NovelToon
Unreasonable Ceo

Unreasonable Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Vampire / Chicklit / Tamat
Popularitas:310.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Quinsha bocah kecil yang tak di inginkan kelahirannya oleh ayahnya, Salman Cakra Negara. Bangsawan tinggi yang demi mendapatkan hak waris, harus menikahi wanita yang telah di jodohkan oleh keluarga besarnya.

Sementara Salman Cakra Negara diam diam telah menikahi Lusiana wanita yang ia cintai dan Memiliki seorang putri bernama Quinsha.
Untuk merahasiakan pernikahannya dengan Lusiana. Quinsha di kucilkan di sebuah pulau terpencil hanya di temani seorang pengasuh setia yang di sebut Romo. Dalam asuhan Romo, Quinsha tidak hanya belajar menulis dan membaca, dia juga di ajari ilmu bela diri.

Dalam lima belas tahun, kemampuan Quinsha semakin berkembang dan mampu membangkitkan inti alam dalam memanfaatkan unsur angin, api tanah dan air. Romo meninggal di usia Quinsha 15 tahun.

Quinsha meninggalkan pulau tersebut pergi ke kota besar untuk menelusuri orang tua kandungnya. Namun Quinsha yang lugu dan tidak tahu bagaimana kehidupan di kota besar, takdir telah mempertemukannya dengan dua pria yang sama sama memiliki kekuatan supranatural. Arkana Devin, pemimpin perusahaan Moon Silver yang memiliki musuh bebuyutan bernama Bramantio Anderson, pemimpin perusahaan Blood Moon.

Kedua pria tersebut, tidak hanya melibatkan Quinsha dalam perseteruan, juga melibatkannya dalam cinta segitiga yang berujung pertemuan Quinsha dan keluarga besarnya.

Bramantio Anderson, "Kau milikku, darahku. dan dosaku"

Arkana Devin, "Aku menyukai tantangan. Dan tantangan itu adalah Kau!"

Hal yang tidak di sukai Quinsha. "Kalian berdua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Keesokan paginya Bramantio sudah bersiap untuk ke kantor. Tidak lupa Bramantio membawa Quinsha kemanapun ia pergi. Karena ia tahu kalau Quinsha sering melarikan diri. Oleh sebab itu Bramantio menggunakan rantai besi berukuran kecil untuk mengikat tangan Quinsha ke tangan Bramantio.

Quinsha yang tidak mengerti sikap berlebihan Bramantio yang menganggap dirinya tawanan, tidak berhenti mengumpat dan berteriak. Akhirnya Bramantio membungkam mulut Quinsha menggunakan lakban.

Terkesan sadis dan berlebihan namun saat ini hanya itu yang bisa Bramantio lakukan kepada gadis itu supaya tidak di culik Dominic.

Selama di kantor, Quinsha terpaksa mengikuti setiap pergerakan Bramantio. Kalau pria itu berjalan, maka Quinsha mengikuti dari belakang. Bramantio tidak perduli dengan bawahannya yang menganggap dia sebagai atasan yang mengerikan, dari pada di pecat mereka memilih diam dengan tatapan aneh.

Hari semakin siang, pekerjaan Bramantio belum juga selesai, ia masih fokus menatap layar monitor. Sementara gadis itu sudah merasakan kelaparan.

"Bagaimana caranya memberitahu pria gila ini, kalau aku lapar sekali." Ucap Quinsha dalam hati.

"Aha, aku punya ide!"

Gadis itu menggeser duduknya lebih dekat dengan Bramantio, tangannya ia angkat lalu.

"Plakkk!!"

Quinsha menampar kepala Bramantio hingga merunduk. Bramantio menoleh ke arah Quinsha dengan tatapan tajam.

"Puk puk puk!"

Gadis itu menepuk nepuk perutnya sebagai tanda kalau dia lapar. Bramantio menggelengkan kepalanya, lalu ia menghubungi bawahannya untuk membawakan dia makanan ke ruangannya. Setelah itu, ia kembali fokus menatap layar monitor.

Tak lama kemudian seseorang masuk ke dalam ruangan membawakan dua kotak makanan lalu di letakkan di atas meja, setelah itu ia kembali meninggalkan ruangan.

Hanya menggunakan satu tangan, Quinsha membuka kotak makanan itu. Tetapi ia lupa, bagaimana bisa makan kalau mulutnya di beri lakban, ia berkali kali membuka lakban di mulutnya tetapi Bramantio selalu menggagalkannya. Lalu gadis itu kembali memukul kepala Bramantio cukup keras.

Bramantio mulai kesal, lalu berpindah posisi duduknya menghadap Quinsha dengan tatapan tajam. "Ada apa lagi?"

Quinsha hanya bisa menggunakan kode, dengan memajukan wajahnya supaya di buka lakbannya.

"Baiklah!" Tangan Bramantio terulur membuka lakban di mulut gadis itu tanpa perasaan.

"Aaaaaahhhh!!" jerit Quinsha kesakitan, matanya melotot menatap Bramantio

"Apalagi?" tanya Bramantio tanpa ada rasa bersalah.

"Kau memang keterlaluan, tidak punya perasaan, kau gila!!" umpat Quinsha marah.

Bramantio hanya tertawa kecil lalu membungkam mulut Quinsha dengan tangannya. Menatap kedua bola mata gadis itu yang berkaca kaca akibat kesakitan saat di lakban di mulutnya di lepas.

"Kau menangis?" tanya Bram, menurunkan tangannya.

"Tentu saja bodoh!" rutuk Quinsha geram.

"Hahahaha!! Bramantio tertawa terbahak bahak tiap kali Quinsha memanggilnya bodoh, entah mengapa tiap kali Quinsha marah dan memanggilnya seperti itu, ia sangat menyukainya.

"Ya Tuhan, selamatkan aku dari pria bodoh dan gila ini." Ucap Quinsha.

"Jangan banyak bicara, ayo makan!" perintah Bramantio. Lalu ia mengambil kotak makanan di atas meja.

"Buka mulutmu!" perintahnya lagi.

Sesaat Quinsha terdiam, ia sudah kehilangan selera makannya. Namun Bramantio terus memaksa dengan mendekatkan sendok ke mulut gadis itu.

"Ayo cepat makan!" bentaknya.

Akhirnya Quinsha membuka mulutnya dan membiarkan Bramantio menyuapinya hingga suapan terakhir.

"Wow, satu kotak makanan habis. Banyak sekali porsi makanmu." Goda Bramantio lalu meletakkan kotak makanan yang sudah kosong ke atas meja.

"Sebentar lagi kita pulang."

Tiba tiba Bramantio mematikan ponselnya, raut wajahnya yang santai berubah waspada dan cemas. Lalu ia beranjak dari kursi di ikuti Quinsha. Mereka berjalan bersama dengan tergesa gesa keluar dari dalam gedung.

1
yusuf syaifullah
makan somay,burjo,sumsum trus minumnya luwak mantab 😀
murniati cls
udah seperti itu masih keras kepala
arry desember
etdah udah tamat aja thor
Margaretha Sukmawati
Queen kpn sie lo pintar msh aja lo nyebelin. seharusnya lo cari tau knp lo di kejar untuk di tangkap mereka. dan lo harusnya cari tau tentang asal usul lo. ceritanya terlalu di ribetkan
Margaretha Sukmawati
hhhhhjhjh Queen stok sabar aja ya
Margaretha Sukmawati
Queen punya kekuatan tapi ko ga di pergunakan untuk melawan. katanya bisa ilmu bela diri tapi kaya cwe lemah
minega
kayanya males ngasih nama🤣🤣
Unyu Unyu 😍
masih ada up ternyata
melani sujarmo
lanjut
Intan Nuraeni
Naomi bandel sih
Mela Wati
emang naomi blm paham juga ya klo dirinya bukan manusia...harusnya naomi bisa bertarung lebih hebat atuh thor....
Risfa
Auuuu makin seruuu maak 😍
Risfa
lahh Naomi ngilang lagii 😂
Mela Wati
ya tuhan kasihannya bram sm quen...ayo arkana kamu pasti bisa, naomi sptnya yg bisa selametin ortunya...
Neng ajja
lanjut
sofie
semoga arkana bisa selametin quin
Elisa sundari
😘😘 up yg banyak kak
Erli
lanjut.
Erli
lanjut
Mela Wati
wah jangan2 bram sm quinza dikeroyok....tp gk bakalan klah klo bram harusnya...ntu naomi bukannya jatuh cintanya sm arkana thor hehehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!