NovelToon NovelToon
The Princess (Sequel Love Story)

The Princess (Sequel Love Story)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Qnoy

Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick

Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi

Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan

Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.

Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama

Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 3

"Eh...bunda.." kata Ina

Aya berjalan menghampiri Ina. Ina memilin ujung kerudungnya sembari menunduk

"Dari mana?" Tanya Aya

"Ng..dari rumah teman bunda. Ada kerja kelompok." Kata Ina. 

Ia tidak sepenuhnya berbohong. Leo adalah temannya, dan untuk kerja kelompok, belajar menembak juga termasuk kerja kelompok saat permainan paintball nanti

Aya memindai Ina

"Sana, mandi dulu. Sholat Maghrib lalu kita makan bersama. Bunda tunggu ya." Kata Aya sembari berbalik masuk ke kamar utama

Ina menghela nafas lega. Segera gadis itu masuk ke kamarnya lalu bersiap membersihkan diri

***

Denting alat makan terdengar nyaring di ruang makan keluarga Al Farobi. Endra dengan semangat menceritakan kejadian di sekolahnya

Aya dan Ardhi menyimak cerita Endra sesekali menimpali. Ian dan Ina pun menceritakan kejadian di sekolah seharian ini

Hanya Ray yang belum hadir

"Ohya Na, tadi kamu kerja kelompok di rumah siapa?" Tanya Aya

Ina terdiam sejenak

Ardhi memandangi putrinya yang terlihat berfikir

"Ina ke rumah Cici.." kata Ina pelan

Aya hendak bersuara saat Ardhi menyela

"Oh iya, tadi Om Fathur bilang kamu mampir." 

"Kapan ketemu Fathur?" Tanya Aya

"Telepon, sayang. Ada urusan sedikit " Kata Ardhi

Ina diam-diam menghela nafas lega. Setidaknya bunda lebih percaya ayah ketimbang dirinya karena akan sangat ketahuan kalau dirinya berbohong

***

"Na.."

Ina menoleh. Nampak Ardhi duduk di ruang televisi saat dirinya melintas. Ardhi mengisyaratkan agar ia duduk disamping ayahnya

Ina menurut dan duduk di samping Ardhi.

"Benar tadi kamu ke Cici?"

Pertanyaan yang sudah Ina duga. Gadis itu mengangguk pelan. Ia memang sempat ke rumah sahabatnya tadi sebelum ke Apartemen Gading

Ardhi membelai kepala Ina yang tidak tertutup kerudung.

"Ayah merasa, Ina menyembunyikan sesuatu. Boleh cerita ke ayah?" Tanya Ardhi lagi

Ina memandang Ardhi. Ina memang kerap kali bercerita tentang segala hal pada Ardhi dan Aya. Tetapi untuk menceritakan tentang Leo, rasanya Ina belum boleh membukanya pada ayah dan bundanya sendiri

"Ina.. belum bisa cerita ke ayah. Tapi ayah jangan khawatir, bukan masalah atau rahasia besar kok." Kata Ina

Ardhi tersenyum

"Ayah hanya ingin anak-anak ayah berbagi cerita dengan ayah. Kalau memang Ina belum mau cerita tidak masalah. Tetapi ayah sangat senang ketika Ina ataupun anak-anak yang lain mempercayai ayah sebagai tempat bercerita."

Ina tersenyum

"Iya, yah."

Pembicaraan ayah-anak itu terputus saat mendengar suara motor Ray memasuki pekarangan. Tak lama pemuda itu memasuki rumah

"Baru pulang, bang?" Sapa Ina

"Eh, ayah..Ina. Iya nih. Ray ke kamar dulu ya Yah. Gerah, mau mandi." Kata Ray

Ardhi memperhatikan putra sulungnya menaiki tangga menuju kamarnya

"Sudah malam. Ina juga istirahat ya. Besok kan sekolah." Kata Ardhi

Ina mengangguk, lalu mengecup pipi Ardhi

"Malam, ayah.."

"Malam, sayang.."

Sepeninggalan Ina, Ardhi mengambil hp nya dan mulai menghubungi seseorang

"Hallo Beno..."

***

Ray menghempaskan tubuhnya ke kasur king size miliknya. Badannya terasa letih hari ini. 

Drrt..drrt..

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk

"Ketua, kelompok Phoenix mulai beraksi. Mereka melakukan Black Champaign dengan menyebar brosur menjelek-jelekkan kelompok Iron Eagle"

Ray mendengkus. Dilemparnya HPnya ke samping

"Andre.. kau pikir bisa mengalahkan aku?!" Desisnya

Sejenak berfikir, Ray kembali mengambil hpnya lalu menghubungi seseorang

"Vin, elo coba turunin anggota untuk menangkap siapa yang nyebarin brosur kampanye itu. Besok kita lakukan program charity di kampus. Jangan sampai peta kekuasaan pindah ke Phoenix."

Ray langsung mematikan HP nya saat mendengar ketukan di pintunya

"Masuk.."

Terlihat Ina melongokkan kepalanya

"Bang, bunda tanya udah makan belum? Kalau belum mau di buatin apa?" Tanya Ina

Ray tersenyum lembut

"Abang udah makan tadi bareng teman-teman, Na. Thanks ya.."

Ina masih berdiri di depan pintu. 

"Ada apa Na?" Tanya Ray

"Ng.. Ina mau tanya sesuatu."

"Sini masuk."

Ina pun masuk dan duduk di tepi tempat tidur Ray

"Bang.. beberapa hari lalu Ina sempat lihat abang di jalan. Abang sepertinya sedang bertengkar.."

Ray mengenyitkan keningnya. Beberapa hari lalu ia memang sempat adu mulut dengan Andre, ketua geng Phoenix. Kalau saja Marvin tidak melerai, mungkin sudah terjadi baku hantam di pinggir jalan

"Akhir-akhir ini abang memang lagi ngurusin pemilihan ketua Dewan Mahasiswa di kampus. Mungkin Ina lihat abang lagi ngasih pengarahan, bukan marah-marah." Kata Ray

"Ooh.. nggak siy. Ina mau tanya, orang yang abang kasih pengarahan itu siapa. Soalnya rada mirip sama kenalan Ina." Kata Ina

Ray tertegun. Ina kenal Andre? Dimana?

"Siapa namanya bang?" Tanya Ina lagi

Ray menatap mata bulat Ina yang berharap. Sebersit rasa khawatir hinggap di hatinya

"Hmm.. seingat abang pernah ngasih pengarahan itu sama Marvin, Agus, Mike.. Andre.."

Ina memanyunkan bibirnya

"Bukan berarti, Ina nggak kenal."

Ray tersenyum lega. Jangan sampai adik cantiknya berteman dengan musuh nya

"Ya deh, Ina keluar dulu ya bang. Met rehat." Kata Ina sambil keluar kamar

Ray kembali menatap HP nya. Menyetel alarm lalu mematikan lampu kamarnya untuk beristirahat

***

Leo sedang memeriksa email dari beberapa anak buahnya saat sesosok pemuda masuk ke dalam apartemen

"Lean.." panggil Leo

Pemuda bernama Lean menghentikan langkahnya

"Yes Daddy?"

"Kau darimana?" Tanya Leo

"Ada sedikit urusan Daddy." Kata Lean sambil duduk di sofa di dekat Leo

Leo memperhatikan Lean yang menyenderkan badannya di sofa sembari memejamkan matanya.

"Sibuk terus ya. Kapan kau meluangkan waktumu sebentar?" Tanya Leo

Lean menghela nafas

"Kurasa daddy sekarang cerewet mirip emak-emak di kantin kampusku."

Leo terbahak. Mana ada emak-emak ganteng dan bertatto banyak seperti dirinya

"Luangkan waktumu. Kita mau main paintball bareng Ina dan Ian." Kata Leo

Lean menoleh saat mendengar nama Ina di sebut. Leo tersenyum lebar melihat tingkah Lean

"Tadi dia kesini, cuma kamu sibuk terus." Kata Leo

"Kalau saja daddy bilang, tentu aku akan pulang lebih cepat." Kata Lean

"Daddy juga tidak tahu, dia muncul setelah liburan kenaikan kelasnya."

Lean mendesah.

"Kalau daddy ijinkan, aku bisa main ke rumah Ina.."

"Jangan! Jangan sekarang. Daddy.."

Lean tertawa

"Kenapa? Daddy masih belum bisa move on dari nyonya Aya kan?"

Leo melempar sekaleng cola pada Lean. Pemuda itu dengan sigap menangkapnya lalu membuka minuman cola itu

"Nasibku tidak akan sama dengan Daddy dan tuan Shankur." Kata Lean sambil meneguk cola nya

"Hahaha.. buktikan saja nanti. Jangan pikir kau tinggal menghadapi tuan Al Farobi. Masih ada kakak dan adik Ina selain Ian." Kata Leo terkekeh

Lean melirik sambil tersenyum

"Ada saudara selain Ian? Ternyata aku tidak begitu tahu banyak tentangmu, Ina.." bathin Lean

1
Qnoy
Luar biasa
Slamet Hariono
👌👌
reni fitriana
BAGUSS
Feli Sa
keren bangettt ceritanya🤩
Maliqa Effendy
Ina belum tahu aja dulu ayahnya ga tegas sm perempuan..walau bucin sm bundanya..
Maliqa Effendy
kok ga bisa di klik ya LOVE STORY..sequel dari novel ini..pdhl ngetiknya udah bener plus penulisnya..
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
Maliqa Effendy: udah bisa...tp klik di profilnya...
do pencarian ga bisa
total 2 replies
Siti Mariam Shafiee
Z
Michie
Keren karya bermutu
Meera
Luar biasa
Wardatus Syifak
tetap semangat kakak
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
Qnoy: Terima kasih banyak kakak
Boleh silahkan share di grup-grup WA siapa tahu ada yang mau baca juga ❤️🌹
total 1 replies
Wardatus Syifak
oalahhh
sedih tapi Yo pingin ketawa
Wardatus Syifak
jadi Ray Kakaknya Ina...
mati aku 🤣🤣🤣
auliasiamatir
semakin kagum sama author, yang bisa bikin cerita menarik kek gini.
auliasiamatir
aku belum baca yang ini, tapi dah baca bagian Reyhan dan zelinda...

ternyata kisahnya sambung menyambung...


aku jadi fans mu sekarang Thor...

cerita mu keren keren...
Sity Naibaho
ceritanya sudah pernah aku baca, ini yang kedua kalinya. mantap thor
Qnoy: Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Iryanti Ir Iryanti
👍👍👍👍👍😘
Qnoy: ❤️❤️❤️
total 1 replies
Fauza Maya Yuana
lebih suka cerita ini dr pd" love story " yg alurnya lempeng bgt..gk ad greget²ny
Qnoy: Betul kakak ❤️
In syaa Allah kedepannya akan lebih di perbaiki lagi ☺️🤗
total 4 replies
Meera
Keren ceritanya. Sudah baca novel-, novelnya dan bagus semua 👍
Qnoy: Hiyaaa hiyaaaa ❤️
Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Meera
Ooh Felix anaknya Harry dan Cat ya
Qnoy: Betul kak ❤️
total 1 replies
Meera
Emang enak dower 🤭🤭
Qnoy: Ahahaha kasihan Mariska
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!