Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Pasar Gelap Bulan Darah
Tengah malam di Ibukota Jingcheng tidak pernah benar-benar tertidur. Di balik gemerlap lampu neon distrik bisnis, terdapat sisi gelap yang hanya diketahui oleh mereka yang memiliki kekuasaan, uang, atau kekuatan bela diri.
Sebuah mobil SUV hitam anti-peluru berhenti di sebuah stasiun kereta bawah tanah tua yang telah lama ditutup di pinggiran kota.
Lin Chen melangkah keluar dari mobil, mengenakan mantel hitam panjang dan topeng separuh wajah yang terbuat dari perak, menutupi identitasnya mulai dari hidung ke atas. Di belakangnya, Paman Bai dan Ah Fei juga mengenakan topeng serupa.
"Tuan Muda, ini adalah pintu masuk menuju Pasar Gelap Bulan Darah," bisik Ah Fei. "Tempat ini dikelola oleh sebuah faksi misterius bernama Kuil Bayangan. Mereka sangat ketat. Siapapun yang membuat keributan di dalam, entah itu Tuan Muda Ibukota atau pejabat tinggi, akan dibunuh tanpa peringatan."
Lin Chen mengangguk pelan. "Aturan yang bagus. Itu berarti kita tidak perlu repot-repot menggunakan kekerasan malam ini."
Mereka berjalan menuruni tangga beton yang lembap. Di ujung lorong, terdapat sebuah gerbang besi tebal yang dijaga oleh dua pria berbadan besar. Berbeda dengan preman jalanan, kedua penjaga ini memancarkan fluktuasi Qi di tingkat Kelas Fana Puncak. Ini membuktikan betapa kuatnya latar belakang pasar gelap ini.
"Berhenti. Tunjukkan undangan kalian," ucap salah satu penjaga dengan nada datar dan dingin.
Ah Fei sedikit tegang. Mereka tidak memiliki undangan. Ia melirik Lin Chen.
Lin Chen dengan tenang merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan sebuah kartu logam berwarna hitam murni—kartu akses dari bank rahasia Swiss miliknya.
"Aku tidak punya undangan. Tapi kudengar, Pasar Gelap Bulan Darah selalu terbuka untuk mereka yang membawa cukup air untuk mengairi padang pasir," ucap Lin Chen, menggunakan kode sandi rahasia yang biasa digunakan oleh para taipan dunia bawah.
Penjaga itu mengerutkan kening, lalu mengambil pemindai digital dan menggesek kartu tersebut.
Saat layar pemindai menunjukkan angka saldo yang sangat fantastis—mencapai puluhan miliar Yuan, hasil dari akumulasi kekayaan Keluarga Tang, keuntungan Embun Surgawi, dan hasil short-selling massal hari ini—mata penjaga itu langsung terbelalak lebar. Sikapnya seketika berubah 180 derajat.
"M-Maafkan kelancangan kami, Tuan Yang Terhormat! Silakan masuk, kami akan mengarahkan Anda langsung ke Boks VIP nomor 7!" Penjaga itu membungkuk dalam-dalam, mengembalikan kartu Lin Chen dengan kedua tangannya yang sedikit gemetar.
Pintu besi raksasa itu terbuka, memperlihatkan sebuah aula bawah tanah yang luar biasa megah. Desainnya menyerupai arena gladiator kuno yang dipadukan dengan kasino modern. Di tengah-tengah aula terdapat panggung lelang yang disorot lampu terang.
Lin Chen dan pengawalnya diantar ke lantai dua, memasuki Boks VIP berdinding kaca satu arah. Dari sana, mereka bisa melihat seluruh isi aula lelang tanpa terlihat dari luar.
"Luar biasa..." gumam Ah Fei, menatap sekeliling. "Bahkan orang-orang yang duduk di kelas reguler di bawah sana adalah para bos mafia dan ketua sekte kecil."
Paman Bai berdiri di belakang Lin Chen dalam diam, namun tangannya yang hanya satu itu terkepal erat. Ia tahu tujuan kedatangan Tuan Mudanya ke sini adalah untuk mencari obat penyembuh lengannya. Kesetiaan pria tua itu kini telah melampaui batas hidup dan mati.
Tak lama kemudian, seorang juru lelang pria yang mengenakan topeng emas naik ke atas panggung.
"Selamat datang di Lelang Tengah Malam Bulan Darah!" suaranya bergema melalui sistem tata suara yang canggih. "Malam ini, kita memiliki barang-barang yang tidak akan pernah kalian temukan di dunia permukaan! Mari kita mulai dengan barang pertama!"
Lelang berlangsung dengan cepat. Senjata kuno, teknik bela diri kelas menengah, hingga informasi rahasia pejabat tinggi diperjualbelikan dengan harga fantastis. Lin Chen duduk bersandar, matanya setengah terpejam. Ia sedang menggunakan waktu ini untuk membiarkan Giok Penelan Surga terus menstabilkan Dantian-nya. Sesuai peringatan sistem, ia harus menghindari pertarungan besar selama 24 jam ini.
Hingga akhirnya, waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi.
Juru lelang itu mengetukkan palunya dengan keras. Suasana aula yang tadinya berisik seketika menjadi sunyi senyap.
Seorang pelayan wanita membawa sebuah kotak kaca yang memancarkan hawa dingin (Yin Qi) yang sangat pekat. Di dalam kotak itu, terendam dalam cairan pengawet khusus, terdapat sebuah akar teratai berwarna putih pucat yang bentuknya menyerupai susunan tulang belakang manusia.
"Hadirin sekalian, inilah puncak acara kita malam ini!" seru sang juru lelang. "Akar Teratai Tulang Putih berusia 800 tahun!"
Mata semua praktisi bela diri di ruangan itu langsung memerah karena keserakahan.
"Akar ini ditemukan di sebuah makam kuno di bawah gletser," lanjut juru lelang. "Bagi ahli bela diri, ini adalah harta karun tingkat Dewa. Jika diracik oleh Alkemis tingkat tinggi, obat dari akar ini mampu menumbuhkan kembali anggota tubuh yang terputus, menyambung meridian yang hancur, dan bahkan memperkuat fondasi Tahap Langit! Harga awal... 1 Miliar Yuan! Penawaran minimum 100 Juta Yuan!"
"Satu miliar lima ratus juta!" teriak seorang ketua sekte dari lantai bawah.
"Dua miliar!"
"Dua miliar tiga ratus juta!"
Harga melonjak dengan gila-gilaan hanya dalam hitungan detik.
Namun tiba-tiba, sebuah suara arogan dan nyaring terdengar dari Boks VIP nomor 3 yang terletak tidak jauh dari boks Lin Chen.
"Tiga Miliar Yuan!"
Suara itu diperkuat dengan Qi, menekan napas orang-orang di lantai bawah. Kaca Boks VIP nomor 3 menjadi transparan, memperlihatkan seorang pemuda berpakaian mewah dengan kipas lipat di tangannya. Di belakang pemuda itu, berdiri dua pengawal yang memancarkan aura Setengah Langkah Tahap Langit.
"I-Itu Tuan Muda Xiao Teng! Pewaris Keluarga Xiao dari Ibukota!" bisik seseorang di lantai bawah dengan nada ngeri.
"Keluarga Xiao adalah sekutu terkuat Keluarga Lin! Kudengar mereka sedang mencari herbal langka untuk dipersembahkan kepada Tetua Huang dari Keluarga Lin agar beliau bisa memantapkan posisi di Tahap Langit!"
"Jika Keluarga Xiao yang turun tangan, siapa yang berani bersaing? Kita semua tahu betapa kejamnya mereka."
Aula lelang seketika hening. Tidak ada yang berani menaikkan penawaran. Menyinggung Keluarga Xiao di Ibukota sama saja dengan menandatangani surat kematian sendiri.
Xiao Teng tersenyum puas dari balik kaca boksnya. "Tiga Miliar. Apakah ada yang berani melawanku malam ini? Jika tidak, bungkus teratai itu untukku. Tetua Huang sangat membutuhkannya besok pagi."
Juru lelang menelan ludah. Ia mengangkat palunya. "Tiga Miliar untuk Tuan Muda Xiao... Sekali... Dua ka—"
"Lima Miliar."
Sebuah suara tenang, datar, namun sangat jernih memotong ucapan sang juru lelang. Suara itu berasal dari Boks VIP nomor 7.
Kerumunan tersentak! Semua mata tertuju ke arah Boks nomor 7 yang kacanya masih gelap. Siapa orang gila yang berani melawan Keluarga Xiao dan menaikkan harga hingga dua miliar sekaligus?!
Di dalam Boks VIP 3, senyum Xiao Teng langsung membeku. Ia menutup kipas lipatnya dengan kasar. "Siapa bajingan yang bersembunyi di Boks 7?! Kau berani menantang Keluarga Xiao?!"
Xiao Teng menekan mikrofonnya dan berteriak, "Enam Miliar Yuan! Dan aku peringatkan kau, kawan di Boks 7, uang tidak ada gunanya jika kau tidak punya nyawa untuk membelanjakannya!"
Ancaman terang-terangan!
Lin Chen yang duduk di dalam Boks 7, sama sekali tidak terpengaruh oleh ancaman itu. Matanya menyipit.
Tetua Huang dari Keluarga Lin membutuhkan teratai ini untuk menstabilkan Tahap Langit-nya? Menarik. Jika aku membiarkan benda ini jatuh ke tangan mereka, peluang kemenanganku akan semakin kecil.
Dengan santai, Lin Chen kembali menekan tombol penawarannya.
"Sepuluh Miliar Yuan."
BOOOOOOM!
Seluruh aula meledak dalam kekacauan! Sepuluh Miliar Yuan tunai (sekitar 21 Triliun Rupiah)! Bahkan untuk keluarga besar di Ibukota, mengeluarkan dana cair sebesar itu dalam satu malam sangatlah mustahil tanpa mencairkan aset terlebih dahulu!
Xiao Teng menggebrak meja kacanya hingga retak. Wajahnya merah padam.
"SEPULUH MILIAR?! Kau pasti penipu! Juru Lelang, periksa saldo orang itu! Tidak ada seorang pun di Ibukota yang bisa mengeluarkan uang tunai sebanyak itu selain tiga keluarga puncak!" raung Xiao Teng.
Juru lelang yang memakai topeng emas itu diam sejenak, mendengarkan informasi dari earphone-nya. Beberapa saat kemudian, ia mengumumkan dengan nada penuh hormat yang belum pernah terdengar sebelumnya.
"Pihak manajemen telah memverifikasi. Tamu di Boks VIP 7 memiliki dana yang sangat lebih dari cukup untuk penawaran ini. Penawaran sah!"
Xiao Teng terhuyung mundur. Dananya malam ini hanya terbatas pada delapan miliar Yuan. Ia tidak bisa menawar lebih tinggi lagi.
"Sialan! Sialan! Siapa kau sebenarnya?!" teriak Xiao Teng dengan mata memerah. "Pengawal! Hancurkan kaca Boks 7! Aku ingin melihat wajah anjing yang berani mempermalukanku ini!"
Dua pengawal Setengah Langkah Tahap Langit milik Keluarga Xiao segera melesat keluar dari boks mereka, bersiap menghancurkan dinding pembatas boks Lin Chen.
Namun, sebelum mereka sempat menyentuh dinding Boks 7...
WUSSH!
Sebuah tekanan aura yang sangat mengerikan dan luar biasa pekat turun dari langit-langit aula. Tekanan itu setara dengan seorang Grandmaster Tahap Langit yang sesungguhnya!
Kedua pengawal Keluarga Xiao itu mengerang tertahan dan dipaksa berlutut di udara, lalu jatuh menghantam lantai dengan suara berdebum keras. Darah segar merembes dari sudut bibir mereka.
Seorang pria tua bungkuk dengan jubah hitam muncul dari kegelapan panggung. Dia adalah Manajer Pasar Gelap Bulan Darah.
"Tuan Muda Xiao," suara pria tua bungkuk itu terdengar seperti gesekan besi berkarat, namun memancarkan wibawa absolut. "Ini adalah Kuil Bayangan. Aturan kami adalah mutlak. Uang berbicara, kekerasan mati. Jika Anda mencoba menyerang tamu VIP kami sekali lagi, saya sendiri yang akan mengirim kepala Anda ke depan pintu kediaman Xiao."
Xiao Teng gemetar hebat. Ia buru-buru membungkuk. "M-Maafkan saya, Manajer! Saya kehilangan kendali! Kami... kami mundur!"
Xiao Teng menatap tajam ke arah Boks 7 untuk terakhir kalinya, matanya dipenuhi dendam kesumat. Ia memberi isyarat pada pengawalnya untuk membawanya pergi. Aku akan menunggumu di luar, keparat. Mari kita lihat apakah Kuil Bayangan bisa melindungimu di jalanan.
Di dalam Boks 7, Lin Chen mengusap dagunya perlahan.
Manajer pasar gelap ini adalah ahli Tahap Langit... Pantas saja tidak ada yang berani membuat masalah. Pikir Lin Chen. Sistem memperingatkannya untuk tidak membuang Qi, jadi membiarkan pasar gelap menegakkan aturan mereka sendiri adalah taktik terbaik.
"Sepuluh Miliar Yuan... Tiga kali! Terjual kepada tamu di Boks VIP 7!" palu diketuk.
Sepuluh menit kemudian, Manajer bungkuk itu sendiri yang mengantarkan kotak kaca berisi Teratai Tulang Putih ke dalam ruangan Lin Chen.
Saat Manajer itu melihat Lin Chen, ada kilatan kejutan di mata tuanya. Ia bisa merasakan bahwa pemuda bertopeng ini hanya berada di Kelas Bumi Awal, namun memiliki aura jurang tanpa dasar yang membuatnya (seorang ahli Tahap Langit) merasa terancam.
"Barang Anda, Tuan," ucap Manajer itu dengan sopan. Transaksi selesai dipotong otomatis dari rekening Lin Chen.
"Terima kasih," jawab Lin Chen singkat.
Setelah Manajer pergi, Paman Bai jatuh berlutut di hadapan Lin Chen. Air mata pria tua itu akhirnya tumpah. "T-Tuan Muda... Sepuluh Miliar... Hamba yang tua dan cacat ini tidak pantas menerima uang sebanyak itu..."
Lin Chen bangkit dari kursinya dan membantu Paman Bai berdiri.
"Paman Bai, lima tahun lalu, lenganmu ini putus demi melindungiku," ucap Lin Chen dengan tatapan penuh kehangatan yang jarang ia perlihatkan. "Bahkan jika harganya seluruh kekayaan di dunia, aku akan tetap membelinya untukmu. Sepuluh miliar bukanlah apa-apa dibandingkan kesetiaanmu."
[Ding!]
[Item 'Akar Teratai Tulang Putih 800 Tahun' telah diperoleh.]
[Untuk meracik 'Pil Regenerasi Surga' secara instan, dibutuhkan 5.000 Poin Sistem. Apakah Host ingin meraciknya sekarang?]
Lin Chen tersenyum tipis. "Ya, racik sekarang."
Cahaya putih berkilauan secara misterius menyelimuti kotak kaca di tangan Lin Chen. Hanya dalam waktu kurang dari dua detik, akar teratai itu menghilang, digantikan oleh sebuah pil berwarna putih susu yang memancarkan aroma harum surgawi, mengundang siapa pun yang menghirupnya merasa tulang-tulangnya diremajakan.
Lin Chen menyerahkan pil itu kepada Paman Bai. "Telan ini sesampainya kita di tempat aman. Besok pagi, kau akan memiliki lengan barumu."
Ah Fei yang menyaksikan mukjizat instan itu (mengubah akar menjadi pil dalam sekejap mata) hanya bisa menelan ludah. Baginya, Lin Chen sudah bukan lagi manusia, melainkan dewa pengobatan yang turun ke bumi!
"Tuan Muda," Ah Fei mengingatkan. "Tuan Muda Xiao Teng pasti membawa pasukannya dan menunggu kita di luar stasiun kereta bawah tanah. Meskipun Anda kuat, kita sedang berada di jantung Ibukota. Jika kita bertarung dan menarik perhatian polisi militer, Keluarga Lin pasti akan tahu posisi kita."
Lin Chen mengancingkan mantel panjangnya dan tersenyum miring.
"Ah Fei, siapa bilang kita akan keluar dari pintu depan dan bertarung dengan mereka?"
Lin Chen berjalan menuju dinding belakang Boks VIP. Ia menggunakan Golden Eye-nya untuk memindai struktur bangunan.
"Keluarga Lin sedang kelimpungan malam ini karena serangan short-selling Ruoxue dan Shen Bing," ucap Lin Chen. "Dan Xiao Teng sedang membuang waktunya menunggu kita di luar sana. Kita tidak akan membuang energi (Qi) kita untuk anjing pelacak, kita akan menyimpannya untuk sang majikan."
Lin Chen meletakkan telapak tangannya di dinding beton tebal, menyalurkan sedikit Qi melalui Tulang Giok Naga, dan menekan titik rapuh dari struktur bangunan kuno tersebut.
KREK!
Sebuah pintu rahasia staf (jalur evakuasi darurat pasar gelap yang sudah tidak terpakai puluhan tahun) terbuka di balik dinding tersebut.
"Ayo pergi. Kita punya jadwal untuk mengunjungi Keluarga Lin dalam lima hari lagi. Biarkan Tuan Muda Xiao mati kedinginan menunggu hantu di luar sana."