NovelToon NovelToon
Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Perjodohan / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rifani

📢📢 Sebelum baca novel ini di haruskan banget baca extra part dari novel HISTORY OF LIANG ZHU ( REINKARNASI KEDUA) karena di sini akan menceritakan tentang kehidupan Rosalinda Osmond, putri dari pasangan Grizelle Shaenette Ma dan Drax Osmond yang hilang saat kecelakaan mobil bersama saudara kembarnya.

Rose, begitu orang memanggilnya. Adalah seorang gadis berparas cantik yang begitu di kagumi oleh banyak pria meskipun dia tak banyak bicara dengan orang lain. Rose hanya akan bicara seperlunya saja, sikapnya juga sangat dingin. Dia datang ke Negara S untuk melanjutkan study-nya. Meski berasal dari pedesaan, Rose memiliki otak yang sangat cerdas. Dia bahkan berhasil masuk ke Universitas setelah memenangkan Olimpiade yang membuatnya mendapat beasiswa penuh selama kuliah di sana. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Rose bekerja part-time di sebuah restoran.

Adam Clarence, adalah seorang pembisnis muda yang sangat sukses. Setahun belakangan ini dia selalu mengawasi Rose diam-diam. Adam sangat penasaran dengan identitasnya yang tidak bisa di lacak. Juga karena rasa penasarannya itulah perlahan-lahan muncul rasa yang tak biasa setiap kali Adam mengamati Rose.

Di suatu malam, Adam dan Rose terjebak sebuah kejadian dimana keduanya di haruskan untuk menikah malam itu juga. Rose yang sedang dalam kondisi tidak sehat hanya bisa terdiam pasrah saat di minta untuk menandatangani buku nikah. Begitu pun Adam. Meski dia sangat syok dengan kejadian itu, nyatanya itu tidak menutupi kebahagiaannya karena menikahi wanita yang di sukainya sejak lama.

Hari-hari yang di jalani mereka berdua terasa cukup indah layaknya pasangan pengantin di luaran sana. Hingga akhirnya pernikahan mereka tercium juga oleh keluarganya Adam. Permasalahan mulai datang ke pernikahan mereka saat adik dan Ibu tiri Adam datang untuk memberikan pelajaran pada Rose. Tapi sayangnya kedatangan mereka sama sekali tak membuat Rose merasa takut. Rose melawan keluarga suaminya dengan penuh keberanian karena di dalam tubuhnya mengalir darah dari Keluarga Ma dan juga Keluarga Osmond. Hingga akhirnya keberadaan Rose di ketahui oleh keluarganya saat Adam membawanya ke pesta perayaan ulang tahun Dantian Group. Yang tak lain adalah perusahaan yang di kelola oleh saudara kembarnya, Rollando Osmond.

Novel ini hanya berdasarkan imajinasi author belaka. Kalau suka silahkan di baca, kalau nggak suka silahkan hempas dari novel ini. Ingat, jangan julid 🔪🔪🔪🔪🔪

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rose: Phobia

Hujan rintik nampak mulai turun dari langit saat Rose hampir sampai di tempat kostnya. Nafas gadis itu mulai tersengal, butiran keringat dingin juga mulai membasahi wajah cantiknya. Rose yang memang memiliki phobia akut terhadap hujan berusaha secepat mungkin agar dirinya bisa segera masuk ke dalam rumah. Sesampainya dia di depan pintu kamar, tangannya yang sedang gemetaran merogoh saku celana untuk mengambil kunci. Tapi sayang, kunci kamarnya tidak ada di sana.

"Hahh.. Hahhh...J-jangan s-sekarang" ucap Rose tersendat dengan nafas yang semakin memburu.

Akhirnya Rose jatuh terduduk ke lantai saat hujan turun semakin deras. Waktu yang memang sudah malam membuat Rose merasa tidak enak untuk meminta tolong pada tetangganya. Di tambah lagi dengan cuaca yang sedang hujan, pastilah mereka semua sudah berada di dalam gelungan selimut masing-masing. Dengan kondisi wajah yang semakin memucat Rose hanya bisa meringkuk ketakutan sambil memejamkan mata. Pikirannya kacau, seakan suara hujan ini menenggelamkannya ke dalam lautan yang sangat gelap. Sesuatu yang selalu menjadi mimpi buruknya selama ini.

Saat Rose hampir hilang kesadaran, tiba-tiba ada suara langkah terburu-buru yang datang mendekat. Dia hanya bisa pasrah jika yang datang adalah orang jahat. Rose benar-benar sudah tidak berdaya lagi.

"Rose, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau duduk di sini?."

Suara ini, Rose seperti mengenalnya. Masih dengan memejamkan mata akhirnya Rose memberanikan diri untuk meminta tolong pada pria tersebut. Dia menunjuk kearah pintu kamar, kemudian beralih menunjuk kearah tasnya yang sudah tergeletak di lantai.

"Kau ingin aku membantumu membuka pintu kamar?."

Adam, akal sehatnya seperti tidak berfungsi saat dia melihat Rose yang terlihat begitu panik sejak hujan mulai turun. Atas saran dari Cesar, dia akhirnya diam-diam membuntuti Rose hingga ke tempat tinggalnya. Awalnya Adam hanya ingin mengawasinya saja, tapi siapa yang menduga kalau dia akan melihat hal semengejutkan ini. Terlebih lagi gadis cantik ini terlihat sangat tidak berdaya, seperti orang yang sedang ketakutan terhadap sesuatu.

"I-iya...."

Lembut, suara Rose terdengar begitu lembut di telinga Adam. Bukannya segera mencari kunci kamar, Adam malah terpaku sambil memandangi wajah cantiknya Rose. Terpesona, sudah pasti. Bahkan dalam kondisi wajah yang sangat pucat kecantikan Rose mampu menenggelamkan jiwanya. Adam benar-benar di buat gila oleh gadis ini.

"O-obat, t-tolong...." bisik Rose yang sudah tidak kuat lagi menahan phobianya.

Nafas Rose semakin sesak saat bayangan gelap itu merasuk semakin dalam ke pikirannya. Tangannya bergerak mencari pegangan, segera memeluk benda yang berhasil dia gapai.

"T-tolong aku... Tolong...!."

Adam tersentak kaget saat Rose tiba-tiba memeluk lengannya. Dia baru tersadar kalau sejak tadi dia hanya sibuk mengagumi kecantikannya, bukan malah membantunya untuk membuka pintu kamar. Dengan satu tangannya Adam bergegas membuka tas milik Rose, merogoh ke dalamnya untuk mengambil kunci.

"Em, kalau kau menahan tanganku seperti ini aku jadi tidak bisa membuka pintu kamarmu. Bisa lepaskan dulu sebentar tidak?" tanya Adam yang kesulitan berdiri.

Rose menggeleng cepat. Biarlah jika nanti pria ini menganggapnya sebagai wanita murahan, Rose benar-benar sangat membutuhkan keberadaan pria ini sekarang. Ini salahnya, seharusnya dia tadi langsung pulang dari kampus saat tahu kalau langit mulai mendung. Karena kecerobohannya sendiri sekarang dia jadi terjebak oleh phobia yang di deritanya, bahkan sampai harus memeluk pria asing yang entah bagaimana caranya bisa datang di saat dia membutuhkan.

Sadar kalau Rose begitu ketakutan, tanpa membuang waktu lagi Adam segera memeluknya. Dia tidak peduli kalau gadis ini akan memakinya nanti. Karena yang paling penting sekarang adalah segera membawa gadis ini masuk ke dalam kamar. Adam bisa merasakan betapa tubuh Rose bergetar dengan sangat kuat, bahkan gadis yang terkenal sangat pendiam ini tak ragu untuk memeluknya meski sebelumnya mereka tak saling kenal.

'Rose, sebenarnya apa yang membuatmu jadi ketakutan seperti ini? Tidak mungkin kan kau takut pada air hujan?.'

"O-obat" bisik Rose setelah dia mendengar suara pintu kamar terbuka.

"Obat? Obat apa?" tanya Adam bingung.

Adam panik saat tubuh Rose tiba-tiba melemah. Hampir saja mereka berdua jatuh ke lantai jika dia tidak sigap mengangkat tubuh Rose ke dalam gendongannya.

"Astaga Rose, kau ini kenapa hah? Obat apa yang kau maksud?" cecar Adam sambil membaringkan Rose di atas ranjang. "Dimana kau menaruh obatnya?."

Jari Rose menunjuk kearah laci meja. Dia lalu sedikit membuka mata, menatap sayu kearah pria yang membawanya masuk ke dalam kamar. "Di sana, obatku!."

"Baiklah, tunggu sebentar, aku akan segera mengambilnya!."

Dengan cepat Adam membuka laci tersebut kemudian mengambil botol kecil yang berisi butiran obat. Setelah itu dia segera mengambil air minum kemudian kembali lagi ke sisi Rose. Dengan hati-hati Adam mencoba membantu Rose untuk duduk, namun tubuh gadis ini terlalu lemah. Bahkan tatapan gadis ini perlahan-lahan mulai meredup.

"Rose, hei, ayo minum dulu obatmu" ucap Adam panik sambil menepuk pelan pipinya Rose yang sudah setengah tidak sadar. "Rose..."

Tak ada jawaban. Pikiran Rose sudah di kuasai sepenuhnya oleh phobia yang dia derita. Bahkan untuk sekedar bicara Rose sudah tak mampu lagi. Hanya bola matanya saja yang masih terus menatap sayu ke mata pria ini, berharap sekali lagi kalau pria ini akan membantunya meminum obat penenang yang selama ini menjadi satu-satunya penyelamat saat ketakutan ini datang.

Seakan mengerti apa yang di inginkan oleh Rose, tanpa ragu Adam segera memasukkan satu butir obat ke mulutnya. Setelah itu dia meminum air, dan apa yang dia lakukan selanjutnya sungguh di luar dugaan. Adam tanpa merasa jijik sedikit pun segera memindahkan obat yang ada di dalam mulutnya ke dalam mulut Rose. Dia mengulangi tindakan itu hingga Rose benar-benar sudah menelan obatnya.

"Rose, maaf kalau aku lancang melakukan hal ini. Aku sama sekali tidak mempunyai niat buruk, aku hanya ingin membantumu menelan obat ini saja. Sungguh" ucap Adam merasa sedikit tak enak.

Rose hanya diam tak menanggapi. Suasana di dalam kamar itu terasa sedikit canggung saat Adam terlihat salah tingkah karena Rose yang terus menatapnya. Dia kemudian berniat untuk duduk menjauh.

"Jangan pergi!" ucap Rose dengan suara lemahnya. "Di sini saja, aku masih takut."

"Haa....." beo Adam kaget. "Oh, a-aku tidak akan pergi kemana-mana. Kau jangan khawatir, aku akan menemanimu di sini!."

Tanpa merasa malu Rose kembali masuk ke pelukan Adam. Dia sedikit heran dengan respon tubuhnya yang langsung merasa tenang berada di dalam dekapan pria ini. Rose seperti mendapatkan obat baru dari segala ketakutan yang membelenggu jiwanya.

"Jangan menarikku terlalu kuat, nanti aku jatuh menimpamu" bisik Adam dengan wajah yang merah padam.

Adam adalah pria yang sangat normal. Nafsunya mana mungkin tidak muncul ketika benda kenyal milik Rose menempel di dadanya. Belum lagi aroma vanilla yang menguar kuat dari tubuhnya, membuat Adam mulai kesulitan mengendalikan pikirannya dari hal-hal mesum dan juga sesuatu yang sangat panas.

Nafas Rose yang tadi sesak kini berangsur-angsur normal. Namun dia masih enggan untuk melepaskan pelukannya. Rose terlalu sayang untuk keluar dari zona nyaman ini, dia takut phobianya akan kembali menyambut jika dia melepaskan Adam sekarang.

Saat Adam dan Rose sedang terdiam dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba saja pintu kamar di dobrak dengan sangat kuat. Lalu muncullah beberapa orang asing yang langsung meringsek masuk ke dalam kamar menghampiri mereka berdua.

Brrraaaaakkkkkkkkkk

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

...📢 Jangan lupa tinggalkan vote, like dan comment ya gengss 🔪🔪🔪...

...🌹 Ig: emak_rifani...

...🌹 Fb: Nini Lup'ss...

1
Fahmi Fahmi
aq udah baca yang ke tiga kali,,tapi tetep ngak bosen karena suka sama ceritanya
Milani Eman
sprtinya bukan bern tapi karunya akn jdi musuhnya ros nantinya Karl orangnya cerewet juga gampang berbaur beda dgn bern yg pendiam
Milani Eman
Royce adalah orang yg ngintip saat pembataian Abigail pda kluarganya dulu jdinselain Pablo juga horsen yg sudah mati skrng ada Royce
Milani Eman
Royce adalah temn akrabnya adam dan bagian dari hilangnya ingatan ros
Milani Eman
bagaimana kabarnya Mario dan maria ya.. juga ank2nya meteka
Milani Eman
suru mona baca Al, quran banyak sehingga para iblis jika mendekat pdanya pada terbakar semuanya
Milani Eman
ngadain iblis baca ayat kursi banyak2 biar iblis mampus
Milani Eman
kasian mona dari kecil tidak pernah dpt kasih syank orang tua krn ortunya sudah meninggal giliran sudah sekolah byak mendapatkan penghinaan juga pembulian dari teman2 di tambh lagi dia di hipnotis smpai tak boleh mencintai kawan jenis, dan skrng jadi incara orang2 sesat dan harus darah krn satu kesalahan ibunya dulu yg mengadaikn jiwanya demi bisa hidup mewah.. tak bisakah mona Selamat dan hidup bahagia dan tak bisakah ibli2 yg Mengejarnya bisa musnakan sampai akr2nya?
Milani Eman
sperti nya pasangan suami istri yg mau dgn dara mona ada lah iblis sesungguhnya yg sudah hidup ratusan tahun tapi ttp mudah Krn udah gadaikan jiwanya untuk kemewahan dunia dengan pengorbana tumbal sebagai gantinya
Milani Eman
mungkinkah sekte iblis itu akan berhenti mengejsr mona jika mona sudah bukan perawan lgi.. krn tubuhnya tk Suci lgi
Milani Eman
nga trllallu suka sm siko adam
Milani Eman
kyknya sih Royce ni musuh paling besarnya ros dan otak ata kejadian yg menumpahkan ros selain plain
Milani Eman
syp si Royce
Milani Eman
bern itu orangnya sangat ceria tapi dia sangat tamak akan kekuasaan dan penuh kelicikan mkanya dia akn berperang dgn ros sppnya sndiri
Milani Eman
bern anaknya salah satu anknya gabrik itu nanti akan jdi musuh dlm selimut krn dia serakah
Milani Eman
ayahnya adam ini yang nanti ketemu dengan ros dan ada nangi kaget stelah tau jika ros sudah lma kenal dgn ayahnya bahkan ayahnya adalah yg berperan penting di awal berdirinya quen ma
Yanxy Yanxipl
usahakan ros jgn mudah lemah ya sklipun diae lagi hamil tapi buatlah dia jdi tambh kuat seolah2 kehamilannya nga mempengaruhi gerak2 geriknya
Yanxy Yanxipl
ingat masa kecil dante yg kurus nga di kaih makan juga di sekap bersama dgn neneknya oleh kakek juga ayahnya sndiri jdi sedih tapi allhamdulilah dkrng dante jadi baik malah jdi anak angkatnya grizel dan drax trus ngimna khbr ayah angktnya nik juga lira neneknya dantel yg pertma melihara dante kecil krn nyelamtin jantung ibunya yg ada dlm tubuh dante kira2 ngimna khbrnya nik and lira apakah msih hidup ata?
Yanxy Yanxipl
dan nanti kalek prens akn jdi korban stelh geana tau jika reina adalah bawahanya ros knp juga sih🤣rain nga pke topeng sih kan akhirnya geana tau wajhnya
Yanxy Yanxipl
dan karena geana melihat wajahnya rein maknya nanti akan ada masalah besar di kemudian harinya krn dia akn tau dgn syp dia brmusuhan dan dia akn gunakn cara licik nanti buat msalh trhadap ros dan antek2nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!