NovelToon NovelToon
THE STOICE HEROINE

THE STOICE HEROINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:617
Nilai: 5
Nama Author: Putri Ayu Ningrum

Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.

Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.

Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.

Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Kegelisahan Felicya.

Menjelang sore. Galang membuka matanya perlahan ia terbangun tidurnya dan ia menegakkan tubuhnya duduk di atas ranjang, lalu matanya melirik ke samping. Galang masih melihat Felicya tidur nyenyak, niatnya ingin ia bangunkan istrinya. Namun, ia urungkan karena lebih baik Felicya tidak melihat dirinya pergi kemana sore ini. Galang pun turun dari kasur dan kakinya melangkah menuju kamar mandi, terdengar suara percikan air didalam sana.

Setelah lima belas menit, ia mandi Galang pun keluar menggunakan handuk di pinggangnya. Lalu dia melangkah kecil menuju lemari dan tangannya mengambik satu kemeja hitam, ia pasangkan kemejanya ke badannya yang cukup terlihat bagus dipandang. Setelah jemarinya mengancing kemeja, lalu ia mengambil pulpen di dalam laci meja lampu dan menulis di sebuah kertas note berisi tulisan.

"Sayang aku sudah bangun duluan, kamu jangan menyiapkan makan sore untukku. Aku hari ini ada urusan penting. Aku harap kamu jangan marah dan jangan tunggu aku pulang ke mungkinan larut malam aku pulang. Pakaian juga aku cuci kalau sudah selesai giling tolong kamu keringkan yah sayang."

Galang pun menaruh kertas itu diatas meja yang sudah ia rapih kan gelas air minum ia bawa ditangan kanannya ingin ia taruh di dapur. Pakaian Galang dan Felicya pun ia bawa ke kamar mandi samping dapur untuk ia cuci di mesin cuci. ia membawa keranjang kotor dengan tangan kirinya.

Galang melangkah keluar pintu dan menaruh keranjang itu didepan kakinya, tangan kirinya menutup pintu dan mengambil kembali keranjang pakaian kotornya. Kakinya sudah melangkah ke tangga dengan pelan. Saat sudah turun dari tangga, galang belok kearah dapur. ia menaruh Gelas itu ke wastafel dan berjalan menuju ke kamar mandi di samping dapur. Lalu ia ke dalam kamar mandi, membuka tutup mesin cuci dan menaruh pakaian kotornya di dalam dan ia tuangkan beberapa takaran sendok detergent bubuk ke dalam mesin. Galang menyalakan kran yang terhubungan dengan selang mesin cuci dan ia tinggalkan kembali ke wastafel untuk mencuci satu gelas yang bekas ia minum. Galang mencuci gelas itu dengan bersih dan tangannya membuka lemari perabotan di atas palanya. Ia buka hati-hati, lalu menaruh gelas itu di sana. setelah ia selesai mencuci gelas. Galang kembali melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang ada mesin cuci. Setelah itu ia mematikan kran tersebut karena ia sudah cukup untuk ia giling pakaiannya. Galang memutar tombol pemutar pakaian yang ke arah lima belas menit. Setelah lima belas menit selesai, galang memutar tombol penguras air, lalu saat air sisa nya keluar habis dan dia putar kembali tombol penguras air ke arah kiri untuk mematikannya dan ia mengisii kembali airnya untuk bilas pakaiannya. setelah sudah terisi airnya tiga menit galang memasukan pewangi ke pakaiannya dan memutar tombol menggilingnya kembali. Galang melirik ke arah jam tangannya. Lalu ia bergegas pergi keluar sebelum terlambat.

...****************...

Setelah satu jam lebih Felicya tidur, kemudian ia menggeliat bangun dan tangannya meraba ke samping kasurnya. Ternyata suaminya tidak ada di sampingnya. Ia duduk bersandar di ranjang kasur. dan sekilas melirik ada sebuah kertas di atas meja. Lalu ia membuka kertas itu. Ia baru tahu suaminya sedang pergi keluar. Namun, ia tidak diberitahu pergi kemana. Tapi Felicya menganga baca tulisan terakhirnya bahwa Galang sudah mencuci baju punya Felicya dan cuci baju punya dirinya sendiri. batin Felicya. "Duh, aku jadi gak enak sama Mas Galang. Pakaianku malah di cuci juga."

Jam dinding menunjukkan pukul lima sore. Lalu kakinya melangkah keluar dan turun tangga ke kamar mandi samping dapur. Setelah langkahnya sampai di kamar mandi dapur tangan Felicya memutar tombol penguras. lalu ia keluarkan pakaiannya ke tabung pengering dengan perlahan-lahan. Setelah sudah ia pindahkan pakaiannya, lalu Felicya memutarkan tombol pengering ke arah lima menit. Felicya melangkah menuju ruang tamu sambil menunggu pakaiannya kering. Lalu ia menyalakan televisi di ruang tamu.

Kini hanya dirinya sendiri di rumah setelah galang pergi. Felicya hanya menikmati waktunya seperti sekarang ini. kembali sunyi dan hanya bisa menonton televisi tanpa pergi keluar.

Lima menit suara mesin cuci berhenti. Felicya kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, setelah di kamar mandi, ia mengeluarkan semua pakaian yang di pengering mesin cuci dan lalu ia taruh ke dalam ranjang dan membawa keranjang itu dengan kedua tangannya. lalu ia berjalan ke depan halaman taman yang ada jemuran besi, lalu tangannya mengambil gantungan pakaian, dan membalikan pakaiannya saat ia mengambil celana galang dan membalikan celananya. Ia merasa ada sesuatu disaku celananya dan ia ambil, saat ditangannya ada sebuah kertas ia membukanya pelan terdapat kwitansi pembelian TV, Felicya mengernyitkan kedua alisnya "Mas beli TV buat siapa? nanti coba ku tanya deh pas mas galang pulang" gumamnya ia bingung kwitansi pembelian televisi untuk siapa, lalu ia mengambil kertas itu dan ia simpan disaku daster panjangnya dan ia gantung kembali celana Galang dan satu persatu pakaiannya ia gantung di tiang jemuran. Setelah tiga menit menjemur. Felicya kembali ke dalam ruang tamu dan membawa keranjang itu dengan tangan kanannya. ia membantingkan tubuhnya di atas sofa dan menaruh keranjang itu di samping sofa. ia hari ini benar-benar jenuh hanya bisa berdiam saja di rumah berjam-jam. Felicya menghela napas dalam. "Hufttt capek juga dan bosan dirumah," gerutunya kesal dengan dirinya sendirian di dalam rumah tanpa ada yang menemaninya. Felicya mencoba merebahkan tubuhnya di atas sofa, namun. ia justru tertidur di sana.

Lima lewat tiga puluh alarm ponsel Felicya berbunyi. "Kring... kring... kring..." suaranya terdengar kencang di telinganya. Felicya tersontak kaget lalu ia mendudukan dirinya. saat ia melihat jam di ponselnya sudah menunjukan akan maghrib, Felicya turun dari sofa dan kembali berjalan ke halaman taman ingin menggeserkan jemurannya di pinggir teras.

"Aku harus pindahkan jemurannya, nanti pamali kalau ada di tengah-tengah taman halaman rumah," gumamnya pelan. Lalu ia menggesernya dengan menyeretnya hati-hati. Setelah sudah ia taruh di pinggir teras Felicya kembali ke kamar.

Waktu semakin cepat, malam sudah turun dan menunjukan Pukul 22.00

Galang belum juga pulang.

hatinya mulai gelisah menunggu suaminya yang belum pulang juga.

Alih-alih Felicya mengambil ponselnya dan membuka percakapan mereka.

jarinya mengetik sebuah pesan.

"Mas, sudah di mana?" mengirim pesan.

Felicya menatap layar beberapa saat sebelum akhirnya menekan tombol kirim.

Pesan terkirim.

Namun tidak ada balasan.

Satu jam berlalu.

Felicya mulai gelisah.

Bukan karena marah.

Ia hanya khawatir sesuatu terjadi pada suaminya.

Ketika malam mulai turun, terdengar suara kendaraan berhenti di depan rumah.

Felicya langsung berdiri.

Pintu terbuka.

Galang masuk dengan wajah lelah.

"Mas..." panggil Felicya

Galang hanya menatapnya sekilas dan bertanya kepadanya.

"Kenapa belum tidur?"

"Aku nungguin Mas," ucap Felicya kepada suaminya, dengan raut wajahnya yang khawatir.

"kamu gak perlu tunggu Mas. Fel. tadi sudah ku kasih tahu di note kertas kecil" ujar Galang mengingatkannya.

Felicya terdiam.

"Aku cuma khawatir Mas," jawab Felicya.

Galang meletakkan kunci motornya di atas meja dan melangkah ke kamarnya.

"Mas baik-baik ajakan?" tanya Felicya mengikuti beberapa langkah di belakangnya.

"Mas..." Panggil Felicya

Galang berhenti.

"Apalagi sih?" tanya Galang ketus. raut wajahnya terlihat lelah.

Felicya ragu sejenak.

"Tadi... aku menemukan kertas di saku celana Mas. disaat aku sedang menjemur celana punya Mas?" tanyanya ragu.

Wajah Galang berubah sesaat.

Namun hanya sepersekian detik.

"Kertas apa Sayang?" tanya Galang.

"Di situ ada kertas faktur pembelian TV, tapi Tv nya kenapa belum ada Mas?" tanya Felicya yang ingin tahu.

Galang menatap Felicya dalam.

"Ah. itu Tv punya Mas Rendra kakak kandungku" jawab Galang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Oh gitu yah Mas." Felicya merasa canggung Ia pikir Galang membelikan TV untuk wanita lain. Ia merasa salah berburuk sangka tadi.

Felicya mengangguk pelan.

Ia ingin bertanya lebih banyak, tetapi melihat tatapan Galang, ia mengurungkan niatnya.

"Ya sudah, Mas. Maaf kalau aku terlalu banyak bertanya." ucap Felicya.

Galang kembali berjalan menuju kamar.

Sementara Felicya masih berdiri di ruang tengah.

Ia tidak tahu mengapa jawaban Galang tidak membuat dirinya tenang.

Felicya merasa ada sesuatu yang disembunyikan Galang.

Dan untuk pertama kalinya, Felicya mulai menyadarinya.

"Apa benarkah itu Faktur punya kakaknya Mas Galang? tapi aku sedikit curiga dengan suamiku. Ah mungkin pikiranku saja. Gak mungkin Mas Galang menyembunyikan sesuatu dariku."

gumam Felicya yang gelisah.

felicya yang hendak pergi ke dapur menyiapkan air panas untuk mandi suaminya, dengan perasaannya yang sedikit gusar karena jawaban dari suaminya.

lima menit air hangatnya pun sudah siap, dan Felicya pun naik tangga, menuju kamar nya.

tok...tok...tok...

"Mas Galang, aku boleh masuk gak?" tanya Felicya di balik pintu.

"masuk saja Felicya, Mas gak mengunci pintu kamar." sahut Galang

Felicya pun membuka pintu dan masuk ke kamar dengan membawa baskom air hangat di tangannya.

Galang pun menoleh ke arah Felicya, sambil membalas pesan seseorang. Felicya hanya menatapnya dengan biasa tanpa mencurigai Galang yang sedang menggenggam handphonenya.

Selesai Felicya menuangkan air panas ke bathub, Galang pun bergegas ke kamar mandi, dan meninggal kan handphonenya di atas meja.

Felicya pun menyenderkan badannya ke tiang ranjang, sambil membuka file tugas dari atasannya.

Ting!

File pun masuk dan Felicya mencoba membaca filenya.

"Bos memberiku file dan aku harus kirim surat juga ke PT. Jaya Putra Abadi. Tapi, nama ini kayak aku kenal. Apa ini perusahaan pamanku yah?Yasudahlah aku buat laporan keuangan dulu hari ini dan apa saja yang harus ku kerjakan," gumamnya.

Felicya pun membuka laptopnya dan membuka Excell.

tiba-tiba handphone Galang pun berdering ada telepon masuk.

Felicya hendak mengambil handphone Galang, saat ia tatap layar handphone suaminya terdapat nama Lytecia. Felicya pun mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang menelepon suaminya.

"Lytecia?" gumamnya

"Siapa perempuan ini? Apa harus aku angkat teleponnya? tapi kalau aku langsung angkat nanti Mas galang bisa marah denganku. Ah lebih baik aku kasih tahu saja ke Mas galang," gumamnya. Hatinya merasa gelisah.

Felicya pun mengetuk pintu kamar mandi.

tok... tok... tok...

"Mas Galang, ini ada telepon dari temanmu." teriaknya didepan pintu sambil menggenggam ponselnya Galang. Tanpa sedikit pun ia curiga terhadap suaminya.

"Siapa yang telepon aku Sayang?"tanya Galang didalam kamar mandi.

"Ini temenmu, Lytecia?" teriaknya dari luar.

Felicya berdiri menunggu suaminya membuka pintu kamar mandi.

Deg... Jantung Galang pun berdetak dengan kencang saat Felicya menyebut nama Lytecia.

"Gawat, aku harus buru-buru ambil HP ku sebelum Felicya angkat teleponnya." gumam Galang.

Galang pun keluar kamar mandi dan mengambil ponselnya di tangan Felicya, Ia tidak ingin Felicya tahu siapa yang meneleponnya.

"Sebentar aku ingin angkat teleponku dulu yah sayang." Ia mengangkat telepon jauh dari pandangan Felicya, agar tak terdengar istrinya.

" Iya Mas angkat saja teleponnya," jawab Felicya dengan santai tanpa mencurigai suaminya.

"Halo, ada apa kamu telepon aku jam segini, Aku sudah mengantuk aku ingin tidur, besok saja kamu telepon aku atau kamu bisa kirim chat di WA saja, bye," jawab galang dengan ketus. Ia kesal jika Lytecia mulai merajuk.

Sedangkan Lytecia hendak ingin berbicara padanya. Namun Galang langsung mengakhiri panggilan.

"Hah, sial jantungku berdetak tidak karuan, gara-gara dia meneleponku dadakan."

Gumamnya dalam hati.

Galang pun beranjak ke kasur merebahkan dirinya.

Galang pun tak sengaja melirik ke arah istrinya yang sedang sibuk di depan laptop.

pukul 22.30 Felicya pun selesai mengerjakan tugas pekerjaan kantornya dan ia pun merebahkan tubuhnya yang sudah pegal karena menunduk didepan laptop berjam-jam. Ia pun hendak memiringkan tubuhnya ke arah Galang yang sudah tertidur pulas.

Ia mencoba merentangkan tangannya ke depan,kekiri dan kekanan.

"Pegal juga aku mengerjakan tugas sebanyak ini."

gumam Felicya.

"Aku menikah dengannya sudah dua hari. Tapi entah kenapa malam ini Mas Galang sedikit berbeda aku merasa Mas Galang moodnya lagi gak bagus,.semoga saja nanti pagi moodnya bagus lagi," gumam Felicya yang mulai overthinking.

"Tapi aku harap suamiku gak menyesal menikah denganku," gumam Felicya yang sedang menatap wajah suaminya yang sedang terlelap.

Lalu mata felicya pun mulai mengantuk dan akhirnya Felicya memejamkan matanya dan ikut terlelap di samping Galang. mereka pun terjaga dalam tidurnya.

1
ayuma lovely
ceritanya bagus cuma kurang gimana gitu coba tambahin gerakan tubuhnya atau suasana tempatnya pasti lebih bagus 👍💪
Putri Ayu: Okey ka nanti aku coba yah pas di bab selanjutnya
total 1 replies
ayuma lovely
ceritanya bagus cuma kurang gimana gitu coba tambahin gerakan tubuhnya atau suasana tempatnya pasti lebih bagus 👍💪
tiwi12
suka ceritanya lnjut
Putri Ayu: Okey ka/Kiss/
total 1 replies
tiwi12
lanjut
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
ini cerita rumah tangga
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: 🤣🤣🤣haha
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
emm menarik juga ni masalah percintaan🤣 Galang suka dia kah
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wkwkwkwk
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
kok masio blm update bab baru
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wih keren udh sembuh
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
🌹 jangan males nulis nya 🤣🤣 💪😄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: kerennn 💪😍
total 2 replies
Putri Ayu
wa'alaikumsalam iya ka terimakasih banyak, sudah gift mawar /Kiss/ semangat juga buat jadi penulis terkenal semoga karya kaka dilirik penerbit aamiin🤲
Putri Ayu: aamiin semoga kita semua sebagai penulis bisa sukses 🤲🤲🤲🥺🥺🥺
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
assalamualaikum ka semangat ya nulis nya aku dukung dua mawar untuk kak . maaf cumn bisa gift mawar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!