Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Rumah Gubuk Ujung Desa.
Langkah kaki Su Wanwan akhirnya sampai di rumah gubuk tua yang akan menjadi tempat tinggalnya, dia menatap sekeliling gubuk dan lingkungan sekitar rumah dengan seksama.
'Pantas saja Su Wanwan tidak menginginkan nya, rumah ini memang terpencil dan sekeliling nya hutan. Rumput liar dimana-mana dan rumah gubuk ini sendiri terlihat hampir roboh.'
Meskipun begitu, Su Wanwan tidak pesimis sama sekali. Malahan dia sangat optimis, dia yakin dengan apa yang di ketahui nya.
Sebelum masuk ke dalam rumah gubuk, Su Wanwan berbalik ke arah tiga pemuda itu. "Kalian bersihkan halaman ini, cabuti pagar yang sudah rayap dan ganti dengan yang baru. Jangan masuk sebelum aku suruh."
Su Wanwan meninggalkan pisau besar dan beberapa barang lagi kepada mereka, setelah itu pintu di tutup dan mereka bertiga tidak lagi melihat dirinya.
Ketiga pemuda itu segera membagi pekerjaan dan mulai melakukan perintah Su Wanwan.
"Kakak Shen, apa menurutmu Nyonya benar-benar sudah berubah?" Tanya Bai Rongxin, namun Shen Yuzhi hanya diam tidak menjawab.
Mereka berdua bertugas mencabut rumput dan membersihkan halaman, sementara Hu Zheng menebang beberapa kayu untuk di jadikan pagar.
"Aku lihat nyonya menjadi lebih tenang dan masuk akal, namun dia juga apakah terlalu sabar? Dia meminta rumah gubuk ini, sebenarnya apa yang di pikirkan Nyonya ya?"
Brukh!
Hu Zheng menurunkan kayu-kayu yang di bawa nya dari hutan, dengan tanpa melihat dan terus melakukan pekerjaan nya, dia berucap. "Bai Rongxin, jangan mengurusi urusan Nyonya. Sudah bagus dia tidak bertingkah kepada kita."
Setelah di tegur oleh Hu Zheng, Bai Rongxin akhirnya diam dan melanjutkan pekerjaannya tanpa mulut.
Wajah Shen Yuzhi tetap dingin, namun matanya penuh perhitungan dan kepalanya banyak perkiraan. 'Sebenarnya apa yang di rencanakan nya, apa manfaat rumput gubuk ini untuknya?'
'Jika itu pada akhirnya membuat kami menderita, aku akan membuat nya merasakan hal yang lebih dari penderitaan.'
Di dalam rumah gubuk kayu itu, Su Wanwan telah membuka semua pintu namun tak kunjung mendapatkan apa yang di inginkan nya.
"Sebenarnya dimana benda yang bisa terhubung dengan dimensi lain itu? Kenapa aku sama sekali tidak menemukan nya?"
Awalnya dia sangat yakin benda yang dapat terhubung dengan dimensi lain itu berada di halaman belakang rumah, karena di penjelasan novel juga seperti itu.
Namun setelah beberapa kali melakukan hal gila, membuka dan menutup pintu belakang dia tidak kunjung menemukan nya. Tidak mau putus asa dia berbalik masuk dan mencari di setiap ruangan dan pintu, namun tak kunjung menemukan nya.
"Padahal di cerita, begitu memiliki rumah ini dia langsung menemukan pintu itu. Dan di sana sangat di jelaskan jika itu adalah pintu halaman belakang."
"Apakah sebenarnya cheat ini tidak terhubung dengan rumah ini? Itu hanya khusus untuk tokoh utama Su Weiwei?"
"Sial, jika begitu lebih baik aku yang mendapatkan rumah utama itu. Toh cheat ini juga tidak bisa aku dapatkan..."
Su Wanwan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang atau lebih tepatnya bangku panjang kayu dengan sekali gerakan yang frustasi.
Dugh!
"Awshh!" Tangan itu ikut terjatuh saat tubuhnya jatuh pada ranjang, namun sungguh sial karena tangan itu malah menggores ujung kayu yang cukup runcing. Sehingga tanpa sengaja terluka dan mengeluarkan darah.
"AAA, apakah aku tidak bisa lepas dari alur sebagai antagonis cerita ini?? Kejam sekali! Kalau begitu lebih baik mati saja kan!!"
Tes.. Tes..
Dua tetes darah jatuh ke tanah, namun Su Wanwan tidak merasakan nya sama sekali. Hatinya masih penuh dengan kekesalan dan sakit hati, cerita lain transmigrator memiliki jari emas atau tidak sebuah sistem. Dan dia hanyalah di rugikan, beruntung jika cantik dan keluarga kaya. Ini tidak, rupa bibi-bibi gemulai, reputasi jelek pelayan membenci nya.
Jika itu dulu, dia pasti bisa langsung menjatuhkan tubuh di tanah dan berteriak 'aku tidak ingin hidup lagi.' namun sekarang melakukan hal itupun rasanya dia tidak memiliki tenaga.
Swush!!
Tiba-tiba, tanpa bisa dia tebal dan prediksi. Cahaya putih muncul sedikit menyilaukan di tangan nya, lengan yang terluka akibat tergores itu tak lagi terasa perih dan sakit.
Hanya terasa seperti ada sesuatu yang masuk ke sana, tidak menyakitkan juga tidak membuat was-was. Saat cahaya itu meredup dan menghilang, Su Wanwan mengangkat tangannya dan menatap nya dengan ling-lung dan seksama.
"Tangan ini... Apakah ini jari emas ku?"
Di tempat yang seharusnya terluka oleh goresan itu kini muncul sebuah tato berbentuk... "Pintu??"
"Tato pintu??" Luka nya telah menghilang dan tergantikan dengan tato pintu itu.
Su Wanwan terdiam beberapa saat hingga akhirnya pikiran nya kembali konek. "Ya, pintu! Pintu penghubung dimensi lain!"
Senyum di wajahnya mengembang, dopamine kebahagiaan di keluarkan tubuhnya hingga tubuh gembul itu bisa melompat tiga kali hingga akhirnya berhenti karena lelah.
"Oke baiklah, ini jari emas ku. Sekarang bagaimana cara menggunakan nya...?" Su Wanwan terdiam berpikir sebentar hinggap akhirnya dengan hati-hati mengangkat tangan nya. "Pintu keluar!"
Sring!
Seketika sebuah pintu muncul dari ketiadaan di hadapan nya, kedua sudut mulut Su Wanwan seketika terangkat ke atas. Dia berlari beberapa langkah hingga mendekati pintu itu, setelah itu dia berhenti dan dengan hati-hati tangannya terangkat membuka knop pintu.
Hal yang di lihatnya begitu pintu terbuka adalah hamparan padang bunga yang indah, kakinya segera melangkah masuk ke dalam. Dan semakin dia bernapas, dia merasakan napasnya semakin lancar, udara disana tidak hanya segar namun juga membuat pernapasan nya yang agak berat karena lompat-lompat tadi menjadi lancar dan ringan tanpa beban.
"Ajaib sekali, apakah ini ruang ajaib?"
Baru saja berkata begitu, di sebrang sana Su Wanwan melihat sebuah pintu lain. Oke, dia tahu alur ini, dia dalam pintu itu pasti ada dunia lain.
Su Wanwan berlari keluar dari pintu, dia mengambil sebuah tongkat kayu lapuk dari ruangan kamar itu dan kembali masuk untuk membuka pintu itu.
"Huft, semoga bukan planet antarbintang yang aku pikirkan."
Ckleek...
Pintu terbuka, satu langkah kakinya masuk ke sana, membuatnya melihat tempat familiar yang membuat euforia naik drastis.
Sepertinya dia terlalu banyak percaya pada cerita-cerita fantasi, mengira pintu itu mengarah pada tempat berbahaya. Karena sebenarnya tempat ataupun dimensi yang di arahkan pintu ini adalah Villa nya sendiri!!
Su Wanwan berlari dan naik ke lantai atas, lalu ke dapur, kamar mandi dan ruangan-ruangan lainnya. "Benar-benar villa ku. Wooo, akhirnya nenek ini menerima keadilan. Villa ku yang baru terpakai satu hari..."