NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkabung

Tyas hampir saja ingin mengejar Ridho dan wanita itu. Namun tiba-tiba ia teringat keadaan ayahnya. Ia pun akhirnya lebih memilih kembali ke atas. Masalah Ridho biarlah diurus nanti.

Ridho adalah tunangan Riyas. Mereka sudah bertunangan lima bulan yang lalu. Sebenarnya tidak mau dijodohkan dengan Ridho. Namun karena permintaan sang bapak, Tiyas pun menurutinya. Pikirnya itu adalah bentuk baktinya kepada orang tua. Apa lagi bapak meyakinkan Tiyas bahwa Ridho adalah laki-laki yang baik. Ridho juga berkecukupan. Bapak berharap Ridho dapat membuat anak semata wayangnya menjadi wanita yang beruntung. Namun kenyataan yang dilihatnya tadi membuatnya marah. Bukan karena perasaannya, namun karena kepercayaan bapaknya yang telah dirusak oleh Ridho. Karena untuk perasaan, Tiyas belum seutuhnya menerimanya.

Tiyas baru saja sampai di depan ruang ICU. Ia sudah tidak melihat keberadaan Zain. Tiba-tiba seorang perawat menghampirinya.

"Mbak, mbak dari mana? Bapaknya sudah bangun lho."

"Benarkah, sus?"

"Iya, tapi yang masuk tadi saudaranya mbak yang laki-laki itu. Jadi kalau mbak mau masuk nunggu dia keluar ya."

"Iya Sus alhamdulillah, terima kasih."

"Sama-sama."

Tiyas sangat senang mendengarnya. Ia bahkan mengucap syukur berkali-kali dalam hatinya.

Lima menit kemudian, Zain keluar dari ruang ICU.

"Bagaimana bapak saya, sudah bangun kan?"

Zain mengangguk.

Tiyas tersenyum senang. Tanpa sengaja Zain melihat senyuman itu. Namun dalam hatinya ia sedang khawatir.

"Saya boleh masuk, kan?"

"Hem, masuklah!"

Tiyas memakai baju khusus sebelum masuk ke dalam. Kemudian ia melangkah dengan pasti menemui sang bapak.

"Pak... bapak sudah sadar. Tiyas takut, pak."

"Nduk... kamu baik-baik saja?" Tanya sang bapak dengan suara yang cukup pelan.

"Iya Pak, bapak lihat sendiri. Tiyas kan, wanita kuat."

Bapak mengangguk seraya tersenyum getir.

"Nduk, maafkan bapak belum bisa membahagiakanmu."

"Bapak ngomong apa? Jangan pikirkan apa-apa. Bapak istirahat saja ya."

Bapak menggelengkan kepala.

"Ma-maafkan Bapak, nduk. Jangan salahkan orang yang menabrak. Ini juga salah bapak. Nduk, Bapak sudah membatalkan pertunangan mu dengan Ridho."

Tiyas mengerutkan keningnya. Ia bingung dengan maksud bapaknya.

"Apa mungkin bapak sudah mengetahui kebenaran, sehingga bapak memutuskannya langsung." Batinnya.

"Nduk.... "

"Iya Pak.... "

"Laa ilaha illallah Muhammadar Rasulullah. "

Tit tit tit....

Bapak memejamkan mata dengan perlahan.

"Bapak bapak bapak.... "

Mendengar suara histeris Tiyas, suster pun langsung menghampirinya dan memeriksa keadaan bapak.

"Mbak yang sabar ya, bapaknya sudah nggak ada."

"Nggak... nggak mungkin Sus, tadi bapak masih ngobrol dengan saya."

Suster segera memanggil dokter. Dokter pun mengecek kembali keadaan bapak.

"Dengan sangat menyesal kami mohon maaf, pasien sudah meninggal dunia."

"Bapaak.... "

Suster melepas semua alat yang terpasang di tubuh bapak lalu menutup tubuh bapak dengan selimut.

Sedangkan Tiyas tersungkur di lantai sambil menangis histeris. Hal tersebut tentu didengar oleh Zain dari luar.

"Mas, tolong itu saudaranya." Ujar Suster.

Zain melihat tubuh Pak Zakir yang sudah tertutup selimut. Perasaannya berkecamuk saat ini. Namun melihat Tiyas yang sedang menangis, hatinya merasa bersalah.

"Bangunlah... jangan begini! Saya akan mengurus jenazah bapakmu."

Tiba-tiba raut wajah Tiyas berubah. Matanya seolah ingin menusuk seseorang. Ia berdiri dari lantai.

"Kamu yang menyebabkan bapak meninggal!" Tudingnya.

Deg

Zain langsung terpaku. Ia seakan menjadi tertuduh.

"Kenapa kamu diam? Kamu tidak merasa, hah?"

"Astaghfirullah... kamu sedang kalud. Ini semua sudah takdir Allah. Saya mengakui kalau saya bersalah. Tapi saya juga tidak ingin jadi seperti ini."

"Stop, jangan berdebat di sini! Mari kita urus dulu jenazahnya." Sarkas dokter.

Zain pun segera pergi ke mengurus administrasi dan surat kematian. Sedangkan Tiyas, ia hanya menangis dan meratapi kepergian sang bapak.

"Kamu sudah telpon keluargamu?" Tanya Zain.

"Hanya bapak yang aku miliki di dunia ini!" Jawab Tiyas dengan penuh penekanan.

Sekali lagi, hati Zain langsung terpukul.

Zain segera menghubungi Pak Jali untuk meminta pertolongan.

Akhirnya jenazah selesai diurus dan dibawa ke dalam mobil ambulan. Tiyas duduk di belakang seorang diri menemani jenazah bapaknya. Karena tidak tega melihat Tiyas, Zain meminta satu perawat untuk menemani Tiyas. Ia khawatir terjadi sesuatu kepadanya.

Pak Jali sudah menuju rumah Tiyas untuk meminta bantu para tetangganya menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan.

30 menit kemudian, mereka sampai di rumah pak Zakir. Rumah yang sangat sederhana namun masih terbilang layak. Di sana sudah ramai orang. Para tetangga membantu menyiapkan segalanya. Merekam terkejut mendengar kabar meninggalnya Pak Zakir. Karena sebagian dari mereka memang tidak mendengar kabar kecelakaan yang dialami Pak Zakir. Untungnya Pak Zakir memiliki tetangga yang baik. Mungkin juga karena Pak Zakir dan Tiyas juga baik kepada mereka.

Mata orang-orang tertuju kepada Zain. Sebagian dari mereka bertanya-tanya siapa Zain. Namun sebagian orang tahu bahwa Zain adalah orang yang menabrak Pak Zakir dan membawanya ke rumah sakit.

Proses pun begitu cepat, jenazah Pak Zakir sudah siap untuk dimakamkan. Para tetangga sangat empati kepada Tiyas. Mereka tahu betul keadaan keluarga Pak Zakir.

"Yang sabar, Tiyas."

"Bapak... kenapa bapak tinggalin Tiyas? Tiyas nggak sanggup Pak... "

"Tiyas, jangan begini! Kasihan bapakmu pasti berat. Ikhlaskan, nduk."

"Ya Allah.... Astaghfirullah... Astaghfirullah.... "

Tiyas dipapah oleh teman yang juga merupakan tetangganya. Ia ikut di belakang para Laki-laki yang mengantarkan Pak Zakir ke kuburan.

Ada satu orang yang sudah turun ke Liang lahat. Melihat tidak ada orang lagi yang turun, Zain menggulung lengan bajunya lalu ikut turun. Akhirnya almarhum Pak Zakir sudah selesai dikubur. Setelah selesai berdo'a para pelayat pun satu persatu meninggalkan makam. Namun, Tiyas masih berjongkok sambil meremas tanah yang masih basah. Teman Tiyas tidak meninggalkannya.

"Tiyas, ayo bangun. Ini sudah sore. Sebentar lagi acara tahlil akan dimulai di rumahmu."

"In, bapak pasti kesepian. Aku mau menemaninya."

"Tiyas, Bapakmu sudah bertemu dengan ibumu. Mereka pasti bahagia."

"Hik hik... bapak ibu... kenapa kalian tega ninggalin Tiyas sendirian."

Tiba-tiba Tiyas pingsan.

"Tiyas Tiyas.... "

Zain yang sedari tadi masih memantaunya dari jauh, langsung menghampiri mereka.

"Mas tolong Tiyas!"

Zain pun langsung mengangkat tubuh Tiyas dan menggendongnya ke mobil. Untungnya tadi Zain membawa mobilnya karena ia sempat bertanya ke tak kuburan yang ternyata cukup jauh. Indri pun ikut masuk ke dalam mobil. Zain memberikan minyak angin kepada Indri.

"Coba kasih ini."

"Iya mas."

Zain pun langsung tancap gas ke rumah Tiyas.

Beberapa saat kemudian mereka sampai. Namun Tiyas belum juga sadarkan diri.

"Coba kasih di kakinya."

Indri pun mengoleskan minyak angin di telapak kaki Tiyas.

Akhirnya tidak lama kemudian Tiyas sadar.

"Alhamdulillah, Tiyas. akhirnya kamu sadar juga."

Tiyas melihat di sekitarnya.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
dewi rofiqoh
Zain.... Langsung tiga kali 🤭🤭🤭🤭🤭
Novita Sari
mas zain unboxing.... lanjut thor...
secret
zeann kokk tau2an ajaaa, awas lhoo jgn pengen, cari dulu pasangannyaa😂
Teh Euis Tea
lehernya di gigit drakula ya yas...🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Supriatin
Selamat sdh unboxing, semoga harapan nambah cucu terkabul umi😄😄😄🙏🙏
Marsiyah Minardi
Reader diminta ngarang sendiri ,otak emak auto traveling 🤣🤣
Bunda RH: wkwkwk ampun dah, dosa lho kak
total 1 replies
Teh Euis Tea
wehhhhj othor di gantung kaya jemuran aj, sian siang gerah ini mah...🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Teh Euis Tea: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
secret
gajadii malam pertama, siang pertama pun gasss🤭🤭
Bunda RH: iya kan, yang penting gas 😄
total 1 replies
dewi rofiqoh
TBC ya kak 🤭🤭🤭
Bunda RH: la la la apaan tuh?
total 1 replies
Sri Supriatin
Eeh tanggung thot🤭🤭😄😄
Bunda RH: kan udah dibilang ngarang sendiri kak 😂🤭
total 1 replies
Faidah Ida
akhirnya unboxing jg..... 😄😄😄
Bunda RH: alhamdulillah 😇
total 1 replies
Karsa Sanjaya
kapan nih kisah zean
Bunda RH: nanti kak, tenang saja. Nyempil di sini juga kok
total 1 replies
Novita Sari
mas zain unboxing... update double thor...
Bunda RH: maaf belum :bisa kak
satu saja ini kejar-kejaran waktunya kak
babyku masih suka rewel dan aku juga kerja 🙏🙏🙏
total 1 replies
Valen Angelina
akhirnya bersambung... bsoknya uda selesai 😂😂😂
Bunda RH: ih kok tahu sih 🤭
total 1 replies
Yusmala Nursari
semakin panas nih
Yusmala Nursari
Bagus ceritanya
Sri Supriatin
Lanjuuut thor 👍👍👍
secret
cerita authorr yang selaluu ringann tp baguusssss, toppp
Faidah Ida
Dag Dig Dug ser..... 😄

maju Zain pantang mundur.. hehehehe
secret
duuhh duhh kewajiban apaa tuchh🤭😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!