Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian
Pukul sembilan ujian akan dimulai dan Joanna Josephine Josep menjadi peserta pertama mahasiswa kedokteran jurusan dokter gigi. Hari ini ada enam orang yang ujian. Anna ada dalam enam orang itu. Kemarin itu mereka memesan standing banner yang berisi nama ke enam mahasiswa dan mahasiswi yang ujian hari ini lengkap dengan foto dan nama mereka lengkap dengan gelar sarjananya yang di tutup sementara.
Jam sembilan Letda Marinir Daniel Johanes sudah ada di fakultas kedokteran. Dia membawa buket coklat hadiah buat Anna dari mamanya. Dari kejauhan rekan - rekan Anna sudah menggosipkan Anna dengan Daniel. Kali ini Daniel tidak menggunakan motor melainkan mobil sporty merek Jetour T2 warna putih. Waktu Daniel keluar dari mobil mahasiswi kedokteran langsung berteriak seolah berteriak idola yang datang. Pukul sembilan lewat dua puluh menit Anna keluar ruangan ujian dengan nilai A plus. Nilai yang sangat memuaskan. Langsung dipakaikan selempang yang bertuliskan nama Joanna Josephine Josep, S.Kg (Sarjana Kedokteran Gigi).
Teman - temannya sudah memberi salam dan pelukan juga bunga.
"Anna ada yang menunggu kamu di sana, di mobil sporty berwarna putih." salah satu temannya memberitahukan.
"Sepertinya tentara ganteng itu." Amelia memberitahukan. Anna pun melihat ke arah mobil itu. Benar disana sudah ada Daniel. Anna pun mendekati.
"Selamat ya Anna, aku mewakili mama mengucapkan selamat dan memberi hadiah buat kamu atas kesuksesan kamu."
"Terima kasih ya kak." Anna menerima buket coklat mahal yang di rangkai dengan sedikit bunga.
"Oke. Sukses ya Anna." Anna hanya tersenyum.
Tidak lama Daniel keluar dari lingkungan kampus dengan mobil sportynya. Setelah berpamitan dengan Anna.
"Saya kira pangeran akan mengantar tuan putri. Setelah memberi hadiah buket coklat mahal dan bunga."
"Ini pemberian mamanya."
"Wah sudah disayangi ama mertua."
"Stop ya Lia."
"Maksudnya???"
" Satu, orangtuanya adalah mantan komandan papaku di Ambon jadi orangtua kami kenal. Dua, kami itu tetangga. Jadi mamanya perhatian sama aku. Tiga, kami tidak ada hubungan apa pun itu."
"Ooooooooo"
"Bulat. Sudah kamu siapkan diri kamu, mental kamu mau masuk ruang ujian."
"Doakan aku ya Anna, agar aku ngak gugup."
"Oke sayang. Kamu harus percaya diri. Kamu bisa."
Tidak berselang lama, Amelia Wulandari sudah dipanggil untuk bersiap masuk ruang ujian. Juan Ricardo sudah keluar dia juga dinyatakan lulus dan mendapat gelar sarjana kedokteran gigi. Gelar yang sama juga akan diraih oleh Amelia Wulandari. Selesai ujian kami ditraktir makan oleh orangtuanya Juan di sebuah restoran Jepang. Sore hari baru Anna pulang ke kosannya.
Selesai ujian tadi, Anna mendapat informasi tentang koas dan Anna sudah mendaftar untuk mengikuti koas atau tahap klinik. Semua surat - surat sudah diurus oleh Anna juga Juan dan Lia. Dan tahap akhir pengecekan berkas akan dilakukan oleh pihak kampus pada hari senin depan.
Karena sudah sampai di rumah jam enam sore, Anna langsung cepat - cepat mandi karena ada ibadah pemuda di rumah ketua pemuda jemaatnya. Rumahnya tidak jauh dari kosannya Anna hanya melewati tujuh rumah. Anna meskipun dia lelah, jam ibadah selalu menjadi nomor satu. Karena itu nasehat dari mama dan papanya.
Anna sudah mengenakan baju dress berbahan jins dan mengunakan sepatu sneaker warna putih. Rambutnya dibiar tergerai karena tadi dia keramas. Menggunakan tas totebag kanvas yang berisi alkitab dan liturgi ibadah dia pergi ibadah berjalan kaki.
"Anna tunggu, pergi sama aku." Waktu lewat depan rumah keluarga Johanes, dia mendengar suara Daniel memanggilnya. Ini kali pertama, selama tiga tahun Anna beribadah pemuda Daniel ikut. Mungkin pada saat Anna tidak hadir, Daniel beribadah.
Sampai dirumah ketua pemuda Daud Triyanto, semua mata memandang ke arah Anna dan Daniel. Waktu Anna mau masuk duduk di dalam. Daniel mengandeng tangannya mengisi kursi dua yang kosong di teras kanan rumahnya Daud.
"Duduk disini aja."
"Oke kak."
Pada saat ibadah mau mulai ternyata yang betugas bermain alat musik tidak datang karena ada urusan. Akhirnya teman - teman meminta Anna memainkan alat musik gitar. Lagu - lagu dari liturgos sudah diberikan dan Anna sudah menyetel senar gitar. Ibadah pun mulai. Daniel terkesima dengan permainan gitar yang di tampilkan oleh Anna dalam ibadah. Ibadah empat puluh lima menit berakhir. Semua bersalaman.
"Selain main keyboard kamu juga pintar bermain gitar."
"Suka saja. Ngak pintar - pintar amat kak."
Pada saat warta pemuda, Daud mengucapkan selamat kepada Anna atas gelar sarjana kedokteran gigi. Ternyata Daud menyiapkan hadiah buat Anna coklat mahal dua yang dibawa mamanya dari Dubai. Semua teman - teman pemuda juga mengucapkan selamat. Anna sangat senang. Daud dan Daniel adalah teman sekolah, selesai sekolah Daniel lolos akademi militer sedangkan Daud memilih kuliah kedokteran di universitas Airlangga.
"Pak marinir, kalau tidak jaga, bisa bergabung bersama kami dalam ibadah pemuda selanjutnya."
"Semoga bisa." dibalas oleh Daniel.
"Pasti bisa." dijawab oleh Anna. Daniel menatap ke arah Anna begitu juga dengan yang lain. Anna langsing sadar dan melanjutkan perkataannya.
"Ibadah itu penting karena mengandung banyak janji dan berkat. Bersekutu bersama Tuhan itu bukan ilmu kira - kira, tetapi itu pasti, karena setiap berkat yang Tuhan berikan itu pasti..... Sori kak."
"Oke anaknya kaka pengasuhku." Anna tahu maksud Daniel. Karena yang menjadi kaka pengasuhnya waktu itu adalah mamanya Anna. Daud menyiapkan makan buat kami selesai makan kami juga pulang membawa kue. Daniel mengantar Anna sampai ke kosannya.
"Ini buat kamu saja."
"Kebanyakan kak. Jajanku juga lagi banyak."
"Tetapi ngak setiap saat kamu makan coklatkan."
"Iya sih. Kalau buat Anna. Terima kasih ya."
"Iya. Masuk sana. Baru aku pulang."
Anna masuk ke kamar kosannya. Kamar seperti Apartemen yang memiliki ruang tamu, langsung kamar tidur dan ruang dapur bersebelah dengan kamar mandi.
Sebelum tidur Anna mendapat pesan dari temannya yang meminta Anna untuk bermain keyboard di cafenya karena ada acara ulang tahun. Anna biasa di ajak bermain di waktu - waktu tertentu. Uang ini yang digunakan Anna untuk menambah uang jajan bahkan bisa untuk uang fotokopi materi kuliah. Pekerjaan bermain keyboard ini selama tidak menganggu jadwal kuliah dan jam beribadah dia tetap terima.
"Puji Tuhan, dapat berkat bermain keyboard lagi."
Karena kuliahnya sudah selesai, Anna mengambil job ini. Malam itu dia langsung menelepon Amelia Wulandari sahabatnya untuk menemani dia. Lia mau.
Pukul enam sore Anna dan Amelia sudah berada di Cafe itu. Ternyata ada acara ulang tahun anaknya perwira angkatan laut yang ke dua puluh empat tahun. Yang ulang tahun ini adalah selebgram kota ini Maria Grace. Semua orang terutama muda - mudi kenal dengan Maria Grace. Anna begitu kaget ternyata ketua pemudanya kak Daud Triyanto juga hadir, tepat pukul tujuh sudah banyak tamu undangan yang ada. Anna sudah mulai memainkan alat musiknya dan bernyanyi. Pukul tujuh lewat sosok Daniel Johanes juga datang. Dan disambut dengan meriah dan mesra oleh Maria Grace yang punya acara.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan