Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Disetujui
Cakra terdiam di kamar rumah mewah tersebut. Dirinya belum menemukan keberadaan Angel sama sekali. Apa harus memasang alat pelacak di tubuhnya? Agar wanita itu tidak meninggalkannya.
Rasa protektif dan obsesif dalam dirinya bagaikan tidak pernah bisa menghilang. Tapi bukankah itu yang menyenangkan dari tokoh protagonis?
Hingga tepat pada pukul 03.00 pagi, suara mobil memasuki gerbang besar rumah tersebut terdengar. Dengan cepat, pemuda itu menatap dari balkon.
Angel turun dari mobilnya. Wanita itu berhenti beberapa saat, seperti membalas chat seseorang? Atau menghapus pesan? Dirinya pun tidak mengetahui. Karena berada di jarak yang lumayan jauh.
Yang jelas wanita itu segera memasuki rumah. Mungkin sebentar lagi akan sampai ke kamar.
Benar saja ketika pintu terbuka, sosok Angel terlihat. Wanita yang melangkah masuk, bahkan tidak mengatakan apapun pada suaminya.
“Dari mana saja kamu?” Tanya Cakra.
“Sudah aku bilang bertemu dengan investor. Kamu bisa tanya ayahku…” wanita yang meletakkan barang-barangnya asal. Sangat berbeda dengan Arabella yang perfeksionis.
“Bertemu dengan investor tapi sampai jam segini? Kamu pikir aku bodoh!?” pria yang melangkah mendekati istrinya. Mencengkram pergelangan tangannya.
“Lepas!” Angel berusaha, melepaskan cengkraman tangan Cakra. Tapi sama sekali tidak ada hasil, pria itu tetap mencengkeram erat.
“Apa sebenarnya maumu!? Aku sudah mengatakan Aku hanya ada pertemuan bisnis. Aku hanya bicara dengan investor! Kamu boleh geledah barang-barangku! Tidak ada hal yang mencurigakan di sana.” Suara tegas dari angel, entah sejak kapan wanita ini berani membentaknya? Atau ini memang sering terjadi? Atau mungkin untuk yang pertama kalinya..
Semakin bersalah seseorang, maka semakin keras suaranya untuk mengatakan dirinya tidak bersalah. Itulah yang sering terjadi.
Cakra mendekat, menghirup aroma di sekitar tubuh istrinya.”Kamu bilang hanya bertemu dengan investor. Kamu bilang hanya pertemuan bisnis! Tapi yang aku cium bukan aroma parfummu. Ini aroma sabun! Bertemu dengan investor di mana? Apa kamu cukup murahan untuk memberikan dirimu pada pria lain!? Kamu bertemu dengan pria lain di hotel!?”
Plak!
Ketika kedoknya dibuka, seseorang yang biasanya selalu jujur dan lurus. Selalu mengambil jalan berbunga, tidak pernah ragu dengan prinsipnya. Tapi sekarang berusaha menutupi kebusukannya dengan suara kerasnya.
Tangan Angel gemetar, namun jemari tangannya tetap mengepal. Benar-benar yakin dengan apa yang dianggapnya benar.
Wanita itu kemudian berucap.”Aku benar-benar bertemu dengan investor! Aku selalu jujur padamu! Aku selama ini selalu berkorban dan mencintaimu!”
Cakra menatap tidak percaya, matanya kini tertuju kepada Angel. Apa kesalahannya? Pria itu tertawa kecil, matanya memerah. Sama sekali tidak percaya dengan apa yang terjadi.
“Berkorban!? Baik! Ayo kita hitung-hitungan siapa yang lebih banyak berkorban!? Ibuku menentang, ayahku juga menantang. Aku rela berlutut di hadapan mereka, aku rela menerima 20 cambukan dari ayahku. Pertunanganku dengan arabella juga aku putuskan demi kamu. Aku yang mencegah arabella melakukan semua kejahatannya. Aku yang selalu melindungimu!” Cakra menunjuk-nunjuk ke arah istrinya.
“Perhitungan…” wanita itu malah membuang muka. Menggertakan giginya, apa yang ada di pikiran Angel saat ini adalah Apa yang dilakukan olehnya hanya kesalahan kecil.
Kesalahan kecil yang bisa ditutupi. Kesalahan kecil yang selamanya tidak akan diketahui oleh Cakra.
Asalkan dirinya tidak mengaku, dan berteriak paling keras bahwa tidak bersalah. Maka semuanya akan selesai, Cakra lah yang salah…karena pria ini terlalu protektif.
“Kamu sekarang mengatakan aku perhitungan? Berapa banyak hal yang sudah aku korbankan untukmu. Dan sekarang aku hanya meminta satu penjelasan darimu.” Cakra menghirup nafasnya dalam-dalam. Mengusap wajahnya kasar. Dirinya memang belum begitu lama mengenal Angel.
Tapi kelembutan wanita ini, Bagaimana wanita ini begitu murni menjaga prinsipnya. Kebaikan hatinya yang selalu mendatangkan kebaikan pula. Semuanya bagaikan belaian yang menghanyutkan Cakra untuk melupakan arabella.
“Aku sudah menjelaskan kalau aku hanya bertemu dengan investor! Aku sudah memberikan jawaban padamu tapi kamu sendiri tidak mengerti. Aku terpaksa menamparmu…kamu saja yang terlalu sensitif dan protektif.” Angel menekankan kata-katanya. Kemudian melangkah ke ruang ganti, mengganti pakaiannya, lalu menyelimuti dirinya, tidur…
Sedangkan Cakra tidak dapat tidur sama sekali. Pria itu menatap ke arah langit-langit kamar. Kemudian tidur menyamping, matanya menatap ke arah balkon. Mereka baru beberapa hari menikah, tapi sudah bertengkar hebat seperti ini.
Benarkah dirinya yang terlalu sensitif dan protektif? Tapi tidak…
Pemuda yang benar-benar tidak bisa tidur. Matanya menatap ke arah handphone Angel, sinar dari handphone itu menyala. Pertanda ada pesan yang masuk.
Dirinya kemudian menggeser layar, tapi ada yang aneh. Handphone istrinya tiba-tiba dilengkapi dengan password. Padahal dari dulu, dari saat pacaran hingga menikah…handphone mereka berdua tidak pernah dilengkapi dengan password.
Pemuda yang melirik ke arah Angel, meraba pipinya yang kebas akibat tamparan. Satu persatu keburukannya terlihat. Tapi kenapa baru sekarang…?
***
Sementara arabella, wanita yang memutuskan untuk menginap di apartemen milik Xavier menghala nafas berkali-kali. Ini pukul 03.00 pagi, dirinya terbangun untuk mengambil air putih.
Tapi tiba-tiba kolom komentar itu terbuka lagi. Berbagai tulisan terlihat melayang…
‘Wanita brengsek! Tukang selingkuh yang berani-beraninya menampar Cakra!’
‘Kenapa sosok Angel jadi murahan seperti ini? Dulu padahal sebelum menikah dengan Cakra, kisah cinta mereka penuh perjuangan antara gadis polos dengan pria berkuasa.’
‘Sudah aku bilang, aku pikir malaikat, ternyata siluman pemikat. Aku pikir cintanya sedalam Palung Mariana. Tapi ternyata cintanya segelap Palung Mariana.’
‘Ternyata, memang hanya Arabella yang bisa menemani hari-hari Cakra.’
‘Aku setuju kalau Cakra bercerai kemudian kembali mengejar tunangannya.’
Komentar-komentar yang membuat Arabella menyemburkan air putih di mulutnya hingga terbatuk-batuk. Komentar-komentar ini benar-benar gila, bahkan ada yang menginginkannya kembali bersama Cakra?
“Tapi…ini baru hari pertama menuju keruntuhan kebajikan protagonis. Sudah seheboh seperti ini…” arabella menggelengkan kepalanya heran.
Hingga tiba-tiba seseorang menyodorkan sebuah proposal padanya. Seseorang yang keluar dari kegelapan, karena memang lampu ruang tamu apartemen tidak dinyalakan.
Pemuda yang terlihat menggunakan piyama berbentuk kimono. Rambutnya putih panjang, diikat ke belakang, namun ikatannya sedikit berantakan. Otot-otot dadanya sedikit terlihat dari piyama berbentuk kimono yang digunakan olehnya.
Hal yang membuat arabella menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Menghela nafas kasar, kemudian menggeleng dengan cepat.
“Ini apa?” Tanya arabella pada Xavier, ketika dirinya menerima sebuah map. Yang disodorkan oleh pria itu.
“Sesuai permintaan, alasan kenapa kita harus belajar bermesraan. Semuanya aku susun rapi dalam sebuah draft, kamu bisa membacanya satu persatu. Jika sudah di ACC, maka kita boleh mencoba…” pria yang menelan ludahnya berkali-kali.
Arabella tersenyum, membuka satu persatu isi dari map itu. Kata-kata yang begitu kaku, ciri khas tulisan Xavier.
“Di ACC—”
Tiba-tiba saja mulut arabella yang menyetujui di bungkam. Pria ini menarik tengkuknya, mencium bibir arabella begitu agresif. Membuat wanita itu membulatkan matanya. Bukankah untuk latihan ini terlalu…
ga sampe ditidurin🫣🤣🤣
sungkem ini mah setan juga🤣
pacaran lagi dengan si dia
😅😅😅
seruuu ini 🤣🤣
cuma...???
🫣🤣🤣🤣
kasiaaaan