NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Di sebuah rumah sakit.

Seorang gadis membuka matanya, tubuhnya terasa begitu sakit.

Ingatan kembali berputar di dalam otaknya.

Tangannya terulur menatap sebuah gelang yang melilit pergelangan tangannya. Ada gelang yang tampak dirajut melalui tangan seseorang.

Hanya satu kata pujian untuk gelang itu.

Indah!

Akila Georgina namanya, usianya 24 tahun. Ia memiliki paras yang cantik.

Akila duduk dari posisinya, tubuhnya terasa begitu sakit.

Baru saja duduk, tampak matanya bertemu langsung dengan sosok pria yang ia sebut dengan 'Daddy' itu.

"Akuilah bahwa kau adalah pengemudi mobil malam itu." Ucapnya membuat Akila terkejut.

Ben Mason nama pria itu. Dia bukan Ayah biologis dari Akila, tapi dia adalah sosok pria yang mengadopsi Akila dari sebuah panti asuhan.

Dengan kata lain ia dibesarkan hanya untuk menggantikan apapun yang terjadi pada Anak pertama milik Ben dan juga Mathilda.

Kiara Mason, Putri pertama dan tunggal milik Ben dan Mathilda, adik tiri Akila yang hanya terpaut satu tahun darinya.

Akila dibesarkan di Keluarga itu sejak lama juga hanya menjadi pengganti dan semuanya tak akan pernah berubah atas takdir yang Akila jalani.

Akila hanya akan jadi tameng atas semua yang Kiara lakukan.

"Apa Daddy tahu bahwa malam itu aku sudah mengatakan pada Kiara agar aku saja yang mengemudi, tapi dia memaksa walaupun matanya tidak fokus ke jalan karena sibuk main handphone dan cekikikan dengan kekasih gelapnya." Ucap Akila.

"Apa kau sedang mencari pembelaan? Bukankah itu takdir dari hidupmu? Kau terlahir untuk menjadi yang kedua bagi Kiara, apapun yang terjadi kau harus mengatakan bahwa kau yang mengemudi hingga kecelakaan itu terjadi." Ucap Ben.

Akila turun dari ranjang itu, ia mendekati Ben.

"Mau kemana kau?" Tanya Ben.

"Apa aku bisa menolak untuk tidak mengatakan bahwa bukan aku yang mengemudi? Tidak kan? Aku akan pergi dan mengakui kesalahan yang Kiara lakukan. Aku akan meminta maaf pada korban dan..."

"Korban dalam kecelakaan itu sudah meninggal." Singkat Ben membuat langkah Akila terhenti.

Akila menelan ludahnya susah payah, bukan karena ia takut tapi ia lebih terkejut mendengar kabar itu.

Seketika itu juga, ingatan Akila kembali ke malam kecelakaan. Saat mobil berhenti dengan ringsek dan asap mengepul dari kap mesin yang hancur. Saat itu, Akila sempat terbangun sejenak sebelum benar-benar kehilangan kesadarannya.

---

Flashback - Malam Kecelakaan

Akila membuka matanya dengan susah payah. Kepalanya terasa sangat sakit, darah mengalir dari pelipisnya. Di kursi pengemudi, Kiara terguling lemas dengan wajah berlumuran darah. Ponsel Kiara terlempar di lantai mobil, layarnya masih menampilkan nama 'Kevin'—panggilan yang baru saja ia tutup beberapa detik sebelum kecelakaan terjadi. Akila ingat betul bagaimana Kiara sibuk cekikikan dan berbicara mesra dengan Kevin di telepon, matanya sama sekali tidak fokus ke jalan.

Akila mencoba menjangkau Kiara, tapi tubuhnya terasa sangat lemah.

Dengan susah payah, Akila membuka pintu mobil yang ringsek. Ia jatuh tersungkur di aspal yang kasar, tetapi ia memaksakan diri untuk bangkit. Di kejauhan, ia melihat mobil lain yang juga terlibat dalam kecelakaan—sebuah mobil hitam mewah yang kini terbalik di sisi jalan.

Dengan langkah sempoyongan, Akila berjalan mendekati mobil itu. Ia melihat seorang wanita paruh baya terjepit di kursi penumpang, darah mengalir dari kepalanya. Tanpa berpikir panjang, Akila berusaha membuka pintu mobil yang penyok.

"Nona... tolong..." bisik wanita itu dengan suara lemah.

"Tahan sebentar, aku akan membantu Nona keluar," ucap Akila dengan napas tersengal-sengal.

Dengan sekuat tenaga, Akila menarik pintu mobil hingga akhirnya terbuka. Ia meraih tangan wanita itu dan perlahan membantunya keluar dari mobil. Keduanya jatuh terduduk di aspal, tubuh mereka sama-sama berlumuran darah.

Wanita itu menatap Akila dengan tatapan yang hangat, meski wajahnya penuh luka. "Kau... gadis yang baik," bisiknya. "Kau menolongku padahal kau sendiri terluka."

Akila hanya bisa tersenyum pahit. "Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan."

"Namaku Natalie," ucap wanita itu dengan suara gemetar. "Natalie Hartawan. Kau?"

"Akila... Akila Georgina."

Natalie mengulurkan tangannya yang gemetar, mencoba meraih sesuatu dari sakunya. Sebuah gelang rajut berwarna biru muda dengan manik-manik kecil di ujungnya. "Simpanlah ini," bisik Natalie. "Aku suka merajut. Gelang ini... aku buat untuk seseorang yang istimewa. Tapi kau... kau pantas memilikinya."

Akila menatap gelang itu dengan mata berkaca-kaca. "Tapi Nona Natalie, ini terlalu berharga..."

"Kau cantik, Akila," ucap Natalie, tangannya yang gemetar meraih pipi Akila. "Kau gadis yang baik. Aku harap kau punya takdir yang indah... jauh lebih indah dari hidup yang kau jalani sekarang."

Air mata Akila jatuh membasahi pipinya yang berlumuran darah. Ia merasakan kehangatan yang belum pernah ia dapatkan dari siapapun—dari keluarga angkatnya yang dingin, dari Kevin yang munafik, dari Kiara yang licik. Natalie adalah orang pertama yang benar-benar baik padanya.

"Aku memiliki putra yang tampan," lanjut Natalie, suaranya semakin lemah. "Bagiku, kebahagiaan dia adalah kebahagiaanku. Aku berharap dia punya hidup yang lebih indah, selama ini aku tak bisa membahagiakannya. Namanya William, aku melahirkannya dengan bahagia. Aku merawat dan membesarkan dia, namun takdir mengubah bayi kecilku yang tampan itu..."

Mata Natalie mulai terpejam. Akila memegang tangannya erat-erat. "Nona Natalie! Tahan sebentar! Tolong bertahan!"

"Aku... aku hanya ingin dia bahagia..." bisik Natalie sebelum akhirnya pingsan.

"Aunty itu orang yang baik," gumam Akila malam itu, gelang Natalie masih tergenggam erat di tangannya.

Akila berusaha menahan pusing yang semakin hebat. Di kejauhan, ia mendengar suara sirine ambulans mulai mendekat. Namun tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Sebelum ia jatuh pingsan, pandangannya menangkap sosok seorang pria yang berlari ke arah mereka—seorang pria tampan dengan wajah panik yang memanggil nama 'Ibu' berulang kali.

Dan setelah itu, semua menjadi gelap.

---

Akhir Flashback

Akila menunduk, ia menatap pergelangan tangannya yang menyimpan gelang rajutan yang sempat Natalie berikan padanya. Air mata kembali menetes mengingat kebaikan wanita yang bahkan tidak dikenalnya itu.

"Pergilah dan akui kesalahanmu pada Polisi, bahwa kau mengemudi dalam keadaan tidak fokus karena main handphone." Ucap Ben.

Usai mengatakan itu Ben pergi tanpa bertanya bagaimana keadaan Akila yang baru saja terbangun setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.

Akila terdiam, ia mencengkram baju di dadanya dengan kuat. Ini bukan tentang pengakuan lagi, Akila hanya tak menduga bahwa Natalie akan meninggal dalam kejadian itu, padahal mereka masih sempat berbicara.

"Aunty itu orang yang baik." Ucap Akila.

Tanpa sadar Akila malah meneteskan air matanya.

Pintu diketuk, Akila menatap dua Polisi masuk ke ruangannya.

"Nona Akila, kami membawa surat laporan dari kantor. Kami akan meminta pernyataan dari anda." Ucap salah satu dari mereka.

Akila mengangguk tanpa menolak saat tangannya dibawa oleh polisi itu.

Mata Akila terpejam saat ia sudah duduk di mobil polisi itu. Tangannya mencengkram pergelangan tangan yang menyimpan gelang rajut itu.

Ucapan Natalie kembali terngiang di telinga Akila, saat malam itu mereka sempat duduk berdekatan sebelum akhirnya Akila pingsan.

"Aku memiliki putra yang tampan, bagiku kebahagiaan dia adalah kebahagiaanku. Aku berharap dia punya hidup yang lebih indah, selama ini aku tak bisa membahagiakannya. Namanya William, aku melahirkannya dengan bahagia. Aku merawat dan membesarkan dia namun takdir mengubah bayi kecilku yang tampan itu."

Bahkan wajah Natalie masih teringat oleh Akila dalam benaknya.

Ada banyak cerita dari Natalie, namun di penghujung kesadarannya Akila tak lagi bisa menahan rasa pusingnya. Ia jatuh pingsan di dekat tubuh Natalie.

Malam itu terlalu gelap dan keadaan sungguh sunyi, Akila tak tahu apa yang terjadi setelahnya hingga Natalie menjadi korban dalam kecelakaan itu.

---

Kantor Polisi

Akila sama sekali tidak memberikan keterangan apapun. Sejak tadi ia hanya diam tanpa berucap apapun walau ia sudah ditanya berulang kali.

Polisi mulai menatap Akila yang tampak diam terus.

"Apa Nona tidak mengingat apapun hingga memilih diam seperti ini? Tapi hasil medis Nona mengatakan bahwa keadaan Nona..."

"Bolehkah aku tahu dimana korban yang meninggal dalam kejadian kecelakaan itu kini dimakamkan?" Tanya Akila akhirnya buka suara.

Tatapan Polisi itu seketika berubah, membuat Akila cukup heran.

Wajahnya sedikit mendekat.

"Apa Nona tahu siapa yang mengalami kecelakaan karena ulah anda yang tidak fokus saat mengemudi?" Tanya nya.

Ah Akila ingin menyangkal bahwa ia tak mengemudi dan bukan ia yang menyebabkan kecelakaan itu tapi ia tak bisa berucap hal itu.

Akila menggeleng pelan. Ia tak tahu siapakah Natalie tapi yang hanya Akila tahu bahwa ia sempat berbicara pada Natalie malam saat kecelakaan itu usai terjadi. Selebihnya ia belum tahu siapa sosok Natalie itu.

Lembaran kertas bergeser ke hadapan Akila.

"Silahkan Nona membacanya." Ucap Polisi itu.

Akila membuka lembaran itu ada nama Natalie Hartawan yang menjadi satu-satunya korban disana yang dinyatakan meninggal.

"Dia adalah Istri dari seorang pebisnis terkenal. Antonie Hartawan, keduanya mengalami kecelakaan akibat ulah anda yang tidak fokus saat mengemudi karena anda menggunakan handphone. Apa anda punya sanggahan kalau anda..."

"Siapa yang melaporkan aku dan katakan padaku saksi yang membuat laporan ini." Ucap Akila.

Akila masih mengingat ucapan Ben kalau ada saksi yang diwakili untuk memberatkan Akila.

Polisi itu menoleh saat seorang pria mendekat, Akila sampai tak habis pikir ketika melihat tunangannya ada disana.

"Tuan Kevin yang menjadi saksi bahwa anda mengemudi secara ugal-ugalan, bahkan menyatakan bahwa malam itu anda sedang asyik main handphone dan tidak fokus ke jalan. Ada beberapa foto yang diambil saat anda pergi ke Bar." Ucap polisi itu.

Tangan Akila terkepal, ia menyadari bahwa ia memang terlahir untuk diciptakan sebagai sosok pengganti dan tameng bagi Kiara. Bahkan Kevin, tunangannya sendiri, tega menjatuhkannya demi melindungi Kiara—kekasih gelapnya yang juga adik tiri Akila.

Akila membuang tatapannya dari Kevin.

"Nona Akila, apa anda bersedia memberikan keterangan?" Tanya Polisi itu.

Kevin meraih tangan Akila tapi Akila segera menepisnya. Tunangan macam apa yang rela menuduh tunangannya sendiri? Harusnya Kevin ada di pihaknya. Kini Akila hanya seorang diri tanpa ada siapapun yang mau membelanya.

Jadi omong kosong saja jika Akila ingin membela dirinya sendiri.

"Aku menyerahkan diriku, aku tak akan mengelak untuk itu. Aku mengakui semua kejahatanku." Ucap Akila.

Tak ada yang bisa Akila lakukan, memangnya ia punya hak membela diri? Dari sekian banyaknya ulah yang Kiara lakukan, kali ini adalah yang paling buruk.

Akila bersiap berdiri, ia mau pergi saja dan ia sudah sangat rela ditahan namun tangan Kevin menahannya.

"Kita bicara sebentar." Pinta Kevin.

Akila memberikan tatapan muak pada Kevin.

"Buat apa? Kau masih memandangku setelah melihat ini? Aku pembunuh Kevin, kau sendiri yang menjadi saksi atasku. Ada baiknya kita berakhir saja." Ucap Akila membuat Kevin menggeleng.

"Ijinkan aku bicara, sebentar saja Akila." Ucap Kevin.

Lagi-lagi Akila menarik tangannya dari Kevin.

"Tak usah, ini salahku jadi aku harus bertanggung jawab hingga akhir." Ucap Akila.

Tatapan Akila penuh kemuakan menatap wajah Kevin yang berstatus sebagai tunangannya itu.

Polisi hendak membawa Akila namun tempat itu lebih dulu dimasuki oleh beberapa orang. Saat jalan dibuka, sosok pria tampan muncul.

Visualnya tak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena pada dasarnya wajahnya memang sangat tampan sekali.

Aura dingin ada disana, ia duduk lalu matanya mengintimidasi Akila yang kini berdiri dalam diam.

"Aku tidak memperpanjang kasus ini." Singkatnya membuat para Polisi tercengang.

"Tuan William..." salah satu dari Polisi itu hendak melangkah namun tangan William terangkat membuat Polisi itu tidak bisa menyelesaikan ucapannya bahkan langkahnya juga.

William masih menatap Akila hingga tatapan mereka jadi beradu.

"Aku adalah Putra dari Natalie Hartawan, aku benar-benar tidak memperpanjang kasus ini. Bebaskan saja dia." Ucap William menunjuk Akila.

"Tapi Tuan..."

William bangkit berdiri, Polisi itu lebih takut melihat aura mematikan milik William.

Langkah William mendekati Akila, tangannya menepis rambut panjang Akila lalu senyum miring terbit di bibir William.

"Ikutlah denganku Nona Akila Georgina." Ucapnya.

Akila tak takut, ia hanya terdiam mengingat semua sisa ucapan milik Natalie. Benar kata Natalie kalau ia memiliki Putra yang sangat tampan, pada dasarnya William sungguh tampan sekali.

Akila bersiap mengikuti langkah William tapi tangannya ditahan oleh Kevin.

"Aku antar kau pulang Akila, aku akan..."

"Kevin! Kau yang melaporkan aku namun kenapa kau cemas sendiri? Jika pria itu akan balas dendam padaku, maka aku tak akan mempermasalahkannya sama sekali. Bukankah aku yang bertanggung jawab atas segala yang terjadi?!" Tanya Akila.

William yang masih disana mendengar ucapan Akila.

"Jangan pernah pedulikan aku!" Tegas Akila pada Kevin.

Kevin yang mendengar ucapan Akila hanya bisa terdiam, ia tak bohong kalau perasaannya terusik.

Mengapa Akila harus mendengarkan ucapan William? Sudah sangat jelas dimata William hanya ada dendam buat Akila.

---

Bersambung

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!