NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Makan Siang Tiga Orang dan Mata-Mata Rahasia

​Restoran ala Barat di depan kantor Ruella Creative siang itu terasa sangat dingin, bukan hanya karena pendingin udaranya yang diset maksimal, melainkan karena atmosfer yang melingkupi meja nomor tujuh.

​Askara duduk dengan tegap di kursi utama. Mengenakan kemeja abu-abu gelap dengan gulungan lengan rapi, tatapan matanya tajam dan dingin menusuk lurus ke arah pria muda di hadapannya.

​Di sebelah Askara, Nadira duduk dengan gelisah, sesekali menyikut lengan Askara dengan wajah bersungut-sungut. Sementara di hadapan mereka berdua, Sagara Alberga—sang anak magang—duduk santai sambil menyandarkan punggungnya, tersenyum lebar tanpa beban sedikit pun.

​"Jadi... Mas ini siapanya Mbak Nadira?" tanya Gara santai, memotong daging stik di piringnya lalu menyuapnya dengan tenang. Tangannya lalu meraih segelas es teh manis. "Abangnya ya? Soalnya muka kalian agak beda sih."

​"Gue calon suaminya," jawab Askara pendek, mantap, dan dingin.

​"Askara!" bisik Nadira menepuk paha Askara di bawah meja, matanya melotot. "Lo apa-apaan sih?! Gara cuma anak magang gue, kenapa lo harus ikut makan siang segala?!"

​"Kenapa? Gue gak boleh makan siang sama calon istri gue sendiri?" balas Askara tenang, menoleh menatap Nadira dengan alis terangkat sebelah. "Lagian gue yang bayar makan siang kalian hari ini."

​Gara justru terkekeh pelan, menatap Nadira dengan pandangan kagum yang sama sekali tidak disembunyikan dari Askara. "Wah, Mbak Nadira hebat ya. Katanya single kok dipanggil 'calon istri' sama Masnya. Tapi... setahu saya Mbak Nadira belum pake cincin di jarinya."

​Gara memajukan tubuhnya ke atas meja, menopang dagu dengan kedua tangannya sambil menatap langsung ke mata Nadira. "Berarti statusnya masih bebas dong? Sebelum janur kuning melengkung, saya masih punya kesempatan buat ngedeketin Mbak Nadira, kan?"

​Klek!

​Suara pisau dan garpu Askara yang beradu keras dengan piring porselen bergema di meja. Nadira menahan napasnya. Ia bisa melihat rahang Askara mengeras, menahan cemburu yang siap meledak kapan saja.

​"Gara, kamu makan yang bener deh," tegur Nadira canggung, mencoba mencairkan suasana. "Gak usah ngomong yang aneh-aneh di depan Askara."

​"Saya gak aneh-aneh kok, Mbak Nad," kata Gara santai, mengedipkan matanya pada Nadira. "Saya cuma jujur. Mbak Nadira itu cantik banget hari ini. Gaun kremnya cocok banget sama kulit Mbak."

​"Lo—" ucapan Askara terpotong saat ponsel di dalam saku jasnya bergetar hebat.

​Askara merogoh ponselnya. Layar menampilkan nama kontak asing dengan kode negara luar negeri: [Mr. Hans - European Investment Corp].

​Askara menghela napas panjang, menekan tombol hijau lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya.

​"Halo? Yes, Mr. Hans... What? Now?" Askara berdiri dari kursinya, suaranya berubah sangat profesional dan tegas. "Alright, I'll be at the venue in twenty minutes. Prepare the documents."

​Askara mematikan sambungan telepon. Ia menatap layar ponselnya sebentar dengan wajah frustrasi. Panggilan dari investor asing utama untuk proyek ekspansi perusahaannya tidak bisa ditunda.

​Nadira yang melihat hal itu mendadak merasa seperti mendapat angin segar luar biasa. Yes! Askara harus pergi! batin Nadira bersorak kegirangan.

​"Kenapa, Ka? Ada urusan kantor ya?" tanya Nadira dengan nada berpura-pura prihatin, padahal senyum di bibirnya hampir meluncur. "Ya udah, lo pergi aja duluan. Kalo urusan kerjaan kan penting, gak boleh ditunda."

​Askara menatap Nadira tajam. Ia tahu betul arti dari binar bahagia di mata calon istrinya itu.

​"Lo seneng banget gue pergi?" bisik Askara pelan di dekat telinga Nadira saat ia menunduk untuk mengambil dompetnya.

​"Mana ada! Gue cuma perhatian!" sahut Nadira membela diri, memalingkan wajahnya yang sedikit memerah.

​Askara merogoh dompetnya, mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dan meletakkannya di atas meja. Lalu, ia menatap Gara dengan tatapan penuh ancaman yang begitu kentara.

​"Makanannya gue yang bayar," kata Askara pada Gara. "Dan inget kata-kata gue, Lo, Gara. Jangan pernah coba-coba lewati batas sama Nadira kalau lo masih mau karier magang lo lancar."

​Gara hanya tersenyum tipis, mengangkat kedua tangannya setengah mengalah. "Siap, Mas Calon apa tadi ya? Hati-hati di jalan ya."

​Askara memutar badannya, melangkah keluar dari restoran. Sebelum benar-benar keluar pintu, Askara sempat menoleh sekali lagi, menatap Nadira yang kini sudah tertawa lepas mendengar gurauan Gara. Dada Askara bergemuruh hebat oleh rasa cemburu.

...****************...

​Sepuluh menit kemudian, di dalam mobil SUV-nya yang melaju menuju lokasi pertemuan bisnis, Askara langsung menghubungi sekretaris utamanya melalui sambungan handsfree.

​"Halo, Bimo," panggil Askara tegas.

​"Iya, Pak Askara? Ada yang bisa saya bantu?"

​"Cari tahu semua data pribadi tentang anak magang baru di Ruella Creative. Namanya Sagara Alberga," perintah Askara tanpa basa-basi. "Gue mau data lengkapnya dalam waktu dua jam. Keluarga, latar belakang kampus, sampai riwayat organisasi dan mantan pacarnya."

​"Baik, Pak. Segera saya proses."

​"Satu lagi, Bim."

​"Iya, Pak?"

​"Hubungi Bayu," ujar Askara, menyebut nama mantan kepala pengawal pribadinya yang sangat terlatih. "Mulai hari ini, tugaskan Bayu dan timnya buat mantau Nadira dua puluh empat jam dari jarak jauh. Laporin ke gue setiap laki-laki—terutama anak magang itu—yang mencoba deketin atau nyentuh Nadira lebih dari setengah meter."

​Di seberang sana, Bimo tersenyum mengerti. "Siap, Pak Askara. Pengawasan ketat untuk Bu Nadira akan langsung berjalan siang ini."

​Askara mematikan sambungan telepon. Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi, menatap jalanan Jakarta yang padat.

​"Lo boleh lari dan main-main sama berondong itu sekarang, Nad," gumam Askara pelan dengan senyuman miring yang misterius. "Tapi tetep aja... gak bakal ada satu pun cowok yang bisa ngambil lo dari tangan gue."

1
Enz99
bagus
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!