NovelToon NovelToon
Kaya Karena Sistem

Kaya Karena Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

AL harus pergi dari rumahnya karena di usir oleh orangtuanya, mereka lebih menyayangi adiknya ketimbang dirinya.

Meskipun begitu, ia tatap bangkit untuk bertahan hidup. Takdir berkata lain, ia mendapatkan sebuah sistem yang mengubah hidupnya dan membuat orang tuanya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Al menyentuh hologram itu, tanpa sadar ia menyentuh tulisan ya

[Selamat Anda telah terikat kontrak!]

"Eh tunggu!" teriaknya panik.

"Sistem? Dunia mimpi? Apa-apaan ini... Apa aku sedang berhalusinasi? Apa ini semacam ai?"

[Benar, Tuan. Lebih tepatnya, saya adalah kecerdasan buatan masa depan yang sudah sangat maju, melampaui teknologi bumi saat ini.]

"Tapi... tapi kenapa suaramu ada di dalam kepalaku?!" tanya Al mulai panik. Ia memukul-mukul pelipisnya sendiri. "Keluar dari kepalaku! Aku tidak mau jadi gila!"

[Mohon tenang, Tuan Al. Proses pengikatan kontrak jiwa telah selesai sebesar 100%. Mulai detik ini, sistem akan mengikat kontak permanen dengan Anda, memandu setiap langkah Anda, dan menjamin sisa hidup Anda berjalan dalam kesuksesan yang sebenarnya.]

Mendengar kata sukses, Al justru tertawa getir. Tawa yang terdengar menyedihkan di tengah gudang sepi itu.

"Kau bilang membuat aku sukses?" Al menghapus air matanya dengan kasar, lalu menatap sinis pada layar melayang di depannya.

 "Lupakan itu. Pergi saja kau!" teriak Al seperti orang gila.

[Sistem tidak dapat dibatalkan, Tuan. Dan perlu ditegaskan, apa yang akan Anda hadapi mulai sekarang bukanlah mimpi. Ini adalah realitas baru Anda.]

"Realitas baru?" Lihat aku! Aku tidak punya apa-apa! Uang nol, keluarga nol! Bagaimana cara AI sialan sepertimu mengubah sampah sepertiku menjadi sukses, Hah?!" marah Al mencibir, menunjuk pakaiannya yang lusuh dan alas kardusnya yang keras.

[Ini adalah nyata, simulasi di kehidupan mimpi adalah mengetes kelayakan Anda mendapatkan sistem, karena Anda telah menjalani tesnya hingga akhir, maka Anda lolos]

"Jadi... ini bukan mimpi lagi?" tanya Al berbisik, memastikan. Ia mencubit lengannya sendiri dengan sangat keras. "Aww! Sakit... Ini nyata!"

​[Benar, Tuan Al. Ini adalah realitas. Dan sistem akan mewujudkan apa yang Anda lihat di dalam mimpi Anda sebelumnya.]

​Al tertegun dengan ucapan sistem yang ingin mewujudkan impiannya dan apa yang ia lihat di dalam mimpinya.

"Maksudmu... aku bisa punya rumah, mobil dan semuanya di dalam mimpi? Kau bisa memberikannya padaku secara nyata?!" tanya Al memastikan lagi.

​Ting!

​[Betul, sistem akan memberi misi, dan setiap misi selesai Anda mendapatkan hadiah dan membuat Anda kaya raya!]

​Wuuuzzz!

​​"Yang benar!" Al melompat berdiri.

Ting!

[Hadiah perkenalkan 500.000]

Ting!

[Memulai Misi pertama: Mencari Tempat Tinggal Baru]

[Detail Misi: Gunakan uang lima ratus ribu ini untuk menyewa sebuah kamar kos]

Al tersenyum penuh tekad.

"Kamar kos baru, ya? Baik. Hari ini, aku resmi meninggalkan gudang ini!" kata Al seraya melangkah keluar.

Al berjalan menyusuri gang-gang sempit di pinggiran kota.

Matanya terus melihat rumah untuk mencari papan pengumuman kecil yang sangat ia butuhkan saat ini.

"Di mana ada kos-kosan murah tapi aman di sekitar sini?" tanyanya kebingungan.

Tiba-tiba, matanya menangkap selembar kertas setengah robek yang ditempel di tiang listrik.

"TERIMA KOS PUTRA. AMAN, BEBAS BANJIR, KAMAR MANDI DI DALAM. RP 450.000/BULAN. HUBUNGI IBU RATMI (RUMAH CAT HIJAU DI GANG SEBELAH)."

"Empat ratus lima puluh ribu! Uangku ada lima ratus ribu. Pas sekali! Masih ada sisa lima puluh ribu untuk makan malam," kata Al berseru.

Tanpa membuang waktu, Al segera berbelok ke gang sebelah, mencari rumah bercat hijau yang dimaksud.

Begitu menemukannya, ia langsung mengetuk pintu pagar besi yang sedikit berkarat.

Tok! Tok! Tok!

"Permisi... Bu Ratmi?" panggil Al agak ragu.

Pintu rumah terbuka, terlihat seorang wanita paruh baya bertubuh gempal dengan daster batik dan rambut yang digulung.

Wanita itu memandang Al dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan menyelidik, sedikit risih melihat pakaian Al yang dekil.

"Iya, saya sendiri. Ada apa, ya? Mau minta sumbangan?" tanya Bu Ratmi dengan nada ketus.

Al tertegun, buru-buru menggeleng.

"Bukan, Bu. Saya... saya mau sewa kamar kos yang di tiang listrik depan. Apa masih ada yang kosong?" tanya Al.

"Oh, mau kos. Masih ada satu di lantai atas. Tapi sistemnya bayar di muka, ya. Nggak ada utang-utangan. Kamu punya uangnya?" tanya Bu Ratmi sedikit melunak, meski matanya masih curiga.

"Punya, Bu! Ini, pas empat ratus lima puluh ribu," kata Al cepat.

Ia merogoh saku dan mengeluarkan empat lembar uang seratus ribu dan satu lembar uang lima puluh ribu rupiah

Melihat lembaran uang itu, senyum Bu Ratmi langsung mengembang lebar.

"Wah, uangnya baru-baru ya. Pinter kamu nyimpennya. Ya sudah, ayo ikut Ibu ke atas, saya tunjukkan kamarnya," kata Bu Ratmi tidak ketus lagi.

Al mengekor di belakang Bu Ratmi. Kamar kos itu terletak di pojok lantai dua.

Ukurannya kecil, hanya sekitar tiga kali tiga meter, berisi satu kasur busa tipis tanpa seprei dan sebuah lemari kayu kecil.

Kamar mandinya ada di sudut ruangan. Meskipun sederhana dan agak berdebu, bagi Al itu tidak masalah, yang penting ada tempat berlindung.

"Ini kuncinya, ya. Jaga kebersihan, jangan bawa macam-macam, dan pintu gerbang bawah dikunci jam sepuluh malam," pesan Bu Ratmi setelah menerima uang sewa.

"Baik, Bu. Terima kasih banyak," jawab Al sopan.

Bu Ratmi melangkah pergi dan menutup pintu, Al langsung memutar kunci dari dalam.

Cklek.

Ia mengembuskan napas lega yang amat panjang.

Ting!

[Misi Ketiga Sukses! Tuan rumah berhasil mengamankan tempat tinggal yang layak dan aman untuk pertumbuhan pohon.]

Ting!

[Selamat! Anda mendapatkan Rp 10.00.000]

Al menatap telapak tangannya yang kotor karena debu gudang dan tanah pupuk.

"Ibu dan saudara mengusirku... Teman-teman sekolah ku yang menghinaku... mereka semua harus melihatku yang sekarang," gumam Al dengan tatapan mata yang menajam.

Ting!

[Sistem mendeteksi keinginan kuat dari Tuan rumah untuk melakukan pembalikan sosial. Menyiapkan paket misi baru untuk menunjang penampilan dan status sosial Anda.]

[Memulai Misi baru: Penampilan sang Penguasa.]

[Detail Misi: Seorang calon miliarder tidak boleh terlihat seperti pengemis. Beli pakaian bermerek, potong rambut di barbershop terbaik, dan beli ponsel baru yang layak.]

Al menyeringai lebar, menatap pohon uangnya

"Merombak penampilan? Dengan senang hati, Sistem. Aku sudah tidak sabar menunggu besok pagi!" kata Al bersemangat.

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pak lukman siapa Kka?
Ambu Rinddiany Thea: 🤣🤣🤣🤣🤣kirain sengaja
total 4 replies
Ambu Rinddiany Thea
tambaaaah ka lessss , ceritanya bikin panjang durasi nya kaya s gliza ..
Tosari Agung
kak less nanggung kak lagi pas di paling seru
Maria Lina
bisa gk di double thor cerita ini..1 melulu sedang kn sistim dokter selalu 3 bab melulu sih
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah akhirnya semoga kedepannya lancar2 terus ya ka lesss ... 🤲🏻🤗🤗
Diah Susanti
potong rambut yang 200rb gk dihitung
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Terima aja Saka, karena kamu udah menjadi sahabat terbaiknya Al, itu belum ada apa-apa nya dengan kamu yang selalu berada di sisinya dalam keadaan apapun/Smile/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
yeayy, akhirnya up lagi /Determined//Determined/🫰🫰💃🏻💃🏻
less22: hahaha, 🤣🤣🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kak, gak up kah? 🤔
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Amirul masuk sini🤭
sitanggang
apa ini nominal gak jelas🙄
Wega Luna
secinta itu kak less sama Amirul,,,nama nya masih tercantum dan muncul lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
less22: masih ada amirul lagi? 🤣🤣🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Mir?? Al kak bukan Mir 😁
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: oke kak, nanti aku baca satu-satu 😁
total 8 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Rian? 🤔
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kerusakan motorku kak 😁
Mxxx
muantap
less22: Terima kasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
Tosari Agung
mantap kak less jadiin Al Intel secara diem diem kak
less22: asiapppp
total 1 replies
Maria Lina
ni ku ksh bintang ya thor biar bisa 3 bab tiap hari nya wkwk💪💪🫠🫠
less22: Terima kasih tapi 👉👈...
total 1 replies
Maria Lina
thor cerita yg ini cuman 1 yg pembalasan isitri smpai 3 bab lo ni kok cuman 2 trus othor nya pilkas ya hehe
less22: hey udah lah tuh🤣🤣
total 1 replies
Alfia Humaira
aku suka novel ini semoga terus up ya dan yang lainnya juga up ya kak♥️
less22: wah Terima kasih, gabung di grub yok kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!