[ Fantasi Barat+ Misteri+ Sistem+ Ksatria+ Penyihir+ Abad Pertengahan ]
Agus yang terlibat pinjol akhirnya mati karena kecelakaan, jiwanya terseret ke dalam dunia lain dan menjadi Simon Blake di dunia pedang dan sihir, Simon bangkit dari budak bandit hingga menjadi penyihir terkuat, dengan sistem kemahirannya ia akan mencapai puncak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Walker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baron Brent
Sebelum matahari terbit menyinari cakrawala, Simon sudah terjaga dari tempat tidurnya. Udara pagi yang dingin menusuk tulangnya hal ini tidak menghentikan tekadnya untuk melangkah ke lapangan latihan yang masih sepi.
Simon berdiri tegak, memusatkan kesadarannya pada rongga dada, dan mulai mempraktikkan Pernafasan Ular Hitam.
[ Pernafasan Ular Hitam +1 ]
Simon melayangkan pukulan terarah ke boneka latihan kayu di depannya.
Meskipun otot-ototnya telah memadat sejak mencapai Ksatria Magang, ia merasakan bahwa tanpa dukungan Qi Pertempuran, serangannya masih terasa sangat lemah dibandingkan dengan para ksatria formal.
[ Pernafasan Ular Hitam +1 ]
'Aku harus menemukan cara untuk membeli ramuan ksatria sesegera mungkin guna mempercepat pelatihan ini'
Tanpa ramuan, kemajuan poin kemahiran terasa lambat, sementara dunia di sekelilingnya terus bergejolak.
[ Pernafasan Ular Hitam +1 ]
Saat Simon sedang asyik dalam latihannya, derap langkah kaki terdengar mendekat.
Itu adalah Tomi, senior yang bertugas memandu para rekrutan baru.
"Simon, aku tidak menyangka kamu akan bangun sepagi ini untuk berlatih," puji Tomi dengan nada terkesan.
Simon menghentikan gerakannya sejenak dan menatap Tomi dengan tenang.
"Saya hanyalah orang biasa tanpa sumber daya atau dukungan keluarga besar. Untuk menyeimbangi ketertinggalan itu, saya tidak punya pilihan selain berlatih lebih keras dari yang lain," jawab Simon.
'Sungguh anak yang sangat disiplin,' Tomi mengakui mentalitas baja pemuda di hadapannya.
"Baiklah Simon, bersiaplah. Kapten Jon akan mengumpulkan kita di lapangan sebentar lagi."
"Lebih baik kamu pergi mandi dan beristirahat sejenak agar tubuhmu segar," saran Tomi ramah.
"Terima kasih telah mengingatkan saya, Senior Tomi," balas Simon sembari membungkuk tipis.
"Sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu," Tomi melambaikan tangan dan berlalu.
Simon melanjutkan latihannya beberapa putaran lagi untuk menuntaskan siklus energinya.
[ Pernafasan Ular Hitam +2 ]
[ Pernafasan Ular Hitam +1 ]
Keringat membasahi pakaian kasarnya, memberikan sensasi lengket yang tidak nyaman.
'Sepertinya aku harus mengakhiri latihan pagi ini,' pikirnya.
Simon segera menuju sungai kecil di dekat barak untuk membasuh tubuhnya.
Tak lama setelah Simon selesai membersihkan diri, Gogo Stone muncul dengan nafas terengah-engah.
"Hoi, Simon! Kapten Jon memanggil kita berempat untuk segera berkumpul di lapangan utama!" seru si pemuda bertubuh agak gemuk itu.
Simon melirik Gogo sembari menyampirkan jubah hitamnya.
"Pelan-pelan Gogo. Jika kamu terus berlari secepat itu, berat badanmu mungkin akan menyusut satu gram dan kau akan kehilangan 'perisai lemak' kebanggaanmu itu,"
Gogo mendengus sembari memegangi perutnya yang buncit.
"Hah! Itu adalah investasi energiku untuk masa sulit, kawan! Kalau aku kurus, aku tidak akan bisa menahan hantaman pedang Jack!" balas Gogo sembari tertawa kecil.
.....
Sesampainya di lapangan latihan, Jack dan Shade sudah berdiri dalam posisi siaga bersama Tomi dan Kapten mereka Jon Wick.
Namun, yang menarik perhatian simon adalah sosok pria di samping Kapten Jon.
Pria itu memiliki rambut merah yang mencolok, janggut tipis yang terawat, dan memancarkan aura maskulin yang sangat tegas, itulah Baron Brent, penguasa wilayah ini.
Melihat kedatangan Simon dan Gogo, Kapten Jon segera berlutut, diikuti serentak oleh Simon dan yang lainnya.
"Tuanku, inilah Simon Blake, pemuda berbakat yang saya ceritakan sebelumnya," lapor Kapten Jon.
Baron Brent mengalihkan pandangannya kepada Simon.
Matanya yang tajam seolah ingin menembus jubah hitam Simon.
"Aku dengar kamu berasal dari wilayah Utara? Benarkah itu? Bagaimana keadaan di sana saat ini?" tanya Baron dengan nada menyelidik.
Simon membeku sejenak, memutar ingatan palsu yang ia susun agar tidak membongkar identitasnya sebagai mantan budak bandit.
"Tuanku... keadaan di Utara sangat kacau. Yang saya ketahui, desa saya telah diserang oleh kaum barbar, keluarga saya hancur, dan hanya saya yang berhasil melarikan diri ke selatan," jawab Simon dengan ekspresi tenang namun tersirat kesedihan yang dibuat-buat.
Baron Brent mengangguk paham, wajahnya menunjukkan guratan kecemasan.
"Tentu saja, bagi warga sipil sepertimu, detail politik akan sulit diketahui. "
"Kuharap Duke Charles dari Utara bisa bertahan sedikit lebih lama," desah Baron.
Baron kemudian menatap seluruh prajurit di hadapannya dengan serius.
"Dengar semuanya, saat ini adalah masa-masa paling sulit bagi Kerajaan Emerald. Banyak pemberontak mulai bermunculan, bahkan ada ancaman invasi asing dari wilayah Utara yang semakin berani. Raja sudah sangat tua, dan para Pangeran mulai bersiap memperebutkan tahta kerajaan," ungkap Baron Brent.
"Dengan kehadiran kalian di wilayah Brent, aku berharap kita bisa menjaga stabilitas tempat ini. Aku berjanji tidak akan memperlakukan prajurit berbakat dengan buruk."
"Untuk informasi dari Utara, aku sendiri yang akan mengutus informan ke sana, Baiklah, aku pergi dulu. Jon, lanjutkan latihan mereka."
......
Setelah Baron Brent meninggalkan lapangan, Kapten Jon Wick menarik pedangnya.
"Hari ini, aku akan mengajari kalian teknik pedang yang aku temukan saat aku masih muda.
Jon mendemonstrasikan gerakan tersebut. Pedangnya membelah udara membentuk simbol 'X' yang sangat presisi dan bertenaga, menyisakan suara siulan tajam di udara.
" Inilah teknik pedang silang! Kekuatan teknik ini terletak pada koordinasi antara putaran pergelangan tangan dan dorongan bahu!" teriak Jon.
"Baiklah mari kita coba satu-satu, aku akan memperhatikan dari samping."
Simon dan lainnya segera mengingat gerakan kapten Jon sebelumnya, dan mulai mengayunkan pedangnya di udara.
Kapten Jon mulai berkeliling.
"Gogo perhatikan kuda-kudamu!"
"Baik, kapten!"
Mengoreksi kesalahan pada gerakan Gogo yang terlalu ceroboh karena beban tubuhnya.
Ia melihat Shade yang tampak memiliki pemahaman yang cukup tenang meski gerakannya lambat.
"Pertahankan seperti itu shade kamu kurang dalam mengengam pedangnya."
Pandanganya beralih pada Jack.
Saat ini Jack masih meraba-raba gerakan namun sering melakukan kesalahan pada sudut tebasan.
"Perhatikan! biar aku tunjukan sekali lagi padamu Jack." Kapten Jon mendemonstrasikan sekali lagi pada Jack .
"Kapten aku sedikit mengerti!" Kata Jack
Jon melirik Simon.
Ketika giliran Simon tiba, ia awalnya merasa agak kaku dalam mengayunkan gerakan teknik pedang silang tersebut.
Namun, saat ia mulai terbiasa dengan teknik pedang silang, notifikasi muncul di benaknya.
[ Teknik Pedang Silang +1 ]
'Akhirnya!'.
Ia segera memanggil panel pribadinya yang sunyi:
Nama: Simon Blake
Pekerjaan: Ksatria Magang Tingkat 1
Keterampilan: Pernafasan Ular Hitam (Dasar): 185/200, Pedang Silang (Pemula): 1/100 .
Melihat keterampilan baru tersebut resmi tercatat, Simon segera melakukan pengulangan gerakan dengan fokus penuh.
[ Teknik Pedang Silang +1 ]
[ Teknik Pedang Silang +1 ]
Lama-kelamaan, gerakannya tidak lagi kaku. Tebasannya menjadi sangat luwes dan akurat, seakan-akan ia telah melatih teknik tersebut selama berhari-hari hanya dalam hitungan menit.
[ Teknik Pedang Silang +1 ]
Jon berdiri terpaku di tepi lapangan, matanya terbelalak melihat perkembangan Simon. 'Awalnya aku melihatnya kesulitan seperti yang lain, tapi hanya dalam hitungan menit... ia menjadi semakin cakap seolah-olah teknik ini sudah menyatu dengan ototnya sejak lama,. pikir Jon dengan takjub.
Bakat pemuda ini benar-benar berada di luar logika, ini adalah monster dalam wujud manusia.