Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
"Apa? Bagaimana mungkin?" ucap Lilian kaget setelah mendengar ucapan Alen.
"Ya, Tian sudah meninggal, sesuatu terjadi di luar kota sebulan sebelum kepulangan ku ke sini, malam itu setelah pulang dari membahas pekerjaan dengan klien aku dan Tian di rampok, Tian meninggal karena melindungi ku dari serangan seorang perampok yang membawa sajam," ucap Alen dengan mata berkaca-kaca.
Saat mengingat kejadian tersebut dia selalu merasa bersalah, menyesal dan ingin menangis.
"Astaga, kenapa kau tidak pernah menceritakan hal itu padaku?" tanya Lilian sangat kaget.
"Itu karena mas Alen tidak ingin membuat mu khawatir kak Lilian," jawab Tasya.
"Tasya benar, aku tidak ingin kau dan Raya khawatir jadi memutuskan untuk menyembunyikan hal itu dan menceritakan setelah kembali," jelas Alen lagi.
"Apapun itu, yang jelas kita semua berhutang budi kepada Tian, selama ini dia sudah berkorban banyak untuk perusahaan dan juga Alen," ucap Bu Sinta seolah-olah dia tua banyak soal perusahaan.
"Jadi ibu sudah tau?" tanya Lilian.
"Jangan salahkan ibu, aku memang melaporkan kejadian ini hanya kepada ibu dan meminta ibu untuk merahasiakan nya dari mu agar kau tidak khawatir," jelas Alen kepada Lilian yang tampak masih tidak bisa menerima semua alasan tersebut.
"Mas, ini tidak benar, aku istrimu, seharusnya kau mengatakan semuanya padaku, tidak perlu khawatir soal apapun," ucap Lilian tak habis pikir.
"Sudahlah Lilian, bukan kah seharusnya kau bersyukur kak Alen baik-baik saja?" ungkap Raya kembali menatap Lilian dengan tatapan jengkel.
"Sepertinya posisi Lilian di rumah ini tidak terlalu kuat ya," batin Tasya sambil memperhatikan gerak-gerik semua orang sejak dia datang.
"Baiklah lupakan masalah itu, tapi kenapa kau membawa istri asisten mu pulang ke rumah kita?" tanya Lilian segera mengalihkan pandangannya kepada Tasya.
Tasya yang mendengar itu seketika mendudukkan kepalanya.
"Lilian dengarkan aku, kau dan Tasya tidak jauh berbeda, jika kau hanya punya aku, Tasya juga hanya punya Tian, dia yatim pintu sama seperti mu tidak punya kelurga, lagipula ini adalah wasiat terakhir Tian, dia meminta ku untuk menjaga istri dan calon anak nya, aku tidak bisa menolak karena Tian meningal akibat menyelamatkan nyawa ku," ungkap Alen panjang lebar.
Deg ...
Jantung Lilian seolah-olah berhenti berdetak pada saat itu juga, darah nya berdesir hebat mendengar pertanyaan sang suami.
"Mas! Jadi kau memutuskan untuk menerima wasiat gila itu? Apa kau tidak memikirkan perasaan ku?" ucap Lilian dengan tegas.
"Lilian cukup! Apa kau gila bicara seperti itu di hadapan Tasya? Dia kehilangan suaminya karena menyelamatkan suamimu, lagipula Alen hanya akan bertanggung jawab untuk menjaga Tasya dan anak nya, bukan menikahinya! Untuk apa kau bersikap jahat seperti itu!" ucap Sinta sambil mencengkram erat lengan Lilian.
"Tapi Bu, bukan kah mas Alen bisa memberinya tempat tinggal, pelayan dan juga uang? Tidak perlu harus membawanya tinggal serumah dengan kita dan merawat dia secara langsung," ungkap Lilian merasa keputusan tersebut tidak masuk akal.
"Lilian benar, mas Alen sepertinya kehadiran ku di rumah ini sama sekali tidak bisa di terima, sebaiknya aku pergi saja, aku tidak masalah dengan kepergian mas Tian, aku sudah ikhlas, kau tidak perlu merasa bersalah padaku dan anak malang kami yang akan lahir tanpa ayah," ucap Tasya hendak pergi setelah mengatakan hal itu.
"Cukup Lilian! Apa kau tidak punya hati nurani? Aku bisa berdiri di hadapan mu saat ini karena Tian! Dia yang sudah mengorbankan nyawanya untukku, apa kau tidak kasihan melihat Tasya yang seperti ini? Kau juga tidak jauh berbeda dengan nya seharusnya kau bisa memahami," ungkap Alen lagi sambil memegang pergelangan tangan Tasya agar dia tidak beranjak pergi.
"Bukan begitu mas, tapi masih banyak cara lain untuk balas budi tapi tidak seperti itu," jelas Lilian mulai memelan kan nada bicaranya.
"Tidak ada cara lain, dokter bilang kandungan Tasya sangat lemah, dia bisa dalam bahaya kapanpun aku khawatir kalau dia tinggal di rumah yang terpisah, lagipula aku juga sudah berjanji di hadapan Tian yang pada saat itu hendak menghembuskan nafas terakhir nya, aku akan mengakui anak ini sebagai anaku," ucap Alen dengan suara lantang.
Duar ...
Bagai di sambar petir hati Lilian kini hancur berkeping-keping setelah mendengar pernyataan hebat dari sang suami.
Bukan lagi jantung yang berhenti berdetak bukan pula darah yang berdesir, Lilian kini seolah-olah sudah kehilangan separuh hidupnya ketika mendengar ucapan Alen.
"Gila, kau benar-benar gila! Aku tidak setuju mas," ucap Lilian dengan air mata yang mulai menetes membasahi pipinya mulus nya.
"Maafkan aku Lilian, aku tidak bisa menerima pendapat mu, setuju atau tidak, anak ini akan ku angkat menjadi anaku, aku sudah menghilangkan nyawa ayahnya, jadi aku harus bertanggung jawab, tapi kau tenang saja, aku hanya akan mengakui anak ini, soal Tasya dia juga sudah setuju, kau jangan khawatir aku tidak akan berbuat lebih, aku hanya akan mengakui anak ini sebagai anak ku agar dia tetap bisa merasakan kasih sayang seorang ayah saat dia lahir nanti," jelas Alen.
"Iya, lagipula kalian berdua sama sekali tidak memiliki anak, bukan kah bagus kalau anak ini juga kau anggap seperti anak mu? Lagipula Alen hanya akan menjadikan anak ini sebagai anak nya, dia tidak akan menikahi Tasya, hanya sebatas pengakuan anak dan ayah saja," ucap Bu Sinta membantu Alen untuk meyakinkan Lilian.
"Gila! Kalian semua gila! Kalian semua tidak masuk akal, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyetujui ide gila kalian! Aku memang belum bisa melahirkan keturunan untuk mas Alen tapi bukan berarti aku rela melihat suamiku mengakui anak orang lain sebagai anaknya hanya karena hutang budi," ucap Lilian yang kemudian berjalan cepat meninggalkan mereka semua.
Ia memutuskan untuk kembali ke kamar melupakan segala sesuatu tentang makan malam Istimewa yang sudah dia siapkan untuk Alen.
Tangis Lilian pecah di iringi dengan suara hujan yang kian turun begitu deras seolah-olah langit pun ikut merasakan penderitaan yang di rasakan Lilian saat ini.
"Jangan pedulikan dia, Raya antar Tasya ke kamar tamu, Alen kau pasti lelah, malam ini biarkan Lilian menenangkan dirinya sendiri kau istirahat di kamar lain," ucap ibu Sinta di susul kata iya dari sang anak yang notabene nya patuh terhadap ucapan sang ibu.
"Baik Bu, oh ya, apakah aku benar-benar salah sudah mengambil keputusan ini?" tanya Alen setelah Tasya dan Raya berlalu pergi.
"Tidak salah, sudah sepatutnya kau balas budi, lagipula Tasya sepertinya anak baik-baik dan mudah di atur tidak keras seperti Lilian, terlebih lagi dia baru menikah dengan Tian tujuan bulan, mereka sudah di karuniai anak, ibu sangat iri, ibu juga sudah lama menginginkan kehadiran seorang cucu, kali ini kehadiran Tasya dan anak nya bisa membuat ibu sangat senang," ucap Sinta dengan senyum lembut nya.
Bersambung ....
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
👍👍👍👍