Demi menyelamatkan nyawa sang adik yang mempunyai penyakit jantung bawaan, Alina Savina seorang figuran terpaksa menerima tawaran gila dari Leon Gennadi Alexander.
Leon, aktor mega bintang sekaligus pewaris tunggal imperium bisnis Alexander Group, membutuhkan istri instan demi menghindari perjodohan kolosal keluarganya.
Sebuah kecelakaan tak sengaja di basement apartemen membawa keduanya ke meja pernikahan kontrak yang rahasia, dingin, dan penuh batasan ketat.
Di balik dinding kaca penthouse yang megah, sandiwara pernikahan satu tahun dimulai.
Sanggupkah mereka menjaga hati agar tetap logis, ataukah skenario takdir akan meruntuhkan dinding keangkuhan yang telah mereka bangun?
JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAAA
FOLLOW IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tabrakan
Dua jam kemudian, Leon sudah berganti pakaian dengan setelan jas kasualnya sendiri. Dia meninggalkan area studio pribadi lewat pintu belakang guna menghindari kejaran para pemburu berita dan penggemar yang selalu setia menunggu di depan gerbang utama.
Malam itu, hujan mengguyur ibu kota dengan deras, menyisakan hawa dingin dan jalanan yang basah. Leon memacu mobil sedan sport hitam mewahnya membelah jalanan protokol.
Pikirannya berkecamuk hebat. Rapat direksi besok pagi, tumpukan berkas laporan keuangan kuartal pertama dari lima anak perusahaan yang harus dia tandatangani, dan yang paling memuakkan yaitu wajah-wajah penuh senyum palsu dari para gadis sosialita yang disodorkan neneknya.
Leon merasa tercekik. Dia membutuhkan ketenangan, atau setidaknya, sebuah ruang di mana dia tidak perlu berpura-pura menjadi aktor nomor satu atau pewaris takhta Alexander.
Dia memutuskan untuk kembali ke penthouse pribadinya yang terletak di kawasan apartemen eksklusif di pusat kota yaitu sebuah tempat rahasia yang bahkan kakek dan neneknya tidak tahu kode aksesnya.
Dia membelokkan mobilnya memasuki area kompleks apartemen mewah tersebut. Suasana sunyi parkiran bawah tanah menyambutnya saat dia melewati gerbang sensor otomatis.
Leon menurunkan kecepatan mobilnya, menghela napas panjang, bersiap untuk memarkir kendaraannya dan menenggelamkan diri dalam keheningan malam.
Namun, hidup Leon malam itu tampaknya memang sudah dijadwalkan untuk berubah total. Saat dia mulai mengarahkan mobilnya menuruni tanjakan landai menuju area parkir khusus penghuni di basement lapis kedua, sebuah lampu motor tua dari arah berlawanan mendadak muncul dari balik tikungan tajam, melanggar batas jalur dengan kecepatan yang tidak semestinya.
Leon terkejut, namun refleksnya sebagai mantan atlet anggar masa sekolah membuatnya langsung menginjak rem dengan paksa.
Cittt!
Ban mobil sport mahal itu mencicit keras di atas permukaan semen yang lembab.
Di sisi lain, di basement yang remang-remang, Alina menaiki motor bebeknya. Dia menghidupkan mesin yang terdengar batuk-batuk kecil sebelum akhirnya menyala. Alina mulai menjalankan motornya menuju jalan keluar basement yang berupa tanjakan memutar.
Namun, tepat saat motornya berada di tengah tanjakan yang agak curam dan menikung tajam, mendadak dari arah berlawanan yaitu dari arah masuk basement sebuah mobil sedan hitam mewah melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Sorot lampu high beam dari mobil tersebut sangat menyilaukan, langsung menghantam kornea mata Alina yang sudah sangat lelah.
"Aah!" Alina spontan memejamkan mata, refleks tangannya menarik rem depan dengan sangat keras.
Rem motor tuanya yang sudah usang tidak mampu menahan gaya gerak di jalanan yang agak basah karena rembesan air bawah tanah. Motor bebek itu tergelincir, bannya kehilangan traksi. Alina kehilangan kendali sepenuhnya.
Dalam hitungan detik yang terasa berjalan sangat lambat, motor Alina terseret ke samping kanan, dan bagian depan motornya menghantam bemper depan mobil mewah tersebut dengan suara benturan yang cukup keras.
BRAKK!
Tabrakan keras itu tak terhindarkan lagi saat besi tua motor tersebut menghantam sudut kiri bemper mobil sport tersebut.
Yap itu adalah mobil Leon, Leon sendiri terdiam di balik kemudi selama beberapa detik, tangannya masih mencengkeram setir dengan erat. Napasnya memburu, bukan karena takut, melainkan karena rasa kesal yang luar biasa yang mendadak membakar dadanya.
Di tengah semua tekanan hidup yang sedang dihadapinya, sekarang ada orang asing bodoh yang merusak mobil kesayangannya di rumahnya sendiri.
Sedangkan Alina terlempar dari motornya, tubuhnya berguling di atas semen kasar lantai basement. Siku dan lutut yang sudah terluka sejak sore tadi kembali terbentur keras. Helmnya terlepas, berguling menjauh. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari pinggang hingga ke seluruh tubuhnya.
Dia terengah-engah di lantai, mencoba mengumpulkan kesadarannya yang sempat hilang beberapa detik. Di depannya, mobil sedan sport ultra mewah berwarna hitam legam itu berhenti mendadak dengan posisi miring. Lampu depannya masih menyala terang, menyinari tubuh Alina yang terkapar.
Pintu kemudi mobil mewah itu terbuka. Seorang pria keluar dari sana. Langkah kakinya terdengar tegas di atas lantai semen. Alina mencoba mendongak, pandangannya yang kabur perlahan mulai fokus menangkap sosok tinggi menjulang yang berjalan mendekatinya.
Pria itu mengenakan setelan jas kasual tanpa dasi, kemeja hitamnya sedikit terbuka di bagian kerah. Wajahnya... Alina langsung mengenalinya bahkan dalam kondisi setengah sadar. Struktur rahang yang tegas, hidung mancung yang sempurna, dan mata elang yang sangat dingin.
Dia adalah Leon Gennadi Alexander. Aktor papan atas yang wajahnya terpajang di setiap papan reklame raksasa di pusat kota, sekaligus nama yang selalu disebut-sebut di berita bisnis sebagai pewaris tunggal Alexander Group, konglomerat nomor satu di negara ini.
Leon tidak langsung menolong Alina. Dia berdiri di depan gadis itu, melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Alina dengan tatapan yang sangat mengintimidasi dan dingin, seolah sedang melihat seonggok sampah yang menghalangi jalannya.
"Kamu punya mata tidak?" suara Leon terdengar sangat berat, tajam, dan sama sekali tidak ramah.
"Ini jalur masuk, dan kamu melipir terlalu ke kanan dengan kecepatan seperti itu. Kamu sengaja?" terus nya.
Alina berusaha mendudukkan dirinya sambil memegang sikunya yang berdarah. Rasa perihnya membuat air matanya hampir menetes, tapi dia menahannya.
"Ma... maaf, Tuan. Lampu mobil Anda terlalu silau, saya... saya tidak bisa melihat jalan dengan jelas." ucap Alina.
Leon mendengus sinis, senyum meremehkan tercetak di bibirnya. Dia berbalik sejenak, memeriksa bagian depan mobil sport-nya yang kini lecet panjang dan penyok di bagian bemper kiri bawah akibat hantaman besi motor Alina.
"Maaf?" Leon berbalik lagi, menatap Alina dengan tatapan menuntut.
"Kamu tahu berapa harga bemper mobil ini? Catnya saja harus dipesan khusus dari Jerman. Ganti ruginya bisa membiayai hidupmu selama sepuluh tahun ke depan, Nona Ojek Online." suaranya dengan tegas dan dingin.
Mendengar kata ganti rugi dan sepuluh tahun, jantung Alina serasa berhenti berdetak. Rasa sakit di tubuhnya mendadak mati rasa, digantikan oleh ketakutan yang teramat sangat yang mencengkeram dadanya. Dia melihat motor bebeknya yang tergeletak mengenaskan dengan bensin yang mulai merembes keluar.
"Tuan... saya mohon maaf. Saya benar-benar tidak sengaja," suara Alina mulai bergetar, air mata yang sejak tadi ditahannya kini luruh membasahi pipinya yang kotor.
"Saya... saya tidak punya uang sebanyak itu. Tolong, Tuan... saya hanya seorang figuran dan pengantar makanan..."
Leon mendekat satu langkah, bayangannya yang besar mengurung tubuh kecil Alina yang terduduk di lantai.
"Saya tidak peduli apa pekerjaanmu. Kamu yang menabrak, kamu yang harus tanggung jawab. Hukumnya sederhana, bukan?" seru Leon.
Dan di sanalah semuanya dimulai, di bawah temaram lampu basement, Leon menatap sosok pengantar makanan yang terkapar, tanpa tahu bahwa gadis miskin itulah yang nantinya akan menjadi bidak catur utama dalam rencana pelariannya dari cengkeraman keluarga Alexander.
.
.
Cerita Belum Selesai.....
kuraanggg terus
kelamaan nunggu bsok thor😭😭😭😭
apa lagi perasaan wanita yg lemah lembut kaya lelembut wehhh melot duluan
gak sabar nunggu leon bucin akut 🤣🤣🤣