NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Suasana kampus Universitas Kedokteran Nasional siang itu terasa sedikit berbeda dari biasanya.

Setiap kali Bayu melangkah melewati koridor fakultas, kerumunan mahasiswa secara otomatis membelah diri untuk memberikan jalan.

Tidak ada lagi tatapan meremehkan atau cibiran yang biasanya ditujukan kepada mahasiswa baru berpenampilan biasa.

"Kau lihat anak itu? Kudengar dia yang membuat tangan Kak Raka hancur lebur kemarin," bisik seorang mahasiswa senior kepada temannya.

"Ssst, pelankan suaramu! Rektor saja sampai membungkuk hormat padanya, kita jangan cari masalah," sahut mahasiswa lainnya dengan wajah pucat pasi.

Bayu hanya tersenyum miring mendengar bisik-bisik ketakutan yang sengaja tidak disembunyikan itu.

Dia sama sekali tidak peduli dengan reputasi barunya, karena tujuannya di kampus ini hanyalah untuk mengambil gelar formal semata.

Drrrtt drrrtt.

Ponsel di dalam saku celana Bayu bergetar, menandakan ada panggilan masuk.

Bayu mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau saat melihat nama Siska di layar.

"Halo, Tuan Tabib, apakah hari pertamamu di kampus berjalan lancar?" sapa Siska dari seberang telepon dengan nada suara yang sangat menggoda.

"Sangat membosankan, tidak ada mainan yang cukup kuat untuk menghiburku di sini," jawab Bayu santai sambil berjalan menuju gerbang keluar kampus.

"Kalau begitu, datanglah ke lokasi ruko baru kita di distrik bisnis ibukota sekarang juga," ajak Siska.

"Aku butuh pendapatmu tentang tata letak ruang VIP sebelum tim desainer mulai bekerja besok pagi."

"Baiklah, aku akan tiba di sana dalam dua puluh menit," ucap Bayu.

"Aku sangat merindukan aroma tubuhmu, Bayu. Cepatlah datang," bisik Siska manja sebelum panggilan itu ditutup.

Bayu menyimpan ponselnya, lalu menyetop sebuah taksi yang lewat di depan halaman kampus yang luas.

Jalanan ibukota siang itu sangat padat, namun Bayu akhirnya tiba di depan sebuah bangunan tiga lantai yang cukup megah.

.

Bangunan itu terletak di pojok jalan yang strategis, sangat cocok untuk dijadikan cabang utama Klinik Nirwana di ibukota.

Pintu kaca geser di depan ruko itu terbuka lebar, menampilkan bagian dalam yang masih kosong dan sedikit berdebu.

Siska berdiri di tengah ruangan, menatap sekeliling dengan mata berbinar penuh perhitungan bisnis.

Janda cantik itu mengenakan kemeja putih ketat dan rok pensil berwarna merah marun yang mencetak jelas lekuk tubuh sintalnya.

Rambut bergelombangnya diikat rapi ke atas, memamerkan leher jenjangnya yang putih mulus.

"Kau benar-benar tahu cara memilih lokasi yang memancing uang, Siska," puji Bayu sambil melangkah masuk ke dalam ruko.

Mendengar suara bariton yang sangat dia rindukan itu, Siska langsung berbalik dan tersenyum sangat lebar.

"Tentu saja, aku menggunakan seluruh sisa dana dari penjualan pil kemarin untuk menyewa tempat elit ini," jawab Siska dengan bangga.

Siska berjalan cepat menghampiri Bayu, berniat memeluk pemuda itu untuk melepas kerinduannya setelah tidak bertemu.

Namun, sebelum tangan Siska berhasil menyentuh dada Bayu, suara deru mesin mobil yang sangat kasar mengalihkan perhatian mereka.

Brummm! Ciiiit!

Tiga buah mobil van berwarna hitam kusam berhenti mendadak di depan ruko, menghalangi akses jalan masuk.

Pintu mobil-mobil itu terbuka secara bersamaan, memuntahkan sekitar lima belas orang pria berbadan besar.

Para pria itu mengenakan jaket kulit hitam, lengan mereka dipenuhi tato, dan masing-masing dari mereka membawa tongkat bisbol dari besi padat.

Siska tersentak kaget, langkahnya terhenti dan dia refleks berlindung di belakang punggung lebar Bayu.

"Siapa kalian? Apa urusan kalian datang ke properti milikku?" teriak Siska mencoba mempertahankan wibawanya sebagai CEO.

Seorang pria botak dengan luka codet di pipinya melangkah maju memimpin rombongan preman tersebut.

Pria botak itu memukul-mukulkan tongkat besinya ke telapak tangan kirinya dengan gaya mengancam.

"Jadi kau yang bernama Siska? Bos kami mendapat informasi bahwa kau berencana membuka klinik medis di tempat ini," ucap pria botak itu dengan nada kasar.

"Dengar baik-baik, Nona. Di wilayah ibukota ini, tidak ada satu pun bisnis medis yang boleh berdiri tanpa izin dari Ormas Medika Utama."

Siska mengerutkan keningnya, dia sangat tahu nama sindikat farmasi raksasa tersebut.

"Ini adalah bisnis pribadi kami, kami tidak ada urusan dengan sindikat kalian," balas Siska berani.

"Oh, kalian punya urusan sekarang," ejek pria botak itu sambil tertawa meremehkan.

"Bos Hendra memerintahkan kami untuk menghancurkan tempat ini dan membawa tabib kalian ke hadapannya."

"Kalau kalian melawan, aku pastikan wajah cantikmu ini akan hancur terkena sabetan besi," ancamnya sambil menunjuk wajah Siska dengan tongkatnya.

Siska mencengkeram kemeja Bayu dari belakang, tubuhnya sedikit gemetar melihat belasan pria beringas yang siap menyerang.

Bayu menepuk pelan tangan Siska yang berada di punggungnya, memberikan isyarat agar wanita itu tenang.

Pemuda itu melangkah maju satu langkah, menempatkan dirinya tepat di hadapan belasan preman suruhan tersebut.

"Kalian masuk ke rumahku tanpa melepas sepatu, dan sekarang kalian membuat keributan di depanku," ucap Bayu dengan nada yang sangat datar dan mematikan.

"Siapa yang mengajari anjing-anjing jalanan ini cara bertamu?"

Wajah pria botak itu langsung mengeras karena dihina mentah-mentah oleh seorang pemuda yang terlihat seperti mahasiswa biasa.

"Bocah sombong! Kau pasti sudah bosan hidup!" raung pria botak itu.

"Habisi dia! Hancurkan kedua kakinya sekarang juga!" teriaknya memberi perintah kepada anak buahnya.

Wushhh!

Tiga orang preman di barisan depan langsung melesat maju, mengayunkan tongkat besi mereka ke arah kepala dan lutut Bayu secara bersamaan.

Bayu sama sekali tidak bergeser dari posisinya.

Giok hijau di telapak tangannya berdenyut pelan, mengalirkan energi murni ke seluruh serat otot tubuhnya.

Di mata Bayu, ayunan tongkat besi dari para preman itu terlihat bergerak dalam tayangan lambat yang sangat membosankan.

Srak!

Bayu memiringkan kepalanya sedikit ke kiri, menghindari ayunan tongkat pertama yang nyaris menghantam pelipisnya.

Tangan kanan Bayu melesat ke depan bagaikan kilat, merampas tongkat besi dari tangan preman kedua sebelum senjata itu menyentuh lututnya.

Brak!!!

Bayu menggunakan tongkat rampasan itu untuk menghantam tulang rusuk preman pertama dengan tenaga yang sangat brutal.

"Aaaargh!" jerit preman pertama saat tubuhnya terpental ke udara dan menabrak pilar beton ruko hingga pingsan.

Preman ketiga yang melihat temannya tumbang langsung panik dan mencoba menarik serangannya.

Namun Bayu jauh lebih cepat.

Tuk!

Bayu membuang tongkat besinya, lalu menusukkan dua jarinya tepat ke titik saraf lumpuh di pangkal leher preman ketiga.

Preman itu langsung ambruk ke lantai tanpa suara, seluruh sistem saraf motoriknya mati rasa seketika.

Hanya dalam waktu tiga detik, tiga orang berbadan besar telah dihabisi tanpa ampun oleh Bayu.

Pria botak dan belasan anak buahnya yang tersisa membelalakkan mata tidak percaya melihat pemandangan mengerikan tersebut.

"Apa yang kalian tunggu?! Serang dia bersama-sama, dasar bodoh!" teriak pria botak itu dengan suara bergetar ketakutan.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!