Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.
Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3 BOS DISANGKA TAMU
Tania bangun pagi sekali hari ini, karena hari ini adalah hari pertama dia bekerja, Jadi dia membantu ibunya dulu untuk mempersiapkan dagangan pagi dan sore nanti, jadi ibu tinggal memasaknya, semua bahan itu akan dimasukan dalam lemari pendingin lama, setelah disiangi jadi ibu tak perlu repot lagi mesti dia bekerja kewajibannya menolong ibuk nya tetap dilaksanakan.
Pukul sembilan pagi Tania sudah bersiap berangkat setelah sarapan. Ibunya sudah berangkat ke pasar dari jam enam pagi tadi. Selain Tania meyiapkan dagangan ibunya Tania juga memasak menu harian makan mereka jadi sepulang jualan ibu sudah tidak masak lagi karena Tania sudah masak.
Hari ini sesuai disiplin Resto bahwa pegawai baru harus memakai baju putih rok atau celana hitam dengan jilbab putih bagi yang memakai jilbab dan ikatan sanggul bagi yang tidak memakai Jilbab. karena disana semua pelayan diberi baju seragam lengkap dengan topi lucunya. dengan logo Ayam yang seperti dilihatnya di seragam Santi.
Setengah jam sebelum waktu masuknya Tania sudah datang dan dia disambut oleh Buk Seno yang sedang duduk di Kasir.
"Salam ibuk"
"Kamu Tania"
"Iya Buk"
"Kamu datangnya cepat sekali, Ya"
"Iya takut terlambat"
"Oh gitu"
"Ya udah, kamu duduk dulu Nanti kita akan break sebentar semua keruangan saya. karena mumpung masih sepi"
Buk Seno membunyikan lonceng sebagai tanda semua pegawai harus berkumpul diruangan kerja nya dan restoran dipasang tanda tutup sementara.
Ternyata benar dengan sigap karyawan menutup pintu utama dan memasang tutup sementara Rapat, Setelah itu mereka menuju keruangan kerja Buk Buk Seno.
"Ayo Tania keruangan saya"
"Baik Buk"
Tania mengikuti Buk Seno Keruangan kerjanya. Disana telah berkumpul pegawainya. Termasuk Santi karena dia sedang diruangan pendingin tadi, jadi dia tidak melihat Tania datang.
"Baik kalian semua sudah berkumpul, saya mau memperkenalkan pegawai kita yang Baru bernama Tania, Jadi dia diletakan bidang pelayanan tamu, Jadi kamu Santi tolong ajarkan Yel-Yel kita dan bagaimana melayani tamu kita dengan ramah"
"Jadi kalian semua tolong bantu Tania jika dia butuh sesuatu"
'Baik Buk"
"Sudah kalian boleh kembali ke tempat dan kamu Tania ikuti Santi dan pelajari menu-menu kita agar kamu mengetahuinya."
"Baik Buk"
Setelah memperkenalkan Tania semua pegawai kembali ke posisinya masing-masing.
semangat kerja dihari pertama Tania tumbuh, jiwa muda yang kreatif muncul, sehingga dia cepat mempelajari menu-menu yang dijual restoran tersebut. dan diapun belajar Yake-yale penyambutan dan tamu ketika masuk direstoran agar pelanggan senang.
Pukul Satu siang saat restoran masih sepi, karyawan lain bersiap istirahat untuk sholat dan makan bergantian dan Tania diminta piket jika ada pelanggan yang datang direstoran.
Tania berdiri didepan pintu dengan senyuman dan semangat, gadis cantik itu sesekali meghafal Yale-yale jika ada tamu yang datang nanti. Dan ternyata benar saja saat pintu restoran terbuka masuk seorang pria berdasi yang sangat tampan kulitnya putih tingginya 175 cm wajahnya seperti orang Belanda dengan mata coklat.
Dengan spontan Tania melantunkan Yale-Yalenya didepan pintu Restoran.
" Selamat datang Tuan, trima kasih telah datang ketempat kami Pecal Seno hebat dan terenak"
Pria itu nampak tertenggun melihat kelincahan Tania dan kepolosannya. Kemudian dia menarik tangan lelaki itu untuk duduk.
"Sialkan duduk Pak"
lelaki itu memegangi pipinya apakah dia sudah kelihatan tua dipanggil Bapak oleh gadis ini.
"ini menu kami direstoran semuaaaaanya istimewa dan enak,Bapak mau pesan yang mana"
Tania menjelaskan satu persatu menu yang hafal dikepalanya yang membuat laki laki itu kagum juga melihat kecerdasan Tania.
"Saya...."
"tidak usah ragu Pak kalau siang begini menu bebek madu pedas cocok buat Bapak ditembah lemon Tea leci yang menyegarkan"
"ayo pesan yang mana Pak"
"Burhan kamu kesini"
Nampak Bosnya Ibuk Seno yang sehabis sholat keluar dari ruangannya melihat laki-laki tampan itu.
Tania kaget karena Bosnya mengenal tamu tersebut.
"Tania kamu ngapain kesini"
"ini putra Ibuk, Burhan"
"Apa Buk, jadi ....jadi Bapak ini anak Buk Seno"
Muka Tania merah padam diwajahnya yang putih .
"Waduh Tania kira Bapak ini pelanggan restoran"
"Maaf Pak saya tidak tahu"
"Tania kebelakang dulu ya Buk, Pak"
Burhan terkekeh melihat Tania yang malu, karena dia tidak menyangka bahwa itu anak Bosnya sendiri disangka tamu ternyata Bosnya.
"Pegawai Mama yang itu lucu juga ya, ceria"
"Iya dia baru masuk hari ini kerja pegawai baru masih traning "
"Oooh pantas dia tidak kenal dengan Burhan"
Tania mengambil Burhan minuman dengan sedikit malu dia mempersilakan anak Bos nya itu minum.
"Silakan diminum Pak"
Tania pergi berbalik dengan wajah yang masih merah sampai ke hidungnya hari pertama kerja yang memalukan untuknya.
"Eeee Tunggu"
Tania berbalik kembali.
"iya Pak Ada apa"
"Memang nya saya sudah tua kamu panggil Bapak"
"Hhhehe, ngak sih"
"Lalu ngapain kamu panggil saya Bapak semua disini panggil sama Mas"
"Oh gitu ya Pak...eeee Mas"
" Baik Mas"
"kalau gitu saya permisi dulu Ya Mas, Buk"
Burhan sungguh terhibur oleh kelucuan Tania hari ini dia tak berhenti tertawa selama dia buka Restoran ternyata pegawai pegawai itu menyimpan kelucuannya tersendiri.
"Tumben kamu kesini Nak siang ini"
"Iya Ma aku tadi lewat sini ada urusan kerja jadi aku singgah mau makan disini bareng Mama udah lama kita ngak makan bareng"
"iya kamu kan sibuk setiap hari datang kamu hanya buat jemput Mama aja malam, itupun kalau sempat kadang Mama pakai sopir aja kesini, udah lama kali kebersamaan kita ngak ada nak"
"iya maka hari ini pingin kali makan bareng Mamaku tercinta"
"Ok Mama siapin ya"
"Siap Ma"
Buk Seno memanggil Tania untuk membuatkan kepada Chef menu terbaru mereka. Tania yang jadi salah tingkah sangat malu bertemu dengan Burhan putra dari Buk Seno.
Tania menceritakan kisah nya kepada Santi yang tadi tidak ada disana"
"hahahah jadi kamu salah orangTan?"
"iya Kak aku ngak tahu itu anak Buk Seno"
"Aku juga lupa tadi tanya dia mau makan atau cari siapa"
"Aku kira yang masuk restoran kan biasanya untuk makan Kak"
"ngak jugalah Tania kayak tukang paket cuma ngantar paket dia ngak makan"
"Udah lain kali hati-hati lagi"
'Jadi anak buk Bos kesini "
"Iya Kak"
" Ya udah Kakak samperin dulu "
"Gsnteng kan anak Buk Bos Tan"
"Ngak tahu juga aku pikir dia Bapak-bapak"
"iiiih...kamu tuh ngak pernah lihat cowok ganteng kali"
Santi pergi meninggalkan Tania di ruang tunggu menu untuk mengantarku menu yang diminta Bosnya bersama putranya.Chef memasaknya dengan telaten bau wangi masakan dengan bumbu special tercium dihidungnya yang bikin lapar, karena dia memang belum makan juga karena tadi dia gantian piket menunggu di depan. Perut nya terasa keroncongan.
Saat dia menghidangkan makanan untuk Buk Seno dan Burhan dia sedikit malu-malu, disana ada Santi yang sedang berdiri bicara dengan Burhan.
"Kenalkan Mas Ini dia yang baru kita sebut Namanya Tania adik angkat aku"
"Tania nampak tersenyum menganggu tapi hidung merah karena malu"
"Oooh gitu adik kamu lucu juga San"
Tania meletakan hidangan yang telah tersedia dimeja dan permisi kebelakang kembali untuk sholat dan makan yang dibawanya dari rumah.