Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelaksanaan Perjamuan Mistik & Reaksi Kelezatan Massal Para Raja
Matahari pagi menyinari Istana Pohon Kehidupan dengan pendaran cahaya keemasan yang sangat hangat.
Pelataran agung istana yang biasanya sepi kini disulap menjadi area pesta raksasa. Ratusan meja pualam berhias rangkaian bunga Mistik tertata rapi di atas rumput hijau. Para diplomat, kaisar perwakilan, raja-raja dari wilayah tetangga, hingga bangsawan tinggi dari ras Elf, Manusia, Kurcaci, dan Beastman duduk berkumpul mengenakan pakaian formal termewah mereka.
Namun, yang menjadi pusat perhatian utama dari seluruh tamu agung itu bukanlah panggung utama kerajaan—melainkan sebuah panggung kayu melayang di sudut pelataran.
Di atas panggung itu, berdirilah gerobak kayu tua Lin Mo dengan [Panggangan Otomatis Level 3] yang memancarkan pendaran Besi Emas Mistik berkilauan.
Di belakang gerobak, tim panggangan Lin Mo tampak sangat sibuk bekerja bagaikan mesin yang terolesi minyak dengan sempurna.
Komandan Vex bertelanjang dada membelah gelondongan kayu arang pilihan dengan kecepatan luar biasa.
Kaelen mantan iblis yang kini menjabat Kepala Pencuci Piring dengan cekatan mengelap dan menyusun ratusan piring pualam hingga bersih berkilau.
Sementara di sudut kiri gerobak, tiga mantan penyusup bertopeng tengkorak yang ditangkap semalam kini mengenakan celemek kain merah polos. Mata mereka berkaca-kaca terkena uap pedas saat mengiris ribuan siung bawang merah dan cabai petir dengan pisau dapur.
"Aduh... pedas sekali mata saya, Senior Vex!" tangis salah satu mantan penyusup sambil mengiris bawang.
Vex mendengus bangga sambil memanggul seikat arang. "Tahan itu, Anak Baru! Mengiris bawang untuk Master Lin Mo adalah kehormatan tertinggi! Iris lebih cepat atau tak kuberi bagian sate nanti!"
"Siap, Senior!" jerit ketiga pencuci bawang itu makin kencang menggerakkan pisau mereka.
Lilia sang gadis kelinci sibuk mengatur tumpukan tusukan sate di dalam kulkas es mistik, sementara Putri Aethelgardia bergaun keemasan berdiri anggun di samping panggung, bertindak sebagai penyambut tamu kehormatan.
Lin Mo berdiri santai di belakang panggangan emasnya. Ia mengenakan celemek kain hitam tebal dengan kipas bambu tua yang terselip lincah di jemari tangannya.
Terlihat di meja utama kerajaan, duduk Sang Raja Hutan Abadi [Raja Aurelius] bersama Tetua Eldrin dan beberapa duta besar Kerajaan Aethelgard yang berwajah kaku.
"Apakah ini yang dinamakan 'Perjamuan Mistik'?" bisik seorang Duta Besar Kerajaan Aethelgard dari ras manusia yang berpakaian serba sutra merah.
"Mengapa aroma makanan perjamuan agung ini datang dari sebuah gerobak kayu jalanan?" tanyanya dengan nada meremehkan.
"Hmph! Benar-benar menjatuhkan martabat kaum bangsawan," timpal seorang Raja dari Suku Beastman Singa berbadan tegap di sebelahnya.
"Kami datang jauh-jauh dari Wilayah Barat untuk menikmati kuliner istana Elf, bukan untuk memakan daging tusuk kotor milik pedagang kaki lima!" protes sang Raja Singa mengerutkan hidungnya.
Tetua Eldrin yang mendengar cemoohan itu mendengus dingin dari kursi kehormatannya.
"Raja Singa, Duta Besar," kata Tetua Eldrin dengan suara tenang namun penuh penekanan.
"Jagalah ucapan kalian. Sate buatan Master Lin Mo bukanlah makanan biasa. Nanti saat lidah kalian menyentuhnya, kalian akan sadar betapa bodohnya prasangka kalian itu."
Raja Aurelius mengangkat cawan emasnya, memberi tanda bahwa acara perjamuan resmi dibuka.
"Para tamu undangan yang terhormat," seru Raja Aurelius dengan suara merdu bergaung.
"Hari ini, Kerajaan Hutan Abadi menyajikan hidangan pemurni jiwa yang diolah langsung oleh Dewa Kuliner Pengelana, Master Lin Mo! Mari kita nikmati hidangan Perjamuan Mistik ini bersama-sama!"
PING!
[Sistem Angkringan Ilahi: Mengaktifkan Mode Perjamuan Akbar!]
[Misi: Puaskan Lidah 300 Tamu Agung & Bungkam Keraguan Duta Besar Benua]
[Hadiah: Poin Arang +10.000, Resep Baru 'Sate Kambing Mistik Bumbu Kecap Karamel', & Gelar 'Koki Ilahi Benua']
Lin Mo menyunggingkan senyuman tipis membaca notifikasi Sistem.
Ia memutar kipas bambunya lincah di udara.
"Vex! Nyalakan tungku ganda!" perintah Lin Mo.
"Siap, Master!" Vex melemparkan tumpukan arang kayu Mistik ke dalam perut panggangan.
Lin Mo menyatukan ingatan pikirannya dengan [Panggangan Otomatis Level 3].
Ssshhh... BZZZZTTT!
Panggangan Besi Emas Mistik itu mendadak memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang! Seratus bilah jeruji besi ganda di atasnya siap menampung ratusan tusuk sate sekaligus!
Dengan gerakan presisi bagaikan tarian seniman tingkat tinggi, Lin Mo menaruh seratus tusuk Sate Daging Rusa Perak Sambal Embun Surga dan seratus tusuk Sate Taichan Mistik Sambal Petir sekaligus di atas jeruji emas!
Breeessshhh!
[Api Murni Pemanggang Arang] membumbung tinggi dari bawah gerobak.
Lin Mo mengibaskan kipas bambunya dengan jurus penuh percaya diri.
"Jurus Angkringan Akbar: Badai Asap Emas Penakluk Jiwa!"
FWOOOSHHH!
Bukan sekadar asap biasa! Dari panggangan Lin Mo meledak gumpalan asap merah keemasan yang sangat tebal, wangi, dan memancarkan pendaran kilat keemasan yang berkilauan di udara!
Sssttt... Sssttt...
Minyak gurih dari lemak Daging Rusa Perak dan Daging Sapi Kerak Bumi meleleh berdesir pelan di atas bara api.
Aroma manis madu bunga liar, gurih asin bumbu putih, asam segar jeruk nipis Mistik, serta ketajaman aroma cabai rawit petir menyatu menjadi satu gelombang aroma dahsyat!
Badai aroma keemasan itu meluncur deras menerjang seluruh pelataran agung istana!
BUMMM!
Aroma tersebut menghantam hidung tiga ratus tamu agung secara bersamaan!
"A-Aroma apa ini?!" jerit Duta Besar Kerajaan Aethelgard yang tadinya menghina, cangkir sutranya hampir jatuh dari tangannya.
"Uwoooogh! Hidungku! Hidungku mendadak mencium wangi surga!" jerit Raja Beastman Singa mendadak melompat dari kursi emasnya, dadanya naik turun menahan gairah lapar yang sangat liar.
Aroma itu begitu kuat, begitu murni, dan begitu menggoda hingga sanggup meruntuhkan seluruh gengsi, kehormatan, dan tata krama para bangsawan tinggi hanya dalam hitungan detik!
"Lilia! Kaelen! Bagikan satenya ke setiap meja!" perintah Lin Mo.
"Siap Master!"
Lilia, Kaelen, Vex, dan bahkan ketiga pengiris bawang bergerak cepat memanggul ratusan piring pualam berisi sate yang mengepulkan asap panas. Mereka membagikan piring-piring itu ke atas meja tiga ratus tamu agung.
Di atas meja Duta Besar Aethelgard dan Raja Singa, tersaji dua piring sate: lima tusuk Sate Rusa Perak Sambal Embun Surga yang berwarna keemasan bersalut merah, dan lima tusuk Sate Taichan Mistik dengan perasan jeruk nipis yang mengilap.
Duta Besar Aethelgard menelan ludahnya secara kasar, matanya melotot menatap sate taichan di depannya.
"T-Tidak mungkin... Ini cuma daging pucat dipadu cabai..." gumam sang Duta Besar dengan tangan gemetaran.
Namun, bau gurih asam yang menyengat dari piring itu memaksa tangannya menyambar satu tusuk Sate Taichan Mistik dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Nyuttt! Bzzzt!
Kerenyahan daging sapi Mistik bercampur gurih asin bumbu ilahi meledak di atas lidahnya!
Satu detik kemudian, [Sambal Petir Mistik] menyentuh saraf rasanya!
Bzzzzzzt!
"Gyaaargghhh!"
Duta Besar Kerajaan Aethelgard itu mendadak berdiri di atas mejanya!
Jas sutra merah mewahnya robek di bagian bahu akibat dorongan energi panas suci yang meledak dari dalam tubuhnya!
"Pedas sekali! Gurih sekali! Air mataku tidak bisa berhenti mengalir karena kelezatan gila ini!" jerit sang Duta Besar menangis histeris dengan wajah merona merah bahagia.
Tanpa memedulikan pandangan orang lain, Duta Besar yang kaku itu langsung melahap habis sepuluh tusuk sate di piringnya dalam sekali suap, bahkan menjilati bumbu cabai yang tersisa di piring pualam hingga bersih mengilap!
"I-Ini bukan makanan jalanan! Ini adalah sihir penciptaan surga!" teriak sang Duta Besar berlutut di atas meja perjamuan.
Sementara itu, Raja Beastman Singa menyambar lima tusuk Sate Daging Rusa Perak Sambal Embun Surga sekaligus dan melahapnya sekaligus bersama tusuk bambunya (yang langsung ditarik keluar dengan lincah).
Nyam! Nyam! Juicccy!
Manis segarnya sari buah embun surga bercampur lembutnya daging rusa perak meleleh seketika di dalam mulut sang Raja Singa.
BUMMM!
Aura sihir Beastman milik sang Raja Singa yang tadinya berwarna merah kusam mendadak meledak berubah menjadi warna keemasan yang sangat murni!
Tanduk dan bulu lehernya bersinar terang, racun trauma pertempuran tua yang tersimpan di sumsum tulang belakangnya menguap keluar dari telinganya berupa asap hitam tipis!
"ROARRRRRRR!"
Raja Beastman Singa itu mengaum kencang ke arah langit malam, menguncang seluruh pelataran istana!
BUKAN karena marah, melainkan karena kenikmatan tiada tara yang membebaskan seluruh jiwa dan raga binatang Mistiknya!
"Luar biasa! Tubuhku terasa sepuluh tahun lebih muda! Kekuatan sihirku yang macet kembali mengalir deras!" jerit Raja Singa dengan mata berbinar-binar gembira.
Ia berlari menerjang ke arah panggung Lin Mo, berlutut merapatkan dahinya ke batu panggung di depan gerobak.
"Master Lin Mo! Hamba mengaku dhalim dan bodoh!" teriak Raja Singa bersujud tulus.
"Sebutkan berapa ribu koin emas yang Anda inginkan! Hamba memohon secara pribadi, bukalah cabang Angkringan Dewa Mo di Kerajaan Beastman kami!" mohon sang Raja Singa histeris.
Di seluruh sudut pelataran perjamuan, kekacauan kelezatan massal terjadi!
Ratusan raja, kaisar, dan putri kerajaan saling berebutan piring sate!
"Jangan sentuh sate taichanku, Duta Besar!"
"Beri aku lima puluh tusuk lagi! Aku bayar pakai satu karung kristal sihir!"
"Master Lin Mo! Saya puteri dari Kerajaan Perak, tolong jadikan saya pelayan di angkringan Anda!"
Para bangsawan yang tadinya sangat menjaga tata krama dan keanggunan, kini bergulingan di atas rumput, menangis bahagia sambil mengunyah sate Lin Mo dengan wajah merona memerah ketagihan.
Raja Aurelius dan Tetua Eldrin yang menyaksikan pemandangan itu dari meja utama hanya bisa tertawa terbahak-bahak bahagia sambil menikmati sate mereka masing-masing.
"Hahaha! Lihat itu Eldrin, para raja yang biasanya sombong itu kini berlutut di depan gerobak kayu!" tawa Raja Aurelius gembira.
"Benar Yang Mulia," bisik Tetua Eldrin mengusap air mata pedas di pipinya. "Master Lin Mo memang bukan manusia biasa. Beliau adalah sosok yang sanggup menyatukan seluruh benua hanya dengan sepotong sate."
PING!
[Sistem Angkringan Ilahi: PERJAMUAN MISTIK SUKSES MUTLAK!]
[ Seluruh 300 Tamu Agung Terpuaskan!]
[ Menerima Hadiah Misi:]
[Poin Arang +10.000]
[Resep Baru Terbuka: Sate Kambing Mistik Bumbu Kecap Karamel]
[Gelar Terbuka: 'Koki Ilahi Benua' (Meningkatkan daya tarik masakan sebesar 200%)]
[Total Poin Arang Saat Ini: 17.950 Poin]
Lin Mo berdiri di atas meja gerobaknya, memutar kipas bambunya dengan lincah sambil tersenyum lebar menatap ratusan raja dan bangsawan yang bersorak mengelu-elukan namanya.
"Terima kasih semuanya! Selamat menikmati sate buatan Angkringan Dewa Mo!" teriak Lin Mo ramah.
"Sate Taichan dan Sate Rusa Perak hangatnya kakaaak! Yang mau tambah harap antre dengan tertib ya!" panggil Lin Mo penuh semangat.
Namun, di tengah sorak-sorai bahagia tiga ratus tamu perjamuan, langit malam di atas Hutan Abadi mendadak berubah menjadi warna merah darah yang sangat pekat!
BZZZZZZT! GLUDUKKK!
Sebuah gelombang sihir kegelapan bertekanan tinggi menghantam kubah pelindung Pohon Kehidupan hingga retak berkeping-keping!
Krak! Pyaaaaar!
Udaranya mendadak terasa sangat berat dan berbau amis racun darah.
Dari celah langit yang robek, melangkah turun puluhan naga hitam tak bersayap yang ditunggangi oleh ratusan prajurit zirah hitam Sekte Bintang Gelap!
Dan di puncak naga hitam paling raksasa di tengah langit, berdirilah seorang pria tinggi berambut merah darah dengan mahkota tengkorak di kepalanya [Lord Malakor], Penguasa Pasar Gelap dan Pemimpin Tertinggi Sekte Bintang Gelap!
"Hahaha! Betapa meriahnya pesta para cacing Hutan Abadi ini!" suara Lord Malakor menggelegar menghantam seluruh pelataran istana, membuat ratusan tamu bangsawan menjerit panik.
Lord Malakor menatap dingin ke arah Pohon Kehidupan dan gerobak Lin Mo.
"Raja Aurelius! Serahkan Inti Pohon Kehidupan dan Pemuda Penjual Sate itu sekarang juga, atau seluruh Kerajaan Hutan Abadi akan kubakar menjadi abu!" ancam Lord Malakor mengacungkan tongkat sihir tengkorak merahnya.
Suasana pesta yang tadinya penuh tawa mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam!
Para prajurit Elf langsung menarik pedang mereka, sementara Raja Singa dan para raja lainnya bersiap melompat bertarung.
Namun, Lin Mo justru melangkah maju ke bagian paling depan panggung gerobaknya.
Ia memiringkan kepalanya, menatap Lord Malakor di atas naga hitam dengan pandangan yang sangat tenang dan sedikit geli.
Lin Mo mengibaskan kipas bambunya pelan.
"Aduh Paman Bertanduk Merah di atas sana..." tegur Lin Mo santai dengan suara yang bergema jernih di tengah keheningan.
"Paman tidak tahu ya? Di Angkringan Dewa Mo, dilarang keras membuat keributan saat pelanggan sedang enak-enaknya makan sate!" tegas Lin Mo menaikkan sebelah alisnya.
Lord Malakor menunduk menatap Lin Mo dengan mata merah menyala penuh hinaan.
"Bocah Kaki Lima Kurang Ajar! Kamu pikir sate sampahmu bisa menyelamatkanmu dari Pasukan Naga Hitamku?!" bentak Malakor murka.
Lin Mo tersenyum tipis, matanya memancarkan pendaran [Api Murni Pemanggang Arang] yang sangat tajam.
"Vex, Kaelen, Lilia..." panggil Lin Mo pelan.
"Siap, Master!" sahut ketiga pengikutnya sigap.
"Siapkan arang kayu Mistik paling panas..." perintah Lin Mo memutar kipas bambunya.
"Hari ini, kita bakal bikin [Sate Daging Naga Hitam Bakar Bumbu Kecap Karamel]!" seru Lin Mo mantap.
Sorak-sorai keberanian meledak kembali dari para pengunjung perjamuan! Pertempuran terbesar untuk mempertahankan Kerajaan Hutan Abadi dan Angkringan Dewa Mo resmi dimulai!