NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Selama ini, aku bertahan bukan karena masih mencintaimu, Arsen. Bukan juga karena aku lemah. Tapi, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuat kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Mencari Bukti

Sebuah mobil berhenti dengan mulus di depan sebuah kafe. Tidak lama kemudian, seorang wanita turun dari dalam mobil dan melangkah tergesa-gesa menuju pintu masuk.

Begitu berada di dalam, matanya langsung menyapu setiap sudut ruangan, mencari seseorang. Saat menemukan sosok yang ia cari, wanita itu segera menghampirinya.

"Alena!" Wanita itu duduk di hadapan Alena dengan wajah khawatir. "Apa yang terjadi?"

Alena hanya mengaduk-aduk makanan di piringnya tanpa berniat memakannya sedikit pun. Matanya sembab, sementara bibirnya bergetar menahan tangis.

"Nad... Mas Arsen selingkuh," lirih Alena dengan suara serak. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh membasahi pipinya.

"Apa?" Nadia membelalak tidak percaya. Tanpa pikir panjang, ia segera berpindah ke kursi di samping Alena dan memeluk sahabatnya erat.

"Alena..."

"Semalam aku menemukan ponsel lain milik Mas Arsen," lanjut Alena dengan suara bergetar. "Lalu, ada pesan mesra masuk. Mas Arsen bilang itu cuma rekan kerjanya, tapi nomor itu disimpan pakai tanda hati."

Nadia mengusap bahu Alena perlahan, berusaha menenangkannya.

"Terus, siang ini aku mengajaknya menemui Dokter Gita. Tapi, dia menolak dan bilang sedang sibuk." Alena mengusap air matanya kasar. "Tapi, ternyata aku melihat dia di rumah sakit bersama seorang wanita. Mereka terlihat sangat mesra, Nad."

Tangis Alena pecah, membuat beberapa pengunjung melirik ke arah mereka.

Nadia tersenyum canggung, melihat orang-orang yang memperhatikan mereka sebelum kembali fokus pada sahabatnya.

"Sudah, Alena. Jangan menangis."

Alena langsung menegakkan tubuhnya dengan mata merah.

"Aku sedang sedih, Nad. Kenapa aku tidak boleh menangis?"

"Bu-bukan begitu," seru Nadia panik. "Maksudku, pria brengsek seperti Arsen tidak pantas ditangisi."

Mendengar itu, Alena langsung menghapus air matanya.

"Kamu tenang dulu, ya?" Nadia mengambil beberapa lembar tisu dan membantu menghapus air mata di wajah Alena. "Kalau kamu seperti ini, aku jadi bingung harus bagaimana."

Beberapa menit berlalu. Setelah tangis Alena mereda, Nadia menatapnya serius.

"Aku tidak mengerti. Kamu melihat Arsen bersama wanita lain, tapi kenapa kamu tidak melabraknya?"

Alena menunduk. "Aku sudah tidak punya kekuatan untuk melakukan itu, Nad."

"Hah..." Nadia menggeleng kesal. "Kalau aku yang ada di sana, sudah aku jambak wanita itu sampai botak."

Alena tersenyum tipis di tengah kesedihannya. "Aku percaya kamu akan melakukannya."

"Tentu saja." Nadia menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil menghela napas panjang. "Lalu, sekarang apa yang akan kamu lakukan? Bercerai?"

Pertanyaan itu membuat Alena terdiam.

Pikirannya melayang jauh ke masa lalu. Hubungannya dengan Arsen bukan hubungan yang baru berjalan satu atau dua tahun. Mereka saling mengenal sejak duduk di bangku kuliah. Bersama-sama membangun mimpi, melewati kesulitan, hingga akhirnya menikah tiga tahun lalu.

Alena tidak pernah menyangka pria yang selama ini ia cintai bisa mengkhianatinya dengan begitu mudah.

"Alena!" Panggil Nadia.

Alena tersadar, lalu menunduk sambil mengaduk minumannya perlahan.

"Kalau aku meminta cerai... Bukankah itu sama saja memberinya jalan untuk bersama wanita itu?"

Nadia terdiam.

"Kami sudah bersama begitu lama. Aku sudah mengorbankan banyak hal untuk hubungan ini." Alena menggigit bibir bawahnya. "Rasanya sangat tidak adil kalau justru aku yang harus pergi."

Nadia mencondongkan tubuhnya ke depan. "Lalu, apa rencana mu? Kalau kamu tidak mau bercerai, apa kamu akan bertahan? Jangan menjadi wanita bodoh, Lena."

Alena terdiam sesaat. Tatapannya kosong menatap minuman di dalam gelas. Tapi, sedetik kemudian sudut bibirnya terangkat tipis.

"Aku akan mencari bukti perselingkuhan mereka. Lalu, mengalihkan semua harta atas namaku."

Nadia tertegun sebelum akhirnya tertawa. Begitu juga dengan Alena yang ikut tertawa keras. Namun, tawa itu perlahan memudar, berganti dengan tatapan sendu.

"Aku terdengar seperti perampok, ya?" lirih Alena.

"Dasar bodoh." Nadia mencubit lengan sahabatnya pelan. "Justru itu rencana yang bagus."

Alena menatap sahabatnya.

"Mereka harus membayar rasa sakit yang kamu rasakan, Len," lanjut Nadia dengan sorot mata yang berubah tajam. "Sekarang, berhenti menangis dan mulai berpikir."

"Maksudmu?"

"Kumpulkan bukti sebanyak mungkin. Foto, pesan, rekaman, apa pun yang bisa membuktikan perselingkuhan mereka."

Alena terdiam mendengarkan.

"Jangan bertindak gegabah agar mereka lengah," lanjut Nadia.

Tatapan Alena perlahan berubah.

Kesedihan yang ia rasakan perlahan berubah menjadi sebuah tekad kuat.

Mungkin, pernikahannya sedang berada di ambang kehancuran. Tapi, ia akan bertahan dan tidak akan membiarkan dirinya menjadi satu-satunya pihak yang terluka.

***

Malam harinya, Arsen pulang larut seperti biasa. Setelah memarkir mobil, pria itu melangkah masuk dengan wajah lelah setelah seharian bekerja.

Namun, begitu membuka pintu utama, langkahnya sempat terhenti.

Ada sesuatu yang terasa berbeda.

Biasanya, Alena akan menyambutnya, tidak peduli seberapa larut ia pulang. Tapi malam ini, rumah terasa begitu sepi.

Arsen mengernyit tipis.

Matanya menyapu sekeliling sebelum kembali melangkah masuk. Saat melewati ruang makan, langkahnya kembali terhenti. Meja makan yang biasanya masih menyisakan hidangan untuknya kini terlihat kosong.

Arsen hanya tersenyum miring.

"Sudah menyerah menunggu, ya?" gumamnya pelan.

Entah kenapa, ada sedikit rasa tidak nyaman yang menyelinap di dadanya. Namun, ia memilih mengabaikannya. Baginya, itu bukan sesuatu yang penting.

Pria itu segera menaiki tangga menuju lantai atas.

Sesampainya di depan kamar, ia membuka pintu perlahan. Tatapannya langsung menemukan sosok Alena yang tengah terbaring di atas ranjang. Wanita itu terlihat sudah tertidur lelap.

"Tumben sekali."

Arsen menutup pintu lalu meletakkan jas dan tas kerjanya di sofa. Setelah itu, ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Tidak lama kemudian, ia keluar dengan pakaian tidur berwarna gelap. Lalu, ia naik ke atas ranjang dan berbaring membelakangi Alena.

Dalam hitungan menit, napasnya mulai teratur. Lelah yang menumpuk membuatnya tertidur begitu cepat.

Kelopak mata Alena yang sejak tadi terpejam perlahan terbuka saat mendengar dengkuran halus dari mulut Arsen.

Wanita itu menoleh, menatap punggung Arsen dengan sorot mata yang berbeda. Ia menunggu beberapa menit lagi untuk memastikan Arsen benar-benar tertidur.

Setelah yakin, Alena bergerak perlahan. Ia menyingkap selimut tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Tapi, justru hal itu membuat jantungnya berdegup kencang hingga terasa memekakkan telinga.

Alena menahan napas saat mencari ponsel lain milik Arsen. Tangannya sampai bergetar saat menemukannya.

Dengan hati-hati, ia mengambil benda itu lalu berjalan menuju kamar mandi.

Begitu pintu tertutup, Alena langsung menyalakan lampu redup dan mencoba membuka layar ponsel tersebut.

Namun, harapannya langsung pupus. Layar meminta verifikasi sidik jari.

"Sial!" bisiknya pelan.

Alena menggigit bibir bawahnya. Ia mencoba beberapa kemungkinan kata sandi, tetapi semuanya gagal. Jika terlalu banyak percobaan, ponsel itu bisa terkunci permanen.

Dengan napas memburu, ia mematikan layar lalu kembali keluar dari kamar mandi.

Matanya tertuju pada Arsen yang masih tertidur pulas. Lalu, ia melangkah mendekat ke sisi ranjang. Dan, dengan sangat hati-hati, ia mengangkat tangan kanan Arsen.

Alena langsung membeku saat pria itu sedikit bergerak. Napasnya tercekat. Tapi, beberapa detik kemudian, Arsen hanya bergumam pelan dalam tidurnya lalu kembali diam.

Alena mengembuskan napas lega. Ia segera menempelkan ibu jari Arsen ke sensor sidik jari pada layar ponsel dan layar ponsel langsung terbuka.

Mata Alena membesar. Tanpa membuang waktu, ia kembali masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu.

Kini, ponsel itu berada di tangannya dan, ia siap mengungkap semua rahasia yang selama ini Arsen sembunyikan.

Alena menelan ludah dengan susah payah. Jarinya bergerak perlahan membuka aplikasi pesan, sementara dadanya berdebar semakin keras.

Ia tidak tahu apa yang akan ia temukan di sana. Tetapi, satu hal yang pasti, setelah malam ini, hidupnya mungkin tidak akan pernah sama lagi.

1
Muft Smoker
jgn marah2 kek ,, namany juga ank2 ,, 😂😂😂😂 ,,
nakal sdkit gpp ,, yg penting nnti kek dapet cucu menantu idaman ,,
nunik rahyuni
bocah nakal lg kasmaran kakek..relakan saja hp jadulnya...untuk kelancaran menjemput calon cucu menantu🤣🤣🤣
Ma Em
Alena semangat ya dan kamu jgn mau direndahkan Arsen , Kenan pasti bohong pada Alena bahwa dia menggantikan kakek Rendra .
sunaryati jarum
Orang panik juga bisa lupa.sampai menggandeng tangan.orang tidak merasa.Untuk.Arsen Emak beritahu ya kamu memiliki masalah kesuburan jadi diaknosa saat masih jadi suami Alena kemungkinan kecil membuat pasangan kamu hamil
Muft Smoker: atuh perlu di pertanyakan atuh mak ,, ank di kandungan erina????😲😲😲😲😲
total 1 replies
sunaryati jarum
Astaga kirain emak Kenan baca pesan di Hp Alena, ternyata.hp kakek Rendra dibaea🤣🤣🤣
sunaryati jarum
O yang baca Tuan Kenan,ya.Sudaj berani baca pesan di Hp Alena
Yeni Astriani
ternyata saingan terberat Kenan dalam mendapatkan perhatian Alena Kakek Rendra sampai mencuri hape kakek nya sendiri biar gak bisa kencan sama Alena.
aduhh😂😂😂
nunik rahyuni
kan...kenan nakal..orsng tua dikerjai...sampai seisi rumah di balik cuma cari hp..tp sang cucu yg licik menguntit nya🤣🤣g ada nyali nya kenan...klo suka bilang bos
Heny
SUAMI YG GK BERSYUKUR DPT ISTRI SETIA DAN BAIK HATI
Heny
Main cabtik Alena
Heny
Alena yg sabar
nunik rahyuni
yg di beri kbr si kakek tp notif nya msuk di hp kenan jg🤣🤣🤣l modus kenan licik
Muft Smoker
jgn2 yg nerima pesan bukan kek rendra tp si kenan ,,
😂😂😂😂
sunaryati jarum
Bosnya suka kamu,dia bayar dengan dana pribadi ,dia mengatakan dana perusahaan agar kamu tidak menolak.Untuk urusan Arsen di perusahaan ASN kamu tidak perlu kawatir,dari hasil sidang dan terungkapnya fitnah Arsen padamu, Arsen sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi.Apalagi jika perselingkuhannya diungkap, mungkin para pemegang saham memintanya mundur
sunaryati jarum
Semangat dan sukses Alena.Dan emak ingin segera melihat kehancuran Arsen dan keluarganya termasuk selingkuhannya
sunaryati jarum
Kenan Pepet Alena dengan dalih menemani kakek Rendra.Cerdas juga bisa memanfaatkan kedekatan kakeknya dengan Alena 🤣🤣🤣👋👋
Ma Em
Semangat Alena semoga kamu makin sukses selalu bahagia tinggalkan masa lalu menuju masa depan yg bahagia , semoga Arsen tdk akan pernah bahagia bersama selingkuhan nya dan mendapatkan balasan yg lbh menyakitkan .
Muft Smoker
tdk perlu memandang lg kebelakang Alena ,, anggap aj mereka mimpi buruk yg perlu km lupain ,,
Muft Smoker
tkuut kesaing ma kakek ny sndriii yx kenan😂😂😂😂😂
sunaryati jarum
Arsen yang menghubungi atau ada bukti baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!