NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Jeli Hambar

Koridor apartemen lantai dua belas itu sedingin biasanya. Lampu berbentuk silinder yang memanjang di langit-langit memancarkan pendar putih terang, memantul pada dinding logam yang bersih tanpa hiasan.

Nezha keluar dari unit apartemennya tepat pukul tujuh pagi. Di saat yang sama, pintu unit sebelah terbuka. Carson melangkah keluar dengan seragam teknisi logistik abu-abunya yang kaku.

Tidak ada lambaian tangan. Tidak ada senyuman. Nezha mengunci pintunya dengan menggeser kartu identitas pada sensor, sementara Carson melakukan hal yang sama tanpa sekali pun melirik ke arahnya. Mereka berjalan beriringan menuju lift di ujung lorong seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Saling menolak, menjaga jarak aman sejauh satu meter.

Ketika pintu lift berdenting dan terbuka, keduanya masuk. Lift itu sempit, hanya memuat mereka berdua.

Nezha berdiri di sisi kiri, menatap lurus ke arah pintu lift yang mengkilap, memperhatikan pantulan dirinya sendiri yang tampak pucat. Carson berdiri di sisi kanan, jemarinya bergerak lincah di atas layar ponsel, pura-pura memeriksa laporan data kesehatan harian penduduk.

Di atas pintu lift, kamera pengawas bersensor termal berkedip pelan dengan cahaya merah kecil, merekam setiap pergerakan.

Tuk.

Sebuah sentuhan seringan kapas mendarat di ujung sepatu bot Nezha.

Carson sengaja menggeser sedikit sepatu kanannya, menyenggol pelan ujung sepatu Nezha. Hanya sekali. Sebuah ketukan singkat yang begitu halus hingga kamera pengawas pun akan melewatkannya. Namun, bagi Nezha, ketukan itu membawa pesan yang sangat ia pahami artinya.

'Aku di sini. Semangat. Jangan khawatir.'

Nezha tidak menoleh apalagi membalas. Raut wajahnya tetap datar, namun di dalam hati, ada kehangatan kecil yang merayap. Dia berusaha menahan jemarinya agar tidak meremas tali tasnya terlalu kencang. Meski tidak bereaksi apapun, tapi Nezha menerima pesan itu. Dia tahu Carson sedang berusaha memberitahu dirinya bahwa semua akan baik-baik saja.

Begitu lift tiba di lantai dasar, mereka segera keluar, memisahkan diri, dan melebur bersama ratusan warga yang bergerak layaknya kawanan semut menuju stasiun kapsul transit distrik.

...***...

Pukul dua siang adalah waktu istirahat para pekerja di Pusat Pengawas Keamanan Sektor Empat. Nezha duduk di kafetaria yang dikelilingi dinding kaca transparan. Di depannya, sebuah balok jeli berwarna cokelat muda bergoyang-goyang di atas piring plastik.

"Demi Choko, robot kucing kesayanganku, aku bersumpah, kalau besok menu kita masih jeli polos hambar ini, aku akan mengajukan mutasi ke bagian pemeliharaan limbah," sebuah keluhan nyaring lolos dari mulut Jena.

Perempuan berambut bondol itu menusuk jelinya dengan garpu plastik sampai hancur. Jena adalah rekan satu tim Nezha di tempat kerja. Dia pintar, tapi ia sangat suka sekali mengomel jika dirasa ada sesuatu yang tidak semestinya. Dia juga termasuk perempuan yang nekat. Perkataannya tadi akan benar-benar dia lakukan kalau saja tak ada peraturan yang mengikatnya. Sudah dari dulu ia ingin pindah ke bagian pemeliharaan limbah. Hanya karena mendengar makanan disana lebih layak dibandingkan seonggok makanan dihadapannya saat ini.

"Tinggal makan aja, apa susahnya sih, Jen. Lagipula kandungan kalorinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan energimu hari ini," sahut Shanaz, pengawas dari lini sebelah yang bergabung di meja mereka, sambil mengunyah jeli bagiannya dengan ekspresi tanpa beban.

"Masalahnya bukan kalori, Shanaz! Tapi teksturnya!" Jena memasukkan paksa jeli itu ke dalam mulutnya, mengunyahnya dengan wajah masam yang kentara. "Hahh, makanan apa ini? Ini seperti mengunyah karet penghapus yang direndam kaldu instan kadaluwarsa. Nezha, kamu setuju sama aku, kan?"

Nezha tersentak kecil dari lamunannya. Dia memaksakan sebuah senyum tipis, menyendok jelinya sendiri yang baru termakan seperempat. "Ya... rasanya memang agak hambar hari ini."

"Tuh, kan! Orang sependiam Nezha saja setuju," Jena menunjuk Nezha dengan garpunya sebelum kembali menyuap. "Tapi ya sudahlah, daripada kelaparan terus lemas. Bisa-bisa gelang perak ini disko. Bukannya dapat makanan enak, yang ada malah surat teguran."

Shanaz terkekeh, lalu mencondongkan badannya ke depan, menurunkan volume suaranya ke nada bergosip. "Eh, kalian sudah dengar belum? Kasus penertiban di sektor tiga tadi pagi?"

Jena langsung menegakkan punggung, matanya berbinar. "Kasus apa? Ada yang menyelundupkan barang terlarang lagi?"

"Bukan. Ini lebih bodoh," Shanaz mencibir, menggeleng-gelengkan kepala. "Dua remaja, pemuda-pemudi dari akademi teknik ketahuan berduaan di ruang bawah tanah akademi setelah jam malam. Katanya, mereka berpegangan tangan. Dan sistem biosensor di gelang mereka mencatat lonjakan endorfin yang tidak wajar dalam waktu bersamaan. Bahkan, petugas yang menerima laporan ini langsung menggiring mereka ke pusat penertiban."

"Hah? Serius?" Jena tertawa mengejek. Dia bahkan hampir tersedak jelinya sendiri. "Zaman sekarang masih ada yang nekat melakukan kegiatan tidak penting begitu? Konyol sekali. Buang-buang waktu saja. Mana pakai acara pegangan tangan segala di ruang bawah tanah. Mau jadi pahlawan romantis kuno di buku sejarah?"

Nezha merasakan sendok plastiknya mendadak terasa luar biasa berat.

Obrolan di depannya perlahan memudar menjadi dengung samar di telinganya. Kepalanya mendadak berputar. Dua remaja. Hanya karena berpegangan tangan di ruang bawah tanah, mereka langsung digiring ke pusat penertiban. Entah sampai kapan mereka akan berada disana. Entah apa yang akan terjadi pada mereka disana. Tidak ada yang tahu pasti.

'Lalu bagaimana dengan aku?' batin Nezha.

Tanpa sadar, tangan kiri Nezha bergerak ke bawah meja, menyentuh permukaan perutnya yang tertutup seragam kaku pengawas. Masih datar. Namun di dalam sana, ada sebuah rahasia yang ribuan kali lebih fatal daripada sekadar pegangan tangan sesama lawan jenis. Ada kehidupan terlarang yang pelan-pelan mengisap ketenangannya.

"Nezha? Hei, Nezha?"

Panggilan Jena membuyarkan lamunan Nezha. Perempuan itu menatap Nezha dengan dahi berkerut. "Kamu baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali. Mau kuambilkan suplemen di pos medis?"

"Ah... tidak perlu," Nezha cepat-cepat menarik tangannya dari perut, menaruhnya kembali di atas meja dengan gestur sealami mungkin. "Aku cuma... agak kurang tidur semalam. Memikirkan laporan pekerjaan yang menumpuk."

"Oh, kukira apa," Jena mendengus, kembali beralih ke jelinya. "Jangan stres-stres, Nezha. Nanti gelangmu bunyi, bisa repot kita satu ruangan dituduh kena epidemi kecemasan."

Nezha hanya mengangguk kaku, berusaha menelan potongan jeli hambar di piringnya, sementara di balik kaus seragamnya, jantungnya berdegup dengan ritme yang ia paksa untuk tetap konstan.

1
Anisa Nur Afifah
sampai sini dlu
Rudy satria
kapan avnan di rekrut jadi anggota tim cari jalan kapur carson,jangan lama²😅
Rudy satria
semoga carson bisa menemukan jalan keluar,supaya kita bisa ketemu emm tapi kalo udah keluar jangn ke negara Konoha ya carson pemerintah nya sama,sama² menindas rakyat🤭🤭
ririma: waduh, kayaknya carson juga bakal mikir dua kali kalau mau pindah ke sana kak😅
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir bg
Rudy satria
mudah²n kalo
i ini panglima berbuat baik
Rudy satria
semakin kuat kalo avnan mau di ajak gabung,hancurkan negara yang memiliki peraturan di luar loh 😅😅😅
Rudy satria
iiih ternyata teman👏👏
ririma: yeayy👏🏻
total 1 replies
kabur ke luar negeri aja🤭
berati udah gak ada lagi hiburan model gituan, hambar banget idupnya, apa maen sendiri juga bakal kena pasal?🤭
berati orang-orang di sini gadak yang nikah juga kah?
ririma: yap,,
total 1 replies
jadi buron dong ya
ririma: iya kalau ketahuan tapi kak, untungnya sejauh ini masih aman kak
total 1 replies
wkwk, baru juga pembukaan🤭
halo kak, aku mampir🤭
Rudy satria
nah bylla itu penuh misteri yang tak terduga,mudah²n si dia kekasih avnan,mereka berempat kalo bersatu bisa semakin kuat dan mungkin mereka bisa menembus pertahanan pemerintah
Rudy satria
mudah²n si itu bylla,dan juga mudah²n bylla mendukung dan tidak menangkap Nessa+carson
Rudy satria
👏👏🥳🥳keren, sebelum nya saya slalu baca yang retingnya sudah tinggi atau pembacanya banyak itu di pastikan bagus,nggk sengaja ngeklik novel yang mungkin author nya baru merintis sungguh karyamu keren Thor semoga saya bisa ngawal sampai kamu sukses,saya yakin dengan cerita yang rumit saja bisa di pahami saya yakin kamu bakal sukses semangat terus Thor🥰🥰🥰🥰
ririma: maaf kak, irl lagi sibuk soalnya, sekarang uda up kok, bisa langsung di cek yaa😊
total 3 replies
Rudy satria
benar² pejabat yang kurang teliti pantes gampang di tipu,selamat carson semoga bisa dapat jalan keluar👏👏
Rudy satria
astaghfirullah ikut deg,deg,degan aku,untung komandan militernya masih keturunan Konoha jadi bisa di tipu😅😅😅
Rudy satria
apakah panglima,beneran percaya atau malah sudah menuju apartemen carson
Devi..
seru dan unik ceritaanya thor..semoha bisa berlanjut smpai selesai ceritanya😊
ririma: terima kasih banyak kak🥰, aamiin semoga ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!