NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Mendekat dan Ujian di Hutan Hitam

​Kabar kekalahan Zhao Feng di pelataran pelayan menyebar dengan cepat, namun sebatas bisik-bisik di antara para pelayan lainnya. Tak ada yang berani merayakannya terang-terangan. Semua tahu, di balik Zhao Feng ada bayangan besar kakaknya, Zhao Hai.

​Di dalam pondok yang telah dirapikan seadanya, Lin Chen menyerahkan sepotong roti kasar dan semangkuk air kepada Lin Tian. Wajah anak itu masih menyimpan kekhawatiran.

​"Kakak Tian, kudengar Zhao Hai bulan lalu baru saja menerobos ke ranah Mortal tingkat lima," ucap Lin Chen sambil duduk di lantai kayu. "Dia sudah bisa mengalirkan Qi ke senjatanya. Jika dia turun gunung untuk membalas dendam, tinju kosong saja tidak akan cukup."

​Lin Tian mengunyah rotinya dengan tenang. Fakta itu sudah ia perhitungkan. Kepadatan Qi dari Seni Pemurnian Tulang Naga Astral memang luar biasa—mampu menghempaskan kultivator tingkat tiga meski Lin Tian masih berada di tingkat pertama. Namun, tingkat lima adalah batas di mana seorang kultivator mulai memiliki teknik pertarungan jarak menengah.

​"Aku tahu," jawab Lin Tian. "Jika aku menunggu di sini sampai dia datang, kita akan tamat. Berdiam diri menyerap Qi alam terlalu lambat. Meridianku membutuhkan energi yang jauh lebih besar dan liar."

​Lin Tian menatap ke luar jendela kecil pondoknya, mengarah ke Hutan Hitam di batas utara sekte. Hutan itu adalah pinggiran dari Pegunungan Binatang Buas, area berburu bagi murid luar untuk mencari tanaman herbal dan inti monster tingkat rendah. Bagi pelayan tingkat satu, masuk ke sana sama saja mencari mati.

​"Kau akan pergi ke Hutan Hitam?" Mata Lin Chen membulat. "Tapi Kakak, tanpa senjata dan pelindung—"

​"Aku memiliki tubuhku, Chen'er. Mulai sekarang, itu adalah senjata terbaikku," potong Lin Tian sambil bangkit berdiri. Ia mengambil sebilah belati karatan yang biasa digunakan untuk memotong kayu. "Selama aku pergi, bekerjalah seperti biasa. Hindari area murid luar dan bersembunyilah jika melihat orang-orang Zhao Feng."

​Setengah jam kemudian, Lin Tian telah menyusup ke balik pepohonan rimbun Hutan Hitam. Udara di sini terasa lembap dan dipenuhi aura bahaya. Mengandalkan insting barunya yang menajam, ia melangkah tanpa suara, menghindari area yang memiliki jejak pertarungan murid sekte.

​Setelah berjalan sejauh dua mil, telinganya menangkap suara patahan ranting. Dari balik semak berduri, sesosok bayangan besar melompat keluar. Itu adalah Babi Hutan Taring Besi, binatang buas tingkat rendah yang setara dengan kultivator Mortal tingkat dua. Kulitnya setebal baja, dan sepasang taringnya bisa menembus batang pohon dengan mudah.

​Babi hutan itu mendengus marah, matanya yang merah menatap Lin Tian sebagai mangsa empuk. Tanpa ragu, monster itu menyeruduk maju seperti batu besar yang menggelinding.

​Lin Tian tidak mundur. Ia menarik napas dalam-dalam, membiarkan aliran Qi ungu keemasan meledak dari pusat dadanya dan menyebar ke otot-otot kakinya. Bukannya menghindar sepenuhnya, ia memiringkan tubuhnya di detik terakhir, membiarkan taring besi itu lewat hanya beberapa inci dari pinggangnya.

​Dalam sepersekian detik itu, Lin Tian memusatkan seluruh kekuatannya pada siku kanannya dan menghantamkannya tepat ke punggung babi hutan tersebut.

​KRAK!

​Suara tulang patah terdengar nyaring. Hantaman siku yang diperkuat Qi naga itu langsung menghancurkan tulang belakang sang monster. Babi hutan itu terjerembap ke tanah, melengking kesakitan sebelum akhirnya mati seketika.

​Lin Tian berdiri di atas bangkai monster itu dengan napas sedikit memburu. Satu serangan fatal. Kepadatan energi naga ini kembali membuatnya takjub. Namun, ia juga merasakan setengah dari Qi yang ia kumpulkan semalaman langsung terkuras habis hanya untuk satu serangan pembuka tersebut.

​"Konsumsi energiku terlalu boros jika tanpa teknik bela diri yang tepat," gumam Lin Tian sambil membedah bangkai babi hutan itu untuk mengambil inti darahnya. "Aku harus segera mencari sumber daya sebelum Zhao Hai menemukanku."

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!